
Hanako pun memilih duduk di meja lain karena tak ingin menjadi pusat perhatian Bintang dan kelima temannya itu. Di sana Hanako menyandarkan kepalanya di meja sambil terus tertawa mengingat sikap Izar yang panik saat didekati Miss K yang tadi disapanya.
“ Rasain. Salah sendiri pake godain Miss K...,” gumam Hanako di sela tawanya.
“ Kamu ga gabung sama Kita aja Nak...?” tanya Fatur sambil menatap Hanako.
“ Iya, sebentar lagi Opa. Aku nunggu Izar dulu nih...,” sahut Hanako sambil berusaha menahan tawanya.
Tak lama kemudian Izar masuk dan langsung menghampiri Hanako. Wajahnya terlihat kusut dan itu membuat Hanako kembali tertawa.
“ Puas ya Ci bisa ngerjain Aku...?” tanya Izar kesal.
“ Banget...,” sahut Hanako sambil tertawa puas.
“ Ck, Kamu tuh ya. Bukannya bantuin Aku tapi malah biarin Aku dirayu sama hantu itu...,” kata Izar kesal sambil merentangkan tangannya seolah hendak menerkam Hanako dengan kedua tangannya.
“ Itu kan salah Kamu sendiri. Makanya jangan terlalu kreatif punya mulut. Masa hantu aja disapa. Rasain, gitu lah akibatnya kalo ngomong ga pake dipikir dulu. Gimana, enak kan...,” ledek Hanako sambil menghindar dari kejaran Izar.
Izar nampak kesal namun ia teringat dengan kecerobohannya saat membuat Hanako tersinggung dulu. Dan nampaknya Izar baru mengerti bagaimana harusnya bersikap dan berucap. Ternyata pukulan dari orang-orang yang menyayanginya dulu tak sebanding dengan pengalamannya hari ini setelah ‘menggoda’ Miss K dengan gurauannya yang selalu ia anggap ringan itu.
“ Aku lebih milih dipukulin sampe berdarah deh daripada harus membujuk Tante Kun supaya ga ngikutin Aku...,” kata Izar gusar.
“ Lho kenapa emangnya. Dipukul kan sakit, apalagi kalo sampe berdarah kaya waktu dipukul Mama...,” sindir Hanako.
“ Dipukul itu emang sakit, tapi cuma sebentar terus ilang dan ga terasa lagi. Tapi kalo membujuk Tante Kun, ampuun... deh. Nyerah Aku...,” kata Izar sambil mengacak rambutnya.
“ Emang Tante Kun minta apaan...?” tanya Hanako penasaran.
“ Ga tau. Aku bilang ada urusan dulu di dalam kafe. Ntar kalo udah selesai baru lanjutin ngomong lagi...,” sahut Izar.
Plaakk...!.
“ Aduuhhh..., apaan sih Ci...?!” tanya Izar sambil menatap Hanako bingung.
“ Dasar ceroboh. Ngapain pake Kamu janjiin segala sih...?” tanya Hanako kesal.
“ Abis gimana, daripada dia ngikutin Aku masuk ke dalam kafe kan bahaya Ci...,” sahut Izar pasrah.
Hanako hanya menggedikkan bahunya mendengar jawaban Izar. Kemudian Hanako dan Izar pun bergabung di meja besar tempat Fatur, Faiq dan Bintang cs berada.
Kelima teman Bintang nampak mengulum senyum saat melihat sikap Bintang yang tampak tak suka dengan kedekatan Hanako dan Izar.
__ADS_1
“ Jelous bilang Bro...,” goda Refan hingga membuat Bintang salah tingkah.
“ Ngapain jelous, mereka kan saudara sepupu. Wajar lah kalo deket...,” kata Bintang berusaha santai sambil meneguk coklat panas miliknya.
“ Tapi sepupu juga ada yang married lho Bin...,” kata Tomi usil hingga membuat Bintang tersedak saking terkejutnya.
“ Married, masa sih...?!” tanya Bintang tak percaya.
“ Ssssttt, udah jangan ribut lagi. Kita ke sini kan mau ngobrol penting sama Om dan Opanya Hanako...,” kata
Boris menengahi.
Semua teman Bintang mengangguk membenarkan ucapan Boris lalu mulai mengunci mulut mereka masing-masing.
“ Jadi siapa yang mau mulai ceritanya...?” tanya Fatur.
“ Saya aja Opa...,” sahut Tomi cepat.
“ Boleh...,” kata Fatur sambil tersenyum.
Kemudian mengalir lah cerita dari mulut Tomi. Tentang bagaimana mereka tiba di SPBU ghaib itu dan apa yang mereka lakukan di sana hingga mereka ditemukan pingsan keesokan harinya.
“ Terus apa yang Kamu liat...?” tanya Faiq.
tangannya hitam. Saya merasa ga nyaman karena cowok itu ngeliatin Saya terus. Pas Saya kecapean nyari jalan keluar yang ga ketemu-ketemu, tau-tau cowok itu ada di depan muka Saya Om. Abis itu Saya ga tau apa-apa lagi...,” kata Tomi gusar.
Semua mendengarkan dengan serius dan merespon cerita Tomi dengan gaya yang berbeda-beda. Jika Izar dan Hanako terlihat santai, berbeda dengan Bintang dan kelima temannya yang terlihat gelisah.
“ Terus gimana sama Kamu...?” tanya Faiq sambil menatap Refan.
“ Kalo Saya malah ngeliat karyawan cewek Om. Sama kaya karyawan yang diliat Tomi, kulit cewek itu juga menghitam. Saya pikir mereka terbakar ya Om. Tapi Saya ngeliat kalo cewek itu megangin perutnya terus Om, ga tau kenapa. Saya juga diikutin sama hantu cewek itu dan akhirnya Saya juga pingsan sama kaya yang lain...,” sahut Refan sambil mengusap wajahnya kasar.
Suasana di meja tempat mereka duduk mendadak sepi. Fatur dan Faiq nampak memejamkan mata. Sedangkan Hanako dan Izar nampak menatap kearah tiga sosok hantu yang berdiri di belakang Bintang dan kelima temannya itu.
“ Ada apa Hanako...?” tanya Bintang setengah berbisik.
“ Ga ada apa-apa...,” sahut Hanako cepat.
“ Tapi kok suasananya mendadak ga enak gini sih...,” protes Bintang.
“ Itu karena di belakang Lo sama temen-temen Lo ada hantu yang lagi Kita omongin sekarang...,” sahut Izar cuek hingga membuat Bintang dan kelima temannya makin panik.
__ADS_1
“ Yang bener Zar...?” tanya Bintang tak percaya.
“ Ck, tadi nanya. Dikasih tau malah ga percaya...,” sahut Izar sambil berdecak sebal.
Mendengar jawaban Izar membuat Bintang dan kelima temannya panik. Mereka tak mau jika para hantu penghuni SPBU ghaib itu mengikuti mereka hingga ke rumah.
“ Gimana nih Opa...?” tanya Ari yang duduk di samping Fatur.
Fatur membuka matanya sambil tersenyum lalu menatap Ari dengan seksama.
“ Keliatannya diantara Kalian ada yang membawa sesuatu dari lahan kosong itu ya. Makanya ketiga hantu itu ngikutin Kalian sampe ke sini. Kalo Kalian ga balikin apa yang Kalian ambil, Saya ga bisa jamin kalo mereka ga bakal ngikutin dan nerror Kalian nanti...,” kata Fatur santai.
Kasak kusuk pun terdengar saat Fatur usai mengatakan jumlah hantu di lahan kosong itu.
“ Hei, cepet balikin barang yang Lo ambil tadi kalo ga mau diganggu sama mereka...!” kata Bintang lantang sambil menatap temannya satu per satu.
“ Gue ga ngambil apa-apa Bin...,” sahut Boris.
“ Gue juga ga...,” sahut Tomi.
“ Apalagi Gue...,” kata Refan.
“ Tinggal Lo berdua nih. Cepet balikin supaya bisa dinetralisir...,” kata Bintang lagi.
“ Gue cuma ngambil tanah aja dikit Bin. Ga banyak kok, Cuma segengam...,” kata Ari.
“ Astaghfirullah aladziim..., buat apaan...?” tanya Bintang tak mengerti.
“ Buat jimat lah, buat apaan lagi emangnya...,” sahut Ari ketus.
“ Balikin sekarang atau mereka bakal ngikutin Kamu kemana pun...!” kata Fatur tegas.
Ari tersentak lalu segera menyerahkan kain putih berisi segenggam tanah yang diambilnyna tadi kepada Faiq. Fatur dan Faiq nampak menggelengkan kepala. Setelah membacakan beberapa ayat suci Al Qur’an, Faiq memercikkan air ke atas kain berisi tanah itu lalu membungkusnya dengan plastik.
“ Kita akan kembalikan ini ke lahan itu nanti...,” kata Faiq yang diangguki Bintang dan kelima temannya.
“ Apa Kami harus ikut juga Om...?” tanya Bintang.
“ Ga perlu. Kalian cukup bantu doa dan dzikir di rumah masing-masing...,” sahut Faiq sambil tersenyum.
“ Alhamdulillah...,” sahut Bintang dan kelima temannya bersamaan sambil mengusap wajah mereka masing-masing.
__ADS_1
Wajah Bintang dan kelima temannya terlihat jauh lebih tenang sekarang dan itu membuat Faiq tersenyum bahagia.
\=====