Tiga Yang Terpilih

Tiga Yang Terpilih
235. Percaya Diri


__ADS_3

Langkah kaki Andri terlihat tergesa-gesa. Ia tak menyangka jika pelet yang ia kirimkan selama ini pada Hanako tak membuahkan hasil.


Andri ingat, ia melancarkan ilmu hitamnya itu sejak rapat perdana yang memperkenalkan ketiga cucu sang owner perusahaan itu digelar. Sejak saat itu lah diam-diam Andri mulai memantrai Hanako. Sayangnya niatnya tak berjalan sempurna karena Erik menolak menyerahkan data ketiga cucunya saat itu.


Biasanya Andri akan menggunakan data pribadi wanita incarannya itu untuk melemahkan mereka. Dari data pribadi itu bisa diketahui siapa nama ayah si gadis, tanggal lahir juga kesukaan si gadis. Dan Andri nampaknya harus bekerja extra untuk memikat Hanako. Apalagi setelahnya Hanako selalu bersama kedua sepupu laki-lakinya itu hingga membuat Andri kesulitan.


Ketika akhirnya Andri berhasil mengajak Hanako makan siang kala itu, Andri pun bersorak gembira. Ia membayangkan Hanako jatuh berlutut di hadapannya dan akan meminta agar dinikahi segera.


“ Bagaimana kalo keluarganya menolak...?” tanya sebuah suara asing.


“ Ga masalah. Aku bakal bikin Hanako gila dan hanya ingin menikah denganku meski pun keluarganya menjodohkannya dengan pria lain yang lebih baik dariku...,” sahut Andri optimis.


Kemudian Andri menjalankan rencananya. Ia memesan menu favorit di restoran yang akan mereka kunjungi dan membubuhkan sedikit bubuk pemikat pada makanan itu saat Hanako lengah karena memperhatikan dekorasi di dalam restoran.


Andri makin senang saat melihat Hanako menyantap makanan itu dengan lahap. Andri ingat tak ada seorang gadis pun yang lolos dari kehebatan bubuk pemikat miliknya. Karenanya dengan penuh percaya diri Andri meberanikan


diri menyentuh tangan Hanako untuk menggandengnya ketika mereka usai makan siang bersama kala itu.


Tapi Andri terkejut saat mendapati penolakan Hanako. Apalagi Hanako mengatakan sesuatu yang membuat Andri terkejut, bingung sekaligus malu. Andri tak berdaya melihat Hanako pergi bersama seorang pria yang menjemputnya dan terlihat gagah di atas motor sportnya itu.


Keesokan harinya Andri tak menjumpai Hanako di kantor karena Hanako memang mengajukan cuti untuk mempersiapkan pernikahannya itu.


Andri bingung saat menerima undangan dari keluarga sang big bos untuk menghadiri pesta yang akan digelar di sebuah gedung. Andri shock saat mendengar teman sekantornya membahas pernikahan Hanako dengan pria pujaannya itu.


“ Ga nyangka ya Mbak Hanako nikah secepat ini. Padahal banyak karyawan lagi berlomba mengejar cintanya...,” kata salah seorang karyawati.


“ Dan hartanya...,” sambung Sasha ketus sambil melirik kearah Andri.


Ucapan Sasha disambut tawa rekan-rekannya sedangkan Andri yang merasa tersindir pun bergegas menjauh.


“ Pasti banyak pria yang bakal patah hati nih...,” kata karyawati lainnya di sela tawanya.


“ Pasti lah...,” sahut rekan-rekannya sambil tertawa.


Kemudian Andri melangkah cepat menuju toilet. Ia masuk ke bilik toilet lalu membuka kartu undangan itu dan membacanya dengan seksama. Andri nampak mengepalkan tangannya karena kesal. Di kartu undangan tertulis pernikahan Hanako dan Pandu dilaksanakan di Maluku beberapa bulan yang lalu.

__ADS_1


“ Jadi mereka emang udah nikah sebelumnya...,” gumam Andri.


Namun sesaat kemudian Andri mendengar sebuah suara asing yang mencoba menghiburnya.


“ Lupakan dia. Kau masih bisa mengejar wanita lain yang lebih cantik dan lebih hebat darinya...,” kata suara asing tanpa wujud itu.


“ Siapa maksudmu...?” tanya Andri.


“ Yah siapa saja...,” sahut suara asing itu dengan cepat.


“ Kalo wanita cantik itu banyak dan Aku sudah sering bertemu dengan mereka. Tapi Aku belum pernah bertemu dengan wanita sehebat Hanako. Dan Aku mau dia...,” kata Andri.


“ Baik lah kalo begitu. Datang lah ke pestanya dan Kita liat apa yang bisa Kita lakukan di sana nanti...,” sahut suara asing itu.


Andri pun mengangguk tanda setuju. Kemudian ia keluar dari bilik toilet, membasuh wajahnya di wastafel, lalu keluar dari toilet dengan harapan yang membuncah.


\=====


Andri sudah berada di dalam gedung tempat resepsi pernikahan Hanako dan Pandu digelar. Ia mengamati dekorasi ruangan yang terlihat mewah dan elegan itu kemudian tersenyum.


Namun rasa percaya diri Andri pun menguap entah kemana saat melihat pasukan tentara memasuki ruangan lengkap dengan senjata masing-masing. Kemudian sebagian dari tentara itu berbaris rapi saling berhadapan dengan memegang pedang. Nyali Andri pun ciut dan ia menelan salivanya dengan sulit melihat pemandangan itu.


Andri berniat mundur dan keluar dari ruangan itu. Namun suara MC mengingatkan agar para hadirin menjauhi karpet merah yang digelar karena prosesi pedang pora akan segera dilaksanakan membuat Andri mengurungkan niatnya karena penasaran dengan wujud suami Hanako.


Saat sepasang pengantin menjalani prosesi pedang pora semua mata pun tertuju pada mereka berdua. Andri pun bisa melihat kebahagiaan di wajah Hanako yang memang terlihat berkali lipat lebih cantik dibandingkan saat terakhir kali mereka bertemu. Andri juga melihat Pandu yang melangkah di samping Hanako. Melihat penampilan Pandu yang tampan, gagah, tegas dan  berwibawa itu membuat nyali Andri makin ciut.


Puncaknya Andri pun melenggang pergi meninggalkan gedung karena tak sanggup menghadapi kenyataan jika Hanako memang memilik suami yang hebat.


Di dalam perjalanan Andri tak berhenti menyalahkan dirinya sendiri karena sudah berani bermain api. Ia khawatir ulahnya itu akan membuatnya karirnya hancur bahkan ia kehilangan pekerjaan.


“ Kau menyerah begitu saja...?” tanya suara asing tanpa wujud itu.


“ Iya...,” sahut Andri cepat.


“ Kenapa, Kau masih bisa memikatnya nanti saat dia kembali ke kantor...,” kata suara asing itu setengah memaksa.

__ADS_1


“ Aku ga bodoh ya. Pergi lah, jangan ganggu Aku untuk sekarang. Aku mau sendiri dulu...,” kata Andri kesal.


Suara asing tanpa wujuditu terdengar mendengus kesal mendengar ucapan Andri. Namun ia mengalah dan pergi meninggalkan Andri begitu saja sesuai permintaan Andri tadi.


\=====


Selama satu minggu usai resepsi pernikahan Hanako dan Pandu, Andri pun nampak gelisah. Berkali-kali ia menatap kearah pintu ruangan manager keuangan jika ia kebetulan melintas. Ia gelisah karena menyadari Hanako mengetahui niat buruknya waktu itu.


Rasa penasaran Andri pun terjawab saat melihat Iyaz dan Izar sedang berjalan beriringan menuju ruangan Erik. Andri pun memberanikan diri menyapa keduanya dan menanyakan tentang keberadaan Hanako.


“ Maaf Pak Iyaz, Pak Izar. Saya mau nanya sesuatu...,” kata Andri hingga membuat Iyaz dan Izar terkejut.


“ Mau nanya apa...?” tanya Iyaz.


“ Apa Bu Hanako masih lama cutinya...?” tanya Andri ragu.


“ Kenapa Kamu malah nanyain Bu Hanako yang Manager Keuangan itu. Pekerjaanmu kan di Divisi Marketing...,” sahut Izar ketus.


“ Iya Saya tau Pak. Saya cuma ingin meminta maaf sama Bu Hanako karena Saya udah bersikap kurang ajar sama beliau...,” kata Andri salah tingkah.


Mendengar ucapan Andri membuat Iyaz dan Izar saling menatap sekilas. Keduanya tahu jika apa yang diucapkan Andri tulus dan keluar dari hati yang paling dalam. Mereka pun mengangguk lalu tersenyum.


“ Bu Hanako masih dalam perjalanan bulan madu. Insya Allah Minggu depan dia baru bisa masuk kantor...,” kata Iyaz.


“ Oh gitu, makasih infonya ya Pak. Sekarang Saya balik lagi ke Divisi Marketing...,” sahut Andri santun lalu membalikkan tubuhnya.


“ Ehm, ada baiknya Kamu buang rasa percaya dirimu yang kelewat besar itu Pak Andri...!” kata Izar lantang hingga membuat Andri terkejut dan menghentikan langkahnya lalu menoleh kearah si kembar.


“ Betul. Lebih baik cari pasangan dengan cara yang normal aja biar langgeng sampe maut memisahkan...,” kata Iyaz menambahkan.


“ Baik Pak, makasih udah ngingetin Saya...,” sahut Andri dengan wajah merah padam karena malu.


Meski pun tak ada orang lain yang mendengar ucapan Iyaz dan Izar, namun Andri merasa malu karena kedoknya terbongkar telak tanpa ampun oleh cucu sang pemilik perusahaan dimana ia bekerja mencari nafkah.


\=====

__ADS_1


__ADS_2