
Hanako ingin sekali berinteraksi dengan hantu karyawan SPBU di hadapannya namun Hanako harus menundanya karena sedang dikejar waktu. Hanako harus segera memenuhi undangan interview di tempatnya melamar pekerjaan. Kebetulan gedung yang dimaksud ada di jalan yang sama dengan SPBU itu. Tak ingin menunda waktu, Hanako pun bergegas pergi.
“ Terima kasih dan hati-hati di jalan...,” kata karyawan SPBU itu sambil tersenyum tanpa menatap Hanako.
“ Insya Allah makasih Mas...,” sahut Hanako lalu segera melajukan motornya meninggalkan tempat itu tanpa mau menoleh lagi ke belakang.
Tak lama kemudian Hanako tiba di depan gedung yang dimaksud. Saat melapor ke security Hanako harus menelan kecewa karena waktu interview telah usai setengah jam yang lalu.
“ Mbak terlambat setengah jam. Interviewnya udah selesai daritadi...,” kata security.
“ Terlambat...?” tanya Hanako tak percaya sambil melirik jam di pergelangan tangan.
“ Iya...,” sahut sang security.
Hanako menghela nafas panjang karena tak menyangka bisa terlambat di moment pentingnya kali ini. Melihat Hanako yang kecewa membuat sang security pun iba lalu menawarkan segelas air mineral pada Hanako.
“ Minum dulu Mbak biar semangat...,” kata sang security.
“ Makasih Pak...,” sahut Hanako sambil menerima air mineral dalam kemasan gelas itu lalu meneguk isinya.
“ Kok bisa terlambat sih, emangnya Mbak ga liat jadwal interviewnya yang tertera di undangan...?” tanya sang security.
“ Saya udah tau Pak, tapi Saya juga ga ngerti kenapa Saya bisa terlambat. Padahal waktu ngeliat jam tadi perasaan masih belum jam sembilan...,” sahut Hanako.
“ Emangnya Mbak mampir kemana dulu tadi...?” tanya sang security.
“ Saya mampir ke SPBU yang di sana itu Pak. Mendadak motor Saya kehabisan bahan bakar, padahal seingat Saya udah Saya isi full kemarin...,” sahut Hanako.
Jawaban Hanako membuat dua orang security itu saling menatap kemudian mengangguk.
“ SPBU yang di mana Mbak...?” tanya security.
__ADS_1
“ SPBU yang ada di samping gedung itu Pak...,” sahut Hanako sambil menunjuk gedung yang menjulang tinggi di samping gedung tempatnya berada sekarang.
“ Tapi di sana ga ada SPBU Mbak...,” kata salah seorang security.
“ Tapi Saya ngisi bensin di sana tadi, gratis lagi. Kata karyawannya hari ini semua jenis bahan bakar gratis ga usah bayar...,” kata Hanako tak mau kalah.
“ Di sana ga ada apa-apa Mbak. Udah banyak orang yang masuk ke sana tapi ga bisa keluar lagi. Beruntung Mbak bisa keluar meski pun waktu jadi berjalan lebih cepat dari seharusnya...,” kata sang security hingga membuat Hanako termenung.
Setelah mengucapkan terima kasih Hanako pun meninggalkan tempat itu. Karena rasa penasaran yang tinggi Hanako berputar arah bermaksud kembali ke tempat ia membeli bahan bakar tadi. Dari seberang jalan Hanako melihat jika bangunan yang ia lihat tadi lenyap berganti dengan lahan kosong yang diwarnai runtuhan gedung yang menghitam juga ilalang. Hanako tersenyum sambil menggelengkan kepalanya karena merasa terkecoh.
“ Harusnya Aku tau kalo itu semua ilusi dan karyawan SPBU itu juga cuma hantu. Tapi kenapa Aku ga sadar kalo gara-gara mampir ke SPBU itu waktuku terbuang sia-sia...,” gumam Hanako sambil tersenyum kecut.
Hanako terkejut saat terdengar suara klakson mobil tepat di belakangnya. Suara bising klakson mobil membuat Hanako menoleh lalu tersadar dan segera melajukan kendaraannya meninggalkan jalan itu. Tapi pengemudi mobil di belakangnya nampaknya ingin tahu apa yang dilakukan Hanako hingga ia mulai mengikuti dan memepet Hanako. Merasa kesal, Hanako menghentikan motornya lalu menatap marah kearah pria pengemudi mobil itu.
“ Kenapa mengikutiku, apa Anda ga punya kerjaan selain mengganggu pengendara lain...?!” tanya Hanako lantang.
Pengemudi mobil itu membuka pintu mobil lalu turun dari mobil dan bergegas menghampiri Hanako.
“ Maafkan Saya kalo udah bikin Mbak marah. Saya cuma mau tau apa yang Mbak lakukan di seberang jalan itu tadi...,” kata pria yang ternyata adalah pria yang sama yang pernah masuk ke SPBU ghaib itu.
“ Mmm..., Saya hanya khawatir Mbak terjebak di sana sendirian. Apalagi Mbak kan seorang perempuan. Saya aja yang laki-laki takut terjebak di sana...,” sahut pria itu.
“ Terjebak dimana...?” tanya Hanako tak mengerti.
“ SPBU ghaib...,” sahut pria itu cepat.
Mendengar jawaban pria di hadapannya membuat Hanako mengerti apa yang dimaksud oleh pria itu. Merasa memiliki pengalaman yang sama, pria itu menawarkan Hanako untuk bicara empat mata. Hanako nampak ragu sesaat dan pria itu langsung mengeluarkan kartu tanda pengenal miliknya lalu menyerahkan pada Hanako sebagai jaminan.
“ Nama Saya Bintang, ini KTP Saya. Mbak bisa pegang itu sebagai jaminan...,” kata Bintang sungguh-sungguh.
Hanako menatap Bintang sesaat kemudian menggeleng hingga membuat Bintang mengerutkan keningnya.
__ADS_1
“ Ga perlu. Kita bisa ngobrol di tempat yang terbuka dan rame supaya Kamu ga punya kesempatan melecehkan Saya atau memanfaatkan Saya...,” kata Hanako sambil mulai menstarter motornya.
“ Alhamdulillah, makasih Mbak. Kita ketemu di kafe Matahari di depan sana ya...,” kata Bintang.
“ Insya Allah...,” sahut Hanako sambil melajukan motornya lebih dulu meninggalkan Bintang yang kembali masuk ke dalam mobil.
Tak lama kemudian Hanako dan Bintang pun tiba di kafe Matahari. Hanako sengaja memilih tempat yang mudah dilihat dari berbagai penjuru. Hanako dan Bintang pun duduk berhadapan. Sambil menunggu pesanan diantar mereka mulai bicara.
“ Begini Mbak...,” kata Bintang.
“ Hanako, nama Saya Hanako...,” potong Hanako cepat.
Kemudian Bintang mulai menceritakan pengalamannya saat ia terjebak di SPBU kepada Hanako. Hanako nampak mendengarkan dengan serius dan mencoba membandingkan dengan pengalaman pribadinya beberapa saat yang lalu.
“ Apa Kamu ga curiga ngeliat SPBU sepi kaya gitu...?” tanya Hanako.
“ Curiga sih dikit, tapi Aku ga mikir banyak. Soalnya mobilku mogok di tengah jalan, ponselku low batt, jalanan sepi, nyari orang buat nanya-nanya aja ga ketemu...,” sahut Bintang hingga membuat Hanako tersenyum.
“ Kalo Aku malah ngalamin kejadian aneh itu tadi pagi sebelum ketemu Kamu di jalanan tadi...,” kata Hanako.
“ Oh ya, gimana ceritanya...?” tanya Bintang penasaran.
“ Ga ada yang istimewa sih. Cuma Aku merasa waktu itu sedikit lebih lama di tempat itu. Waktu ngobrol sama karyawan SPBU tadi Aku ngeliat jam masih setengah sembilan pagi. Selesai dari sana Aku langsung jalan ke kantor itu buat interview. Ga taunya sampe sana waktu interview udah selesai karena katanya Aku terlambat. Pas Aku liat jam di tanganku, eh udah jam sebelas. Masa iya jarak sedekat itu makan waktu lama sampe berjam-jam...,” kata Hanako gusar.
“ Berarti waktu terjebak di sana lebih lama dibanding waktu real Kita...?” tanya Bintang.
“ Perbedaan waktu di dunia ghaib dengan di dunia nyata itu jauh banget. Misalnya seseorang yang terjebak di dunia ghaib merasa jika dia baru dua hari aja di sana padahal di dunia nyata dia udah pergi selama dua minggu lebih atau bahkan berbulan-bulan...,” sahut Hanako.
“ Keliatannya Kamu tau banyak ya soal dunia ghaib...,” kata Bintang sambil memicingkan matanya.
“ Ga juga. Ini kan cuma pengetahuan dasar aja yang semua orang bisa dan pasti tau...,” bantah Hanako sambil melengos.
__ADS_1
Namun Bintang tak setuju dengan pendapat Hanako. Dalam hati Bintang mulai mengagumi gadis cantik di hadapannya itu dan berharap bisa mengenalnya lebih dekat lagi nanti.
Bersambung