Tiga Yang Terpilih

Tiga Yang Terpilih
313. Hantu Bule


__ADS_3

Setelah rumah Scholer habis terbakar, warga pun meninggalkan tempat itu satu per satu. Sedangkan arwah Burna masih bertahan di sana sambil menatap sedih ke arah puing rumah yang menghitam itu. Bukan, bukan kearah puing rumah. Tapi ke jasad Jumirah dan dirinya sendiri yang mati dalam keadaan saling memeluk itu lah yang membuat Burna sedih.


Burna menunggu arwah Jumirah datang menemuinya sambil terus mengelilingi bangunan tempat jasadnya terbakar tadi. Tak lama kemudian arwah Jumirah nampak berdiri di bawah pohon tak jauh dari rumah Scholer. Arwah Jumirah nampak melambaikan tangannya memanggil Burna. Melihat hal itu arwah Burna melesat cepat lalu menghambur memeluk Jumirah.


“ Kita pergi dari sini...,” ajak arwah Jumirah sambil tersenyum.


“ Iya...,” sahut arwah Burna sambil menggandeng tangan Jumirah.


Sesaat kemudian kedua arwah itu melayang perlahan meninggalkan tempat yang telah hancur itu dan pergi entah kemana. Sedangkan arwah Scholer beserta istri dan anak tirinya itu menjadi arwah penasaran yang marah dan ingin membalas dendam kepada Burna. Mereka pun keluar dari rumah yang terbakar itu dan mengembara mencari Burna. Kadang kala arwah keempatnya kembali ke tempat itu untuk memastikan keberadaan Burna.


Bangunan rumah Scholer yang terbakar itu menjadi abu perlahan dan dibiarkan begitu saja hingga bertahun-tahun lamanya. Tak satu pun warga yang menemui Scholer sejak saat itu untuk sekedar  memberi tahu jika rumah mereka terbakar.


Bahkan tak ada satu pun warga yang tahu jika di dalam rumah itu Scholer beserta keluarganya mati terbakar. Warga mengira Scholer belum kembali dari bepergian karena mereka tak menjumpai Scholer sejak dua hari yang lalu.


“ Untungnya pas kebakaran pas ga ada orang di rumah...,” kata salah satu warga.


“ Lho kok bisa, Mas tau darimana kalo ga ada orang di dalam rumah itu...?” tanya warga lainnya.


“ Iya. Soalnya Pak Scholer dan keluarganya lagi pergi berwisata. Saya sempat papasan sama mereka dua hari yang lalu di jalan...,” kata seorang warga.


“ Semuanya...?” tanya warga.


“ Iya semuanya...,” sahut warga yang berpapasan dengan mobil Scholer.


“ Oh gitu ya, jadi rumah itu kosong dong...,” sahut warga.


“ Iya, makanya Saya bilang untung ga ada orang di dalam. Kalo ada, artinya mereka mati terpanggang di kobaran api. Kasian banget kan...,” kata warga sambil melangkah meninggalkan tempat itu.


Kematian keluarga Scholer membuat suasana di sekitar puing rumah Scholer menjadi menakutkan. Banyak warga yang mengaku berjumpa dengan hantu pria Belanda dengan tubuh yang mengenaskan di dekat puing rumah Scholer. Dan warga mulai menebak jika Scholer ikut terbakar di dalam rumah itu.


Pembicaraan tentang hantu bule itu juga menyebar di pabrik tempat Scholer bekerja. Karyawan pabrik yang kebetulan tinggal di sekitar rumah Scholer lah yang menceritakan hal itu kepada teman-temannya.

__ADS_1


“ Semalam Diding ngeliat hantu orang bule di dekat rumah Pak Scholer...,” kata Iwan.


“ Yang bener Lo...?” tanya karyawan lain.


“ Iya, Diding sendiri yang bilang sama Gue...,” sahut Iwan.


“ Pantesan Pak Scholer ga pernah keliatan lagi di pabrik. Jangan-jangan dia ada di dalam rumah yang terbakar itu dan ikut terbakar...,” kata salah seorang karyawan mengejutkan karyawan lainnya.


Suasana di dalam ruangan pun menjadi hening usai mendengar ucapan salah satu karyawan bernama Anto itu. Tiba-tiba udara dingin menyeruak di dalam ruangan disertai bau benda terbakar.


“ Eh, Kalian nyium bau gosong ga...?” tanya Anto.


“ Iya, darimana asalnya ya...?” tanya salah seorang karyawan.


“ Jangan-jangan ada kabel yang kebakar...,” sahut Iwan sambil meraba tengkuknya yang terasa menebal.


“ Hush, kalo ada kabel kebakar ya pasti kebakaran juga lah ni pabrik...,” kata karyawan lain sok tau.


“ Udah jangan berisik. Lebih baik Kita keluar dari sini sekarang...,” ajak Anto mengingatkan teman-temannya.


Iwan dan Anto pun bergegas menuju pintu namun sayang pintu terkunci. Para karyawan mulai panik apalagi mereka juga melihat sosok hantu bule dengan tubuh mengenaskan ada di pojok ruangan.


“ Pantesan daritadi bau gosong. Ga taunya ada hantu gosong tuh di pojok sana...!” kata Iwan lantang sambil menunjuk pojok ruangan dimana hantu bule berdiri mematung.


Para karyawan yang ikut menoleh kearah yang ditunjuk Iwan pun terkejut dan panik. Mereka berhamburan menuju


pintu keluar yang terkunci itu sambil berteriak memanggil nama karyawan lain yang ada di ruangan lain.


Hantu bule itu mulai melayang mendekat kearah karyawan yang ketakutan. Para karyawan pun tak bisa berbuat apa-apa selain memejamkan mata sambil membaca ayat Kursi bersama-sama. Ajaib, hantu bule itu berhenti dan tak mendekat. Ia hanya memandangi karyawan yang gemetar ketakutan itu dengan tatapan sedih.


Tiba-tiba terdengar ledakan yang keras hingga mengejutkan semua orang. Ternyata stop kontak listrik yang ada di

__ADS_1


pojok ruangan tempat hantu bule itu berdiri tadi meledak dan terbakar. Perlahan api mulai menyambar benda di dekatnya hingga menimbulkan kobaran yang besar. Para karyawan kembali panik karena tak bisa menemukan air di dalam ruangan itu. mereka kembali menjerit memanggil nama karyawan lain di ruangan sebelah.


Saat genting seperti itu tiba-tiba pintu terbuka dengan sendirinya. Dan terlihat Diding dan beberapa temannya di depan pintu.


“ Cepetan keluar sekarang. Pabrik kebakaran...!” kata Diding.


“ Ya Allah, kok bisa...?” tanya Anto.


“ Ga tau, pokoknya alarm kebakaran bunyi terus daritadi. Belum tau bagian mana yang kebakar, pokoknya Kita keluar dulu sekarang...,” sahut Diding.


“ Ruangan tempat Kita kerja yang kebakar Ding. Kayanya korsleting listrik. Stop kontak tau-tau kebakar gitu aja...,” sahut Iwan sambil berlari keluar ruangan.


“ Masa sih...?” tanya Diding tak percaya.


“ Iya Ding. Selain stop kontak yang meledak, pintu kekunci, ada hantu bule juga di pojok ruangan tadi. Sama persis kaya yang Lo ceritain ke Gue tadi pagi...,” sahut Iwan gusar.


“ Hantu bule juga ada di pabrik ini ?. Jangan-jangan itu hantunya Pak Scholer. Kan dia kerja di ruangan itu sebelum dinyatakan raib...,” kata Diding sambil menatap Iwan lekat.


Kini mereka telah tiba di halaman pabrik. Semua karyawan sengaja dikumpulkan di sana untuk menyelamatkan mereka dari api. Seorang manager pabrik datang dan memberi pengumuman penting.


“ Untuk sementara pabrik diliburkan dulu karena Kami akan memperbaiki instalasi listrik yang terbakar. Beruntung titik api cepat diketahui hingga bisa diatasi secepatnya...!” kata sang manager pabrik.


“ Baik Pak. Tapi ga ada yang kebakar kan Pak...?” tanya Iwan lantang.


“ Alhamdulillah ga ada. Tapi sebagai akibatnya karyawan diliburkan selama dua hari ya...,” sahut sang manager pabrik sambil tersenyum.


“ Baik Pak...!” sahut semua karyawan bersamaan.


“ Ok. Kalo gitu Kalian bisa pulang sekarang. Terima kasih atas pengertiannya dan ingat jangan sentuh apa pun saat Kalian keluar nanti. Jaga kesehatan dan hati-hati di jalan...,” kata manager pabrik.


“ Baik, makasih Pak...,” sahut para karyawan sambil membubarkan diri.

__ADS_1


Seluruh karyawan pabrik mulai meninggalkan pabrik dan berkerumun di dua pintu gerbang pabrik. Diantara kerumunan karyawan itu Iwan dan Diding melihat sosok hantu bule ada di tengah-tengah mereka. Keduanya saling menatap lalu pergi meninggalkan pabrik seperti yang lainnya dengan perasaan tak menentu.


\=====


__ADS_2