
Tiara tampak menggerakkan tubuhnya lalu memegangi kepalanya yang terasa berdenyut nyeri. Wajah Tiara
terlihat meringis seolah menahan sakit. Sesaat kemudian Tiara mengerjapkan matanya lalu manatap ke sekelilingnya dengan tatapan bingung.
“ Ibu...,” panggil Tiara lirih.
“ Iya Sayang Ibu di sini...,” sahut Yamini sambil berurai air mata.
“ Ibu kok nangis, kenapa Bu...?” tanya Tiara sambil menyentuh wajah Yamini yang basah dengan air mata.
Bukannya menjawab, Yamini malah menghambur memeluk Tiara erat. Yamini merasa bersalah pada Tiara karena
ulah adiknya telah membuat Tiara sakit dan terluka. Tiara membalas pelukan Yamini sambil mengusap punggung Yamini dengan lembut.
“ Jangan nangis lagi Bu...,” pinta Tiara.
Yamini mengangguk lalu mengurai pelukannya. Tiara pun menoleh dan terkejut saat melihat Sifa ada di sana bersama seseorang yang rasanya pernah ia lihat di kampus.
“ Lo di sini Sif, ngapain...?” tanya Tiara tak mengerti hingga mengejutkan Sifa.
“ Iya. Kan Lo tau kalo Gue di sini daritadi. Emangnya yang ngobrol sama Lo daritadi tuh siapa kalo bukan Gue...,” sahut Sifa mulai kesal.
“ Lo daritadi di sini...?” tanya Tiara lagi.
“ Iya...,” sahut Sifa cepat.
“ Tapi Gue ga inget. Lagian Lo tau darimana rumah ini, kan Gue ga pernah ngajak Lo ke sini...?” tanya Tiara bingung.
Izar maju dan menengahi perdebatan Tiara dan Sifa saat dilihatnya Sifa membuka mulut untuk menjawab pertanyaan Tiara.
“ Tiara lupa atau malah ga tau sama kejadian sebelum saat ini Sif. Jadi stop marah-marah karena percuma Lo marah kaya gimana pun ga akan bikin Tiara ngerti...,” kata Izar setengah berbisik.
Sifa tersentak lalu menatap Izar lekat seolah mencoba mencerna ucapan Izar tadi. Sesaat kemudian Sifa nampak tersenyum dan mengangguk tanda mengerti.
Sementara itu di ruang tamu terlihat Faiq tengah bicara serius dengan Santoso dan Yamini.
__ADS_1
“ Jadi apa pengacau itu udah berhasil diusir Pak Faiq...?” tanya Santoso penuh harap.
“ Alhamdulillah udah Pak. Hanya mungkin efek pemulihannya pada Tiara masih akan berjalan lambat. Untuk sementara waktu Tiara perlu diawasi dan jangan tinggalin dia sendirian. Saran Saya Tiara diruqyah lagi untuk membuang semua pengaruh buruk makhluk kiriman itu Pak...,” sahut Faiq.
“ Baik, Saya setuju Pak...,” kata Santoso antusias.
“ Jadi apa sebenarnya yang udah mengganggu Tiara Pak...?” tanya Yamini hati-hati.
“ Seseorang mengirimi santet atau jin untuk mengganggu Tiara. Keliatannya tujuannya jelas untuk membuat Tiara sakit dan terusir dari rumah ini. Mmm..., maaf kalo Saya salah. Tapi pengirimnya ini kenal baik dengan keluarga Bapak...,” kata Faiq.
“ Saya tau siapa orangnya. Dia Adik kandung Saya sendiri. Namanya Todi. Saat usianya sembilan belas tahun Saya
dan Suami Saya mengadopsi Tiara. Dia marah dan ga suka karena menganggap kehadiran Tiara bakal membuatnya tersingkir. Selama ini Kami memang selalu memanjakannya dengan menuruti apa pun keinginannya karena Kami memang ga bisa punya Anak. Meski pun Kami mengadopsi Tiara, tapi Kami tetap menjamin hidupnya.
Membiayai pendidikannya dan mendaftarkannya kuliah. Tapi Todi merasa kalo Kami ini terlalu mengatur hidupnya. Dia di DO dari kampusnya karena ga pernah masuk kuliah. Kami marah dan menghentikan semua aliran dana untuknya karena Kami pikir percuma membiayai orang yang udah ga mau sekolah. Apalagi Todi udah
dewasa dan bisa bekerja jika dia mau. Rupanya itu bikin dia marah dan mengira jika Tiara lah yang telah membuat Kami menghentikan semua aliran dana itu. Jadi dia mulai menyakiti Tiara. Dan terakhir dia menganiaya Tiara dengan kasar hingga Tiara babak belur. Saat itu usia Tiara empat belas tahun, masih SMP. Bayangin Pak, Anak SMP dipukulin pria dewasa. Saya dan Suami kesal lalu mengusirnya dari sini. Selama beberapa tahun Saya emang ga pernah liat Todi lagi, di acara keluarga pun dia ga pernah nongol. Saya pikir semuanya udah selesai. Ga taunya...,” ucapan Yamini menggantung begitu saja.
“ Bukan salah Ibu dan Bapak. Todi lah yang ga bisa menerima kenyataan. Dia malas dan terbiasa
“ Maksud Pak Faiq gimana ya...?” tanya Yamini khawatir.
“ Jin yang dikirim untuk mengganggu Tiara justru jatuh cinta pada Tiara dan memanfaatkan kesempatan itu
untuk menikahi Tiara. Setelah menikah,Tiara dan jin itu sulit untuk dipisahkan. Apalagi mereka telah melakukan hubungan int*m tanpa Tiara sadari...,” sahut Faiq.
“ Apa, menikah sama jin...?!” tanya Santoso dan Yamini bersamaan.
“ Betul...,” sahut Faiq cepat.
“ Ya Allah, gimana ini Pak Faiq. Jadi Tiara udah ga suci lagi dong. Tunggu sebentar, bukannya tadi kata Pak Faiq jin itu udah mati ya. Kalo jin itu mati artinya Tiara jadi janda gitu. Terus gimana kalo Tiara hamil dan melahirkan nanti. Bakal kaya apa Anak yang Tiara lahirkan nanti Pak...?” tanya Yamini panik.
“ Sabar Bu, tenang dulu. Jangan teriak-teriak kaya gitu. Kasian kalo Tiara dengar nanti. Bisa-bisa dia malu dan depresi lagi nanti kan malah tambah repot...,” kata Santoso menenangkan Yamini.
“ Gimana bisa tenang, Ini masalah serius lho Yah !. Masa Kita punya menantu jin. Amit-amit...,
__ADS_1
seumur-umur Ibu ga pernah mimpi punya besan jin. Hiiyyy...,” sahut Yamini sambil bergidik ngeri.
Ucapan Yamini membuat Faiq dan Santoso saling menatap. Meski hampir tertawa mendengar ucapan Yamini, namun Faiq mengerti dan mencoba menjelaskan kondisi sebenarnya pada Yamini.
“ Ehm, maaf Bu. Begini, meski pun Tiara itu telah dinikahi oleh jin dan ga sadar udah melakukan
hubungan Suami Istri, namun secara fisik Tiara tetap gadis suci. Hanya saja mental Tiara yang mungkin agak sedikit terganggu karena merasa dirinya tak layak untuk pasangannya nanti...,” kata Faiq hati-hati.
“ Kok gitu sih Pak...?” tanya Yamini tak percaya.
“ Iya memang begitu adanya Bu...,” sahut Faiq cepat.
“ Maksud Pak Faiq, Tiara masih bisa menikah dengan manusia biasa secara normal. Terus Suaminya ga bakal
tau kalo Tiara udah pernah nikah sama makhluk ghaib...?” tanya Yamini sambil berbisik.
“ Betul Bu. Tapi sebelum sampe di tahap itu Tiara tetap harus melakukan ruqyah untuk melepaskan diri dari pernikahan beda alam ini Bu...,” kata Faiq.
“ Kalo jin itu ga mau melepaskan Tiara gimana Pak Faiq...?” tanya Yamini gusar.
“ Tiara akan sulit mendapat jodoh dan mungkin seumur hidup ga akan pernah menikah Bu...,” sahut Faiq.
“ Astaghfirullah aladziim..., jangan sampe Tiara ngalamin hal kaya gitu Pak Faiq. Kasian dia...,” kata Yamini sedih.
“ Iya Bu...,” sahut Faiq.
“ Jadi kapan Kita bisa segera melakukan proses ruqyah itu Pak Faiq...?” tanya Santoso tak sabar.
“ Insya Allah lusa ya Pak. Sekarang biarkan Tiara istirahat dulu untuk memulihkan tenaganya. Dan kalo bisa
ungsikan Tiara ke tempat lain untuk sementara waktu sampe proses ruqyah Kita lakukan lusa...,” saran Faiq.
“ Baik Pak Faiq...,” sahut Santoso dan Yamini bersamaan.
Tanpa membuang waktu Santoso dan Yamini mengungsikan Tiara ke tempat yang lebih aman. Santoso memutuskan membawa Tiara dan Yamini tinggal di hotel hingga proses ruqyah lanjutan dilakukan.
__ADS_1
\=====