
Seorang pemuda nampak berjalan cepat sambil sesekali menoleh ke belakang. Nampaknya ia sedang menghindar dari kejaran seseoang. Langkah pemuda bernama Gavin itu terhenti saat tiba di ujung jalan yang ternyata adalah gang buntu.
“ Duh, lari kemana lagi nih...,” gumam Gavin panik sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.
Di belakang Gavin terdengar suara langkah kaki yang berat seperti langkah yang terseret seolah sang pemilik kaki tak mampu menopang berat tubuhnya sendiri.
“Sreekkk..., sreekkk..., sreekkk....”
Tubuh Gavin pun gemetar karena takut. Saking takutnya Gavin tak sadar jika celananya basah karena air pipisnya sendiri yang merembes keluar. Sementara itu suara langkah kaki berhenti dan tak terdengar lagi. Namun sebagai gantinya ada bau busuk yang menyeruak tepat di belakang kepala Gavin.
Gavin memberanikan diri menoleh untuk mengecek bau apakah yang telah mengganggu indra penciumannya itu. Perlahan kepala Gavin berputar untuk mencari sumber bau. Saat kepala Gavin menoleh ia terkejut karena harus menyaksikan seraut wajah pucat yang tersenyum dengan lidah menjulur keluar.
“ Apa kabar Gavin...?” sapa hantu itu sambil tersenyum.
Mendengar sapaan itu Gavin pun menjerit keras. Tiba-tiba seutas tali nampak melingkari lehernya. Tali itu mengikat erat leher Gavin hingga ia terlihat susah untuk bernafas. Gavin berusaha melepaskan ikatan tali yang entah darimana asalnya itu namun gagal. Setelahnya tali itu menarik kuat leher Gavin kearah atas. Terdengar suara tulang yang berderak patah bersamaan dengan tubuh Gavin yang tergantung. Tak ada jeritan atau suara
rintihan. Gavin mati tergantung dengan lidah menjulur dan mata membelalak.
\=====
Kampus Al azhar nampak tenang siang itu. Iyaz dan Rocki nampak berjalan berdampingan menuju halaman kampus. Mereka berpapasan dengan mahasiswa lain dan saling menyapa. Langkah mereka terhenti saat seorang gadis berhijab tak sengaja menabrak Iyaz.
“ Oh maaf...,” kata gadis itu sambil menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dada.
“ Gapapa, hati-hati kalo jalan ya. Ini bukumu...,” sahut Iyaz sambil menyerahkan buku milik gadis itu.
“ Terima kasih...,” kata gadis itu sambil tersenyum.
Melihat senyum gadis itu membuat Iyaz tertarik dan ingin mengenalnya lebih dekat. Iyaz pun nekad memperkenalkan diri.
“ Aku Iyaz, ini Rocki, dan Kamu...?” tanya Iyaz.
“ Aku Indiara...,” sahut Indiara.
__ADS_1
“ Nama yang bagus sebagus orangnya...,” puji Rocki hingga membuat Indiara malu.
“ Alhamdulillah...,” sahut Indiara.
“ Keliatannya Kamu dari Asia. Aku dari Indonesia...,” kata Iyaz lagi.
“ Oh ya, Aku dari Malaysia. Rupanya Kita serumpun ya...,” sahut Indiara antusias.
“ Terus Aku dicuekin deh...,” sindir Rocki hingga membuat Indiara dan Iyaz tertawa.
“ Ga ada yang nyuekin Kamu kok...,” kata Indiara.
“ Oh iya tadi keliatannya Kamu lagi buru-buru, emangnya ada apa...?” tanya Rocki.
“ Astagfhfirullah aladziim, Aku lupa. Untung Kamu ingetin Aku. Kalo gitu Aku ke ruang administrasi dulu ya. Assalamualaikum...,” pamit Indiara sambil berlalu.
Iyaz melepas kepergian Indiara dengan tersenyum. Dalam hati Iyaz bahagia bisa mengenal gadis yang sudah lama ia amati itu.
“ Iya tau...,” sahut Iyaz sambil membalikkan tubuhnya menuju ke pintu gerbang kampus.
“ Ck, kebiasaan deh. Kalo udah selesai urusannya pasti Gue ditinggalin...,” kata Rocki kesal.
“ Sorry Bro. Gue harus laporan sama keluarga Gue. Mereka janji mau hubungin Gue siang ini...,” sahut Iyaz sambil melambaikan tangannya.
\=====
Iyaz pun memasuki rumah kost dengan langkah tenang. Namun sebelum masuk ke dalam rumah Iyaz melihat penampakan sosok hantu pria di gang yang tak jauh dari rumah kost yang ia tempati. Iyaz menghela nafas panjang karena tak mungkin mengabaikan sosok hantu itu.
“ Kenapa berdiri di sana...?” tanya Iyaz.
Hantu pria yang tak lain adalah Gavin itu pun tak menjawab pertanyaan Iyaz. Ia hanya menunjuk kearah gang buntu tempat dimana jasadnya tergantung. Iyaz pun bergegas mendatangi gang yang dimaksud hantu Gavin. Dan Iyaz melihat sudah banyak warga yang berkerumun di sana.
Iyaz mendekat kearah kerumunan warga untuk melihat apa yang terjadi. Iyaz terpaku sesaat ketika melihat jasad Gavin tergantung mengenaskan di tiang besi yang menonjol di salah satu dinding rumah warga.
__ADS_1
Tak lama kemudian beberapa petugas Rumah Sakit dan polisi pun mendatangi tempat itu. warga yang berkerumun dekat jasad Gavin pun diminta menjauh. Kemudian polisi memasang police line di sekitar tempat itu sementara para petugas Rumah Sakit nampak berusaha menurunkan jasad Gavin.
Hantu Gavin nampak menatap sedih kearah jasadnya yang telah kaku itu. Melihat hal itu Iyaz menebak jika Gavin meninggal bukan karena bunuh diri tapi karena dibunuh. Tapi Iyaz belum tahu siapa yang telah membunuh Gavin dan menggantungnya di gang buntu itu.
\=====
Berita kematian Gavin dengan cepat menyebar dan membuat lingkungan rumah kost Iyaz didatangi banyak wartawan. Para wartawan yang datang meliput itu juga mewawancarai warga yang tinggal di sekitar TKP termasuk para mahasiswa.
Belum reda berita kematian Gavin, tiba-tiba warga dan wartawan dikejutkan dengan kematian warga lain di sekitar lingkungan rumah mereka. Seperti Gavin, kondisi warga yang seusia dengan Gavin itu pun juga mengenaskan yakni tewas tergantung dengan mulut berbusa dan mata mendelik ke atas.
Korban bernama Urai adalah seorang pria yang bekerja di pabrik yang sama dengan Gavin. Urai baru saja putus dengan kekasihnya. Nampaknya Urai sangat depresi saat sang kekasih memutuskan hubungan mereka yang telah berjalan dua tahun itu.
Alasan sang kekasih memutuskan hubungan karena Urai tak juga memberi kepastian tentang hubungan mereka. Orang tua dari kekasih Urai terus mendesak agar anak gadisnya segera menikah. Jika Urai tak memberi jawaban tentang kepastian hubungan mereka, maka sang gadis akan dijodohkan dengan pria pilihan orangtua sang gadis.
Setelah hubungannya dengan mantan kekasihnya berakhir, Urai terlihat murung. Ia bahkan sakit beberapa hari karena saking depresinya. Apalagi saat ia mendengar mantan kekasihnya itu tengah mempersiapkan pernikahan dengan laki-laki pilihan orangtuanya itu.
Saat bertemu dengan mantan kekasihnya itu Urai pun bertanya untuk memastikan berita yang didengarnya. Dengan berat hati mantan kekasih Urai mengiyakan pertanyaan Urai dan itu membuat Urai terpukul.
“ Kenapa cepat sekali cinta itu hilang dari hatimu. Padahal Kita baru aja putus tapi Kamu secepat kilat mempersiapkan pernikahan dengan pria lain. Melihatmu yang seperti ini Aku ragu jika Kau benar-benar mencintaiku selama ini...,” kata Urai sinis.
“ Aku tak peduli dengan apa yang ada di pikiranmu. Meski pun kubilang kalo Aku masih mencintaimu, Aku yakin Kau tak akan percaya. Ini terjadi karena Kau tak pernah menganggap serius hubungan Kita. Andai Kau tegas dan segera memberi jawaban, Ayah pasti akan mengerti...,” kata mantan kekasih Urai.
Urai terdiam mendengar jawaban mantan kekasihnya itu. Urai terus diam dan mogok bicara selama beberapa hari
hingga tubuhnya ditemukan tergantung tak bernyawa di dalam kamarnya. Urai diduga melakukan bunuh diri karena depresi.
“ Ada apa ini. Kok dalam sehari ada dua orang bunuh diri dengan cara yang sama sih...,” kata salah satu warga.
“ Iya, aneh. Apalagi Gavin dan Urai kan teman di pabrik yang sama. Jangan-jangan...,” ucapan warga terputus saat polisi datang bersama petugas medis.
Kemudian warga yang berkerumun di depan rumah Urai pun menepi untuk memberi jalan pada polisi dan petugas medis melaksanakan tugasnya.
\=====
__ADS_1