
Setelah kepergian Usep, Tinah pun membalikkan tubuhnya lalu masuk ke dalam rumah. ia menutup pintu lalu beranjak menuju ke dapur untuk mencuci pakaian.
Saat sedang memilah pakaian Tinah bersenandung kecil menyanyikan lagu favoritnya. Tanpa ia sadari sesosok wanita nampak berdiri mengamati di belakangnya. Sosok wanita cantik yang berpakaian kebaya dan kain jarik batik nampak tersenyum sambil mengamati sekelilingnya.
Kemudian sosok wanita itu melangkah perlahan meninggalkan Tinah yang masih sibuk mencuci. Wanita itu masuk ke dalam kamar dan mulai menyentuh semua benda yang ada di kamar itu satu per satu. Setelahnya ia menghilang begitu saja.
\=====
Malam itu Usep pulang terlambat karena harus menyelesaikan beberapa pekerjaan. Usep mengeluarkan kunci cadangan dari saku bajunya untuk membuka pintu. Saat membuka pintu rumah keadaan ruangan dalam keadaan gelap.
Usep pun meletakkan tasnya di atas meja lalu duduk untuk menghilangkan penat sejenak. Kemudian Usep membuka sepatu sambil mengedarkan pandangan ke penjuru ruangan. Tak sengaja tatapannya menangkap siluet Tinah yang tengah berdiri di samping lemari makan di keremangan cahaya lampu.
Saat itu Tinah tampil lebih cantik dari biasanya dan itu membuat Usep tersenyum senang. Rasa lelah yang menderanya pun lenyap seketika saat melihat penampilan Tinah.
“ Kamu ngapain berdiri di situ Tin, ngagetin aja. Belum tidur ya...?” tanya Usep sambil meletakkan sepatu di atas rak sepatu.
Tak ada jawaban, Tinah hanya menggeleng sambil tersenyum. Usep yang birahinya terpancing melihat penampilan
Tinah pun bergegas menghampiri sang istri lalu memeluknya erat. Usep juga mulai mencumbu Tinah.
Tanpa bicara apa pun Tinah membalas cumbuan suaminya hingga membuat Usep makin semangat. Lalu Usep manarik Tinah menuju ke kamar untuk melanjutkan pergumulan mereka. Namun Tinah menolak.
“ Kenapa, apa Kamu mau mainin Abang...?” tanya Usep dengan suara serak.
“ Bukan begitu. Kenapa Kita ga coba main di sofa, pasti lebih asyik...,” sahut Tinah setengah berbisik.
Ucapan Tinah membuat Usep mengerutkan keningnya karena ingat jika Tinah selalu menolak jika ia mengajaknya bercinta di ruang tamu.
“ Tumben, biasanya Kamu ga suka kalo diajak ML di sofa ruang tamu...,” kata Usep.
“ Tapi sekarang Aku mau Bang...,” rengek Tinah manja hingga membuat Usep tersenyum senang.
Usep yang sudah dalam mode on tak lagi ambil pusing dengan permintaan istrinya itu. Ia mengangguk lalu bergeser ke ruang tamu untuk menuntaskan hasratnya yang sudah tak terbendung.
Malam itu Usep merasa jika Tinah sangat berbeda. Lebih energik dan sedikit liar, berbeda dari biasanya. Namun
Usep lagi-lagi tak ambil pusing dengan perubahan istrinya itu. Bagi Usep yang terpenting adalah bisa segera menyalurkan hasratnya. Usep bahagia bukan kepalang karena Tinah melayaninya dengan baik hingga bisa membuatnya mendapatkan pelepasan berkali-kali.
__ADS_1
Tubuh Usep ambruk di atas sofa dengan peluh membasahi sekujur tubuhnya. Usep pun nampak memejamkan mata sambil tersenyum puas karena mendapat pengalaman bercinta yang sangat berbeda. Tak lama kemudian ia tertidur di atas sofa dengan tubuh tanpa busana.
\=====
Tinah terbangun saat jam menunjukkan pukul tiga dini hari. Ia menoleh ke samping dan sedikit kecewa karena tak mendapati suaminya di atas tempat tidur.
“ Masa belum pulang juga sih. Gimana ga curiga kalo pulang telat tapi ga ngasih kabar...,” gerutu Tinah sambil turun dari tempat tidur.
Tinah pun mengikat rambutnya dengan asal sambil melangkah keluar kamar. Di tengah keremangan cahaya lampu Tinah melihat jika Usep tengah terbaring di sofa ruang tamu dengan kaki menjuntai. Tinah menggelengkan kepalanya lalu menghampiri suaminya untuk memintanya pindah ke kamar.
Namun Tinah terkejut karena mendapati suaminya berbaring di atas sofa tanpa mengenakan sehelai benang pun
alias bug*l.
“ Apa-apaan ini. Kok Bang Usep tidur ga pake baju. Mana keringetan lagi...,” gumam Tinah sambil meraih pakaian Usep yang berserakan di lantai.
Setelahnya Tinah membantu mengenakan pakaian Usep dengan hati-hati. Tina mengguncang tubuh Usep dengan
lembut sambil memanggil namanya berulang kali.
“ Bang bangun, kok tidur di sini sih. Pindah ke kamar aja yuk...,” kata Tinah.
“ Kayanya ngantuk banget sih Bang sampe pertanyaanku aja ga Kamu jawab...,” kata Tinah sambil menggelengkan kepalanya.
Tinah menyelimuti tubuh Usep lalu ikut berbaring di sampingnya. Sesaat kemudian Tinah pun masuk ke alam mimpi.
Tinah terbangun saat mendengar kumandang adzan Subuh. Ia mengucek matanya lalu menoleh ke samping. Mendapati suaminya yang tertidur pulas membuat Tinah tak tega membangunkannya.
“ Biar tidur sebentar lagi deh. Kasian pasti kecapean sampe tidur aja ga pake baju...,” gumam Tinah.
Tinah bergegas mengambil wudhu lalu menunaikan sholat Subuh. Setelah berdzikir dan berdoa Tinah pun menghampiri suaminya. Ia mengguncang tubuh Usep yang perlahan membuka matanya.
“ Udah Subuh Bang, sholat dulu gih...,” kata Tinah.
“ Jam berapa sekarang...?” tanya Usep sambil mengucek matanya.
“ Jam lima Bang...,” sahut Tinah.
__ADS_1
Usep pun bangun lalu menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya. Setelahnya ia bergegas masuk ke kamar mandi untuk mandi wajib. Tinah nampak mengerutkan keningnya saat menyadari suaminya mandi wajib sepagi itu. Dalam hati ia merasa menyesal karena melalaikan hak suaminya hingga Usep harus mengalami mimpi basah.
“ Kasian banget Bang Usep, saking ga tahannya sampe kebawa mimpi. Ya Allah ampuni lah hamba yang telah lalai melayani Suami hamba...,” kata Tinah dengan nada menyesal.
Pintu kamar mandi terbuka dan memperlihatkan Usep yang keluar dengan senyum sumringah. Tinah yang merasa bersalah pun memilih keluar kamar untuk menyiapkan sarapan pagi dan meninggalkan Usep yang menunaikan sholat Subuh di kamar.
Usai menunaikan sholat Subuh Usep pun melangkah ke luar kamar. Ia menemui Tinah yang nampak menghindarinya. Usep mengira Tinah menghindarinya karena malu telah melanggar aturan yang dibuatnya sendiri. Sedangkan Tinah merasa tak enak hati karena telah membiarkan suaminya menikmati kepuasan melalui mimpi.
Kesalah pahaman itu membuat keduanya terlihat canggung. Namun Usep berhasil menguasai diri. Ia lebih dulu menyapa Tinah dan memeluknya dari belakang.
“ Kamu menghindari Abang ya...?” tanya Usep sambil mengecup tengkuk Tinah.
“ Ga...,” sahut Tinah cepat.
“ Tapi Kamu kok ga mau ngeliat muka Abang...,” protes Usep.
“ Aku kan lagi masak Bang. Kalo ngeliatin Abang ntar masakanku gosong dan ga enak dimakan. Emangnya Abang mau sarapan pake makanan gosong...?” tanya Tinah sambil terus mengaduk sayuran di panci.
“ Ga mau lah...,” sahut Usep.
“ Makanya Abang jangan gangguin Aku masak. Abang duduk di sana aja sambil ngopi yaa...,” kata Tinah sambil menyodorkan gelas berisi kopi yang baru saja diseduhnya.
Usep menghela nafas panjang lalu menerima gelas berisi kopi itu dengan enggan. Kemudian Usep pun melangkah menuju ruang tamu untuk menikmati kopi.
Saat tiba di ruang tamu Usep sedikit termangu. Ia kembali teringat dengan percintaan panasnya dengan Tinah tadi malam. Usep tersenyum sambil meraba sofa yang menjadi tempatnya dan Tinah menuntaskan hasrat mereka.
“ Kenapa senyum-senyum sendiri Bang...?” tanya Tinah mengejutkan Usep.
“ Gapapa, cuma lagi inget sama sesuatu aja. Apa masakanmu udah matang...?” tanya Usep.
“ Udah. Emangnya Abang mau makan sekarang, tapi ini masih pagi banget lho Bang. Bukannya Abang ga pernah mau makan kalo di bawah jam tujuh...?” tanya Tinah.
“ Iya. Tapi Abang lapar banget gara-gara kerja lembur semalam...,” sahut Usep sambil mengedipkan matanya.
Meski heran melihat tingkah suaminya, namun Tinah pun bergegas menata makanan di atas meja. Dan Tinah kembali dibuat heran saat mendengar ucapan Usep.
“ Abang suka gaya Kamu semalam. Nanti lagi ya...,” kata Usep sebelum melajukan motornya meninggalkan Tinah yang mematung kebingungan.
__ADS_1
Bersambung