Tiga Yang Terpilih

Tiga Yang Terpilih
61. Bukan Aku


__ADS_3

Menghilangnya Desiree menyebabkan hubungan bisnis Hasman dan tuan Scoot memburuk. Bahkan tuan Scoot juga menarik modalnya dari kerjasama mereka karena marah. Meski pun tak terlalu berpengaruh pada usaha Hasman, namun gosip jika Hasman menculik Desiree membuat relasi bisnis Hasman satu per satu meninggalkan Hasman.


Berita yang menggemparkan itu juga sampai di telinga Siti. Ia merasa prihatin akan nasib Hasman yang dianggap sebagai anaknya itu. Siti pun datang ke rumah Hasman untuk sekedar memberi suport. Namun Hasman menolak kehadiran Siti bahkan meminta asisten rumah tangganya mengusir Siti.


Setelah seminggu Desiree menghilang, tiba-tiba warga dikejutkan dengan ditemukannya mayat wanita tanpa busana di kebun kosong yang terletak di belakang panti jompo. Warga berbondong-bondong datang ke sana untuk memastikan jasad siapa yang ada di kebun kosong itu.


Polisi bergerak cepat. Setelah memeriksa sekeliling lokasi penemuan mayat, mayat wanita tanpa busana itu pun dibawa ke Rumah Sakit. Keluarga yang merasa kehilangan anak atau anggota keluarganya pun dihubungi. Betapa terkejutnya Scoot dan istrinya saat mengetahui jika mayat itu adalah mayat Desiree yang menghilang sejak seminggu yang lalu.


Setelahnya bisa ditebak. Hasman menjadi tersangka utama pembunuhan Desiree. Meski pun berkali-kali menyangkal, namun polisi tak percaya. Hasman pun ditangkap dan dijebloskan ke penjara. Mendengar Hasman ditangkap polisi membuat Siti panik. Ia mendatangi kantor polisi dan melakukan pembelaan untuk Hasman.


Sikap Siti membuat polisi, tuan Scoot dan istrinya curiga. Apalagi beredar cerita jika Siti dan Hasman adalah ibu dan anak meski pun Hasman terus menerus menyangkal. Tuan Scoot menduga jika Siti lah yang telah menculik Desiree karena sakit hati atas penolakannya pada Hasman. Bahkan tuan Scoot menuduh Siti lah yang telah memberi peluang pada orang lain untuk menyakiti dan melecehkan Desiree sebelum ia meninggal dunia.


Siti pun dijemput paksa saat baru saja tiba di panti jompo tempat ia tinggal selama ini. Bukan oleh polisi tapi oleh orang suruhan tuan Scoot. Kemudian Siti disekap di suatu tempat selama berhari-hari tanpa makan dan minum. Siti juga mengalami penyiksaan selama berhari-hari dan dipaksa mengakui perbuatan yang tak pernah ia lakukan.


“ Bukan Aku pelakunya, bukan Aku...,” kata Siti berulang-ulang sesaat sebelum tubuhnya jatuh tersungkur ke tanah.


“ Bagaimana ini Tuan. Siti ga mau ngaku padahal tubuhnya udah babak belur dan hampir mati...?” tanya orang suruhan tuan Scoot.


“ Terus siksa dia sampe ngaku siapa aja orang yang terlibat dalam pembunuhan Anakku...!” kata tuan Scoot sambil melangkah keluar dari tempat dimana Siti disekap.


Berita tentang penyekapan Siti pun sampai di telinga Hasman yang saat itu ditahan di kantor polisi. Hati Hasman pun terketuk dengan pengorbanan Siti yang selalu ia abaikan selama ini. Hasman pun meminta karyawannya untuk membebaskan Siti.


“ Tolong cari cara untuk membebaskan Bu Siti dari sekapan Tuan Scoot...,” pinta Hasman.


“ Tapi Anak buah Tuan Scoot minta uang yang banyak Pak...,” sahut karyawan Hasman.

__ADS_1


“ Berikan berapa pun uang yang mereka minta. Yang penting mereka mau melepaskan Bu Siti. Dia ga bersalah, tapi kenapa dia dilibatkan dalam masalah ini...,” kata Hasman sedih.


“ Mungkin karena dia merasa Bapak ini Anaknya. Jadi Bu Siti rela melakukan apa pun untuk menolong Pak Hasman...,” sahut karyawan Hasman.


“ Kamu benar, tapi ga seharusnya dia melakukan ini. Saya jadi merasa bersalah dan ga enak hati sama Bu Siti. Sekarang cepat pergi dan bebaskan Bu Siti...,” kata Hasman lagi.


“ Baik Pak...,” sahut karyawan Hasman.


Karyawan Hasman pergi menjemput Siti sambil membawa sejumlah uang sogokan untuk anak buah tuan Scoot. Namun mereka terlambat. Saat mereka tiba di sana Siti telah dihukum gantung di sebuah pohon yang terletak tak jauh dari rumah pohon tempat ia dan keluarga kecilnya tinggal dulu.


Sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir Siti masih mengatakan jika bukan dia yang membunuh Desiree.


“ Bukan Aku pelakunya, bukan Aku...,” itu lah kalimat terakhir yang keluar dari mulut Siti sebelum nyawanya lepas dari raganya.


Saat itu anak buah tuan Scoot pun terdiam. Akhirnya mereka percaya jika bukan Siti lah orang yang telah membunuh Desiree atau terlibat dengan kematian Desiree.


“ Iya, sama nih. Kayanya Kita salah tangkap deh. Bu Siti pasti ga terlibat sama sekali dengan kematian Nona Desiree. Buktinya dia masih ngomong gitu sampe akhir hayatnya...,” sahut pria lainnya.


“ Wah bahaya nih. Bisa-bisa arwahnya Bu Siti gentayangan karena meninggal dengan cara ga wajar...,” kata seorang pria panik.


“ Duh, gimana dong...?” sahut pria lainnya sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


“ Udah Kita pergi aja...,” kata seorang pria sambil berlari meninggalkan tempat itu diikuti ketiga temannya.


Keempat anak buah tuan Scoot pun meninggalkan jasad Siti begitu saja. Kemudian karyawan Hasman datang dan mengurus jasad Siti yang tergantung itu. Ia menurunkan jasad Siti dari pohon lalu memakamkannya di bawah pohon tempat jasad Siti tergantung tadi.

__ADS_1


Sejak saat itu lingkungan sekitarnya sering diganggu penampakan hantu Siti yang selalu mengucapkan kalimat yang sama berulang kali. Meski pun tempat itu mengalami banyak perubahan karena pembangunan, namun hantu Siti akan menampakkan diri. Lagi dan lagi seperti saat ini.


“ Bukan Aku pelakunya, bukan Aku...,” kata sebuah suara tanpa wujud.


Suara itu terdengar jelas saat Hanako, Iyaz dan Izar mengakhiri ceritanya. Shera yang juga mendengar suara itu dengan jelas makin merapat kearah suaminya sambil menoleh ke kanan dan ke kiri seolah mencari sumber suara.


“ Apa dia ada di sini sekarang Yah...?” bisik Shera pada suaminya.


“ Iya Bun. Dia ada di belakang Cici...,” sahut Faiq sambil menatap hantu Siti yang duduk di belakang Hanako.


“ Jadi gimana cara Ayah dan Anak-anak bantuin dia...?” tanya Shera gusar.


“ Kami harus pergi ke kantor polisi Bun. Kami harus nyari tau apa pernah ada kasus yang melibatkan nama Hasman di sana...,” sahut Faiq.


“ Pasti sulit Yah. Apalagi kejadiannya udah lama banget...,” kata Shera.


“ Gapapa Bun. Insya Allah Kami akan bantu sampe Bu Siti memperoleh keadilan...,” sahut Faiq mantap.


Tiba-tiba di seberang danau buatan terdengar jeritan seorang wanita. Rupanya wanita itu melihat penampakan hantu Siti yang melintas persis di depannya. Beberapa orang mencoba menenangkan wanita yang terus menjerit histeris itu.


Penampilan hantu Siti saat itu membuat siapa pun yang melihatnya akan terkejut. Wajahnya pucat, mata mendelik ke atas dan lidah menjulur, ditambah urat menyembul di seluruh permukaan kulitnya seolah menandakan jika Siti mengalami rasa sakit menjelang sakaratul mautnya. Rambutnya yang panjang terurai dengan gaun lusuhnya terlihat sangat memprihatinkan.


“ Pergi lah, jangan ganggu dia. Insya Allah Kami akan membantumu...,” gumam Faiq sambil menatap hantu Siti yang berdiri di sebrang danau buatan itu.


Hantu Siti menganggukkan kepalanya lalu meghilang. Bersamaan dengan hilangnya hantu Siti, tubuh wanita itu pun terkulai lemah lalu jatuh pingsan.

__ADS_1


\=====


__ADS_2