Tiga Yang Terpilih

Tiga Yang Terpilih
316. Ultah Perusahaan


__ADS_3

Perusahaan Erik berkembang pesat selama beberapa tahun belakangan ini. Apalagi sejak cucu-cucu  Erik lahir dari rahim Efliya dan Shera, perusahaan Erik pun mengalami kejayaan. Hingga tak salah jika Erik memutuskan mewariskan perusahaannya itu kepada anak dan cucunya itu.


Perusahaan Erik juga menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan yang bergerak dalam bidang serupa. Kerja sama yang saling menguntungkan itu terjadi karena dilandasi ketaqwaan kepada Allah dan kejujuran. Itu lah bekal utama dalam bekerja yang diterapkan perusahaan Erik hingga bisa menjalin kerja sama yang baik sampai saat ini.


Setiap tahun Erik akan mengundang perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaannya untuk menghadiri ulang tahun perusahaan. Biasanya perusahaan Erik akan mengawali acara dengan  menggelar pengajian diikuti  santunan untuk anak yatim piatu dan duafa. Setelah pengajian yang diikuti oleh seluruh karyawan itu, acara berlanjut dengan acara hiburan berupa panggung seni yang pengisi acaranya juga para karyawan. Selain itu digelar bazar sembako murah dan aneka pertandingan olah raga.


Tahun ini sedikit berbeda karena tiga cucu Erik yaitu Iyaz, Izar dan Hanako direncanakan akan ikut serta dalam


pertandingan yang digelar di perusahaan mereka. Sayangnya Hanako belum bisa bergabung  karena masih menyusui bayinya yang berusia dua bulan itu.


“ Jadi Aku ga boleh ikutan nih ceritanya...?” tanya Hanako.


“ Bukan ga boleh Ci. Tapi Kamu kan baru aja melahirkan. Khawatir nanti Paundra malah sakit kalo Kamu kelelahan. Lagian Mas Pandu juga ga bakal ngijinin Kamu ikutan kan...?” tanya Iyaz.


“ Kalo hanya pertandingan ringan aja sih Aku ga keberatan. Tapi keliatannya Maminya Paundra ini maunya ikutan tanding taekwondo Yaz. Jadi Aku sedikit keberatan lah. Betul Katamu tadi, kalo dia kecapean, Paundra pasti juga rewel. Kan kasian dia...,” sahut Pandu yang tiba-tiba muncul di  belakang Hanako.


“ Pertandingan ringan tuh yang kaya gimana sih Mas...?” tanya Hanako tak mengerti.


“ Kan ada tuh pertandingan masak nasi goreng, nah yang itu boleh lah Kamu ikut...,” sahut Pandu santai.


“ Ish, daripada disuruh masak nasi goreng lebih baik Aku jadi penonton aja deh...,” kata Hanako sambil bergidik.


Ucapan Hanako membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu pun tertawa. Selama ini Hanako memang tak terlalu suka memasak. Ia merasa tak yakin jika masakannya lumayan enak dan bisa dinikmati oleh orang lain.


“ Kalo Kamu mau ikut pertandingan yang mana Zar...?” tanya Iyaz.


“ Aku ikut pertandingan grup aja Yaz. Misalnya basket atau volly. Kayanya seru juga...,” sahut Izar sambil tersenyum.


“ Ok. Kalo gitu udah fix ya, Aku ikut pertandingan lari marathon dan Izar gabung sama team basket atau volly...,” kata Iyaz.


“ Opa setuju. Besok Kalian semua harus hadir ya supaya bisa ikut ngeliat keseruan acaranya nanti...,” kata Erik mengingatkan keluarganya.


“ Insya Allah siap Opa...!” sahut semua anggota keluarga Erik bersamaan.


Erik dan Farah pun nampak saling menatap kemudian tersenyum puas melihat antusias anak dan cucu mereka.

__ADS_1


\=====


Hari yang dinanti pun tiba. Semua karyawan nampak telah bersiap di loby dan di lapangan. Mereka mengenakan


pakaian olah raga berbagai warna untuk menyemarakkan acara. Erik dan keluarganya pun telah hadir. Sama seperti para karyawan, mereka juga mengenakan seragam olah raga.


Diantara keluarga terlihat Hanako tengah menggendong bayinya. Di sampingnya Pandu nampak berdiri dengan gagah. Sedangkan Izar nampak melangkah di belakang Hanako dan Pandu. Disusul Iyaz yang melangkah santai sambil menggandeng tangan Nuara.


Mereka menjadi pusat perhatian para karyawan karena selain penampilan yang memukau, keramahan mereka juga patut diacungi jempol. Nuara yang kini telah menjadi anggota keluarga sang owner perusahaan tetap bersikap rendah hati dan tak segan menyapa kawan-kawannya hingga membuat kekaguman mereka pun bertambah.


Melihat membludaknya karyawan membuat Hanako sedikit mengerutkan keningnya.


“ Kenapa Sayang...?” tanya Pandu.


“ Gapapa Mas. Aku cuma ga nyangka aja karyawan Opa kalo dikumpulin tuh sebanyak ini ya...,” sahut Hanako.


“ Emangnya Kamu ga pernah ngeliat mereka ngumpul kaya gini...?” tanya Pandu.


“ Ga pernah Mas. Aku datang ya udah menjelang jam masuk kantor dan pulang usai jam kantor. Jadi ga pernah ngeliat mereka ngumpul kaya gini...,” sahut Hanako.


“ Iya Mas. Jadi rancu deh nanti...,” sahut Hanako.


“ Itu di seblah sana ada tenda apaan Sayang...?” tanya Pandu sambil menunjuk ke samping gedung.


“ Oh itu bazar Mas. Para karyawan boleh menjajakan makanan dan cindera mata buatan sendiri. Ada bazar sembako juga yang disediain perusahaan...,” sahut Hanako.


“ Hebat banget ya Opa Kamu. Selalu mengedepankan kepentingan karyawannya. Salut banget Aku sama Opa Erik...,” kata Pandu sambil tersenyum.


“ Iya, Aku juga bangga jadi Cucunya Opa Erik...,” sahut Hanako sambil tersenyum.


Tak lama kemudian MC acara memanggil semua orang dan diarahkan menuju lapangan untuk melaksanakan upacara pengibaran bendera merah putih. Diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya pengibaran bendera


pun berjalan khidmat. Setelah sambutan disampaikan oleh Erik selaku owner dan presiden direktur perusahaan, acara pertandingan pun dimulai.


Berbagai cabang oleh raga dipertandingkan dalam perayaan ulang tahun perusahaan kali ini. Para undangan

__ADS_1


yang merupakan perwakilan dari perusahaan sahabat pun mulai berdatangan. Sebagian karyawan dan para undangan itu sudah saling mengenal karena mereka sering bertemu saat acara tahunan perusahaan.


Iyaz berhasil memenangkan lomba lari marathon dan disambut gembira oleh Nuara dan Hanako. Sedangkan Izar masih berjibaku bersama team basket menghadapi lawan tangguh dari salah satu Bank swasta yang menjadi tamu undangan.


Di pinggir lapangan basket terlihat Iyaz, Nuara, Hanako dan Pandu memberi semangat kepada Izar dan teamnya. Sedangkan Faiq, Shera, Heru dan Efliya ada di loby sambil berbincang-bincang dengan beberapa karyawan. Di sudut lainnya terlihat Farah tengah mendorong stroller bayi Paundra sambil mendampingi suaminya berkeliling memantau acara di seluruh penjuru perusahaan.


“ Keliatannya semua senang ya Pa...,” kata Farah.


“ Alhamdulillah, betul Ma. Acara kaya gini setahun sekali udah cukup bikin karyawan bahagia...,” sahut Erik.


“ Gimana ga bahagia Pa, kan Papa ngasih hadiah yang lumayan juga buat pemenang pertandingan. Jadi wajar kalo mereka antusias...,” sahut Farah.


“ Gapapa Ma, itung-itung sedekah kan. Karena tanpa kerja sama yang baik dengan para karyawan sulit rasanya perusahaan Kita bisa sampe di level ini. Jadi ini memang hak mereka juga kok...,” kata Erik sambil menatap ke kejauhan dengan mata berkaca-kaca.


“ Iya Pa, Mama setuju kok...,” sahut Farah sambil mengusap punggung suaminya dengan lembut sebagai bentuk suportnya pada sang suami.


Keduanya masih berkeliling sambil menyapa beberapa karyawan yang tengah melintas. Para karyawan tampak bersikap sopan dan tersenyum saat Erik dan Farah melintas di depan mereka.


Tiba-tiba terdengar sorakan dari lapangan volly hingga membuat semua orang menoleh kearah sana. Izar pun yang sedang duduk di pinggir lapangan usai menyelesaikan pertandingan basket nampak ikut menoleh kearah lapangan volly.


“ Ada apaan sih di sana Boy...?” tanya Izar pada salah satu karyawan yang kebetulan melintas.


“ Oh itu Mas, biasa lah pertandingan volly putri kan emang kaya gitu. Heboh bin rame. Apalagi kalo udah kedatangan bintang volly dari Bank X itu...,” sahut Boy sambil tersenyum.


“ Emang kenapa kalo dia datang...?” tanya Izar.


“ Langsung heboh Mas. Karyawan kantor sini berlomba-lomba pengen kenalan sama dia, termasuk Saya. Abisnya cantik banget Mas orangnya...,” sahut Boy antusias.


“ Oh gitu, kirain ada apaan...,” kata Izar santai.


“ Mas Izar ga mau ikutan nonton ke sana...?” tanya Boy.


“ Duluan aja deh, ntar kalo sempet Saya nonton...,” sahut Izar sambil tersenyum.


Boy mengangguk lalu bergegas pergi ke lapangan volly yang telah dipadati penonton itu untuk memberi suport kepada bintang pujaannya.

__ADS_1


\=====


__ADS_2