
Faiq masih menatap hantu Nihana dengan perasaan iba dan kesal bersamaan. Jika tak ada Fatur di sana mungkin
Faiq sudah melampiaskan kemarahannya dengan cara berteriak atau memaki.
Faiq dan Fatur sama-sama tahu jika Nihana meninggal akibat mengalami penyiksaan terlebih dahulu. Dan pelakunya adalah Marco, mantan suami Nihana yang telah termakan hasutan istri barunya, Evelyn.
Waktu itu Marco mendengar jika Nihana menemui Lilian di sekolah. Padahal Nihana sudah tak lagi menemui Lilian
karena takut dengan ancaman Marco tempo hari. Evelyn lah orang yang telah mengatakan cerita bohong itu pada Marco dengan ditambahi sedikit ‘bumbu’ agar cerita itu terdengar dramatis.
“ Apa Kamu bakal diem aja ngeliat Nihana melanggar kesepakatan Kalian...?” tanya Evelyn sambil melempar tasnya ke atas tempat tidur.
“ Apa maksudmu...?” tanya Marco tak mengerti.
“ Nihana itu diem-diem udah nemuin Lilian di sekolah dan membujuk Lilian supaya mau ikut sama dia...,” sahut
Evelyn.
“ Ga usah ngada-ngada Ev. Orang suruhanku ga bilang apa-apa soal ini. Mereka ngawasin Lilian setiap hari. Yah,
Lilian memang nunggu Mamanya menjemputnya tiap pulang sekolah. Tapi mereka ga ngeliat Nihana di sana dan Lilian ga mungkin kabur sama Nihana karena dia tau ga bakal bisa hidup enak sama Mamanya itu...,” sahut Marco santai.
“ Terus ini apa...?” tanya Evelyn sambil memperlihatkan foto-foto Nihana yang sedang sembunyi sambil mengawasi
Lilian dari jauh.
Mata Marco membulat melihat Nihana mengawasi anaknya. Dia khawatir Nihana akan mengambil Lilian dari tangannya dan membuatnya kehilangan kesempatan menjadi kaya.
“ Gimana, apa Kamu masih ga percaya sama Aku. Jangan salahin Aku kalo Aku milih pergi daripada bertahan sama Kamu karena Kamu ga dapat apa-apa dari Ayahmu itu...,” ancam Evelyn hingga membuat Marco tersentak kaget.
Marco memang menjadikan Lilian sebagai alat agar ia bisa memperoleh harta warisan dari ayahnya. Dulu ayah
Marco memang berjanji akan memberi warisan jika Marco bisa membuktikan bahwa Lilian adalah anak kandungnya. Mengingat sepak terjang Marco dalam urusan wanita, membuat ayah Marco tak peduli dari rahim wanita mana Lilian dilahirkan termasuk siapa istri Marco sekarang. Tapi belakangan ayah Marco juga meminta
Marco menunjukkan wanita mana yang telah melahirkan cucunya itu karena ia ingin memberi hadiah sebagai ucapan terima kasih.
Mendengar permintaan ayahnya membuat Marco dilema. Satu sisi ia sangat mencintai Evelyn, satu sisi ia juga
menginginkan harta warisan ayahnya. Marco tak mungkin berbohong pada ayahnya tentang siapa wanita yang telah melahirkan Lilian karena sang ayah tak akan mengampuninya jika tahu ia berbohong.
Kemudian Marco mulai menyusun rencana. Ia akan membuat Nihana terlihat g*la hingga sang ayah memaklumi
pernikahannya dengan Evelyn.
Nihana yang saat itu sedang mencari barang bekas pun diculik oleh orang suruhan Marco. Kemudian Nihana disekap di sebuah ruangan yang ada di rumah Marco. Dan selama disekap Nihana mengalami penyiksaan
dan pelecehan s*ual berkali-kali hingga membuatnya nyaris gla. Bahkan wajah cantik Nihana dilukai dengan pisau dan garpu atas perintah Evelyn yang iri dengan kecantikan Nihana.
Saat ayah Marco minta dipertemukan dengan Nihana, Marco sengaja memperlihatkan Nihana yang dalam keadaan terikat dengan kondisi kacau.
“ Kenapa dia diikat begitu, apa salahnya...?” tanya ayah Marco.
“ Setelah melahirkan Lilian dia depresi dan mulai menyakiti dirinya sendiri Yah, bahkan dia juga menyakiti Lilian. Makanya Aku sengaja ngikat dia supaya ga tambah liar...,” sahut Marco.
“ Kenapa ga dibawa ke Rumah Sakit Jiwa aja...?” tanya ayah Marco lagi.
“ Aku sangat mencintainya Yah, apalagi waktu itu Lilian masih minum ASI. Aku sengaja menahannya supaya Lilian
__ADS_1
ga kekurangan ASI. Selain itu Aku ga tega kalo Lilian harus jauh dari Ibunya. Karena Lilian juga membutuhkan kasih sayang seorang Ibu yang normal, makanya Aku menikahi Evelyn supaya bisa menggantikan peran Nihana dan berhasil. Sekarang Lilian ga mau jauh-jauh dari Evelyn karena mengira Evelyn adalah Ibunya...,” sahut Marco berbohong.
Ayah Marco nampaknya percaya dengan kebohongan Marco. Dan ia menepati janjinya untuk memberi hadiah pada
wanita yang telah melahirkan cucu kandungnya itu. Nihana mendapat hadiah berupa tanah dan rumah mewah di bilangan Jakarta Selatan. Kemudian dokumen tanah dan rumah dititipkan pada Marco dengan harapan bisa dimanfaatkan untuk kepentingan Nihana nanti.
Sesuai janji sang ayah, Marco memperoleh harta warisan berupa 50% saham perusahaan keluarga dan aset penting lainnya. Evelyn nampak bahagia karena bisa menikmati semua harta itu dengan statusnya sebagai istri Marco. Dan setelah harta warisan berhasil dimiliki, Marco pun berniat menyingkirkan Nihana atas hasutan Evelyn.
“ Daripada jadi bumerang di kemudian hari, ada baiknya Kamu singkirkan dia secepatnya. Kan tanah dan rumah
itu juga bisa jadi milikmu...,” rayu Evelyn usai bercinta dengan Marco.
Marco pun setuju dan langsung memerintahkan anak buahnya untuk menghabisi Nihana. Lilian yang tak sengaja
mendengar ucapan sang papa pun terkejut dan langsung mendatangi tempat dimana Nihana disekap.
Saat tiba di sana Lilian terkejut melihat kondisi Nihana yang nyaris telan*ang dengan luka di wajah dan tubuhnya. Lilian pun membantu sang mama lalu membawanya keluar dari tempat terkutuk itu. Namun Lilian tak kuasa memapah sang mama terlalu jauh karena dia hanya anak kecil berusia delapan tahun saat itu. Lilian hanya bisa membawa sang mama sembunyi di sebuah rumah bekas dapur pabrik roti yang tak terpakai yang letaknya tak jauh dari rumah Marco. Dulu pabrik roti itu terbakar karena salah satu karyawan lupa memadamkan api di tungku.
Rupanya pabrik roti itu masih menggunakan tungku tradisional dan kayu bakar untuk menghasilkan roti dengan cita rasa yang unik. Nihana yang sadar jika mautnya akan segera tiba pun meminta Lilian pergi karena tak ingin Lilian
terluka.
“ Pergi lah Sayang, pergi yang jauh. Maafkan Mama karena ga bisa nemenin Lili lagi...,” kata Nihana dengan suara tercekat.
“ Emangnya Mama mau kemana, Lili ga mau pergi kalo Mama ga ikut...,” sahut Lilian sambil menangis.
“ Jangan nangis Nak, Mama ga bisa ngeliat Kamu nangis. Lili ga boleh cengeng. Hadapi semuanya dengan berani. Lili harus ingat kalo Mama sayang sama Lili, selalu dan selamanya...,” kata Nihana sambil memeluk dan menciumi Lilian seolah itu adalah pelukan dan ciuman terakhirnya untuk Lilian.
“ Mama...,” isak Lilian sambil balas memeluk sang mama.
Tiba-tiba terdengar derap langkah kaki yang mendatangi tempat itu. Ternyata Marco dan empat anak buahnya yang masuk lalu mulai menggeledah ruangan itu. Nihana membawa Lilian bergeser hingga ke balik tungku tempat memanggang roti.
“ Tadi Saya liat Non Lili bawa dia ke sini Bos...,” sahut salah seorang .
Dari tempat persembunyiannya Nihana bisa melihat jumlah orang yang baru saja tiba. Nihana memberi kode agar
Lilian pergi namun Lilian menolak. Tak ingin putrinya disakiti, Nihana pun keluar dari persembunyiannya dan menyuruh Lilian keluar saat lima orang itu lengah.
“ Kalian cari Aku...?” tanya Nihana sambil berdiri dengan gagah di sudut dapur.
“ Nihana, Nihana. Kenapa mempersulit dirimu sendiri untuk mati...,” sahut Marco sambil tersenyum sinis.
Nihana menelan salivanya saat melihat Marco dan empat anak buahnya mendekat kearahnya. Nihana ingin Lilian
tahu jika ayahnya adalah orang jahat dan ia ingin Lilian bisa berhati-hati ke depannya.
“ Apa salahku Marco, kenapa Kamu bikin Aku kaya gini...?” tanya Nihana dengan suara bergetar.
“ Ha ha ha. Karena sebentar lagi Kamu bakal mati maka Aku akan bikin Kamu ga mati penasaran Nihana. Asal Kamu tau, Aku menikahimu hanya karena Aku butuh keturunan. Bukan untukku tapi untuk memenuhi syarat dari Ayahku yang menjanjikan harta warisan yang banyak jika Aku bisa memberinya Cucu. Setelah Lilian lahir, Aku ga butuh Kamu lagi Nihana. Jadi untuk apa Kita terus bersama karena hanya membuaatku muak...!” kata Marco di
sela tawanya.
“ Kenapa Aku Marco. Kau punya Evelyn, Kau bisa minta dia melahirkan Anakmu. Dan Kau ga perlu pura-pura
mencintaiku dan menikahiku tapi di belakangku Kau masih menjalin hubungan dengannya...,” rintih Nihana dengan air mata berderai.
“ Itu karena Evelyn mand*l. Jika dia bisa melahirkan keturunanku, aku ga perlu melakukan hal menjijikkan itu
__ADS_1
denganmu dan Lilian ga akan lahir dari rahim seorang wanita rendah macam Kau. Karena dalam tubuh Lilian mengalir darahmu, rasanya Aku juga sulit untuk menyayanginya sebagai Anakku. Aku akan mengirimnya belajar jauh ke luar negeri agar Aku tak perlu melihatnya setiap hari...!” sahut Marco lantang dan mengejutkan Nihana juga Lilian.
“ Jadi Kau tak menyayangi Lilian...?” tanya Nihana sambil melirik Lilian yang berhasil keluar dari tempat persembunyiannya. Sebelum Lilian pergi, Nihana ingin Lilian tahu kebenarannya dan itu adalah isyarat agar Lilian pergi jauh dari papanya.
“ Ga akan pernah...!” sahut Marco lantang.
Suara lantang Marco terdengar jelas di telinga Lilian dan membuat hatinya hancur. Lilian pun pergi meninggalkan tempat itu sambil menangis.
Mengetahui Lilian pergi, Nihana pun langsung meraih kayu yang ada di sudut ruangan untuk mempersenjatai diri.
Nihana berusaha melawan saat empat orang suruhan Marco mendekat untuk menangkapnya. Nihana lari tapi anak buah Marco terus mengejarnya hingga Nihana tersudut dan jatuh tersungkur ke dalam alat pemanggang roti atau oven. Salah seorang dari mereka menutup pintu oven. Sedangkan yang lain menyiram tungku dengan minyak
tanah lalu menyulut api.
Terdengar jeritan Nihana saat tubuhnya terpanggang di dalam oven. Ia menggedor pintu oven berharap agar Marco
mau mengampuninya. Marco nampak tersenyum puas saat menyaksikan tubuh Nihana yang terpanggang di dalam oven.
“ Bereskan kekacauan ini dan jangan lupa padamkan apinya sebelum Kalian pergi...,” kata Marco sambil berlalu.
“ Siap Bos...,” sahut keempat anak buah Marco.
Keempat anak buah Marco masih di sana menunggu Nihana mati terpanggang. Setelah yakin Nihana mati, mereka
memadamkan api dan mengeluarkan tubuh Nihana dari dalam oven. Karena dipanggang dalam waktu lama membuat jasad Nihana berwarna hitam alias gosong. Saat jasad Nihana diangkat, kepala Nihana putus dari lehernya dan jatuh menggelinding ke lantai.
“ Sia*an, ngagetin aja...,” sungut salah seorang anak buah Marco sambil menendang kepala itu.
“ Jangan pisahin kepala sama badannya, kuburin jadi satu aja biar ga gentayangan...,” kata salah seorang diantara mereka.
“ Gue rasa dia bakal tetap jadi setan gentayangan karena mati dengan cara dibunuh...,” sahut salah seorang pria
sambil tertawa diikuti tawa ketiga temannya.
Karena jasad Nihana masih sangat panas dan tak mungkin dibawa kemana-mana, keempat anak buah Marco pun
meninggalkan tempat itu dan bermaksud kembali lagi nanti.
Sedangkan Lilian yang cemas akan nasib sang mama pun memutuskan kembali diam-diam. Lilian menangis saat melihat jasad Nihana tergeletak di lantai dengan tubuh hangus. Tak lama kemudian Lilian meninggalkan tempat itu dengan membawa air mata dendam di hatinya.
Faiq menyudahi penelusurannya lalu mengusap wajahnya sambil menghela nafas berat.
“ Insya Allah Kami akan membantumu mencari Lilian...,” kata Faiq dengan suara bergetar.
“ Terima kasih...,” sahut hantu Nihana sambil tersenyum lalu menghilang.
Sesaat kemudian rombongan itu pun kembali menuju ke rumah. Heru yang melihat raut wajah Faiq dan Fatur sedikit berbeda pun mengerti jika keduanya telah melihat hal yang menegangkan. Namun Heru tersenyum saat melihat Hanako, Iyaz dan Izar yang tampak santai seolah tak terjadi apa pun.
“ Mereka belum masuk ke tahap ini Her, semua masih dalam proses. Pelan tapi pasti, mereka juga bakal bisa ngeliat semuanya dari awal sampe akhir nanti. Dan mau ga mau Anak-anak ini bakal terlibat juga kalo mau bantuin mereka...,” kata Faiq yang bisa mengerti arti tatapan Heru pada Hanako, Iyaz dan Izar.
“ Iya Bang. Gue hanya berharap mereka kuat dan tetap sehat meski pun harus berurusan sama dimensi yang
berbeda...,” sahut Heru bijak.
“ Jadi Kita masih lanjutin nyari Lilian Yah...?” tanya Iyaz.
“ Iya Nak, insya Allah cepet ketemu ya biar Tante Nihana bisa tenang...,” sahut Faiq sambil membelai kepala Iyaz dengan sayang.
__ADS_1
“ Aamiin...,” sahut semua orang yang ada di dalam mobil bersamaan.
Bersambung