Tiga Yang Terpilih

Tiga Yang Terpilih
199. Jadi Sarjana


__ADS_3

Setelah beberapa tahun menempuh pendidikan Iyaz dan Izar pun berhasil menyelesaikan pendidikan mereka dan meraih gelar Sarjana pada bidangnya masing-masing.


Saat acara wisuda Iyaz di kampus Al Azhar, Faiq dan Shera hadir bersama Ustadz Hamzah untuk memberi kejutan. Semula Iyaz memang kecewa karena kedua oangtuanya tidak bisa hadir karena sang ayah harus menjalani tugas dadakan dari kantornya. Sementara Shera tak mungkin pergi dengan ustadz Hamzah karena bukan muhrim.


Sejak pagi Iyaz dan beberapa temannya telah berkumpul di aula lengkap dengan seragam dan toga masing-masing. Rocki dan Mirza juga diwisuda di hari yang sama. Keduanya nampak bahagia karena orangtua mereka menyempatkan diri hadir untuk menyaksikan wisuda mereka.


“ Apa orangtua Lo datang juga Yaz...?” tanya Rocki.


“ Sayangnya mereka ga bisa datang. Cuma guru Gue aja yang bisa hadir nanti...,” sahut Iyaz sambil tersenyum berusaha menyembunyikan rasa kecewanya.


“ Gapapa Yaz, tetep semangat ya. Masih untung ada yang ngedampingin daripada ga ada sama sekali...,” hibur Mirza.


“ Iya, makasih Za...,” sahut Iyaz.


“ Ke sana yuk, Gue kenalin sama orangtua Gue...,” ajak Rocki.


Iyaz dan Mirza pun mengangguk lalu mengekori Rocki yang nampak merentangkan tangannya untuk menyambut kehadiran orangtuanya.


“ Mom..., Dad...,” sapa Rocki sambil tertawa lebar.


“ Hallo Nak. Gimana kabarmu...?” sapa orangtua Rocki.


“ Alhamdulillah baik Mom. Oh iya kenalin ini teman-teman baikku, Iyaz dan Mirza...,” kata Rocki bangga.


“ Assalamualaikum Om Tante...,” sapa Iyaz dan Mirza sambil menangkupkan telapak tangan di depan dada.


“ Wa alaikumsalam...,” sahut mama Rocki sambil tersenyum sedangkan papa Rocki langsung menjabat tangan Iyaz dan Mirza dengan hangat. Papa Rocki juga memeluk keduanya dengan erat hingga membuat Iyaz dan Mirza terharu.


“ Terima kasih ya udah jagain Rocki dengan baik...,” kata papa Rocki.


“ Papa ga usah berlebihan deh. Mereka ga jagain Aku kok. Kan Aku udah dewasa dan bisa jaga diri sendiri...,” kata Rocki dengan mimik tak suka.


Mendengar ucapan Rocki membuat iyaz, Mirza dan kedua orangtua Rocki tertawa. Sedangkan Rocki terlihat salah tingkah sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Tiba-tiba sebuah suara memanggil Mirza hingga membuatnya menoleh. Ia tersenyum saat mengetahui siapa yang memanggil namanya tadi. Seorang gadis cantik berhijab nampak berdiri menatap Mirza didampingi kedua orangtuanya.


“ Sahila..., Abi..., Ummi...,” panggil Mirza lirih lalu mendekat kearah ketiganya sambil tersenyum lebar.


Kemudian Mirza memeluk kedua orangtuanya dengan erat lalu setelahnya menangkupkan kedua telapak tangannya pada Sahila yang nampak berbinar menatapnya.


“ Siapa tuh yang sama Abi Umminya Mirza...?” tanya Rocki penasaran.


“ Mana Gue tau, tanya aja sama Mirza nanti...,” sahut Iyaz sambil menggedikkan bahunya.


“ Ke sana yuk Yaz, penasaran Gue...,” ajak Rocki antusias.


“ Eehhh..., mau kemana Kamu. ga bisa banget liat cewek cantik ya...,” kata ibu Rocki sambil menjewer telinga anaknya itu.

__ADS_1


“ Awww..., sakit Mom...!” jerit Rocki sambil memegang telinganya yang memerah usai dijewer sang mami.


“ Rasain...,” gerutu mami Rocki sambil tersenyum puas.


Suara jeritan Rocki membuat Mirza dan keluarganya menoleh. Kemudian Mirza memperkenalkan keluarganya pada


orangtua Rocki.


“ Om Tante, kenalin ini orangtua Saya...,” kata Mirza.


“ Assalamualaikum...,” sapa kedua orangtua Mirza dengan ramah.


“ Wa alaikumsalam...,” sahut kedua orangtua Rocki tak kalah ramahnya.


“ Ehm, kalo yang itu siapa Za...?” tanya Rocki tak sabar.


“ Oh ini. Dia tunangan Gue, calon Istri Gue. Namanya Sahila...,” sahut Mirza bangga sambil menatap Sahila penuh cinta hingga mengejutkan Rocki dan Iyaz.


“ Calon Istri...?” tanya Rocki tak percaya.


“ Iya. Kenapa emangnya...?” tanya Mirza ketus.


“ Gapapa. Kok cewek secantik ini mau ya jadi tunangan Lo...,” sahut Rocki asal untuk menyembunyikan rasa kecewanya.


“ Maksud Lo, Sahila ga pantes sama Gue...?” tanya Mirza gusar.


“ Terus menurut Lo Sahila pantesnya sama siapa, sama Lo...?” tanya Mirza cemburu.


“ Ya iya lah, masa gitu aja masih ga paham juga...,” sahut Rocki sambil tersenyum penuh arti.


“ Dasar teman ga tau adab Lo ya. Tunangan Orang masih digebet juga...,” kata Mirza sambil melayangkan pukulan kearah Rocki namun Rocki berlari menghindar hingga membuat semua orang tertawa.


Iyaz pun ikut tertawa melihat kedua sahabatnya itu saling mengejar seperti anak kecil.


“ Lho, orangtuamu mana Yaz...?” tanya ummi Mirza.


“ Mereka ga bisa datang Mi. Ayah ada kerjaan mendadak dan Bunda ga mungkin kan pergi sendiri...,” sahut Iyaz sambil tersenyum.


“ Terus yang mendampingi Kamu siapa nanti...?” tanya mami Rocki.


“ Insya allah guru Saya Tante...,” sahut Iyaz cepat.


“ Oh gitu, apa beliau sudah bisa dipastikan hadir Nak...?” tanya mami Rocki lagi.


“ Udah Tante, beliau udah sampe kemarin. Mungkin sebentar lagi kesini...,” sahut Iyaz mantap.


Tiba-tiba terdengar suara yang memanggil nama Iyaz berulang kali dari gerbang kampus hingga membuat Iyaz dan

__ADS_1


semuanya menoleh kearah sumber suara. Di sana nampak dua orang pria dan seorang wanita tengah berdiri menatap kearah Iyaz sambil tersenyum.


“ Ada yang manggil Kamu tuh...,” kata abi Mirza sambil tersenyum karena tahu jika mereka adalah orangtua Iyaz.


“ Ayah, Bunda...!” kata Iyaz dengan lantang lalu berlari cepat menghampiri Faiq dan Shera yang tengah berdiri di dekat gerbang bersama ustadz Hamzah.


Shera merentangkan tangannya untuk menyambut Iyaz yang langsung menghambur ke pelukannya. Sementara Faiq dan ustadz Hamzah nampak mengusap kepala dan punggung Iyaz.


“ Bunda dateng juga akhirnya...,” kata Iyaz sambil memeluk sang bunda dengan erat.


“ Tentu dong. Masa Anaknya yang ganteng ini wisuda Kami ga datang...,” sahut Shera sambil mengusap punggung Iyaz dengan sayang hingga membuat Iyaz tersenyum.


“ Jadi Ayah ngerjain Aku ya...,” kata Iyaz sambil mengurai pelukan sang bunda.


“ Surprise..., gimana suka ga sama surprisenya...?” tanya Faiq sambil merentangkan tangannya.


“ Suka banget, makasih ya Yah...,” sahut Iyaz sambil memeluk sang ayah.


“ Makasih juga dong sama Ustadz Hamzah yang udah bantuin nyiapin semuanya...,” kata Faiq sambil mengacak rambut Iyaz dengan gemas.


“ Iya, makasih Pak Ustadz...,” kata Iyaz sambil memeluk ustadz Hamzah.


“ Sama-sama Nak. Yuk, Kita masuk ke dalam. Keliatannya acaranya udah mau mulai tuh...,” sahut ustadz Hamzah.


“ Iya. Sekalian Aku kenalin sama orangtuanya Mirza dan Rocki yuk Bun...,” ajak Iyaz sambil merengkuh pundak Shera dan membawanya menemui keluarga Mirza dan Rocki.


Kemudian Iyaz memperkenalkan kedua orangtuanya pada keluarga Mirza dan Rocki. Ketiga keluarga itu nampak


akrab meski pun baru pertama kali bertemu. Sedangkan Mirza nampak menjauh untuk sekedar berbincang dengan calon istrinya itu hingga membuat Rocki kesal dan mulai mengganggunya.


“ Ya Allah Za, ga sabar banget sih Lo...,” kata Rocki sambil menggelengkan kepalanya.


“ Apaan sih Lo, ganggu aja...,” gerutu Mirza.


“ Tapi Lo juga ga bisa kaya gitu dong. Masa Lo ngobrol berduaan kaya gitu, dosa Za...,” kata Rocki.


“ Gue kan ga berduaan doang, ada banyak orang di sini. Lo jangan fitnah ya...!” kata Mirza kesal.


“ Udah Kak, lebih baik Kamu ke sana dulu gih. Kayanya temanmu ga mau ditinggalin sama Kamu tuh...,” kata Sahila menengahi.


“ Tuh, Sahila aja ngerti. Masa Lo ga ngerti...,” kata Rocki kesal.


“ Iya iya, makasih ya Sa. Kamu emang pengertian banget. Jadi tambah sayang deh Aku...,” rayu Mirza hingga membuat wajah Sahila merona karena malu.


“ Hueekkk..., “ kata Rocki seolah-olah ingin muntah dan langsung mendapat tatapan tajam dari Mirza.


Tak lama kemudian mereka pun memasuki aula untuk mengikuti acara wisuda.

__ADS_1


\=====


__ADS_2