
Pengobatan luka bakar yang diderita Hanako berjalan lancar. Tiga hari menjalani pengobatan, luka di wajah dan tangan Hanako sudah terlihat membaik meski sedikit meninggalkan noda gelap di permukaan kulit wajahnya. Namun dokter mengatakan jika luka yang diderita Hanako tidak terlalu parah hingga masih bisa disembuhkan dengan salep dan vitamin.
Fatur dan Faiq pun menepati janji mereka untuk membantu jiwa Surti dan korban Burhan lainnya kembali ke tempat yang seharusnya. Karenanya Hanako diminta untuk menghubungi Suraj. Awalnya Hanako enggan menghubungi Suraj, namun paksaan dari Fatur dan Faiq membuatnya tak bisa berkutik.
“ Ini demi mereka Nak, kasian kalo kelamaan tinggal di sini tanpa tujuan...,” kata Faiq mengingatkan.
“ Iya Pa...,” sahut Hanako pasrah sambil mendial nomor ponsel Suraj yang diperolehnya dari Viona tadi.
“ Hallo...,” sapa Suraj.
“ Assalamualaikum Pak Suraj, maaf ini Saya Hanako...,” kata Hanako gugup.
“ Wa alaikumsalam Hanako. Ada apa, Kamu tau nomor Saya dari Viona ya...?” tanya Suraj sambil tersenyum.
“ Iya Pak. Mmm..., ini Opa Saya mau bicara sama Bapak...,” kata Hanako sambil menyerahkan ponselnya kepada Fatur.
Kemudian Fatur dan Suraj mengatur janji untuk bertemu. Faiq menatap Hanako diam-diam dan tahu jika gadis itu tak nyaman dengan kondisi ini. Namun Faiq yakin jika Hanako pasti bisa mengatasi rasa tak nyamannya itu.
\=====
Pertemuan antara Fatur, Faiq dan Suraj pun berlangsung di apartemen baru Suraj. Saat itu Faiq juga mengajak Izar ikut serta.
“ Kami turut prihatin atas kasus kebakarang yang menimpa Anda Pak Suraj...,” kata Faiq.
“ Makasih Pak. Tapi Saya kok ngerasa kalo kebakaran itu sengaja dibuat oleh iblis sembahan Kakek Saya ya Pak. Karena Saya ngeliat iblis itu ada di kamar apartemen Saya yang terbakar malam itu...,” sahut Suraj.
“ Itu memang benar Nak. Dia mengambil semuanya yang telah dia berikan untukmu. Apa Kamu menyesal...?” tanya Fatur.
“ Ga Pak, Saya ga menyesal. Saya lega karena udah bebas dari pengaruh iblis itu. saya harap ke depannya saya bisa hidup normal layaknya manusia...,” sahut Suraj sambil tersenyum kecut hingga membuat Fatur, Faiq dan Hanako tersenyum.
“ Baik lah, Kita mulai ritualnya sekarang...,” kata Fatur.
__ADS_1
Seperti biasa Fatur, Faiq dan Izar mulai membagi tugas. Mereka membaca Al Qur’an dan berdzikir sedangkan Suraj terlihat gugup karena sudah lama tak melakukan ibadah meski pun terlahir sebagai muslim. Fatur yang melihat Suraj berkeringat dingin dan gelisah pun menepuk pundak Suraj untuk menenangkannya.
“ Jangan gugup. Bacalah zikir apa pun yang Kamu ingat walau pun hanya mengucap asma Allah saja. Ucapkan dengan tulus dan penuh penghayatan, insya Allah itu akan membawa ketenangan dan Kamu bisa segera mendapat hidayah untuk kembali ke jalanNya...,” kata Fatur.
“ Baik Pak, makasih...,” sahut Suraj malu.
Lantunan ayat suci yang dibaca Izar pun terdengar memenuhi ruangan. Tak lama kemudian aura dalam ruangan berubah menjadi lebih dingin. Ternyata para korban Burhan telah hadir di dalam ruangan apartemen itu dengan penampilan yang mengenaskan. Semuanya dalam keadaan dada terkoyak dan berdarah akibat luka yang dibuat oleh Burhan. Wajah mereka yang pucat dengan kondisi pakaian yang berantakan bahkan nyaris telan*ang memperjelas kondisi mereka sebelum maut menjemput.
Rupanya sebelum ditumbalkan, para wanita itu dilecehkan dulu oleh Burhan. Setelah puas melecehkan mereka, Burhan kemudian menusuk jantung para wanita itu dengan keris kebanggaannya dan meninggalkan keris itu di dada korbannya hingga ia menemukan korban baru. Begitu seterusnya.
Suraj memberanikan diri menatap satu per satu hantu wanita yang berdiri di hadapannya. Ia nampak sedih menatapi jasad mereka yang mengenaskan itu. Tiba-tiba air mata mengalir dari kedua mata Suraj saat melihat kehadiran hantu Katrina di sana. Dia tak menyangka jika Katrina juga menjadi korban kebuasan sang kakek.
“ Katrina...,” panggil Suraj lirih.
“ Iya Pak, Aku juga korban kebuasan Kakekmu itu. Apa Kau tak tahu...?” tanya Katrina.
“ Aku ga tau Katrina. Aku pikir Kau mati bunuh diri karena Soni membatalkan pernikahan Kalian...,” sahut Suraj gusar.
“ Kakekmu telah memper*osaku Pak. Dia juga membunuhku...,” kata Katrina sambil menatap Suraj.
“ Anda meminta hal itu sama Kakek Anda...?” tanya Katrina tak percaya.
“ Iya. Saya melakukan itu karena Saya..., mencintai Kamu Katrina...,” sahut Suraj sambil menundukkan wajahnya.
“ Jadi Bapak juga mencintai Saya ?, tapi kenapa sikap Bapak seperti itu...?” tanya Katrina.
“ Aku harus bersikap seperti itu untuk melindungimu Katrina. Aku ga mau Kakekku menjadikanmu tumbal jika dia tau Aku mencintaimu. Makanya Aku mengorbankan hatiku dan merelakanmu bersanding dengan Soni. Tapi akhirnya Kamu pergi juga Katrina...,” sahut Suraj sedih.
“ Saya memang menerima lamaran Soni karena kecewa dan patah hati akan sikap Anda Pak Suraj. Kalo tau Anda mencintai Saya, pasti Saya akan cari cara supaya Kita tetap bersama...,” kata Katrina sambil menangis.
“ Maafkan Aku yang belum bisa membuatmu bahagia Katrina. Maaf...,” kata Suraj.
__ADS_1
“ Gapapa Pak, Saya senang mendengar ini walau terlambat. Kita masih bisa bersama kalo Anda mau...,” sahut hantu Katrina penuh harap hingga membuat Suraj bingung.
“ Tidak Nak. Kalian tidak ditakdirkan bersama. Jika Kamu mencintainya, ijinkan dia menjemput kebahagiaannya sendiri nanti. Ada seorang wanita yang tengah menanti cintanya sama seperti Kamu dulu...,” kata Fatur menengahi.
“ Apa itu benar...?” tanya hantu Katrina sedih.
“ Iya...,” sahut Fatur mantap.
“ Baik lah. Aku pergi sekarang. Semoga Anda bahagia bersama wanita itu ya Pak Suraj...,” kata hantu Katrina sambil tersenyum.
“ Makasih Katrina...,” sahut Suraj sambil tersenyum.
Perlahan tubuh hantu Katrina, Surti dan wanita lainnya nampak memudar lalu berubah menjadi asap tipis yang terbang menembus malam. Sebelum mereka benar-benar lenyap, Suraj mengatakan sebuah kalimat yang selama ini tertahan di dalam hatinya.
“ Maafkan Aku Ibu, Aku ga pernah membunuhmu...!” kata Suraj lantang.
“ Aku tau Nak. Dia yang telah membuatmu jadi pembunuh. Bertobat lah, kembalilah ke jalan Allah...,” sahut Surti sambil tersenyum lalu berubah menjadi asap tipis dan hilang seperti yang lain.
“ Iya Ibu, Aku janji akan bertobat dan kembali ke jalan Allah...,” sahut Suraj sambil berurai air mata.
Fatur, Faiq dan Izar telah menyelesaikan prosesi pengantaran jiwa-jiwa itu kembali ke tempat seharusnya. Kemudian mereka menoleh kearah Suraj yang nampak terduduk sambil menundukkan wajahnya.
“ Alhamdulillah Kita berhasil Nak...,” kata Fatur.
Tak ada reaksi atau sahutan dari Suraj. Ia tetap dalam posisi yang sama hingga beberapa saat. Fatur memberanikan diri menyentuh Suraj karena mengiranya sedang tertidur. Namun Fatur terkejut saat sentuhannya membuat tubuh Suraj terjatuh ke lantai dengan mata terpejam. Saat Fatur mengecek denyut nadi di pergelangan tangan Suraj dan hembusan nafas dari hidungnya, ternyata Suraj sudah tak bernafas. Suraj meninggal dunia usai mengantar kepergian jiwa-jiwa korban kesesatan sang kakek.
“ Inna Lillahi wainna ilaihi roji’uun...,” kata Fatur, Faiq dan Izar bersamaan.
“ Jangan sentuh apa pun, hubungi Heru segera. Dan Kamu Izar, lapor ke pos security di bawah ya Nak...,” pinta Fatur.
“ Siap Om..., siap Opa...,” sahut Faiq dan Izar bersamaan.
__ADS_1
Dalam sekejap kamar apartemen Suraj dipenuhi polisi dan petugas Rumah Sakit. Semua sibuk mengurus jenasah Suraj. Sedangkan di sudut ruangan Faiq melihat Suraj sedang tersenyum sambil menggandeng tangan Katrina. Keduanya melambaikan tangan lalu perlahan melayang ke atas langit dan hilang ditelan malam.
Bersambung