Tiga Yang Terpilih

Tiga Yang Terpilih
105. Kasir Ghaib


__ADS_3

Sementara itu di ruang karyawan terlihat Meila tengah duduk sambil memegangi dadanya yang berdebar tak karuan. Kedua mata Meila menatap nanar ke penjuru ruangan seolah baru saja melihat hantu. Tapi bagi Meila ucapan yang didengarnya dari wanita gemuk di depan meja kasir juga sama menakutkan dengan melihat hantu.


“ Itu dia kan. Pasti dia. Tapi mana mungkin, dia kan udah mati...,” gumam Meila gelisah.


Tiba-tiba Meila mendengar suara berdetak seperti suara key board mesin hitung yang tengah digunakan oleh seseorang.


Tak tak tak....


Meila menegakkan tubuhnya lalu berdiri sambil menatap ke sekelilingnya. Saat itu lah Meila melihat bayangan rekan kerjanya melintas cepat memasuki kamar mandi karyawan. Meila pun menghela nafas lega karena merasa ia tak sendiri di sana. Namun sesaat kemudian Meila tersentak saat teringat sesuatu.


“ Cindy. Bukannya dia lagi cuti melahirkan ya. Kok udah masuk. Mana udah langsing gitu badannya, bikin ngiri aja deh. Tapi mana mungkin, kan baru tadi pagi dibawa Suaminya ke Rumah Sakit Bersalin, masa udah masuk kerja aja...,” gumam Meila sambil menatap kearah kamar mandi dengan tatapan takut.


Di dalam kamar mandi terdengar suara air mengalir dan suara gayung yang mengenai air pertanda ada seseorang di dalam sana. Namun setelah lama menunggu, orang yang ada di dalam kamar mandi tak juga keluar hingga membuat Meila penasaran dan mendekat kearah kamar mandi.


“ Cindy, itu Lo ya. Atau Lo Ika, Dara...!” panggil Meila.


Sepi tak ada sahutan hingga membuat Meila makin penasaran.


“ Hei, jangan bercanda deh. Ga lucu tau. Kalo bukan Cindy, Ika ata Dara, terus siapa dong...?” tanya Meila.


Karena tak ada sahutan akhirnya Meila memutuskan membuka kamar mandi yang ternyata tak terkunci itu. Perlahan Meila mendorong pintu hingga terbuka dan ia tak menjumpai siapa pun di sana. Meila terkejut, apalagi ia juga merasa permukaan kulit tubuhnya meremang karena yakin baru saja mengalami kejadian mistis. Rasa tekejut Meila bertambah saat sebuah kepala dengan posisi terbalik menyapanya sambil tersenyum tepat di atas kusen pintu kamar mandi bagian dalam.


“ Bagaimana lipstikku Meila...?” tanya kepala tanpa tubuh itu sambil menyeringai memperlihatkan mulut besarnya yang terlihat mengerikan karena ternoda oleh warna merah darah bukan lipstik seperti yang ia tanyakan tadi.


Tanpa aba-aba Meila menjerit lalu lari pontang panting meninggalkan ruangan khusus karyawan itu diiringi tawa hantu Tania yang memenuhi ruangan.


Meila berlari keluar tanpa melihat ke belakang lalu berhenti di depan ruangan monitor layar CCTV dengan nafas terengah-engah. Saat menoleh Meila melihat pintu ruangan  terbuka dan beberapa orang nampak berdiri di dalam sana sambil melihat rekaman CCTV, termasuk wanita gemuk yang membuat ulah tadi.

__ADS_1


Meila menghapus peluh di kening dan wajahnya dengan bingung. Ia heran mengetahui tak ada seorang pun yang


mendengar jeritannya tadi padahal ia yakin jika jeritannya pasti sangat keras dan memekakkan telinga. Meila menghela nafas panjang sekali lagi. Kini niatnya untuk pulang ia urungkan karena takut masuk ke dalam ruangan karyawan untuk mengambil tasnya yang tertinggal.


Kemudian Meila ikut masuk ke dalam ruangan monitor CCTV untuk melihat apa yang dicari oleh wanita gemuk itu.


“ Nah, itu Saya !. Liat kan kalo baju yang Saya pake aja masih sama kaya yang tadi...,” kata wanita gemuk itu


sambil menunjuk ke layar monitor.


Di dalam rekaman terlihat bagaimana wanita gemuk itu masuk ke dalam antrian dengan tertib. Kemudian masuk ke dalam mini market dan mulai memilih beberapa barang yang ia butuhkan. Semua terlihat normal hingga wanita gemuk itu mengantri di depan meja kasir.


“ Nah liat kan. Saya ada di depan kasir itu dan itu dia kasir yang nyuruh Saya ngambil wafer itu tadi...,” kata wanita gemuk itu antusias.


Toto, security dan Meila ikut menatap kasir wanita itu dan terkejut. Mereka bertiga saling menatap bingung karena merasa tak pernah mengenal kasir wanita berpostur tinggi itu.


“ Gue juga ga tau To. Perasaan Gue tadi di situ kosong kok. Kan cuma ada dua kasir yang beroperasi karena Cindy lagi cuti melahirkan...,” sahut Meila dengan suara bergetar.


“ Terus siapa dong...?” tanya Toto lagi.


“ Gimana, Kalian mau ngeyel apa lagi sekarang...?” tanya wanita gemuk itu sambil tersenyum penuh kemenangan.


Toto, Meila dan security pun saling menatap kemudian menganggukkan kepala.


“ Begini Bu, Saya mewakili mini market ini mohon maaf atas kelalaian teman Saya itu. Keliatannya dia ga tau kalo wafer itu udah kadaluarsa. Tapi Kami belum bisa memberi kompensasi yang layak untuk Ibu karena Manager toko baru aja dibawa ke Rumah Sakit karena pingsan tadi. Jadi kalo Ibu berkenan, Ibu bisa ambil apa pun di toko ini. Anggap aja itu sebagai pengganti kerugian yang udah Ibu alami tadi...,” kata Toto santun.


“ Ok Saya setuju. Tapi Kamu harus bilang sama semua pengunjung di luar kalo Saya ga salah sama sekali. Kejadian tadi real dan Saya ga bohong...,” kata wanita gemuk itu.

__ADS_1


“ Baik Bu...,” sahut Toto.


Kemudian Toto dan wanita gemuk itu melangkah meninggalkan ruang monitor CCTV .Toto mempersilakan wanita itu mengambil apa pun yang dia inginkan untuk menebus kesalahan karyawan ghaib tadi. Rupanya wanita gemuk itu cukup tahu diri dan tak mengambil barang yang berharga selangit untuk membayar kerugiannya tadi. Toto tersenyum karena kagum pada prinsip wanita gemuk itu.


Setelahnya Toto mengantarkan wanita gemuk itu ke kasir yang ikut mengantri seperti pembeli lainnya. Toto berbisik pada Ika bahwa dia lah yang akan membayar semua benda yang diambil oleh wanita gemuk itu. Ika mengangguk dan melayani wanita itu dengan ramah.


“ Makasih udah belanja di toko Kami ya Bu. Mohon maaf atas kelalaian rekan Kami tadi...,” kata Ika sambil menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dada.


Suara lantang Ika didengar oleh para pembeli yang mengantri di depan meja kasir. Mereka tahu jika wanita gemuk


itu telah berhasil membuktikan kelalaian karyawan mini market itu. Sedangkan wanita gemuk itu nampak tersenyum bangga karena bisa membuktikan pada semua orang bahwa dirinya tak bersalah.


“ Iya Mbak. Kalo gitu Saya permisi ya, makasih...,” sahut wanita gemuk itu sambil melenggang keluar.


Ika dan Toto nampak tersenyum bahagia karena berhasil ‘membereskan’ masalah tadi. Mereka kembali melanjutkan pekerjaan mereka yang tertunda tadi.


Sedangkan di ruang monitor Meila masih mengamati kasir yang terekam di rekaman CCTV itu. Tak lama kemudian


security yang ada di ruangan itu pamit untuk ke toilet dan meninggalkan Meila seorang diri.


“ Ini siapa sih sebenernya...,” gumam Meila sambil memperbesar tampilan gambar.


Kasir wanita itu berdiri membelakangi kamera CCTV yang terpasang di dinding atas mini market. Terlihat jika kasir ghaib itu sangat cekatan. Seolah sadar jika tengah diamati oleh Meila, kasir ghaib itu menolehkan kepalanya lalu menatap kearah kamera sambil tersenyum. Wajahnya yang pucat, mata membulat sempurna dengan senyum yang lebih mirip seringai ancaman itu membuat Meila terkejut bukan kepalang.


Meila mengenali wajah kasir ghaib itu sebagai Tania, karyawati mini market yang telah meninggal dunia setahun


yang lalu. Meila menjerit tertahan sambil melangkah mundur karena tak yakin dengan penglihatannya. Namun saat hantu Tania tersenyum lalu berusaha menggapai Meila dengan tangannya, Meila tak tahan lagi. Ia pun jatuh pingsan karena tak kuasa menyimpan rasa takutnya akibat terror hantu Tania.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2