Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Kedatangan Satria


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 103


...•...


...•...


...Katakanlah sekarang bahwa kau tak bahagia...


...Aku punya ragamu tapi tidak hatimu...


...Kau tak perlu berbohong kau masih menginginkan dia...


...Ku rela kau dengannya asalkan kau bahagia...


...***...


Adrian bersama Bimo sampai di bandara, mereka ingin menjemput papahnya yakni Satria yang baru pulang dari luar negeri.


Namun Adrian tampak heran dengan Bimo yang sedari tadi bengong saja seperti tengah memikirkan sesuatu.


"Heh Mo, lu tuh kenapa sih? Perasaan daritadi kita berangkat lu bengong terus.. Lagi mikirin apa sih lu? Zara? Udah tenang aja gua pastiin dia bakal balik ke pelukan lu kok!" ujar Adrian menepuk pundak Bimo.


"Gak ada kok bang, gua cuma agak pusing aja! Mungkin gara-gara gua kebanyakan begadang beberapa hari ini.." ucap Bimo mengelus dahinya.


"Oh gitu, yaudah nanti abis jemput papah lu langsung istirahat aja di rumah! Makanya jangan begadang terus, lagian ngapain sih lu begadang segala? Udah kayak orang sibuk aja..!!" ujar Adrian.


"Haha kan gua push rank bang, kalo malem tuh enak gampang menangnya karena bocil bocil udah pada tidur!" ujar Bimo nyengir memperlihatkan gigi putihnya.


"Yeh dasar lu kerjaannya main game mulu! Pantes aja Zara lebih milih David daripada lu," ujar Adrian bercanda sambil tertawa kecil.


Tak lama kemudian, Satria muncul menemui mereka sambil membawa koper di tangannya.


"Adrian, Bimo, kalian ngapain disini?" ujar Satria meletakkan kopernya di bawah.


"Eh papah udah sampe, ya kita mau jemput papah dong masa mau mancing! Pah, Adrian sama Bimo tuh kangen banget sama papah! Boleh ya kita peluk papah dulu sebelum jalan?" ujar Adrian.


"Ya boleh lah Adrian, ayo papah juga kangen udah lama gak peluk kalian..!!" ucap Satria membuka lebar tangannya membiarkan 2 anaknya itu memeluk dirinya.


Ya tentu saja Adrian & Bimo langsung maju memeluk tubuh papahnya yang baru datang itu.. tampak mereka berdua sangat merindukan papahnya itu.


...•••...


Laila sedang di kampus bersama Yasmin & Zara, tampak mereka bertiga duduk istirahat di kantin setelah mengikuti kelas masing-masing.

__ADS_1


"Hadeh rasanya capek banget gue kayak abis naik gunung tau gak, badan gue jadi pegal-pegal nih semua gara-gara dosennya lemot banget!" ujar Yasmin memijat pundaknya sendiri.


"Yaelah Yasmin Yasmin.. Apa hubungannya dosen lemot sama pegal-pegal?" ujar Laila heran.


"Ya karena lemot gue jadi pegel nungguin dia kelar ngajar Laila, aduh udah deh gue pusing nih laper pengen minum!" ujar Yasmin.


"Ngelawak mulu lu Yas, laper kok minum! Laper tuh makan sayang..!!" ujar Laila membenarkan perkataan Yasmin.


"Iya itu maksudnya, maklumin lah gue kan lagi pegel banget ini! Dah dah yok pesen makan!" ujar Yasmin.


"Eh guys, gue dipanggil dekan nih! Gue duluan ya kalian makan aja nanti mungkin gue nyusul kalo urusannya udah kelar!" ucap Zara kemudian beranjak dari duduknya dan pergi menemui dekan.


"Iya iya hati-hati lu Zar..!!" ujar Laila & Yasmin berbarengan.


Zara pun berjalan pergi meninggalkan teman-temannya, sementara Laila & Yasmin memesan makanan yang ingin mereka makan.


Namun, tiba-tiba seseorang menarik tangan Laila begitu saja dan mendekap tubuhnya.. baru saja Laila ingin berteriak tapi setelah ia melihat siapa orang yang menariknya, justru ia malah tersenyum manis.


"Kok gak jadi teriaknya beb?" ucap orang itu yang ternyata adalah Sadam.


"Ya kan kamu yang tarik aku, tadinya aku pikir siapa loh! Emang kamu gak bisa apa kalo mau meluk aku tuh pake cara yang lebih bagus??" ujar Laila memanyunkan bibirnya yang terlihat menggemaskan di mata Sadam.


"Iya maaf ya beb, abisnya aku malu kalo minta peluk sama kamu secara langsung.." ucap Sadam mempererat pelukannya pada Laila.


Yasmin yang sedang memesan makanan baru menyadari jika temannya yakni Laila tidak ada dibelakangnya, ia pun bingung mencari-cari keberadaan Laila.


"Loh ini orang kemana? Perasaan tadi dibelakang gue deh, waduh bahaya nih kalo dia sampe ilang!" ujar Yasmin melirik kesana-kemari.


Akhirnya Yasmin mendapati temannya sedang berada tidak jauh darinya, ya ia melihat Laila tengah berpelukan dengan Sadam.


Sementara itu, Laila masih menikmati pelukan dari Sadam yang memang cukup hangat baginya.


"Beb, kamu tuh lagi kenapa sih? Kok tumben peluk aku kayak begini banget??" tanya Laila heran.


"Gak tahu kenapa beb, tapi rasanya aku pengen banget jaga kamu supaya gak diambil orang! Aku gak mau kehilangan kamu sayang..!!" ucap Sadam.


"Kamu tenang aja beb, aku gak bakal kemana-mana kok! Kan aku cuma milik kamu seorang!" ucap Laila coba meyakinkan kekasihnya.


Akhirnya mereka terus berpelukan memberi kehangatan satu sama lain...


...•••...


Devano sampai di lokasi yang dikirimkan Rafi sebelumnya, ya tempat dimana Hamzah sang security berada sekarang.


Namun, Devano tampak kebingungan setelah melihat garis polisi berada menutupi rumah tersebut.


"Ini bener lokasinya sesuai di maps, tapi kok rumah ini di segel begini ya? Emangnya abis ada kejadian apa disini sampai kayak gini?" ujar Devano bertanya-tanya pada dirinya sendiri sambil juga melirik kesana-kemari mencari apakah ada orang disana yang bisa ia tanyakan.


Devano melihat seorang ibu-ibu tengah menjemur pakaian tak jauh dari rumah itu, ia pun menghampiri ibu tersebut untuk bertanya.


"Permisi Bu, saya kerabat pak Hamzah seorang security yang bekerja di sebuah gedung! Saya dapat kabar kalau dia baru pindah kesini, tapi kok itu di rumahnya ada garis polisi begitu ya Bu? Memangnya ada kejadian apa sebelumnya Bu??" tanya Devano pada ibu-ibu itu.

__ADS_1


Sang ibu meninggalkan dulu pakaian yang ingin dijemur, lalu ia berjalan mendekati Devano dengan wajah sedih.


"Jadi kamu kerabatnya pemilik rumah itu? Kamu belum tau ya kabar mengenai pak Hamzah sama anaknya??" ujar ibu itu.


"Belum Bu, saya memang sedang mencari pak Hamzah karena dia pindah gak bilang-bilang saya! Lalu apa yang terjadi sama pak Hamzah dan anaknya Bu??" tanya Devano.


Ibu itu diam sejenak seperti tak bisa membuka mulutnya, namun perlahan ia berusaha memberitahu pada pria di depannya tentang kejadian yang menimpa Hamzah & anaknya 3 hari lepas.


"Begini mas, 3 hari yang lalu warga menemukan pak Hamzah beserta anaknya tewas mengenaskan di dalam rumah itu! Mereka seperti dibunuh karena ada kapak yang menancap di leher Dinda anak pak Hamzah! Itulah mengapa ada garis polisi yang melintang di rumah itu mas.." jelas si ibu dengan nada pelan mungkin ia masih tidak tega pada pak Hamzah yang dibunuh secara tragis.


Devano reflek menutup mulutnya karena kaget, ia tak menyangka pak Hamzah ternyata sudah dibunuh lebih dulu oleh seseorang.


"Sial, gue terlambat datang kesini! Pasti orang yang nyuruh pak Hamzah udah antisipasi kedatangan gue dengan bunuh pak Hamzah supaya dia gak bisa buka mulut dan cerita ke gua..!!" gumam Devano.


...•••...


Shella baru saja selesai membuat pasta karena sebelumnya ia sangat ingin memakan itu, ia pun langsung duduk di sofa sambil menyetel tv dan memakan pasta buatannya.


"Ah akhirnya bisa juga aku makan pasta, pasti kamu seneng kan sayang karena ibu sekarang bisa makan pasta!" ucap Shella sambil mengelus perutnya.


Shella pun mulai menyantap pasta di piring itu dengan sangat lahap, ia tampak menikmati makanan itu karena memang sudah dari kemarin ia ingin memakan pasta sesuai keinginan anak dalam kandungannya.


Tiba-tiba terdengar bunyi bel dari luar pintu, Shella merasa kesal karena ia sedang enak memakan pasta.


"Ish siapa sih yang dateng itu? Gak tahu apa aku lagi enak makan pasti ini?? Ganggu aja sih!" ujar Shella cemberut lalu meletakkan piringnya di meja.


"Eh siapa tau itu mas Vano yang dateng, iya iya pasti mas Vano dateng buat jemput aku dan ajak pergi ke rumah mamah papah!" ujar Shella kemudian beranjak dari sofa dan berjalan ke arah pintu.


TING NONG TING NONG..


"Iya sebentar mas!" teriak Shella yang yakin sekali kalo orang itu adalah suaminya.


Shella pun membuka kunci pintunya dan lalu membuka pintu itu agar orang di luar bisa masuk.


"Kamu kok udah pulang aja sih mas?" ujar Shella saat membuka pintu, namun ia terkejut karena yang datang bukanlah suaminya melainkan seorang pria dengan topeng hitam menutupi wajahnya.


"Si-siapa kamu..??" tanya Shella gugup serta ketakutan.


Pria itu tak menjawab dan langsung maju mendekap tubuh Shella, dengan sekuat tenaga Shella berusaha melepaskan diri dari pria itu tapi gagal karena tenaganya kalah kuat.


Akhirnya pria itu membekap mulut Shella mengenakan sapu tangan yang telah dibaluri ramuan pembius orang.


"Eemmhh.. Eemmhh.." suara Shella yang bisa terdengar saat mulutnya dibekap oleh pria itu.


Shella masih berusaha melepaskan diri dengan memukul pria itu menggunakan tangannya, namun si pria berhasil menahan tangan Shella hingga ia tak bisa berkutik lagi.


Tak lama kemudian, Shella pun seketika pingsan karena ramuan pembius yang ada di sapu tangan itu.


Tentu saja pria itu membopong tubuh Shella dengan cepat dan membawanya keluar dari apartemen itu sambil mengendap-endap agar tidak ketahuan orang.


Ada sebuah kartu nama yang terjatuh ke lantai apartemen Devano itu, mungkin itulah identitas si penculik Shella.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2