
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 197
...•...
...•...
Adrian sangat geram pada apa yang sudah dilakukan gadis itu, ia coba memunguti sampah bekas sobekan berkas yang tadi... dengan tanpa ragu ia menangisi kertas-kertas kecil itu di hadapan Novi yang masih berdiri disana.
Novi memandangi tubuh Adrian yang kini tengah berlutut menangis sembari memeluk potongan-potongan kertas itu, ia tampak sedih sebenarnya melihat Adrian bersikap sampai seperti itu hanya karena ia merobek berkas yang ditandatangani Devano.
"Maafkan saya pak, tapi saya tidak bisa lagi melakukan apa yang anda mau! Saya sudah salah memihak selama ini, seharusnya saya tidak terbuai dengan uang yang anda janjikan dan mengorbankan kebaikan pak Devano! Saya akan membongkar semua kebusukan anda kepada pak Vano, jadi anda tidak akan bisa lagi merusak kebahagiaan pak Vano dan keluarganya...." ucap Novi terus menatap Adrian yang masih menangis disana.
Novi tak sadar kalau ucapan terakhirnya tadi akan membuat ia berada dalam masalah besar, bagaimanapun Adrian adalah pria nekat yang tak akan segan-segan untuk melukai siapapun yang berani macam-macam dengannya.
Benar saja, saat Novi selesai mengatakan kalimatnya... Adrian reflek menoleh dan menatap tajam ke arah Novi berdiri sekarang ini tanpa berkedip sedikitpun. Ia bangkit berdiri sejajar dengan Novi serta mendekati gadis itu sambil terus menatapnya dengan mata menyala yang membuat siapapun akan takut jika ditatap seperti itu olehnya.
"Kamu telah sangat berani mengkhianati saya Novi, kita lihat saja apa mungkin kamu akan bisa mengatakan semuanya kepada Devano? Atau justru kamu tidak akan bisa melihat matahari lagi besok, dengar Novi saya sudah memberi kamu kesempatan untuk mendapatkan jabatan tinggi dan uang yang banyak dengan bekerjasama sama saya! Tetapi kamu malah menyia-nyiakan kesempatan itu dan berkhianat dari saya, lihat saja Novi saya akan tunjukkan pada kamu siapa saya yang sebenarnya dan kamu akan menyesal karena telah merusak kepercayaan saya...." ucap Adrian berjalan perlahan mendekati Novi.
__ADS_1
Gadis itu nampak ketakutan bahkan seluruh tubuhnya bergetar dibuatnya, ia melangkah mundur menjauhi Adrian dengan kaki yang pincang. Nafasnya tak karuan karena ketakutan yang dialaminya saat ini, ia bingung harus apa sekarang dan bagaimana cara menghindari Adrian lalu pergi menemui Devano.
"Anda mau apa? Jangan pernah anda berani bermacam-macam dengan saya, asalkan anda tau saya bisa saja melaporkan anda ke polisi atas semua perbuatan yang sudah anda lakukan kepada pak Devano selama ini! Jika anda berani mendekat, maka saya bisa teriak dan anda akan dikeroyok warga disini! Menjauh lah pak Adrian, jangan dekati saya!" ucap Novi mencoba untuk menakut-nakuti Adrian agar tak jadi mendekati dirinya.
Namun itu semua sia-sia saja, Adrian sama sekali tak menggubris perkataan Novi dan terus melangkahkan kakinya secara perlahan mendekati Novi... ia malah menyunggingkan senyum ke arah Novi yang membuat gadis itu makin ketakutan serta deg-degan.
"Kamu pikir saya bisa takut dengan ancaman murahan seperti itu Novi? Anda salah karena telah bermain-main dengan saya, Adrian Bagaskara cucu dari Mr. Frederick Bagaskara yang disegani banyak orang baik di negeri ini ataupun di luar sana...." ucap Adrian tersenyum ala psikopat menatap wajah Novi yang ketakutan.
Adrian semakin mempercepat langkahnya, melihat Novi sangat ketakutan membuat ia makin percaya diri untuk mendekati gadis itu.
"Saya akan bikin kamu menyesal karena telah berkhianat dari saya, ingat Novi mungkin ini adalah terakhir kalinya kamu bisa menapakkan kaki kamu di luar... karena setelah ini saya pastikan kamu akan selalu mendekam di dalam sebuah tempat yang sepi, sunyi dan tidak ada siapapun yang bisa menyelamatkan kamu! Kemarilah Novi, ikut dengan saya dan kita akan bersenang-senang disana!" ucap Adrian mengulurkan tangannya ke arah Novi.
Gadis itu menggelengkan kepalanya ketakutan terus melangkah mundur hingga akhirnya ia tersandung batu dan terjatuh ke tanah, namun ia tak menyerah untuk kabur dari kejaran Adrian dengan cara ngesot di tanah.
"Jangan mendekat pak! Pergi!" teriak Novi coba mengusir Adrian agar tak lagi mengejarnya.
Jeb...
Dengan sekali gerakan Adrian berhasil mendekap tubuh Novi, gadis itu berusaha meronta-ronta sambil berteriak kencang meminta tolong pada orang disana. Taman itu memang terlihat sepi dan tak ada orang maupun petugas yang berjaga sama sekali, membuat Adrian merasa santai dan kemudian baru membekap mulutnya.
"Mmpphhh...." hanya suara seperti itu sekarang yang bisa terdengar dari mulut Novi, karena tangan Adrian sudah menutup mulutnya.
Adrian pun membawa Novi ke dalam mobilnya, ia melakukan itu dengan cepat dan sigap sebelum ada orang yang mengetahuinya dan nanti ia bisa berada dalam bahaya.
...•••...
__ADS_1
Disisi lain, Rafi datang menemui Femila di tempat ia disekap sesuai dengan perintah dari Adrian tadi. Tampak gadis itu baru selesai merapihkan kondisi tubuhnya sehabis bermain dengan Adrian tadi, Rafi yang melihatnya langsung tersenyum kemudian menutup pintu rapat-rapat dan menguncinya.
Femila juga membalas senyuman dari Rafi seakan memberi kode kalau ia senang pria itu datang menemuinya disana, tentu ia sangat berharap pada Rafi untuk bisa membebaskan ia dari kurungan Adrian yang kejam.
"Akhirnya kamu datang lagi sayang, aku kangen loh main sama kamu... yuk aku siap kalau kamu mau main lagi!" ucap Femila menggoda Rafi dengan mengedipkan matanya.
"Gak Femila, gak disini maksud aku! Kita harus keluar dulu dari sini supaya aku bisa bebas miliki kamu tanpa takut ketahuan Adrian, aku akan bawa kamu ke tempat yang aman dan jauh dari Adrian! Apa kamu mau sayang?" ucap Rafi sambil duduk di samping Femila dan mengusap wajah mulus gadis itu.
"Ya jelas aku mau dong, aku lebih suka sama kamu dibanding Adrian yang kasar itu! Aku rela kok kamu mau bawa aku kemanapun, bahkan aku juga rela tubuhku ini dimiliki sama kamu!" ucap Femila tersenyum manis.
"Bagus sayang, yaudah aku bawa kamu sekarang pergi dari sini!" ucap Rafi kemudian menggandeng tangan Femila.
Tampak Femila sangat senang karena akhirnya berhasil membuat Rafi mau membawanya pergi dari tempat terkutuk itu.
"Yes! Akhirnya rencana gue berhasil, gampang juga bikin Rafi jadi jatuh hati sama tubuh gue! Dengan begini gue bisa menjauh dari Adrian dan tentunya kembali menemui Yoga!" gumam Femila menyunggingkan senyum.
Rafi pun membawa Femila keluar dari rumah kosong itu, cukup banyak pengawal yang mencegahnya dan menanyakan hendak pergi kemana. Namun, Rafi berhasil mengatasinya dan dengan aman memasukkan gadis itu ke dalam mobilnya.
Saat di dalam mobil, Femila terus menatap Rafi sambil tersenyum dan memberikan sentuhan-sentuhan nakal ke tubuh pria itu termasuk bagian vitalnya yang masih terhalang celana jeans hitam.
"Jangan sekarang sayang!" ucap Rafi mencengkeram tangan Femila yang mengelus bagian vitalnya lalu menjauhkannya.
"Gapapa sayang, kamu fokus nyetir aja biar aku yang mainin burung kamu itu..." ucap Femila menggoda Rafi.
Rafi pun mengiyakan kemauan Femila, maka gadis itu dengan cepat membuka resleting celana Rafi dan melepas celana pendeknya lalu mulai menggenggam venis milik Rafi dan mengocoknya secara perlahan.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...