
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 340
...•...
...•...
Keesokan paginya, Devano bangun dari tidurnya dan melihat Shella tengah duduk terdiam di sampingnya sembari menangis sesenggukan.
Tentu Devano merasa bersalah telah membuat hati istrinya terluka dengan perkataannya semalam.
Devano sangat menyesal sudah mengatakan itu, seharusnya memang ia tidak pernah berbicara seperti itu, apalagi istrinya sedang hamil dan sangat sensitif dengan kata-kata yang begitu.
Devano pun bangkit lalu coba mendekati Shella.
Devano memegang dua pundak Shella dari belakang.
"Sayang..."
"Good morning ya, cantiknya aku!" ucap Devano tersenyum sembari mengendus leher Shella dari samping dan merapatkan tubuhnya.
Shella hanya diam tak berbicara.
"Honey, aku minta maaf ya? Aku tau perkataan aku semalam itu salah dan menyakiti hati kamu, tapi tolong kamu jangan marah sama aku! Aku gak mau lihat kamu sedih begini terus, honey!" ucap Devano.
Shella masih saja menangis tanpa menghiraukan keberadaan Devano di sampingnya.
Cupp..
Devano mengecup pundak Shella yang masih tertutupi piyama itu kemudian beralih juga menggigit sedikit ceruk leher istrinya itu sembari menyingkirkan rambut Shella yang dianggap sebagai pengganggu.
"Aku sayang kamu!" ucap Devano berdesis di telinga Shella membuat tubuh istrinya itu bergetar.
Devano kini melingkarkan tangannya pada leher Shella sambil terus menyesap aroma tubuh istrinya yang sangat membuatnya tergugah itu.
Devano terus berusaha menggoda Shella dengan bernafas pada lehernya, lalu sedikit menjilat ceruk leher Shella dan menggigitnya kembali.
Tampak Shella mulai terbawa alur permainan suaminya, ia meremass sprei dan memejamkan mata sambil menggigit bibir bawahnya.
"Kamu suka?" tanya Devano menggodanya.
Tentu saja Shella langsung sadar dan menyingkirkan tangan Devano dari tubuhnya, ia juga mendorong kepala suaminya lalu menjauh dari tubuh sang suami masih dengan tangis yang menggenang.
Devano merasa kecewa karena Shella justru menghindar dan tampak masih marah padanya.
__ADS_1
"Honey, ayolah jangan marah!" ucap Devano berusaha membujuk istrinya dengan cara memegang dua tangan sang istri itu.
"Mas, kamu jangan sentuh aku dulu! Aku tuh masih belum mau disentuh sama kamu lagi, karena aku merasa kalau aku cuma ngerepotin kamu aja! Harusnya aku tuh gak ada disini sekarang, mungkin lebih baik kalau aku tinggal sama ibu!" ucap Shella.
"Hah? Apa sih, honey? Jangan begitu dong, hey! Kamu jangan main kabur-kaburan begitu! Aku gak suka ya kalau kamu kayak gitu, katanya kamu mau jadi istri penurut?" ujar Devano.
"Ini kan kemauan kamu, mas! Supaya kamu bisa bebas dan gak harus ngurus aku!" ucap Shella.
"Hey, iya iya aku salah! Sekarang aku minta maaf ya? Kamu jangan marah lagi dong! Aku mohon sama kamu, maafin aku!" ucap Devano terus memohon di hadapan istrinya.
Shella justru membuang muka.
"Hadeh, gimana lagi ya ini? Dibujuk pake godaan bercinta gagal, biasanya kan berhasil!" gumam Devano di dalam hatinya.
Shella melepaskan tangannya dari genggaman Devano, lalu kembali merebahkan tubuh di ranjang.
"Honey, kamu kok tidur lagi? Emang kamu gak mau turun ke bawah bareng aku? Yuk lah kita ke kamar mandi, cuci muka dulu! Kamu jangan begini dong, honey! Aku gak bisa kalo dicuekin sama kamu!" ucap Devano membujuk istrinya.
Shella hanya diam tak merespon.
Akhirnya Devano pasrah karena Shella tak kunjung mau berbicara dengannya, ia pun membiarkan istrinya kembali beristirahat disana.
Devano bangkit kemudian menyelimuti Shella agar istrinya itu tidak kedinginan.
Barulah Devano pergi masuk ke dalam kamar mandi dengan perasaan gundah gulana, ia masih sangat merasa bersalah pada istrinya tersebut.
Setelah Devano masuk ke kamar mandi, Shella berbalik badan memandang pintu toilet.
•
•
Setelah selesai mandi dan bersiap berangkat ke kantor, kini Devano masih mencoba kembali untuk membujuk istrinya yang tengah tertidur memunggungi dirinya.
"Honey..."
Devano menyentuh perlahan pinggang istrinya lalu mendekat ke area leher sang istri.
Cupp...
Devano memberi kecupan manis pada ceruk leher Shella dan kemudian beralih pada kening sang istri.
"Aku berangkat ke kantor dulu, ya?" ucapnya.
Tak ada respon apa-apa dari Shella, ia masih berpura-pura tertidur dan menutup matanya.
Devano tampak kecewa, ia pun menggerakkan tangannya untuk mengusap bagian perut Shella.
"Sayang, papa ke kantor ya? Kamu baik-baik disini, jangan bikin mama kecapekan oke? Nanti papa bakal balik lagi kesini buat jengukin kamu dan bicara sama kamu lagi deh!" ucap Devano mendekatkan wajahnya pada perut Shella lalu berbicara dengan calon bayinya di dalam sana.
Cupp...
__ADS_1
Devano juga mengecup perut sang istri dari samping karena memang sekarang posisi tidur Shella adalah menyamping.
Setelahnya, Devano pun menjauh dan bangkit untuk segera keluar dari kamarnya itu.
Devano masih terus menatap tubuh sang istri sambil berdiri, ia merasa tidak tega meninggalkan istrinya sendirian disana.
"Aku tau kamu pasti denger, semoga kamu bisa cepat maafin aku ya!" batin Devano.
Ceklek...
Devano membuka pintu lalu keluar dari kamarnya, tak lupa ia juga kembali menutup pintunya dengan perlahan dari luar.
Setelah kepergian suaminya, kini Shella kembali membuka matanya dan terus memandangi pintu kamar yang sudah tertutup itu.
"Mas, hati-hati ya!" gumamnya tersenyum sembari mengusap perutnya.
Tampaknya Shella cukup senang dengan perlakuan Devano tadi, ia senang karena Devano mau berbicara dengan calon bayinya walau ia tengah marah kepada suaminya tersebut.
❤️
Devano sudah berada di bawah dan terus berjalan menuju meja makan dengan lesu tak ada gairah sedikitpun, ya Devano memang sulit menjalani hidup jika Shella istrinya itu sedang ngambek.
Silvi dan Tama yang ada di meja makan tampak kebingungan melihat putra mereka seperti sedang ada masalah itu.
Akhirnya mereka coba untuk bertanya langsung pada Devano setelah pria tersebut duduk di meja makan bersama mereka, ya Devano masih tetap lesu seperti sebelumnya.
"Vano, kamu kenapa?" tanya Tama heran.
"Iya Vano, apa ada masalah di kantor kamu?" timpal Silvi sembari memotong daging di piringnya.
"Enggak kok mah, pah." jawab Devano singkat.
"Loh terus kenapa kamu kayak lesu begitu? Apa kamu lemes karena belum makan? Kalo gitu yaudah buruan dimakan dong sarapannya!" ujar Silvi.
"Iya mah, tapi kayaknya percuma deh!" ucap Devano dengan suara yang lemas.
"Hah? Percuma gimana maksud kamu? Masa iya kamu sarapan dibilang percuma? Nih ya Vano, sarapan itu penting buat membantu meningkatkan imunitas tubuh kita!" ucap Silvi.
"Iya tuh, kamu gimana sih?" sahut Tama.
"Bukan begitu mah, pah! Tapi, percuma aja aku makan sebanyak apapun! Karena aku bakalan tetep lesu begini," ucap Devano.
"Emang ada apa sih?" tanya Silvi penasaran.
"Shella marah sama aku, mah." jawab Devano sambil tertunduk lesu.
"Apa??"
Silvi dan Tama kompak terkejut ketika mendengar perkataan putra mereka.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...