
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 289
...•...
...•...
Shella & Devano sudah kembali pulang setelah menghabiskan waktu bersama diluar, mereka kini tampak lebih ceria dari sebelumnya dan sedikit bisa melupakan kepergian Laila walau masih ada sebilah kesedihan di hati mereka.
Devano langsung membawa istrinya ke kamar dan mereka pun duduk berdampingan di pinggir ranjang tanpa jarak, ya Shella bersandar pada bahu suaminya sementara Devano terus mengusap lembut wajah sang istri sembari memberi kecupan pada kening Shella serta membelai rambutnya.
Disaat mereka tengah asyik menikmati momen berdua itu, tiba-tiba saja Shella merasa mual seperti ingin muntah hingga membuat ia terpaksa mengangkat kepalanya dari bahu sang suami lalu bergegas pergi ke kamar mandi.
"Hueekkk... huweekk..."
Devano mendengar jelas suara itu dari dalam kamar mandi, ia khawatir pada istrinya karena sepertinya Shella terkena penyakit mungkin akibat begadang semalaman karena mengurus pengajian untuk Laila adiknya yang telah pergi selamanya.
"Duh, Shella kenapa ya? Sampai muntah-muntah begitu, semoga aja dia gak kenapa-napa!" gumam Devano merasa panik.
Pria itu kini berdiri di depan pintu kamar mandi menanti istrinya keluar dari dalam sana, ia terus mendengar suara Shella muntah-muntah di dalam dan semakin merasa cemas serta khawatir pada istrinya tersebut.
TOK TOK TOK...
Karena sangat khawatir dan penasaran sekali, Devano pun terpaksa mengetuk pintu kamar mandi untuk memastikan kondisi istrinya baik-baik saja dan tidak kenapa-napa, sebagai seorang suami tentu ia tak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada istrinya.
"Honey, kamu kenapa? Aku masuk, ya?" ujar Devano.
Baru saja Devano hendak membuka pintu dan masuk ke dalam menyusul istrinya, tiba-tiba pintu itu sudah terbuka lebih dulu karena Shella sepertinya telah selesai muntahnya dan kembali ke hadapan suaminya saat ini.
Ceklek...
Begitu pintu terbuka, Devano langsung tampak cemas dan reflek memegang wajah sang istri yang tampak pucat dengan kedua tangannya, ia benar-benar khawatir apalagi Shella sepertinya sangat lemas saat ini.
"Ya ampun, honey! Kamu kok jadi pucet banget kayak gini? Kamu kenapa, honey?" ujar Devano sangat cemas dan panik pada Shella.
"Aku gapapa kok, mas! Ini gak tahu kenapa tiba-tiba perut aku mual banget, terus kepalaku juga kerasa pusing sama lemes banget..." jawab Shella dengan suara yang terdengar lemas.
__ADS_1
"Yaudah, kamu istirahat ya! Ini pasti gara-gara kamu begadang dua malam dan cuma makan sedikit, yuk aku anter kamu ke ranjang!" ucap Devano.
Devano pun menuntun istrinya berjalan ke ranjang karena ia tak mungkin membiarkan Shella jalan seorang diri dalam kondisi seperti ini, namun lagi-lagi Shella merasa mual dan ingin muntah sehingga ia pun kembali masuk ke dalam kamar mandi.
Devano semakin cemas pada istrinya yang sudah dua kali bolak-balik ke kamar mandi, akhirnya ia memilih ikut masuk ke dalam sana menyusul istrinya untuk memastikan bahwa istrinya itu baik-baik saja dan juga untuk berjaga-jaga kalau Shella membutuhkan sesuatu.
"Huweekk...."
Terlihat Shella tengah membungkuk di wastafel memuntahkan cairan dari dalam mulutnya berkali-kali, Devano yang melihatnya tampak cemas sekaligus merasa kasihan dan tidak tega karena istrinya sampai seperti itu.
"Apa yang harus saya lakuin?" gumam Devano.
Setelah selesai muntah, Shella membasuh wajahnya dengan air dari keran wastafel dan menatap Devano melalui cermin yang ada disana.
"Mas, kamu kok masuk?" tanya Shella.
"Aku khawatir sama kamu, honey! Abisnya kamu sampe kayak gitu muntahnya, kita ke dokter aja ya? Aku takut kamu sakit atau kenapa-napa, mau ya?" ucap Devano.
"Gausah mas, aku kayaknya cuma butuh istirahat!" ucap Shella menolak.
"Yaudah, kamu istirahat aja dulu! Aku mau ambil minyak gosok buat bantu obatin kamu, supaya kamu gak mual-mual lagi..." ucap Devano.
Shella mengangguk pelan lalu mulai berjalan secara perlahan keluar dari kamar mandi, Devano pun bergerak cepat membantu istrinya agar Shella tidak terjatuh atau yang lain-lainnya yang tidak diinginkan oleh Devano.
"Aku ke bawah dulu, ya?" ucap Devano.
"Iya mas..."
Cupp...
Devano mengecup kening sang istri dengan lembut lalu mengusap bekas kecupannya itu, ia pun segera bangkit dan berjalan keluar kamar untuk mengambil minyak gosok yang akan ia gunakan sebagai obat supaya Shella tidak mual kembali.
Sementara Shella tetap disana menahan rasa pusing serta mual yang cukup menyiksa, ia berusaha menutup matanya tetapi selalu gagal dan malah terbuka kembali sehingga ia tampak gusar kebingungan harus melakukan apa.
•
•
Devano kini berkutat di dapur mencari minyak gosok untuk mengobati Shella, akan tetapi ia kesulitan menemukan itu karena ia memang jarang memakai minyak tersebut selama ini.
Intan yang kebetulan lewat merasa heran mengapa majikannya mengotak-atik peralatan dapur, ia pun bergerak menghampiri Devano untuk menanyakan langsung sekaligus memberi bantuan pada majikannya itu.
"Permisi, pak Vano!" ucap Intan.
__ADS_1
Devano pun menoleh begitu namanya disebut dan cukup gembira melihat Intan disana, ia langsung meminta Intan untuk mencarikan minyak gosok yang sedang ia cari sedari tadi.
"Nah untung kamu datang, Intan!" ujar Devano.
"Emangnya kenapa ya, pak?" tanya Intan heran.
"Ini saya lagi cari minyak gosok buat istri saya, tapi daritadi gak ketemu-ketemu! Disimpan dimana sih, Intan?" jawab Devano.
"Ohh, sebentar pak biar saya ambilin!" ucap Intan.
"Iya iya, cepetan ya! Saya tunggu di depan," ucap Devano.
Devano langsung pergi dari sana menunggu Intan yang akan mencarikan minyak gosok untuknya, ia terus cemas pada kondisi istrinya sembari menggigit jarinya karena sangking cemasnya.
Intan pun bergerak mengambilkan barang yang dicari oleh majikannya, namun Yuni juga datang kesana bertanya pada Intan apa yang sedang dicari oleh wanita tersebut disana.
"Intan, kamu cari apa?" tanya Yuni penasaran.
"Ini mbak, pak Vano minta dicariin minyak gosok!" jawab Intan menoleh sekilas ke arah Yuni.
"Ohh, bukan disitu dong Intan!" ujar Yuni.
"Hah? Terus dimana, mbak?" tanya Intan.
"Sebentar..."
Rupanya Intan salah menggeledah tempat, karena minyak gosok yang diminta Devano bukan berada disana, Yuni pun segera mengambilnya di tempat lain dan berhasil menemukan minyak gosok itu.
"Nah ini minyaknya, Intan..." ucap Yuni menyerahkan itu pada Intan.
"Makasih, mbak!" ucap Intan tersenyum.
"Emangnya buat apa sih pak Devano minta minyak gosok ini?" tanya Yuni penasaran.
"Katanya sih buat Bu Shella, mbak!" jawab Intan.
"Ohh, yaudah langsung kasih gih ke pak Devano!" ucap Yuni.
"Iya, mbak..."
Intan pun pergi membawa minyak gosok tersebut untuk diberikan pada Devano yang menunggu di sofa ruang tamu.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...