Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Jatuh


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 161


...•...


...•...


"Vanya...." ucap Devano secara tiba-tiba.


"Ya?"


"Kenapa kamu dulu tinggalin aku...??"


"...."


Vanya mendadak terdiam tak bisa berkata-kata, ia memalingkan wajahnya dari pria yang saat ini tengah menunggu jawabannya.


Vanya benar-benar diambang kebingungan kala itu, ia bingung apakah harus mengatakan yang sejujurnya atau tidak kepada Devano.


"Sekarang kan kita udah bukan siapa-siapa, kamu juga udah punya istri kan? Jadi sebaiknya kita gausah ungkit-ungkit masa lalu lagi, yang lalu biarlah berlalu cukup dikenang saja dan jangan diulang kembali....!!" ucap Vanya.


"Ya aku tau itu dan aku juga cinta sama istri aku, jadi aku gak mungkin tinggalin dia demi masa lalu aku yang menyakitkan itu! Aku cuma mau tau aja alasan kenapa kamu pergi tinggalin aku waktu itu, karena sejak saat itu aku gak pernah bisa lagi hubungin kamu! Ada apa sebenarnya....??" ucap Devano terus mencecar Vanya dengan pertanyaan yang sama agar wanita itu mau jujur dengannya.


Lagi-lagi Vanya diam membisu seperti tak bisa berkata apa-apa saat itu, sementara Devano masih terus saja memandangi dirinya seolah memaksa agar Vanya mau menjawabnya.


"Kenapa diem aja, emangnya susah ya buat jujur sama aku? Santai aja kali aku gak bakal marah atau benci kok sama kamu, karena ini semua udah lewat dan aku cuma ingin tau aja!" ucap Devano.

__ADS_1


"Eee... waktu itu aku belum siap aja buat menikah sama kamu Dev, makanya aku terpaksa pergi tinggalin kamu dan gak pernah hubungi kamu lagi! Selain itu, aku juga takut kamu gak bisa terima kekurangan aku...!!" ucap Vanya masih belum berbicara jujur pada Devano, untuk mengungkapkan itu saja ia harus menarik nafas dalam-dalam sambil menundukkan kepalanya.


"Kekurangan apa? Gimana aku bisa terima kalau kamu aja gak pernah cerita sama aku soal kekurangan kamu itu, lagian apalah itu alasan kamu tuh gak logis banget tau gak? Kamu pergi tinggalin aku cuma karena kamu belum siap buat nikah sama aku, iya serius beneran cuma gara-gara itu aja? Gak mungkin!" ujar Devano tampak tidak mempercayai perkataan Vanya yang memang sebuah kebohongan itu.


"Emang nyatanya seperti itu Vano, aku belum siap jadi istri kamu karena aku ngerasa kalau kekurangan aku ini sangat sulit untuk bisa diterima oleh pria siapapun yang ada di dunia ini! Terserah kamu mau percaya atau enggak, tapi intinya aku udah jujur sama kamu! Sekarang tolong kamu jangan ungkit soal itu lagi, karena mengingatnya bikin aku sakit hati!" ucap Vanya yang matanya kini mulai berlinang air mata, ia seperti tidak suka kalau harus dipaksa membicarakan itu lagi.


Akhirnya Devano pun terdiam melihat wanita disampingnya menangis, ia tidak lagi memaksa Vanya untuk menjawab dengan jujur pertanyaan darinya.


Malah Devano berusaha menenangkan gadis itu agar berhenti menangis dengan cara memeluknya walau terlihat ia sangat ragu-ragu dalam melakukan itu.


"Udah udah Vanya, jangan nangis ya! Aku gak mau ada orang yang lihat terus mereka punya pikiran yang enggak-enggak ke aku nanti, hapus air mata kamu ya! Aku gak akan paksa kamu lagi kok buat cerita, sekarang aku juga mulai belajar lupain itu semua...!!" ucap Devano sambil perlahan-lahan merangkul pundak gadis itu dan mendekatkan tubuhnya ke dalam pelukannya serta tak lupa ia berusaha menghapus air mata di wajah Vanya.


Cekrek... tanpa mereka sadari, rupanya ada seseorang di balik pohon yang tengah memfoto momen sakral itu melalui ponselnya.


"Hahaha, pasti si bos seneng nih kalo gue dapet foto yang berharga ini! Langsung gue kirim aja dah ah ke nomer si bos..." gumamnya.


Kemudian pria itu langsung mengirimkan foto yang ia dapat barusan ke sebuah nomor, ia menamakan nomor itu dengan bos.


...•••...


Disisi lain, Adrian tengah dalam perjalanan pulang dengan mobilnya... ia masih tampak memikirkan kejadian yang dialaminya di cafe tadi saat ia bertemu dengan pelayan yang sepertinya tak asing di ingatannya.


Adrian menggigit jari telunjuknya sendiri sambil terus fokus menyetir, sepertinya memang Adrian tak bisa melupakan kejadian tadi.


"Semuanya seperti mimpi, bagaimana mungkin wanita yang udah gue tinggalin 6 tahun lalu bisa muncul lagi disini...?? Aduh bisa gawat nih, jangan sampe dia datang dan ngerusak semua rencana yang udah gue buat...." gumam Adrian.


Tak lama kemudian, handphone berbunyi menandakan ada pesan masuk... Adrian pun menyempatkan waktu untuk membaca isi pesan itu sambil tetap fokus menyetir.


Rupanya ada seseorang yang mengirim foto ke handphone miliknya itu, saat Adrian membuka foto tersebut ia langsung tersenyum seakan-akan puas saat melihatnya.


"Hahaha, baguslah gak sia-sia gue suruh orang buat mata-matain Devano... sekarang tinggal gue pake foto ini buat tekan dia, sebentar lagi semua rencana gue akan berhasil!" gumam Adrian sambil menyunggingkan senyum.


Ia meletakkan kembali ponselnya di dashboard mobilnya lalu melanjutkan lamunannya yang sempat tertunda tadi karena pesan masuk tersebut.

__ADS_1


...•••...


Sementara itu, tampak Shella tengah merias dirinya di depan cermin tempat meja riasnya berada... ia benar-benar ingin membuat Devano alias suaminya merasa bangga memilih istri seperti dirinya, ya sudah tentu Shella berdandan karena Devano akan mengajaknya ke sebuah acara peresmian gedung kliennya malam nanti.


Namun, tiba-tiba saja Shella tak sengaja menyenggol kotak bedaknya hingga jatuh dan tumpah di atas lantai.


Entah mengapa saat ini perasaan Shella tidak karuan, ia langsung memikirkan suaminya yang masih belum kembali untuk menjemputnya.


Tapi Shella tidak mau ambil pusing akan itu, ia terus mencoba berpikir positif dan membersihkan bekas bedak yang terjatuh.


"Semoga mas Vano gak kenapa-napa deh, tapi aku kok gak tenang banget begini ya? Rasanya aku pengen telpon mas Vano, tapi sebelumnya dia udah wanti-wanti aku supaya gak telpon dia dulu... duh jadi bingung kan aku!" gumam Shella.


Akhirnya wanita itu lanjut saja merias dirinya di depan cermin walau sudah terlihat sangat cantik dan mempesona, ia selalu merasa kurang memang karena tak ingin tampil mengecewakan di acara suaminya nanti.


Tiba-tiba saja handphonenya berdering dan terpampang nama Laila di layar handphone itu, Shella pun langsung mengangkatnya tanpa basa-basi karena itu adalah telpon dari adik iparnya.


📞"Halo Laila, kenapa?" tanya Shella.


📞"Ini Sel, tolongin gue dong! Barusan ojek yang gue tumpangin jatuh, terus sekarang kaki gue luka susah buat jalan... gue udah coba telpon kak Vano berkali-kali tapi hp nya mati!" jelas Laila.


📞"Hah? Ya ampun Laila kok bisa sih? Yaudah gini aja sekarang lu shareloc dimana lu sekarang biar gue kesana jemput lu oke!" ucap Shella panik.


📞"Iya oke Sel, makasih ya...!!" ucap Laila.


Laila langsung menutup telponnya dan mengirim lokasinya saat ini ke handphone Shella, sementara Shella langsung panik dan berlari keluar kamar dengan tergesa-gesa.


Saking paniknya Shella sampai tak memperhatikan pakaian yang ia kenakan, ya karena gaunnya cukup panjang akhirnya Shella tak sengaja menginjak bagian bawah gaunnya sendiri.


Benar saja Shella pun tersandung dan jatuh guling-guling dari tangga....


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2