Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Kejaran polisi


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 213


...•...


...•...


Para polisi itu masuk ke dalam rumah Adrian lalu menemui Frederick yang kebetulan hendak keluar mengejar cucunya tersebut, Frederick pun langsung terkejut karena banyak polisi datang ke rumahnya.


"Loh, ada apa ini pak?" tanya Frederick bingung.


"Kami dari kepolisian ingin menangkap dan membawa saudara Adrian ke kantor, karena menurut keterangan yang kami dapat beliau sudah melakukan kesalahan berat dengan menjadi dalang pembunuhan beberapa waktu lalu!" jelas polisi itu.


"Jadi benar kalau cucu saya itu membunuh orang?" tanya Frederick lagi tidak percaya.


"Iya benar, pak!" jawab polisi itu.


"Eee lalu dimana saudara Adrian sekarang berada? Kami harus segera menemuinya untuk menjalani proses penyelidikan lebih lanjut, pak!" sambungnya.


"Maaf, pak! Tapi baru saja cucu saya itu pergi dari rumah, memang dia tadi sempat berada disini tapi tidak lama lalu pergi kembali! Memangnya kalian tidak berpapasan dengan dia? Adrian baru saja pergi loh pak, mungkin belum ada 10 menit yang lalu!" ucap Frederick.


"Tidak, pak! Kami tidak bertemu dengan saudara Adrian sedari tadi saat kami di depan pagar, apa mungkin beliau masih ada dan bersembunyi di dalam rumah?" ucap polisi itu.


"Gak mungkin, pak! Tadi saya lihat sendiri dia berlari keluar karena panik sudah menjadi buronan polisi, dia hendak kabur dari sini tapi saya tidak tau kemana! Tubuh saya di dorong olehnya sampai terjatuh, lalu saya kesulitan untuk bangun sehingga tidak berhasil menahan dia pergi!" ucap Frederick.


Brukkk...


Tiba-tiba saja terdengar suara dari arah samping rumah tersebut, sontak mereka semua langsung reflek menoleh mencari asal suara itu.


"Apa itu, pak?" ujar polisi.


"Tidak tahu, komandan! Tapi, sepertinya suara itu berasal dari arah sana!" ucap polisi lainnya.


"Baiklah, mari kita cek kesana!" ucap komandan polisi memerintahkan anak buahnya mengecek asal suara tadi yang cukup mencurigakan.

__ADS_1


"Saya ikut, pak!" ucap Frederick.


Mereka pun berjalan menuju arah samping rumah untuk memastikan ada apakah disana, Frederick memang cukup kesulitan berjalan karena kakinya saat ini sedikit pincang sehingga ia tertinggal oleh para polisi yang sudah lebih dulu berjalan itu.


Sesampainya di samping rumah, mereka tak menemukan apa-apa disana. Namun, para polisi itu terus celingak-celinguk ke sekeliling mencari sesuatu yang dianggap mencurigakan.


"Tidak ada apa-apa, komandan!" ucap polisi itu.


"Cari terus!" ujar komandan polisi.


Sementara Adrian yang terjatuh tadi masih meringis kesakitan memegangi pinggangnya, ia merasakan sakit yang amat sangat karena jatuh dari ketinggian dengan posisi pinggang sebagai tumpuan.


"Awhh, aduh duh duh... sakit banget lagi pinggang gue! Rasanya udah kayak patah, aakkhh gila!" rintih Adrian kesakitan memegangi pinggangnya.


Tiba-tiba ia mendengar suara polisi tengah berbicara dari balik tembok itu, sontak Adrian langsung menutup mulutnya dan merasa panik sekali.


"Waduh gawat! Gue harus cepet-cepet pergi dari sini sebelum mereka temuin gue!" batin Adrian.


Akhirnya Adrian memaksa pergi walau dengan kondisi pinggangnya yang sakit, ya ia pun harus berjalan sambil memegangi pinggangnya itu. Saat di jalan ia menghubungi seseorang yang mungkin anak buahnya untuk meminta pertolongan.


📞"Halo, tolong lu jemput gue sekarang juga! Nanti gue share lokasinya ke hp lu!" ucap Adrian ngos-ngosan.


📞"Baik, bos!"


Sedangkan polisi-polisi tersebut masih mencari-cari keberadaan Adrian disana, mereka belum menemukan petunjuk apapun. Sampai akhirnya, seorang polisi melihat tangga bersandar di dinding samping itu dan langsung melapor pada yang lainnya mengenai kecurigaan itu.


"Lapor, komandan! Saya menemukan ada tangga berdiri di dekat tembok sebelah sana, kemungkinan saudara Adrian kabur menggunakan tangga tersebut!" ucap polisi itu.


"Ayo kita cek kesana!" ucap komandan.


Mereka pun menuju lokasi tempat tangga itu berdiri dan benar saja tangga itu memang masih berada disana karena Adrian tak mungkin membenarkannya kembali, polisi-polisi itu pun langsung berusaha mengejar Adrian dengan menaiki tangga tersebut.


"Semuanya, naik!" perintah komandan.


"Tuan Frederick, anda sebaiknya menunggu disini saja biar kami yang melakukan tugas ini!" sambungnya menahan Frederick yang ingin ikut.


"Baiklah, pak! Saya doakan kalian berhasil menemukan dan menangkap cucu sialan itu!" ucap Frederick tampak sangat kesal.


"Iya pak, saya permisi!" ucap komandan.


"Silahkan!"

__ADS_1


Komandan itu pun ikut menaiki tangga menyusul yang lainnya, akhirnya mereka turun secara hati-hati agar tak terjatuh seperti Adrian tadi. Dengan cepat mereka langsung menyusuri kebun itu mencari Adrian yang kemungkinan belum jauh dari sana.


"Pak Adrian, keluarlah pak!" teriak mereka.


Adrian yang mendengar itu jadi semakin panik, ia mempercepat langkahnya walau dengan resiko sakit pinggangnya semakin menjadi-jadi.


"Aargghh sial! Ini semua gara-gara Bimo sialan itu, gue jadi dikejar-kejar sama polisi udah kayak buronan kelas kakap aja!" umpat Adrian kesal.


"Pak Adrian, jangan kabur pak!" teriakan para polisi tersebut makin terdengar jelas di telinga Adrian.


Tentu saja Adrian jadi semakin panik dan berjalan tak karuan, ia sangat hafal jalan di daerah tersebut karena memang sudah sering melewatinya. Adrian memutar lewat dalam kebun yang rindang itu dan nantinya akan tembus ke jalan lain.


"Gue yakin, polisi-polisi bodoh itu gak akan bisa temuin gue karena mereka gak tau kalau ada jalan disini!" batin Adrian merasa senang.


Ya Adrian turun ke kebun bawah dengan berhati-hati karena rumputnya licin sehabis hujan, setelah itu ia langsung lanjut berlari ke arah jalan yang sudah terlihat jelas dari pandangannya.


Sementara pada polisi masih kelimpungan mencari Adrian karena tak ada jejak sama sekali, akhirnya sang komandan memutuskan untuk pergi berpencar agar lebih mudah mencari keberadaan Adrian.


"Kita berpencar, saya yakin pak Adrian belum jauh dari sini karena beliau habis terjatuh tadi!" ucap komandan.


"Siap, komandan!" ucap mereka secara bersamaan.


Polisi-polisi itu pun mulai berpencar mencari Adrian ke segala sudut kebun tersebut, untungnya ada 2 orang polisi yang kepikiran untuk turun ke kebun bawah karena mereka punya firasat kalau Adrian melewati jalan itu.


Adrian kini sudah sampai di jalanan aspal, ia berhasil keluar dari kebun dan masih terus memegangi pinggangnya. Adrian menunggu kehadiran anak buahnya disana sesuai lokasi yang sudah ia kirim ke ponsel anak buahnya itu, ia merasa sedikit lega karena belum ada tanda-tanda polisi itu menyusulnya.


Tak lama kemudian, sebuah mobil berhenti di depannya dan itu merupakan anak buahnya yang ia tunggu. Tanpa basa-basi lagi Adrian langsung naik ke mobil itu karena takut ketahuan polisi.


"Cepat jalan!" perintah Adrian.


"Siap, bos!"


Sementara 2 orang polisi yang tadi turun itu juga berhasil menemukan jalan keluar, mereka melihat bekas jejak kaki di aspal yang kemungkinan bekas sepatu Adrian tadi karena tampak tanah merah berbekas disana.


"Sepertinya pak Adrian sudah kabur dengan kendaraan, karena jejak kakinya berhenti disini!" ucap polisi itu.


Mereka tidak tahu kalau Adrian melintasinya dengan mobil Avanza merah itu, padahal mereka berada tepat di sampingnya.


"Huh syukurlah mereka gak lihat gue..." batin Adrian merasa lega sambil mengelus dadanya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2