Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Penangkapan Arga


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 327


...•...


...•...


Devano masih menemani istrinya di kamar sembari memeluk serta mengusap lembut wajah sang istri yang mulai mengantuk, rupanya usapan dari Devano membuat Shella merasa nyaman dan perlahan-lahan mengantuk akibat terlalu nyaman dengan usapan itu.


Shella kembali membuka matanya saat Devano mengecup keningnya, ia menatap wajah sang suami lalu tersenyum manis. Devano pun membelai lembut bibir mungil Shella yang sedang mengukir senyum untuknya dengan satu jari telunjuknya.


"Honey, kok kamu buka mata lagi sih? Kalo ngantuk udah tidur aja, biar sakitnya hilang!" ucap Devano.


"Aku masih kepikiran sama Arga, mas. Aku takut dia mau nyoba culik aku lagi, masalahnya dia juga udah sering temuin aku dan kasih bunga buatku!" ucap Shella mengaku pada suaminya tentang Arga.


"Jadi sebelum ini kamu udah sering ketemu Arga? Kenapa kamu gak cerita sama aku, honey?" tanya Devano yang raut wajahnya langsung berubah.


"Aku cuma takut kalau kamu nanti bakal marah besar sama aku, kan aku tau kalau kamu tuh bucin banget sama aku dan gak mau ada satu orangpun yang deketin aku." jawab Shella.


"Ya ampun, tapi harusnya kamu tetap cerita dong sama aku! Gimanapun juga aku ini kan suami kamu, aku harus tau semua tentang kamu!" ujar Devano.


"Iya mas, maafin aku. Lagian aku juga gak terima sama sekali kok bunga dari dia, waktu itu dia tiba-tiba dateng ke rumah sakit pas Sheila adik aku masih sakit. Terus yang kedua kalinya, dia juga dateng ke rumah ibu!" ucap Shella.


"Apa? Jadi Arga tau rumah ibu? Kok bisa sih?" tanya Devano terkejut bukan main.


"Aku juga gak tau, mas. Tapi, kayaknya Arga tuh mata-matain aku deh! Padahal sebelumnya aku gak kenal sama sekali sama dia," jawab Shella.


"Orang aneh! Dia gak kenal kamu, tapi dia bisa jatuh cinta sama kamu." ujar Devano heran.


"Kamu tau darimana kalau Arga tuh gak kenal sama aku?" tanya Shella.


"Tadi aku kan datang ke rumah dia, aku ketemu sama papa mamanya disana dan tanya-tanya soal Arga. Banyak yang aku tau tentang dia sekarang, termasuk soal itu!" jawab Devano.


"Ohh, kalo gitu kamu harus terus selidiki dia mas! Aku gak mau dia ganggu hubungan kita!" ucap Shella.


Cupp...

__ADS_1


Devano kembali mengecup kening Shella sembari mengusap puncak kepala istrinya itu.


"Iya honey, aku akan berusaha terus untuk jaga kamu dan gak akan biarin siapapun mengganggu hubungan kita, termasuk Arga! Karena aku cinta sama kamu dan aku gak bisa kehilangan kamu!" ucap Devano tersenyum.


Shella tersenyum menatap wajah suaminya, ia benar-benar merasa disayangi oleh Devano dan merasa aman saat berada di dekatnya.


Tak lama kemudian, ponsel milik Devano berdering mengganggu momen romantis antara dirinya dengan sang istri disana. Devano mendengus kesal karena tadi ia tengah asyik-asyiknya bertatapan dengan Shella sembari berpelukan.


"Jangan kesel, mas! Kamu angkat dulu telponnya, siapa tau penting! Nanti kan kita bisa romantisan lagi," ucap Shella.


"Iya cantik," ucap Devano tersenyum sambil mengecup kening Shella.


Devano bangkit mengambil ponselnya dari atas meja, ia pun mengangkat telpon dari Rafael si anak buah kepercayaannya itu.


📞"Halo Raf, kenapa?" tanya Devano.


📞"Halo bos, saya baru dapat info dari Viona kalau dia habis diculik dan diancam oleh Arga. Sekarang ini saya sedang menuju ke villa tempat Arga berada, saya pergi bersama teman-teman saya dan rencananya kami akan menangkap pria itu!" jawab Rafael menjelaskan.


📞"Apa? Kalo gitu kamu shareloc sekarang dimana villa itu berada!" ujar Devano.


📞"Baik, bos!" ucap Rafael.


Tuuutttt....


"Mas, ada apa?" tanya Shella.


"Aku pergi dulu ya? Aku harus temuin Arga sekarang, barusan Rafael bilang kalau Arga ada di sebuah villa dekat sini." jawab Devano.


"Yah mas, aku kan masih pengen sama kamu!" ucap Shella cemberut.


Devano tersenyum kemudian kembali menghampiri Shella dan duduk di sampingnya, ia mengusap puncak kepala istrinya lalu mengecup bibir Shella sekilas, ia pun mengelus wajah mulus sang istri yang saat ini masih cemberut.


"Sabar dulu ya! Aku cuma pergi sebentar kok, nanti aku balik lagi dan kita bisa romantisan lagi disini!" ucap Devano tersenyum.


"Huft, iya deh mas. Tapi, kamu hati-hati ya!" ucap Shella akhirnya mengizinkan Devano pergi.


Devano mengangguk sambil tersenyum dan mengecup bibir Shella kembali, ia berjanji pada Shella kalau ia akan berhati-hati dan tak pergi meninggalkan dia terlalu lama.




Sementara itu, kini Rafael sudah sampai di lokasi villa tempat Arga berada. Ia bersama teman-temannya memantau dari luar untuk berjaga jika Arga akan muncul, saat itulah mereka akan langsung menangkap Arga.

__ADS_1


Tak lama kemudian, sebuah mobil berhenti di depan villa tersebut dan seseorang yang tak lain adalah Arga keluar dari dalam mobil tersebut.


Sontak Rafael serta teman-temannya bersiap untuk menangkap Arga yang baru keluar dari mobil, mereka bergegas turun keluar lalu mengepung Arga dan mengancam pria tersebut.


"Berhenti...!!!" teriak Rafael.


Arga pun menoleh lalu lumayan terkejut saat melihat cukup banyak orang-orang disana, ia tak mengenal siapa mereka dan apa keinginan mereka padanya sampai datang ke villa itu.


"Siapa kalian?" tanya Arga.


"Hahaha, kau tidak perlu tau! Yang harus kau tau hanyalah, kami akan menangkap kau atas tuduhan percobaan penculikan terhadap gadis bernama Viona!" jawab Rafael.


"Apa yang kau katakan itu? Jangan asal menuduh!" ucap Arga menyangkal.


"Kami tidak asal tuduh, tuan Arga! Karena kami memiliki bukti sendiri dari gadis itu, sekarang kau serahkan dirimu pada kami atau kami akan menyeret paksa tubuhmu itu!" ucap Rafael.


"Kalian pikir saya akan takut dengan ancaman itu? Hahaha, dasar orang-orang sok menjadi pahlawan!" ujar Arga tertawa jahat.


"Baiklah kalau itu yang anda inginkan, saya sudah memperingati anda sebelumnya. Ayo semua, kita tangkap pria jahat itu dan bawa dia ke hadapan bos!" ucap Rafael.


"Apa maksudnya? Siapa bos kalian?" tanya Arga.


"Nanti kau juga akan mengetahuinya sendiri, Arga!" jawab Rafael sambil tersenyum.


Rafael pun memerintahkan anak buahnya untuk menangkap Arga dan memborgolnya, dengan mudah tentunya Arga berhasil mereka tangkap karena pria itu kalah jumlah.


Disaat mereka hendak membawa Arga, tiba-tiba Leo sang asisten pria itu muncul dari dalam villa dan terkejut melihat bosnya sedang ditangkap oleh segerombolan orang disana.


"Hey, siapa kalian?" tanya Leo.


Arga yang melihat ada Leo disana pun, tak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk meminta pertolongan padanya.


"Nah Leo, cepat bantu saya!" teriak Arga.


Leo pun bergerak mendekati Arga, namun suara teriakan Rafael menghentikan langkahnya.


"Jangan mendekat! Atau saya tidak akan segan-segan untuk menembak kepala bos anda ini!" ancam Rafael sembari menodongkan pistol ke arah kepala Arga.


"Kurang ajar!" gumam Arga di dalam hati.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2