
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 183
...•...
...•...
Femila telah selesai mandi, ia pun keluar mengenakan handuk yang melilit di tubuhnya lalu mencari-cari keberadaan Rafi.
Namun, rupanya Rafi belum kembali dari membeli pakaian sehingga ia pun harus menunggu disana tanpa bisa melepas handuknya.
"Nanti setelah Rafi dateng, gue langsung mulai aja deh aksinya! Bikin Rafi klepek-klepek dan gak mau kehilangan gue, dengan begitu kan pasti Rafi bakal lepasin gue dari Adrian!" ucap Femila senyum-senyum sendiri.
Karena pegal terus berdiri, Femila pun duduk di pinggir ranjang lalu menunggu kedatangan Rafi disana sambil melihat bekas gigitan Rafi di leher serta dadanya yang cukup banyak.
"Hadeh, si Rafi itu ganas juga ya! Kasih tanda sampe sebanyak ini, emangnya dia gak takut apa kalau ketahuan sama Adrian nanti? Tapi gapapa deh siapa tau dengan ini Rafi nantinya bakal nolong gue dari Adrian!" ucap Femila.
Tak lama kemudian, terdengar suara pintu dibuka dari luar... Femila yang yakin bahwa itu Rafi pun langsung berdiri dan berjalan menuju pintu menyambut kedatangan laki-laki itu.
Benar saja yang datang memanglah Rafi, ia membawa tiga tas belanja di tangannya yang mungkin berisi pakaian untuk Femila.
"Hai Rafi!" ucap Femila tersenyum sambil mengedipkan matanya menatap Rafi, ia sengaja melakukan itu untuk menggodanya.
"Eh udah selesai mandinya? Nih aku udah beliin pakaian baru buat kamu sama makan malam kita nanti, kamu pake gih! Oh ya karena aku gak tau ukuran daleman kamu, jadi aku beli aja semua ukuran...." ucap Rafi menyerahkan kantong belanja berisi baju itu pada Femila.
Femila pun mengambilnya dengan sedikit mengelus punggung tangan Rafi, lalu ia tersenyum dan mengucapkan terima kasih pada Rafi sambil sedikit genit.
"Makasih ya Rafi..." ucap Femila kemudian tiba-tiba maju dan memeluk tubuh pria itu.
Rafi yang kaget langsung membulatkan matanya saat Femila memeluknya sangat erat, milik Rafi yang ada di bawah sana sampai bangun merasakan sentuhan tubuh Femila.
__ADS_1
"Hei hei, jangan kayak gini dong sayang! Punya aku jadi bangun nih, kasian dia kalo dikasih harapan palsu!" ucap Rafi mendorong tubuh Femila pelan agar melepas pelukannya.
"Siapa yang kasih harapan palsu sih sayang? Aku kan cuma berterima kasih sama kamu karena udah beliin baju baru buat aku, emangnya itu salah ya?" ucap Femila mengelus wajah Rafi berusaha menggodanya.
"Kamu kenapa jadi kayak gini sih? Perasaan tadi pas di rumah kosong itu kamu gak seagresif ini sayang, ada apa nih?" tanya Rafi merasa curiga pada tingkah Femila.
"Aku gapapa sayang, ya emang sih aku sebelumnya gak suka sama kamu! Tapi, pas aku ngerasain milik kamu ini aku langsung ketagihan dan pengen main terus sama kamu! Soalnya punya kamu lebih enak daripada punya Adrian yang kecil itu...." ucap Femila menggoda Rafi dengan mengelus celananya tepat di bagian si junior.
"Awh sayang, kamu bikin dia mau berontak nih! Udah dong jangan kayak gini, kamu pake baju ya abis itu kita makan!" ucap Rafi.
"Kamu gak pengen apa rasain tubuh aku lagi? Kalau kamu mau, ayo kita main lagi sayang! Aku kali ini bakal puasin kamu lebih dari yang tadi kita lakuin, aku janji deh!" ucap Femila sambil menggigit bibir bawahnya.
Rafi yang melihat itu sudah sangat tidak tahan, tapi ia teringat pada kata-katanya tadi yang tak ingin menyentuh Femila lagi.
Gadis itu semakin agresif, ia membuka handuk yang melilit di tubuhnya tepat di hadapan Rafi membuat pria itu terkejut lalu reflek melotot ke bagian bawah milik Femila.
"Ayo sayang...." goda Femila mendekatkan tubuhnya ke arah Rafi sambil menyentuh dada bidang laki-laki itu.
Rafi pun sudah tidak tahan lagi, ia langsung mendorong tubuh Femila membawanya ke atas tempat tidur lalu mulai mencumbuinya.
...•••...
Ia baru selesai berganti pakaian, kini tinggal sedikit merias dirinya di depan cermin karena pantang baginya pergi ke mall tanpa berdandan.
Setelah dirasa cukup, barulah ia mengambil tas tenteng nya lalu berjalan keluar kamar.
Namun, saat sampai di bawah ia bingung harus pergi ke mall dengan siapa... karena ia tidak biasa pergi sendirian.
"Huft, gue pergi sama siapa ya? Masa iya belanja sendirian di mall? Ngenes banget sih jadi gue, dulu mah enak pas masih ada kak Kevin bisa belanja ditemenin dia..." ucap Vanya.
Vanya pun duduk sejenak di sofa untuk memikirkan itu, kemudian ia teringat pada Rafael yang kemarin memberikan nomor teleponnya kepada gadis itu.
"Oh iya gue telpon Rafael aja kali ya? Siapa tau dia mau temenin gue belanja, kan jadi gue juga gak perlu repot-repot sewa taksi!" ucap Vanya senyum-senyum sendiri.
Vanya pun mengambil ponselnya dan menghubungi nomor telepon Rafael yang baru diberikan kemarin saat lelaki itu pulang dari sana.
📞"Halo, ini siapa ya?" tanya Rafael saat mengangkat telepon itu karena ia belum memiliki nomor Vanya.
__ADS_1
📞"Halo Rafael, ini aku Vanya! Kamu save ya nomer aku biar seterusnya kalo aku telpon lagi kamu gak perlu tanya ini siapa lagi!" ucap Vanya.
📞"Ohh iya iya Vanya, ada apa ya?" ujar Rafael tertawa kecil.
📞"Eee aku mau minta antar ke mall dong, kira-kira kamu bisa gak ya anter sekaligus temenin aku belanja disana?" ucap Vanya bertanya pada Rafael.
📞"Oh jadi kamu mau ke mall, ya aku bisa kok kebetulan aku lagi gak ada kerjaan ini! Tapi maaf ya aku harus mandi sama siap-siap dulu baru aku jemput kamu kesana!" ucap Rafael.
📞"Iya gapapa kok, makasih ya Rafael udah mau temenin aku! Jangan lama-lama mandinya soalnya aku udah rapih nih!" ucap Vanya.
📞"Iya gak lama kok, kamu tunggu aja dulu paling lambat 20 menit lagi aku sampe sini!" ucap Rafael.
📞"Oke aku tunggu...." ucap Vanya.
Telepon itu langsung dimatikan oleh Rafael, Vanya pun menaruh kembali ponselnya di dalam tas lalu senyum-senyum sendiri mengingat wajah Rafael saat sedang tidur malam itu di rumahnya.
"Rafael tuh dilihat-lihat ganteng juga ya, apalagi pas lagi tidur waktu itu... untung aku masih bisa jaga diri, coba kalo enggak mungkin malam itu bakal terjadi hal-hal yang gak diinginkan! Soalnya wajah Rafael itu menarik banget, udah ganteng manis lagi!" ucap Vanya membungkuk sedikit ke depan sambil menopang dagunya dengan kedua tangannya dan membayangkan wajah Rafael.
Waktu 20 menit ia habiskan untuk membayangkan wajah tampan Rafael si anak buah Devano itu, sampai akhirnya pria yang ia bayangkan itu datang ke rumahnya.
Ia sangat terkejut karena Rafael tiba-tiba sudah masuk ke ruang tamunya, karena sebelumnya ia asyik melamun jadi tidak mendengar kalau Rafael memencet bel dan mengetuk pintu berkali-kali.
"Vanya, maaf ya aku main masuk aja! Soalnya kamu gak keluar-keluar sih..." ujar Rafael.
"Eh eee, iya maaf aku lagi bengong tadi!" ucap Vanya sedikit gugup.
"Ohh emang mikirin apa sih sampe bengong gitu?" tanya Rafael tersenyum.
"Gak kok bukan apa-apa, udah yuk kita langsung jalan sekarang aja!" ucap Vanya.
"Oke, yuk!" ucap Rafael mempersilahkan Vanya jalan lebih dahulu, lalu tanpa ragu ia merangkul gadis itu dari belakang membuat Vanya terkejut dan reflek menatap mata Rafael.
"Kamu cantik sekali Vanya!" gumam Rafael sambil tersenyum memandangi wajah Vanya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1
...Jalan bareng yuk🤗malming nih yakali gak keluar apa kata dunia😁...