Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Maafin aku!


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 243


...•...


...•...


Shella keluar dari ruang ICU, ia terheran-heran melihat ibu dan suaminya menatap ke arahnya sembari menyunggingkan senyum di wajahnya. Shella pun coba mendekati mereka untuk bertanya langsung ada apa sebenarnya, karena tak biasanya ibu serta sang suami itu senyum-senyum.


"Bu, mas! Pada kenapa sih? Emangnya ada yang lucu ya sama penampilan aku, atau muka aku?" tanya Shella terheran-heran sembari memperhatikan seluruh tubuhnya sendiri.


Jenar & Devano malah terkekeh saling pandang sambil menutup mulut mereka masing-masing, tentu saja Shella makin dibuat penasaran sembari terus memandangi tubuhnya serta mengusap-usap wajahnya sendiri barangkali ada sesuatu yang membuat mereka sampai seperti itu.


Namun, Shella tetap tak bisa menemukan apapun di wajah maupun tubuhnya karena memang tidak ada apa-apa disana yang seperti dibayangkan Shella. Akhirnya wanita itu duduk di samping kiri ibunya seraya menatap mata sang ibu penuh penasaran, sedangkan Devano yang berada di samping kanan Jenar masih terus memandangi istrinya.


"Bu, ada apa sih? Ish jangan bikin aku ngeri deh!" ujar Shella sambil menggenggam dua tangan ibunya dan menunjukkan ekspresi cemas.


"Hahaha, ya ampun sayang masa gitu aja ngeri sih? Gak ada apa-apa kok, sayang! Ibu itu cuma seneng aja karena kamu bisa akrab lagi sama Sheila, semoga kalian terus begini ya!" ucap Jenar tersenyum mengusap lembut pucuk kepala Shella.


"Terus tadi kenapa pada ngeliatin aku sambil ketawa-ketawa gitu? Aku kan jadi parno tau, ibu jelasin dong sebenarnya ada apa??!!" ujar Shella.


"Gak ada, sayang! Oh ya ibu mau minta sama kamu supaya maafin suami kamu ini ya, kasihan loh Devano daritadi manyun terus karena kamu cuekin! Lagian semuanya juga kan bukan murni kesalahan Devano, dia juga gak sengaja bilang itu di depan banyak pengunjung rumah sakit!" bujuk Jenar meminta Shella memaafkan suaminya.


"Ohh jadi mas Vano udah cerita semuanya ke ibu? Ish dasar pengadu! Ngapain coba pake segala cerita-cerita ke ibu??" ujar Shella.

__ADS_1


"Hus! Gak boleh ngomong gitu ke suami kamu, dosa! Kamu sebagai istri harus bersikap sopan ke suami kamu, memangnya kamu mau dicap sebagai istri durhaka?" ujar Jenar memarahi Shella.


"Iya maaf bu, abisnya aku kesel sama mas Vano!" ucap Shella.


"Udah gak perlu kesel begitu! Ayo cepat kalian baikan dan kamu Shella, kamu juga harus minta maaf sama suami kamu karena sudah bersikap tidak sopan seperti tadi!" ucap Jenar sedikit tegas pada putrinya.


"Loh kok aku yang harus minta maaf sih bu? Kan mas Vano yang salah, harusnya dia dong yang minta maaf sama aku karena udah bikin aku malu di depan orang-orang tadi!" ujar Shella.


Devano masih tetap diam mendengarkan pembicaraan antara ibu dan anak itu, ia sedikit merasa gemas saat melihat wajah istrinya yang tengah berdebat dengan ibunya itu. Entah mengapa menurut Devano wajah Shella terlihat begitu menggemaskan dan menggoda untuk diterkam, hanya saja tak mungkin Devano melakukan itu disini.


Sedangkan Jenar tersenyum sembari geleng-geleng kepala karena Shella kekeuh tak mau meminta maaf pada Devano, ia pun mengusap-usap puncak kepala putrinya sambil mengacak-acak rambutnya.


"Ish ibu, rambut aku jadi berantakan!" ujar Shella kesal sembari menjauh dari tangan ibunya.


"Ya abisnya kamu itu keras kepala banget sih! Disuruh minta maaf sama suaminya aja gak mau, kamu itu udah dewasa dan sudah bersuami sayang!" ucap Jenar.


Karena tidak ingin perdebatan itu terus terjadi, Devano pun menyela pembicaraan mereka walau dengan rasa gugup karena takut istrinya malah akan memarahi dirinya.


"Kamu itu dewasa sekali ya Vano, maafin sikap Shella yang masih suka kekanak-kanakan itu! Memang kamu salah karena sudah keceplosan, tapi seharusnya Shella kan tidak begitu ke kamu!" ucap Jenar tersenyum menatap Devano.


Sementara Shella sendiri malah membuang muka dan memainkan bibir bawahnya seperti meledek Devano, ia merasa suaminya itu mencari perhatian pada ibunya dengan berkata seperti itu.


Akhirnya Devano bangkit dari duduknya lalu berjalan menghampiri Shella, ia bersimpuh di hadapan sang istri sembari menggenggam tangan Shella walau wanita itu masih tak mau menatapnya.


"Yasudah, selesaikan masalah kalian ya! Ibu mau ke dalam aja temuin Sheila, ingat jangan bertengkar terlalu lama ya!" ucap Jenar mengingatkan kemudian diangguki Devano.


Jenar pun bangkit dari duduknya lalu masuk ke ruang ICU menemui Nadya putrinya, sedangkan Devano kembali fokus menatap wajah Shella yang masih ditekuk karena kesal pada suaminya.


"Honey, aku minta maaf ya sama kamu! Aku juga gak pengen itu semua terjadi, tolong jangan marah terus kayak gini dong sama aku! Rasanya tuh gak enak banget loh dicuekin sama istri sendiri, apalagi wajah kamu semakin menggoda kalau lagi ngambek dan itu bikin aku nafsuu loh honey!" ujar Devano.


"Hah? Ya ampun mas, yang ada di pikiran kamu kok cuma itu terus sih!! Lepasin ah, aku mau susul ibu aja temuin Sheila di dalam!" ujar Shella berontak menarik tangannya paksa dari genggaman Devano.

__ADS_1


Shella langsung berdiri setelah berhasil lepas dari genggaman suaminya, ia hendak berjalan tapi dengan sigap Devano menyergapnya dan menahan tubuh Shella sehingga tak bisa bergerak.


"Ish mas, lepasin aku!" ujar Shella berusaha berontak tetapi gagal karena tenaga suaminya begitu kuat.


"Hey, emang kamu gak denger kata ibu kamu tadi? Kita harus selesaikan masalahnya sekarang, gak boleh terlalu lama ribut kayak gini! Lagian aku juga gak bakal lepasin kamu, sebelum kamu mau maafin aku dan gak cuekin aku lagi!" ucap Devano sembari mencengkeram dagu istrinya hingga ia bisa menatap jelas wajah cantik Shella.


Akhirnya Shella sedikit tenang dan tidak berontak lagi, namun tetap Devano masih mendekapnya karena tak mau sang istri malah kabur nantinya.


"Kita bicara dulu ya dengan tenang, kamu jangan begini terus dong! Aku gak suka kalau dicuekin sama kamu kayak tadi, tolong maafin aku honey!" ucap Devano dengan lembut sembari menjilat daun telinga istrinya.


Shella pun bergetar tubuhnya akibat Devano mengecup dan menjilati tengkuknya, ia sampai memejamkan mata serta menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa nikmatnya.


"Mas, kamu ngapain sih?" ujar Shella.


"Aku mau minta maaf sama kamu, cepat maafin aku sebelum aku terkam kamu disini!" ucap Devano mengancam sang istri sembari tersenyum mesum.


Shella pun langsung panik dan tentunya tidak mau jika harus begituan di lorong rumah sakit.


"Iya iya, aku maafin kamu kok mas!" ucap Shella terpaksa.


"Jangan kepaksa gitu dong! Maafin nya harus ikhlas dan sambil senyum, kalo gak nanti aku robek baju kamu terus aku makan gunung kamu!" ujar Devano terus memancing sang istri dengan berdesis di telinga Shella serta mengecup tengkuknya.


"Iya mas, aku udah maafin kamu! Tapi, kamu lain kali harus bisa jaga mulut ya?" ucap Shella tersenyum menatap wajah suaminya dari samping.


"Nah gitu dong, baru bener!" ucap Devano membalas senyuman istrinya kemudian kembali mencengkeram dagu Shella.


Cuppp....


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2