
7 hari kemudian...
"Gimana ini? Udah seminggu aku cari kerja, tapi masih belum dapet juga.. Gak mungkin kan aku selamanya tinggal di tempat Om Lubis, masa iya aku nyusahin dia terus!" gumam Shella.
Shella menatap sungai dibawahnya, ia terus memandangi air yang mengalir kencang.
"Airnya deras banget, kalo aku lompat kesana pasti langsung hanyut dan aku gak harus hidup susah kayak gini lagi!" gumam Shella.
"Huft, tapi aku gak bisa lari dari masalah ini! Ya mending sekarang aku usaha lagi buat cari kerja! Kasian ibu kalo aku gak dapet kerja.." batin Shella.
Shella mengalihkan pandangannya ke mobil-mobil yang sedang melintas di atas jembatan itu.
"Tapi kemana lagi ya aku cari kerjaan? Cuma modal ijazah SMA susah banget buat dapet kerja," ujar Shella.
"Andai aja Devano gak ambil kesucian gue malam itu, pasti sekarang gue masih bisa kuliah tanpa harus malu dikatain satu kampus!" gumam Shella.
Lalu, Shella mengingat kembali pengakuan Devano padanya mengenai anak dalam kandungan nya itu.
#Flashback#
6 hari sebelumnya...
Adrian mendatangi rumah Lubis di Jakarta, yang juga adalah tempat tinggal Shella & Jenar sekarang.
TOK TOK TOK...
"Iya, siapa?"
Jenar membukakan pintu untuk Adrian, ia kaget campur senang melihat Adrian ada di depan pintu.
"Eh nak Adrian ternyata, ya ampun kenapa gak telpon dulu kalo mau kesini?" ujar Jenar.
"Apa kabar Tante?" tanya Adrian.
"Baik baik Alhamdulillah, kamu sendiri gimana?" ucap Jenar.
"Saya juga baik kok Tante, maaf kalau saya datang kesini tiba-tiba tanpa kasih tau Tante dulu.." ujar Adrian.
"Iya gapapa, ayo masuk masuk!" ucap Jenar.
"Iya makasih Tante,"
Adrian pun masuk kedalam rumah dan duduk di sofa.
"Sebentar ya, BI BI YANI..!!! ujar Jenar.
Yani pun datang menemui Jenar setelah namanya dipanggil..
"Iya ada apa Bu?" tanya Yani.
"Ini tolong buatin minum ya ada tamu.." jawab Jenar.
"Baik Bu,"
Yani kembali ke dapur untuk membuat minuman.
"Harusnya Tante gausah repot-repot nyuruh bi Yani buat minum! Saya kesini cuma sebentar kok," ucap Adrian.
"Gapapa nak Rian, tamu itu harus disuguhi sesuatu gak boleh dianggurin gitu aja!" ujar Jenar.
"Iya deh Tante.."
"Emangnya kamu ada apa toh datang kesini tiba-tiba? Ada masalah lagi??" tanya Jenar.
"Enggak Tan, saya cuma mau ajak Shella ketemu sama Devano.." jawab Adrian.
"Ohh, ya kebetulan itu Shella sekarang juga lagi nyari-nyari si Devano itu! Dia mau minta penjelasan langsung dari dia katanya!!" ujar Jenar.
"Kalo gitu Shella nya ada gak Tante?" tanya Adrian.
"Ada kok di kamar, bentar ya Tante panggilin dulu!" ucap Jenar.
"Iya Tante,"
Jenar pergi ke kamar Shella untuk memintanya keluar menemui Adrian.
Sementara itu, Yani kembali membawakan minuman untuk Adrian..
"Permisi den, ini minumnya.." ucap Yani.
"Makasih bi,"
"Yaudah atuh saya balik ke dapur ya," ucap Yani.
__ADS_1
"Iya Bi,"
Setelah meletakkan gelas minuman di meja, Yani pun kembali ke dapur.
"Mana ya Shella?" gumam Adrian.
Sambil menunggu Shella, Adrian meminum minuman yang diberikan Yani tadi.
Sementara itu, Jenar masih berupaya membujuk Shella untuk mau menemui Adrian.
"Ayo Shella katanya mau ketemu langsung sama Devano, buru temuin itu nak Rian di depan!" ujar Jenar.
"Aduh Bu, aku tuh males banget ketemu sama dia..!! Tiap liat mukanya, aku langsung keinget sama kejadian waktu dia perkosa aku!" ucap Shella.
"Udah lah sayang, lupain dulu tentang itu! Ini kan demi kebaikan kamu juga! Katanya kamu mau tau kebenarannya.." ujar Jenar.
"Iya Bu aku tau, tapi kalo misal aku ketemu sama pak Devano melalui Adrian sama aja bohong dong! Pasti dia udah nyuruh pak Devano buat ngomong kayak waktu itu," ucap Shella.
"Hus, kamu jangan suudzon sama nak Rian! Kan belum ada buktinya kalau nak Adrian yang nyuruh Devano!" ujar Jenar.
"Ih ibu mau sampe kapan sih percaya sama dia??" ujar Shella kesal.
"Bukan gitu Shella, yaudah gini aja mending sekarang kamu temuin dulu nak Adrian ya!" ucap Jenar.
"Ok, iya iya aku temuin Adrian!" ujar Shella.
Shella pun keluar dari kamar nya dan menemui Adrian di ruang tamu.
Adrian melihat Shella sedang berjalan menghampirinya, ia pun merasa senang dapat melihat wanita itu lagi.
"Shella, akhirnya saya bisa melihat manisnya wajah kamu lagi.." batin Adrian.
Ia berdiri dari tempat duduknya dan menyambut Shella.
"Hai Sel, apa kabar?" tanya Adrian.
"Gak baik!" jawab Shella ketus.
"Loh Shella kamu kok gitu sih? Udah udah ayo kita duduk ya bicaranya!!" ujar Jenar.
Mereka bertiga pun duduk di sofa.
"Katanya kamu mau ajak aku ketemu pak Devano?" tanya Shella
"Ok, saya juga mau ketemu sama dia!" ujar Shella.
"Baguslah-"
"Tapi saya mau hanya pak Devano yang ada disana!" sambung Shella.
"Baik, saya tidak akan ikut dalam perbincangan itu! Kamu bisa ke Mathilda Cafe nanti malam jam 8!" jawab Adrian.
"Ok, yasudah gak ada lagi yang mau dibicarain kan?" tanya Shella.
"Iya gak ada," jawab Adrian.
"Yaudah kamu boleh pulang!" ujar Shella.
"Shella! Apa-apaan sih kamu? Kenapa nak Adrian diusir?" ujar Jenar.
"Gapapa Tante, saya juga mau pulang kok!" ucap Adrian.
"Bagus," ujar Shella.
"Iya, saya permisi.." ucap Adrian.
Adrian pun pergi dari rumah itu..
Malamnya, Shella sudah sampai di Mathilda Cafe menunggu kedatangan Devano.
Tak lama kemudian, Devano datang dan menghampiri nya..
"Malam, Shella.." ucap Devano.
"Malam juga, duduk!" ujar Shella.
"Kamu udah lama?" tanya Devano.
"Baru kok,"
"Maaf ya saya telat, tadi jalannya macet.." ucap Devano.
"Iya gapapa," ucap Shella.
__ADS_1
"Kamu gak pesen?" tanya Devano.
"Enggak, aku kesini mau penjelasan dari kamu! Bukan mau makan atau minum!" jawab Shella.
"Ok, saya meminta kamu datang menemui saya disini.. Karena saya ingin meminta maaf secara langsung pada kamu! Saya benar-benar menyesal atas perbuatan yang sudah saya lakukan ke kamu, seandainya malam itu saya bisa menahan hawa ***** saya pastinya saya tidak akan terjebak dalam masalah ini!" ucap Devano.
"Jadi benar anda sudah memperkosa saya malam itu??" tanya Shella.
"Iya benar, saya tidak bisa menahan ***** saya ketika melihat tubuh seksi kamu! Akhirnya saya memperkosa kamu di mobil waktu itu, dan setelah itu saya meninggalkan kamu di pinggir jalan.." jawab Devano.
"Bukan Adrian yang menyuruh kamu bilang seperti ini??" tanya Shella.
"Bukan, saya memang melakukan hal itu ke kamu! Tapi saya menyesal sudah lakuin itu, makanya saya meminta maaf pada kamu!" jawab Devano.
Shella terlihat sangat kesal campur sedih..
Ia berdiri dan menampar wajah Devano dengan kencang..
"KURANG AJAR KAMU! KAMU GAK MIKIR APA GIMANA BERATNYA HIDUP AKU SETELAH KAMU NGELAKUIN ITU KE AKU??!!" ucap Shella.
Seisi cafe langsung memusatkan perhatian pada Shella & Devano.
Melihat orang-orang disana sedang memperhatikannya, Shella pun memilih pergi dari sana.
"AKU BENCI SAMA KAMU, SAMPAI KAPANPUN AKU GAK AKAN MAAFIN KAMU!!!" ucap Shella.
Setelah mengatakan itu, Shella langsung berjalan pergi meninggalkan Devano.
Sementara Devano hanya bisa terdiam memegangi wajahnya.
"Emang gue gak pantes buat dimaafin!" batin Devano.
#Flashback end#
Shella menyudahi lamunannya setelah seseorang menepuk pundaknya.
"Mbak, ngapain disini? Mau loncat?" tanyanya.
"Eh enggak kok, saya cuma mau lihat pemandangan disini aja.." jawab Shella.
"Oh gitu kirain mau bunuh diri, bagus deh kalo enggak mah sayang loh cantik-cantik gini bunuh diri!" ujarnya.
"Ah iya saya gak loncat kok," ucap Shella.
"Yaudah saya permisi ya mbak," ujarnya.
"Iya,"
Orang itu menancap gas dan pergi dari tempat itu.
"Huh kok gue jadi ngelamun disini sih? Dah ah ngapain juga ngelamunin Devano!" batin Shella.
Shella pun juga pergi dari sana.
...•••...
Adrian sedang berada di ruangannya sambil memandangi foto Shella..
Tiba-tiba handphonenya berdering, ia pun mengeceknya.
"Hah? Dokter Fira ngapain nelpon gue?" gumam Adrian.
Ia pun mengangkat telepon nya..
...📞...
Adrian : Halo, ada apa dok?
Fira : Halo pak, sebelumnya saya ingin minta maaf pada bapak.. Karena ada informasi yang salah saya sampaikan waktu itu!
Adrian : Informasi yang mana dok?
Fira : Saat bapak datang kesini bersama istri bapak, waktu itu saya mengatakan kalau istri bapak sedang mengandung..
Adrian : Lalu salahnya dimana dok? Omong-omong dia itu bukan istri saya dok..
Fira : Oh iya maaf pak, saya kira dia istri anda.
Adrian : Gapapa dok, terus apanya yang salah?
Fira : Jadi setelah saya cek lagi, ternyata hasil tes tersebut tidak benar pak.. dan ibu Shella tidak hamil, beliau hanya kurang enak badan saja pada waktu itu! Sekali lagi saya mohon maaf atas kesalahan ini pak!
Adrian kaget mendengar itu, sampai ia diam sejenak dan tidak menjawab dokter Fira..
__ADS_1
...~Bersambung~...