Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Kecewa


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 154


...•...


...•...


Melihat sekretarisnya tampak memperhatikan sesuatu, Adrian pun penasaran dan coba bertanya pada Syifa apa yang dilihatnya.


"Syifa, kamu lagi ngeliatin apa sih?" tanya Adrian menegur Syifa yang tengah melamun memandangi sesuatu.


"Eh eee... itu anu pak, saya lihat Nadya disana! Benar kan pak itu Nadya, tapi dia sama siapa ya jalannya?" ujar Syifa menjawab pertanyaan bosnya sambil menunjuk ke arah ia melihat Nadya & seorang pria di depan sana.


Adrian pun menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Syifa, ia kaget saat melihat Nadya bersama Yoga tengah berduaan di depan gerobak batagor.


"Benar itu Nadya, jadi ini alasan dia minta saya menjauh dari kehidupan dia... kenapa kamu gak terus terang aja sih sama aku Nad? Kalau kamu bilang jujur kan aku gak akan sesakit ini, seenggaknya aku tau kalau kamu sudah memilih untuk bersama yang lain!" gumam Adrian terus memandangi Nadya dari tempat duduknya tanpa berkedip sedikitpun.


Hal itu membuat Syifa jadi terheran-heran, ya karena sekarang malah giliran Adrian yang melamun memandangi Nadya.


Syifa pun melambai-lambaikan tangannya di depan wajah bosnya itu, ia juga coba maju sedikit ke depan agar Adrian bisa melihat wajahnya.


"Pak, pak Adrian sadar pak...!!" ujar Syifa.


Sontak Adrian terkejut dan tubuhnya sedikit bergetar karena terkejut itu, tapi ia langsung menoleh ke arah Syifa sambil mengelus dadanya.

__ADS_1


"Eh iya maaf Syifa, eee yaudah ayo kita langsung pergi aja dari sini! Takutnya klien kita kelamaan nunggunya nanti, jarak dari sini ke tempat itu kan lumayan jauh juga!" ucap Adrian mengalihkan perhatian dengan mengajak Syifa pergi dari taman itu.


"Loh memangnya bapak sudah selesai curhatnya? Kan kita baru bicara sebentar tadi, gapapa kok pak lanjut aja curhatnya! Saya juga sudah menghubungi klien kita kalau bapak akan terlambat sedikit sampai disana, dan beliau juga bisa paham kok pak..." ucap Syifa.


"Eee iya saya sudah selesai kok ceritanya, hanya itu memang yang saya ingin sampaikan ke kamu! Terimakasih ya sudah mau dengarkan cerita saya, yasudah ayo kita langsung pergi aja! Kalaupun klien kita belum datang, ya kan kita bisa lanjut ngobrol-ngobrol disana...!!" ucap Adrian tersenyum kemudian bangkit dari duduknya dan bersiap pergi dari sana, namun ia sekali lagi masih menatap ke arah Nadya yang saat ini sedang bercanda gurau bersama Yoga pria yang menolongnya waktu itu.


"Baik pak, tapi bapak yakin sudah tidak ada lagi yang ingin dibicarakan sama saya sekarang?" tanya Syifa memastikan lagi karena ia melihat kalau bosnya itu masih belum tenang.


"Iya yakin kok, yuk kita pergi sekarang!" jawab Adrian tersenyum coba meyakinkan Syifa bahwa ia sudah lebih tenang dari sebelumnya, walau sebenarnya hatinya justru tambah sakit setelah melihat Nadya sedang bermesraan dengan laki-laki lain.


"Terlalu lama disini bisa bikin gue tambah sakit, jadi lebih baik gue menghindar dari mereka...!!" gumam Adrian lagi-lagi menoleh ke arah Nadya sebelum akhirnya benar-benar lanjut pergi dari sana menuju tempat parkir.




Sementara itu, Nadya juga tak sengaja melihat Adrian yang sedang berjalan keluar dari taman itu.


"Pak Adrian? Ngapain ya dia datang kesini, tapi dia sama itu ya??" gumam Nadya memandangi Adrian dari tempat duduknya, ia masih terus memandangi pria itu walau kini sudah tidak terlihat lagi wujudnya disana.


"Kamu lihatin apa sih? Aneh banget tiba-tiba langsung diem sambil ngeliatin arah sana, emangnya ada apa disana sih?" ujar Yoga terheran-heran lalu mencolek pipi Nadya agar gadis itu tersadar dari lamunannya.


"Eh gak kok Yog, tadi aku salah lihat kayaknya!" ucap Nadya tersenyum supaya pria itu tidak curiga pada dirinya, namun mendadak senyum itu menghilang lagi dari wajahnya.


"Kenapa lagi Nadya? Kalau masih ada yang mau kamu ceritain, yaudah cerita aja gapapa kok aku pasti dengerin! Ya walau batagornya udah abis, tapi aku bakal tetep dengerin cerita kamu kok cantik...!!" ucap Yoga tersenyum berusaha menghibur gadis yang tengah dirundung kesedihan itu.


"Eee enggak kok Yog, aku cuma kangen aja sama ibu kandung aku.... sebenarnya aku pengen ketemu sama dia, malah tadi aku udah datengin rumahnya! Tapi entah kenapa perasaan aku minta aku buat pergi dari sana!" ucap Nadya menceritakan yang terjadi tadi.


"Loh, jadi kamu udah tau siapa ibu kandung kamu? Terus kenapa kamu malah gak temuin aja dia sih, kan kamu udah di depan rumahnya? Gausah dengerin bisikan setan, kamu harus ketemu kalau emang kamu pengen! Rindu itu berat jadi mending jangan ditahan-tahan, kamu langsung aja temuin ibu kamu itu..!!" ucap Yoga memberi usul pada Nadya.


"Tapi aku ngerasa belum siap, apalagi aku masih punya pikiran kalau ibu tuh gak sayang sama aku! Aku takutnya nanti malah diusir lagi dari sana, jadi mending aku undur aja dulu niat aku itu..." ucap Nadya memanyunkan bibirnya merasa sangat bersedih, ia memang rindu pada ibunya tapi sikap iri hatinya masih belum bisa dihilangkan.

__ADS_1


Yoga hanya tersenyum lalu sedikit mendekatkan tubuhnya ke arah Nadya, ia menggenggam tangan Nadya dan membelai rambut hitam milik gadis itu.


"Lebih baik kamu temuin ibu kandung kamu Nadya, aku yakin gak mungkin ibu kamu itu tega sampe ngusir kamu yang cuma pengen ketemu sama dia... justru mungkin dia akan ngerasa seneng kalo ketemu sama kamu, coba aja dulu jangan takut...!!" ucap Yoga meyakinkan gadis itu untuk memberanikan dirinya menemui ibu kandungnya.


Nadya terdiam saat itu menundukkan kepalanya, ia memikirkan perkataan Yoga yang memang ada benarnya itu.


...•••...


Disisi lain, Shella masih tampak khawatir pada kondisi suaminya yang penuh luka perban itu di bagian tubuhnya.


Padahal berulang kali Devano sudah coba meyakinkan istrinya itu kalau ia dalam kondisi baik-baik saja dan telah pulih.


"Kamu kenapa bisa begini sih mas, tadi kan katanya kamu mau ketemu calon investor tapi kenapa malah berakhir kayak gini?" tanya Shella cemas yang saat ini duduk di sebelah Devano.


"Ya ini akibat dari calon investor palsu itu honey, untung aja aku keburu tau identitas asli mereka jadi aku gak ketipu deh! Ya cuma sayang aja aku gagal tangkap mereka tadi, malah aku yang babak belur hahaha..." jawab Devano sambil tertawa kecil sekaligus coba menghibur istrinya yang tampak cemas itu.


"Ya ampun ada-ada aja sih mas, tapi syukur deh jadinya kamu terhindar dari masalah yang lebih besar kan! Yaudah sekarang kamu mau makan siang gak? Biar aku ambilin terus aku suapin sekalian mas...." ucap Shella menawarkan makan siang untuk suaminya itu.


"Biar aku ambil sendiri aja, kamu mending istirahat sini tiduran! Aku juga takut kalau kamu ke bawah sendiri nanti kenapa-kenapa lagi," ucap Devano.


"Ih mas aku juga-"


"Sssttt... udah ya gausah ngebantah kata-kata aku, emangnya kamu mau jadi istri durhaka? Tidur aja istirahat, aku bisa kok ambil makan sendiri di bawah....!!" ucap Devano memotong ucapan Shella sambil menempelkan jari telunjuknya di mulut Shella.


Shella pun hanya bisa diam menurut pada suaminya itu, tentu ia tak mau melawan perkataan Devano.


"Nah bagus, yaudah aku ke bawah dulu ya! Kamu mau aku ambilin makan sekalian apa enggak nih? Pasti kamu belum makan juga kan, yuk kita makan bareng aja deh...!!" ujar Devano.


"Iya boleh, yuk mas!" ucap Shella tersenyum kemudian langsung menggenggam tangan suaminya itu dengan penuh semangat.


Devano juga tersenyum dan dengan perlahan bangkit dari tidurnya, ia masih merasakan sakit sedikit di bagian wajahnya itu tapi berusaha menutupinya dari Shella agar tak khawatir.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2