Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Menjenguk Adrian


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 267


...•...


...•...


Pagi ini Devano mengunjungi Adrian di rutan tempatnya ditahan, ia memang ingin sekali bertemu pria yang sudah banyak membuatnya susah itu bahkan hampir menghancurkan perusahaan miliknya yang sudah ia rintis cukup lama itu.


Devano tampak menyunggingkan senyum begitu melihat polisi datang sambil membawa Adrian di tangannya, ia langsung berdiri menyambut Adrian dan mengulurkan tangan bermaksud meledek pria itu karena ia sangat kesal padanya.


"Selamat pagi, pak Adrian!" ucap Devano.


Bukannya meraih tangan Devano dan bersalaman dengannya, Adrian justru memasak wajah jutek lalu duduk di hadapan pria itu dengan perasaan kesal karena masih pagi tapi sudah dibikin emosi dengan kehadiran Devano di penjara itu.


"Mau apa sih lu kesini, ha? Emangnya lu belum puas udah jeblosin gue ke dalam penjara? Ingat ya Devano, walaupun sekarang gue di penjara tapi sampai kapanpun gue gak akan ikhlas lu nikahin Shella dan rebut dia dari hidup gue!" ujar Adrian.


"Tenang dulu, pak Adrian! Saya tuh kesini mau jenguk anda loh, saya gak ada maksud buat bikin anda emosi apalagi kecewa hati!" ucap Devano.


"Gausah banyak basa-basi, cepet langsung bilang apa maksud lu dateng kesini temuin gue!" bentak Adrian masih dengan raut wajah kesal.


"Hahaha, Adrian Adrian... udah dibilang saya ini cuma mau jenguk anda, gak percayaan banget sih? Harusnya anda itu gembira karena masih ada yang mau menjenguk anda disini, bukannya malah marahin saya seperti itu!" ucap Devano.

__ADS_1


"Gue gak sudi dijenguk sama orang kayak lu! Mending lu pergi dan jangan dateng lagi kesini, karena gue muak lihat muka lu!" ucap Adrian.


"Santai pak Adrian, selain menjenguk anda saya juga ingin memberitahu sesuatu yang lumayan penting loh buat anda... saya yakin anda pasti akan sangat terkejut mendengarnya, mungkin bisa jadi anda juga akan syok sampai jatuh pingsan!" ucap Devano.


Adrian terdiam setelah mendengar perkataan dari Devano yang tampaknya cukup serius itu, ia penasaran apa sebenarnya yang ingin disampaikan Devano kepadanya saat ini sampai-sampai pria itu berkata kalau ia akan pingsan bila mendengarnya.


"Heh, gausah nakut-nakutin gue ya! Cepat katakan apa yang pengen lu omongin ke gue, jangan banyak basa-basi gak penting!" ujar Adrian emosi.


"Hahaha, penasaran ya? Sabar dong, santai! Saya juga pasti akan mengatakan itu pada anda, tapi sebaiknya anda siapkan mental dulu dan tarik nafas dalam-dalam supaya gak syok!" ucap Devano.


"Halah bacot! Cepetan ngomong aja...!!" bentak Adrian sembari menatap tajam ke arah Devano.


"Oh, ya oke! Saya akan bicara...."


Devano tersenyum lalu menegakkan tubuhnya dengan dua tangan dilipat di atas meja, ia terus memandang Adrian hingga membuat pria itu risih dan merasa kesal pada kelakuan Devano yang benar-benar seperti mengejeknya.


"Saya datang kesini ingin menyampaikan tiga hal pada anda, yang pertama adalah kakek anda yakni mr. Frederick sudah menggelontorkan dana berjumlah banyak ke dalam perusahaan saya! Sehingga saya sekarang berhasil kembali menjadi pengusaha kaya yang sukses, perusahaan saya juga kembali seperti dulu dan tidak jadi bangkrut!" ucap Devano dengan nada seperti meledek.


"Gak mungkin, pasti lu bohong kan? Gue gak percaya, mana mungkin kakek mau bantu perusahaan lu...!!" ujar Adrian terkekeh.


"Hahaha, tuh kan baru yang pertama aja udah mau kena mental apalagi denger yang kedua sama ketiga pasti bisa pingsan anda..." ucap Devano meledek.


Lagi-lagi Adrian dibuat tak berkutik oleh Devano, ia memang sudah kalah segalanya dari pria di hadapannya tersebut apalagi saat ini dirinya juga tengah menjalani hukuman di dalam penjara.


...•••...


Disisi lain, Shella bersama ibunya masuk ke ruang UGD menjenguk Nadya yang juga sudah sadar setelah mereka mendapat izin dari dokter untuk menemui Nadya di dalam sana. Tampak keduanya amat sangat gembira bersyukur melihat Nadya telah sadar dan bisa tersenyum kembali, sebelumnya mereka terlebih Jenar selalu bersedih sambil menangis meratapi nasib Nadya.


Tak hanya mereka berdua, Nadya sendiri juga sangat bahagia bisa melihat ibu dan saudaranya lagi saat ini walau ia kebingungan bagaimana bisa berada di rumah sakit padahal sebelumnya ia sedang bersama ibunya di taman dekat rumah melaksanakan olahraga pagi dengan lari keliling taman.

__ADS_1


"Bu, kok aku bisa di rumah sakit sih? Tadi kan aku lagi sama ibu di taman, kenapa tiba-tiba aku bangun udah ada disini??" tanya Nadya tak mengerti.


"Iya sayang, tadi ibu temuin kamu pingsan dan lagi dibopong sama nak Yoga... setelah itu, ya kita bawa kamu ke rumah sakit buat dicek kondisinya karena badan kamu itu panas banget!" jawab Jenar.


"Aku pingsan, Bu? Terus Yoga itu siapa, kok bisa dia yang bopong tubuh aku??" tanya Nadya penasaran.


"Nak Yoga itu teman kamu, kalian kan lumayan dekat dulu sebelum kamu kecelakaan dan koma di rumah sakit beberapa Minggu! Pasti kamu lupa, ya?" ucap Jenar tersenyum.


"Iya Bu, aku gak inget sama sekali sama yang namanya Yoga... eee terus dia dimana, Bu?" ucap Nadya celingak-celinguk.


"Dia nunggu diluar, kata dokter gak boleh banyak-banyak orang masuk kesini takut ganggu pasien yang lain sama kondisi kamu juga kan belum pulih benar sayang..." ucap Jenar.


Nadya pun tersenyum menikmati sentuhan tangan sang ibu pada keningnya yang memang terasa begitu hangat, ia kini mengalihkan pandangan ke arah Shella yang sedari tadi hanya diam memperhatikan dirinya dari jarak jauh.


"Mbak Shella, kok diem aja sih?" tanya Nadya.


"Eh, abisnya aku juga gak diajak ngobrol sih sama kalian! Yaudah aku diem aja daripada nyerobot nanti malah dibilang gak sopan, ya kan?" ujar Shella.


"Hehehe, mbak Shella kok bisa ada disini juga sih?" ucap Nadya nyengir memperlihatkan gigi-giginya.


"Iya dong, kan mbak penasaran banget sama kondisi kamu yang kata ibu masuk rumah sakit! Makanya mbak langsung buru-buru dateng kesini buat cek langsung, Alhamdulillah ternyata kamu gak kenapa-napa dan masih bisa bicara lagi!" ucap Shella.


"Ya iya dong, mbak! Aku kan kuat dan anti sakit, jadi mana mungkin aku kenapa-napa! Tadi tuh aku cuma kurang tidur aja, makanya aku ketiduran sampe pingsan di taman!" ucap Nadya.


"Hahaha, bisa aja kamu...!!" ucap Shella tertawa.


"Yasudah, sekarang kamu istirahat dulu ya Sheila! Ibu sama Shella mau keluar sebentar, tapi nanti bakal lagi kok tenang aja!" ucap Jenar.


"Oke, Bu!"

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2