Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Tes DNA?


__ADS_3

Laila menghampiri Shella untuk memastikan apa benar itu sahabatnya yang selama ini hilang atau bukan.


"Shella, ini benar kamu?" tanya Laila.


Shella berdiri dan meyakinkan Laila bahwa dia benar Shella.


"Iya ini aku, kamu apa kabar Laila?" ujar Shella.


"Baik baik kok.. Ka-kamu kok bisa ada disini Shella?" ucap Laila.


"Iya aku kerja disini, terus kamu sendiri kok disini?" ujar Shella.


"Kamu kerja disini? Yang bener? Ini kan kantor kakak aku, barusan aku abis ngasih makan siang ke dia.." ucap Laila.


Shella terkejut karena ternyata Laila adalah adik dari Devano..


"Kamu adik pak Devano? Ya ampun gak nyangka banget," ujar Shella.


"Iya Sel aku adik kak Vano, aku juga gak nyangka kalo kamu selama ini ternyata kerja disini.. Padahal udah lama banget aku nunggu kabar dari kamu," ucap Laila.


Disaat mereka asik berbincang, Rafi malah terlihat kebingungan.


"Eh tunggu tunggu! Kalian udah saling kenal?" potong Rafi.


"Ya iyalah kak, Shella ini temen kuliah aku! Tapi kita udah lama banget gak ketemu, sejak Shella mutusin buat keluar dari kampus dan menghilang entah kemana!" ujar Laila.


"Wah gila sih dunia sempit banget emang," ucap Rafi.


"Shella, kamu apa kabar?" tanya Laila.


"Baik kok Alhamdulillah, kan kamu lihat sendiri nih aku baik-baik aja.." jawab Shella.


"Ih sumpah aku seneng banget akhirnya bisa ketemu sama kamu! Oh ya kamu tinggal dimana sekarang?" ujar Laila.


"Eee aku tinggal di rumah paman aku, kebetulan dia kasih izin aku sama ibu buat tinggal di rumahnya.." jawab Shella.


"Syukur deh berarti kamu gapapa, jujur aku sempet khawatir pas ibu kamu bilang kalau kamu diusir dari rumah sama para warga!" ujar Laila.


"Udah gausah khawatir! Kan sekarang kita udah ketemu lagi," ucap Shella.


"Oh iya bayi kamu gimana? Sehat-sehat aja kan? Gak kamu gugurin kan?" tanya Laila.


"Laila! Kok lu nanya nya gitu sih sama Shella?" ujar Rafi.


"Ish apa sih kak kan aku cuma mau tau, bayinya Shella itu masih ada atau enggak!" ucap Laila.


"Alhamdulillah masih kok, gak mungkin aku tega gugurin kandungan aku.. Dia sama sekali gak salah!" ujar Shella.


"Bagus deh berarti kamu peduli sama dia!" ujar Laila.


"Eh terus tadi lu ngapain manggil-manggil gua?" tanya Rafi pada Laila.


"Ohh ini gue tadi mau ngasih makanan juga buat lu, tapi itu lu udah makan ya jadi gajadi deh gue kasih ke lu!" jawab Laila.


"Yaudah lu ikut makan aja sini sama kita!" ujar Rafi.

__ADS_1


"Iya bener, sekalian gue mau ngobrol banyak sama Shella!" ucap Laila.


Lalu, mereka bertiga pun makan bersama disana.


Tanpa disadari, Devano ternyata menguping pembicaraan mereka dari luar.


"Ohh jadi Shella itu temennya Laila? Wah gua bisa manfaatin Laila nih buat bujuk Shella supaya mau nikah sama gue!" gumam Devano.


Devano pun pergi agar tidak ketahuan oleh mereka.


...•••...


Adrian menemui dokter Fira di rumah sakit.. Dia seperti ingin menanyakan sesuatu padanya.


"Ada apa ya pak Adrian minta bertemu dengan saya?" tanya Fira.


"Sebelumnya mohon maaf dok kalau saya mengganggu aktifitas anda.." ujar Adrian.


"Tidak kok pak, saya kan sudah pernah bilang ke bapak kalau membutuhkan bantuan saya maka saya akan lakukan itu semampu saya!" ucap Fira.


"Ya jadi gini dok, saya cuma ingin bertanya.. Apabila ada seorang wanita yang disetubuhi oleh 2 pria dalam waktu berdekatan, itu kira-kira jika dia hamil maka anak siapa yang dikandungnya dok?" tanya Adrian.


Adrian mengutarakan pertanyaan yang membuat dokter Fira tertawa, dia tak mengerti memang apa maksud Adrian bertanya seperti itu.


"Memangnya siapa wanita yang mau melakukan itu dengan 2 pria di waktu berdekatan?" dokter Fira bertanya balik.


"Eee tidak ada dok, saya cuma ingin tahu aja kira-kira dokter tahu gak jawabannya.." ucap Adrian.


"Itu tergantung pak, sel ****** siapa dulu yang berhasil menembus dinding rahim wanita itu! Semua kemungkinan bisa terjadi, tapi jika ingin tahu siapa ayahnya ya harus dilakukan tes dna pak!" jawab Fira.


"Lazimnya mungkin sekitar usia 10-12 minggu pak, karena kalau dibawah itu takut terjadi resiko yang tidak diinginkan!" jawab Fira.


"Terus, anda bisa kan melakukan itu??" tanya Adrian.


"Bisa pak, apa bapak mau melakukan tes DNA?" ucap Fira.


"Eee kalau gitu terimakasih dok atas jawabannya, saya izin pamit!" ujar Adrian.


"Oh iya silahkan pak," ucap Fira.


Adrian keluar dari ruangan dokter Fira tanpa menjawab pertanyaan nya tadi.


...•••...


Bimo nekat menghampiri Zara yang sedang bersama pacar barunya yaitu David.


"Hai Zar!" sapa Bimo.


Zara pun terkejut melihat Bimo ada disana..


"Hah? Bimo kok lu bisa disini?" tanya Zara.


"Lu siapa?" tanya David.


"Harusnya gue yang tanya gitu sama lu, lu siapa? Kenapa lu bisa sama Zara?" ujar Bimo.

__ADS_1


"Gua pacarnya, lu mau apa ha?" ucap David.


Zara pun berusaha memisahkan mereka agar tidak terjadi keributan disana.


"Eh udah-udah!" ujar Zara.


"Sayang, dia siapa sih? Kok bisa kenal sama kamu?" tanya David pada Zara.


"Di-dia.." Zara bingung harus menjawab apa.


Tiba-tiba saja Bimo memotong omongan Zara.


"Kasih tau sama dia Zar, siapa aku dan gimana kita dulu!" ucap Bimo.


"Heh maksud lu apa?" ujar David.


Bimo hanya tersenyum melihat tingkah David, lalu dia mendekati Zara dan membelai rambut nya.


"Tega lu Zar!" ucap Bimo.


David langsung menyentak tangan Bimo dari wajah pacarnya..


"Jangan pernah lu sentuh pacar gua!" ancam David.


Bimo kembali tersenyum.


"Tenang, gua gak akan sentuh cewek murahan ini!" ujar Bimo.


Mendengar pacarnya dihina, David langsung memukul wajah Bimo hingga dia terjatuh.


"Berani-beraninya lu bilang gitu ke pacar gua! Lu mau cari masalah sama gua?" ucap David.


Zara berusaha menahan David agar tidak membuat keributan disana.


"Udah sayang, kamu jangan terpengaruh sama kata-kata dia!" ucap Zara.


"Ya, bagus Zara! Gua bener-bener kecewa sama lu! Tega banget lu! Tapi, gua selalu doain yang terbaik buat lu..!!" ujar Bimo.


Sambil memegangi bekas tonjokan di wajahnya, Bimo pun berjalan pergi meninggalkan mereka.


"Dia siapa sih?" tanya David.


Mata Zara terlihat berkaca-kaca seperti ada rasa penyesalan di dalam dirinya.


"Bukan siapa-siapa kok, lupain aja!" jawab Zara.


"Yaudah kamu mau lanjutin makan apa gimana?" tanya David.


"Eee aku mau pulang aja," jawab Zara.


"Ok, aku anterin kamu pulang ya!" ucap David.


Zara mengangguk, lalu David merangkul pacarnya itu dan berjalan pergi.


...~Bersambung~...

__ADS_1


__ADS_2