
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 61
...•...
...•...
Pagi itu, Nadya menemui Adrian di ruangannya.. Ia memberikan berkas-berkas yang harus ditandatangani oleh Adrian.
Setelah semuanya ditandatangani, Nadya pun hendak pamit untuk keluar dari sana.
"Baik pak, kalau begitu saya permisi.." ucap Nadya.
Nadya bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju pintu keluar, tapi ia menghentikan langkahnya saat Adrian memanggil namanya.
"Nadya, tunggu!" ujar Adrian.
Nadya pun menoleh ke arah Adrian dan bertanya,
"Iya pak, ada apa?" ucap Nadya.
"Duduk!" ujar Adrian.
"Oh baik pak," ucap Nadya.
Ya akhirnya Nadya kembali ke tempat duduknya sesuai perintah Adrian..
"Ada apa ya pak?" tanya Nadya.
Adrian melipat kedua tangannya di atas meja sambil menatap wajah Nadya.
"Dia memang sangat mirip dengan Shella, saya harus bertanya langsung padanya!" batin Adrian.
Lalu, Adrian mengambil sesuatu dari kantong kemejanya..
"Apa kamu kenal dengan..."
Belum sempat ucapan Adrian selesai, tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu ruangannya.
Tok Tok Tok...
"Permisi pak, ini saya Syifa.." ucap Syifa.
Rupanya Syifa yang mengetuk pintu dan meminta masuk.
"Iya masuk!" ujar Adrian.
Adrian mempersilahkan Syifa masuk ke dalam, ia pun menahan sesuatu yang ingin diambilnya tadi.
"Maaf saya mengganggu pak, tapi klien kita sudah datang pak dan mereka menunggu di ruang meeting!" ucap Syifa.
"Oh iya iya saya kesana sekarang, terimakasih sudah mengingatkan saya!" ucap Adrian.
"Sama-sama pak kalo gitu saya permisi," ucap Syifa.
Lalu, Syifa keluar dari ruangan Adrian..
"Eee kalo gitu saya juga izin keluar ya pak," ucap Nadya.
"Iya kamu boleh keluar kok," ujar Adrian.
Nadya pun juga keluar dari ruangan Adrian dengan santainya seperti tak ada yang dia lupakan.
Adrian juga baru ingat kalau Nadya belum memberikan berkas-berkas untuk meeting nanti.
"Oh iya kan Nadya belum kasih bahan meeting nya, ini dia gimana sih? Masa begitu aja bisa lupa!" gumam Adrian.
Akhirnya Adrian pergi menyusul Nadya..
__ADS_1
...•••...
Devano meminta Shella untuk datang ke ruangannya karena ia merasa kesepian, ya Shella pun menurut dan langsung menemui tunangannya itu.
Begitu sampai, Devano sangat gembira dan meminta Shella duduk disampingnya.
"Mas, kamu bukannya udah biasa ya sendirian disini? Kok minta ditemenin segala?" tanya Shella.
"Ya emang sih, tapi gak tahu kenapa sekarang-sekarang ini aku gak bisa jauh dari kamu honey!" jawab Devano.
"Kamu bisa aja mas, padahal kita baru barengan tadi kan.." ujar Shella.
"Udah sih kamu disini aja ya temenin aku, biar aku juga makin semangat kerjanya!" ujar Devano.
"Terus kerjaan aku gimana dong mas?" tanya Shella.
"Itu mah gampang gausah dipikirin, yang perlu kamu pikirkan itu cuma saya honey!" ujar Devano.
"Iya deh aku nurut aja apa kata kamu mas," ucap Shella.
"Bagus, aku suka wanita penurut seperti kamu!" ujar Devano.
Shella tersenyum saat Devano mengelus-elus lembut kepalanya lalu merangkul dan mencium rambutnya.
...•••...
Nadya berjalan namun masih kepikiran tentang Adrian.
"Kira-kira pak Adrian mau kasih lihat apa ya tadi? Aku jadi penasaran deh.." batin Nadya.
Kemudian, ada seseorang yang menepuk pundaknya dari belakang.. itu membuat Nadya kaget tentunya dan reflek menoleh.
"Eh bapak," ucap Nadya saat mengetahui Adrian lah yang menepuknya.
"Iya saya, kamu gimana sih? Mana berkas untuk meeting nanti? Kenapa kamu gak kasih ke saya tadi?" tanya Adrian.
"Eee aduh maaf pak saya kelupaan tadi, padahal Syifa udah kasih ke saya berkasnya.." ujar Nadya.
"Yasudah gapapa, sekarang mana berkas itu?" tanya Adrian.
"Ok nanti kamu antarkan ke ruang meeting, jangan terlalu lama! Saya tidak mau membuat klien saya menunggu cukup lama!" ujar Adrian.
"Baik pak, saya permisi.." ucap Nadya.
Nadya pun bergegas ke mejanya untuk mengambil berkas meeting milik Adrian yang ketinggalan.
"Tingkahnya juga sangat mirip dengan Shella, apa benar dia saudara Shella?" gumam Adrian.
...•••...
Laila, Yasmin serta Zara baru saja ingin pulang setelah menyelesaikan kuliah mereka..
"Eh guys, kalian mau langsung pulang apa kemana dulu?" tanya Laila.
"Gue langsung pulang deh kayaknya, soalnya belum nyuci baju hehe.." jawab Yasmin.
"Kalo gue sih paling diajak jalan-jalan dulu sama my pacar David!" ujar Zara.
"Yeh lu mah enak udah ada pacar, lah gua yang masih jomblo ini cuma bisa meratapi nasib.." ujar Yasmin.
"Hahaha gausah sedih yayas! Kan ada si botak yang ngejar-ngejar lu tuh.." ucap Laila.
"Dih gua juga masih waras kali La, masa demen sama yang begituan sih mana gayanya letoy.." ujar Yasmin.
"Ahaha parah lu!" ucap Zara.
"Tau lu gimana kalo dia jodoh lu hayo?" ledek Laila.
"Amit-amit amit-amit! Udah lah gausah bahas dia!" ujar Yasmin.
"Iya iya gak lagi ahaha.." ucap Zara.
"Eh La, lu dah jadian kan sama Sadam? Mana tuh dia kok gak samperin lu?" tanya Yasmin.
"Gak tahu tuh dia mah suka gajelas orangnya," jawab Laila.
__ADS_1
"Sabar aja La mungkin dia masih ada kelas kan.." ujar Zara.
"Eh kalian tau gak sih? Bentar lagi Shella bakal jadi kakak ipar gue loh!" ucap Laila.
"Hah? Maksudnya?" tanya Yasmin tak mengerti.
"Iya kan dia mau nikah sama abang gue bulan depan, jadi otomatis dia bakal jadi kakak ipar gue dong!" ucap Laila.
"Ih serius? Kok lu gak bilang ke kita sih??" ujar Zara.
"Ya serius ini gua bilang kan, minggu kemarin baru aja mereka lamaran.. Gua sendiri yang jadi saksi!" ucap Laila.
"Wah gak nyangka Shella bisa nikah sama abang lu ya," ujar Yasmin.
"Iya sama gua juga gak nyangka tadinya.." ucap Laila.
Lalu, datang Sadam ikut nimbrung ke mereka.
"Wih wih wih seru amat nih kayaknya, lagi pada ghibahin siapa sih ha?" ujar Sadam.
"Nah tuh La, cowok lu datang tuh!" ucap Zara.
"Kenapa emang? Laila nyariin gua ya?" tanya Sadam.
"Iya iya bener tadi si Laila nanyain lu terus tau!" ujar Yasmin.
"Dih apaansi mana ada gua nyariin dia?" bantah Laila.
"Udah lah beb gausah gengsi gitu, aku tau kok kamu gak bisa jauh dari aku walau cuma sebentar iya kan?" ujar Sadam.
"Gausah lebay deh! Lu juga jangan percaya sama mereka!" ucap Laila.
"Iya iya yaudah pulang bareng yuk!" ucap Sadam.
"Mana bisa, kan gue bawa mobil Sadam!" ujar Laila.
"Yaelah biarin aja mobil lu tinggalin disini, terus kita berdua naik motor dah biar romantis.." ucap Sadam.
"Asik asik yang udah mulai bucin, padahal dulunya saling benci.." ledek Zara.
"Ahaha emang bener ya Zar, cinta tumbuh dari sebuah kebencian haha!" saut Yasmin.
"Yeh berisik lu berdua! Yaudah ayo balik!" ujar Laila.
Laila langsung menggandeng tangan Sadam dan mengajaknya pergi dari sana.
...•••...
Adrian telah selesai meeting, dia pun berencana untuk mendatangi rumah Shella.
"Gua harus ketemu sama tante Jenar buat mastiin semua ini, mumpung Shella juga masih di kantor kan kalo jam segini jadi gua gak bakal diusir.." gumam Adrian.
Saat ingin berjalan keluar kantor, tak sengaja ia bertemu dengan Nadya lagi.. ya dia pun berbicara dulu padanya.
"Eh Nadya sebentar!" ujar Adrian.
"Iya pak, kenapa?" tanya Nadya.
"Hari ini saya sudah tidak ada jadwal meeting kan?" ucap Adrian.
"Oh benar pak tidak ada meeting lagi," ucap Nadya.
"Baguslah kalau gitu saya ingin keluar, tapi jika ada apa-apa langsung saja hubungi saya!" ujar Adrian.
"Baik pak," ucap Nadya.
Adrian pun berjalan pergi meninggalkan Nadya..
"Aduh kok pak Adrian gak lanjutin yang tadi sih? Kan gue masih penasaran kalo gini.." gumam Nadya.
Ya Nadya masih kepo apa yang ingin Adrian tunjukan padanya tadi, tapi ia tidak berani menanyakan nya pada Adrian.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1