
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
Ok guys, jadi sebelum masuk ke cerita author mau promo dulu boleh ya ges ya!
Sebentar lagi author bakal buat novel baru bergenre fantasi wow😍
Yap seru kan, udah lama author gak buat novel genre itu yang banyak ciat ciat nya😁
Mau tau gak novelnya gimana? Ini dia author tunjukin covernya ya ges ya...
Yap itu dia bagus gak? Bagus dong masa enggak!
Udah lah gitu aja kalo mau tau ceritanya kalian tungguin aja ya ges ya!
...•...
...•...
#CSMC EPISODE 52
Shella sudah bersiap untuk pergi ke kantor pagi-pagi sekali, ya karena itu permintaan Devano jadi Shella harus menurut walau sebenarnya dia masih ngantuk kalo harus pergi jam segitu.
Saat keluar rumah, Shella terkejut karena sudah ada Devano disana berpakaian rapih dengan kacamata hitam menempel di matanya.
"Morning honey!" ucap Devano sambil membuka kacamata nya.
Devano terlihat sangat cool hari itu hingga membuat Shella terkesima saat memandang nya..
"Morning too, kamu kok bisa tau rumah ini sih?" tanya Shella.
"Ya harus tau dong kan sebentar lagi aku bakal dateng kesini buat lamar kamu!" jawab Devano.
"Maksud aku kamu tau darimana?" tanya Shella.
"Aduh honey, kamu lupa? Aku kan sepupu Rafi, jadi aku tau alamat kamu ya dari dia dong!" jawab Devano sambil mencubit pipi Shella.
"Oh iya pak Rafi pernah kesini, terus kamu ngapain kesini sekarang?" ujar Shella.
Devano mendekati Shella dan menggenggam tangan nya.
"Aku mau ajak kamu keliling kota sebelum kita ke kantor! Kebetulan udara pagi disini masih bagus, makanya aku mau kita jalan berdua sekalian olahraga!" ucap Devano.
"Ya ampun tapi aku udah pake kemeja loh, kamu juga kan emang gak takut bau keringat nanti pas di kantor kalo kita jalan-jalan dulu?" ujar Shella.
"Ya enggak lah ngapain takut? Lagian mana mungkin cewek secantik kamu bisa bau, kamu kan always wangi honey!" ucap Devano.
"Apa sih kamu? Yang namanya manusia pasti bisa bau lah!" ujar Shella.
"Ehm ehm.." seru Jenar.
Shella & Devano sontak menoleh ke asal suara itu, rupanya ada Jenar tengah bersandar di depan pintu memperhatikan mereka.
"Eh ibu, ibu ngapain disitu?" tanya Shella.
"Ah gak ngapa-ngapain kok, ibu penasaran aja tadi kamu kok anteng banget ngobrolnya gitu eh ternyata ada nak Devano pantes aja.." ujar Jenar.
Devano langsung menghampiri Jenar dan mencium tangan nya.
__ADS_1
"Selamat pagi tante, maaf saya ganggu pagi-pagi begini.." ucap Devano.
"Ya gapapa lah nak Dev, eh ngomong-ngomong nih jangan panggil Tante dong! Sebentar lagi kan kamu sama Shella mau nikah, panggil mamah dong!" ujar Jenar.
"Eee iya mah.." ujar Devano.
"Nah gitu baru pas!" ucap Jenar.
"Ahaha maafin ibu ya pak.." ucap Shella.
"Loh loh kok pak lagi sih? Inget sebentar lagi kita jadi suami istri masa masih panggil pak.." ujar Devano.
"Maksud aku mas Vano," ucap Shella.
"Nah kalo gitu kan aku jadi makin sayang," ucap Devano sambil merangkul pundak Shella.
Jenar yang melihatnya pun merasa senang karena kini Shella mendapatkan lelaki yang bisa membuatnya bahagia.
Terlihat senyuman yang mencerminkan kebahagiaan dari wajah Shella, itulah yang membuat Jenar yakin bahwa Shella benar-benar cinta pada Devano.
"Yaudah tante, kita berdua langsung berangkat aja ya.. Mau keliling-keliling kota dulu!" ucap Devano.
"Nah kan tante lagi, mamah!" ujar Jenar.
"Iya itu maksudnya, kita pamit ya mah!" ucap Devano.
"Iya hati-hati ya kalian!" ujar Jenar.
Devano pun kembali mencium tangan Jenar, diikuti dengan Shella yang juga berpamitan pada ibunya itu.
"Aku berangkat dulu ya Bu," ucap Shella.
"Iya sayang,"
Lalu, Devano menggandeng tangan Shella dan mereka berdua pun berjalan bersamaan.
...•••...
"Aduh kemana sih Risa? Dari semalam gak ada kabar sama sekali, ditelpon juga mati terus hp nya! Semoga dia gak kenapa-napa..!!" gumam Adrian.
Adrian pun masuk ke toilet untuk mandi dan bersiap pergi ke kantornya..
Sebelum mandi, Adrian menyempatkan diri untuk memandangi foto Shella yang terpampang di dinding kamarnya.
"Saya gak akan pernah rela kalau kamu harus menikah dengan Devano! Kamu itu punya saya Shella! Saya yang lebih dulu menemukan kamu bukan Devano, jadi seharusnya saya yang bersanding denganmu di pelaminan nanti.." batin Adrian sambil mengelus bingkai foto Shella.
Setelah itu, Adrian mengambil handuknya dari lemari dan barulah ia melangkah masuk ke kamar mandinya.
...•••...
Rafi berjalan cepat menuju sebuah kamar, dia masuk ke kamar itu dan menyalakan lampu.
Rafi terlihat menghampiri seorang wanita yang sedang tergeletak di atas ranjang, kemudian ia menyingkirkan rambut yang menutupi wajah wanita itu hingga kini terpampang jelas wajahnya.
"Maafkan saya, tapi saya terpaksa melakukan ini agar Devano bisa menikah dengan Shella tanpa gangguan dari anda!" batin Rafi.
Rafi pun meletakkan sepiring nasi uduk dan segelas air putih yang tadi ia bawa di meja samping tempat tidur.
#Flashback#
Rafi membopong tubuh Risa yang pingsan itu dan menaruhnya di sofa.
Dia penasaran dengan Risa dan ingin tahu siapa dia, maka dari itu Rafi coba merogoh seluruh baju dan rok nya untuk mendapatkan info.
Sampai akhirnya dia menemukan hp Risa dan mengambilnya, Rafi pun menggunakan jari Risa untuk membuka kunci hp tersebut.
__ADS_1
Dan dari hp itu, dia menemukan bahwa Risa adalah orang suruhan Adrian untuk menggagalkan pernikahan Devano & Shella.
"Ternyata cewek ini suruhan pak Adrian? Pantes aja gelagatnya mencurigakan banget tadi.." gumam Rafi.
Rafi pun kembali membopong tubuh Risa dan membawanya ke kamar kosong.
"Lu disini aja sampe Devano pulang ya!" batin Rafi.
Lalu, Rafi keluar dari sana dan mengunci pintu kamar tersebut.
Malam harinya saat Devano pulang, Rafi langsung memberitahu jika ada suruhan Adrian datang ke rumahnya.
"Dev, tadi gua berhasil tangkap suruhan Adrian.." ujar Rafi.
"Suruhan Adrian? Siapa?" tanya Devano.
"Dia cewek gua juga gak tau dia siapanya Adrian, tapi yang pasti dia suruhan Adrian buat menggagalkan pernikahan lu Dev!" jawab Rafi.
"Terus dimana dia sekarang?" tanya Devano.
"Kamar sana Dev, tadi sih dia pingsan abis gue pukul gak tau sekarang udah sadar apa belum.." jawab Rafi.
Devano & Rafi pun segera menuju kamar itu untuk menemui Risa.
Begitu membuka pintu, Devano langsung mengenali jika wanita yang dimaksud Rafi adalah asisten Adrian.
Benar saja rupanya Risa sudah sadar dan sedang duduk ketakutan..
"Kalian mau apa?" tanya Risa.
Devano berjalan mendekati Risa..
"Harusnya saya yang tanya itu ke kamu, mau apa kamu pantau rumah saya?" ucap Devano sambil membelai rambut Risa.
Risa semakin ketakutan ketika Devano mengusap wajahnya dan menatapnya dengan tajam.
"Sa-saya cuma mau tanya alamat tadi, kebetulan saya kesasar.." jawab Risa gugup.
"BOHONG! Saya sudah tahu, kamu suruhan Adrian kan? Kalau kamu mau bebas dari sini, kamu harus berhenti bekerja untuk dia!" ujar Devano.
Risa membulatkan matanya tak tahu harus bagaimana, namun Risa memilih untuk tetap setia pada Adrian.
"Maaf, saya sudah cukup lama bekerja untuk keluarga Bagaskara! Saya tidak mungkin meninggalkan pak Adrian!" ucap Risa.
"Ok kalo itu mau kamu, tapi saya tidak akan membiarkan kamu bebas!" ujar Devano.
Risa kaget dan seketika Devano langsung berdiri lalu berjalan keluar dari kamar, tapi ia sempat berbisik pada Rafi.
"Urus dia!" bisik Devano.
Rafi mengangguk dan menghampiri Marissa.
Kemudian, dia mengambil sapu tangan dari kantong celananya dan menuangkan sebuah cairan entah apa itu ke sapu tangan tersebut.
Lalu, Rafi menempelkan sarung tangan itu pada hidung Risa hingga dia pingsan.
#Flashback end#
Saat keluar dari kamar itu, Rafi terkejut karena Laila ada di depan pintu.
"Di dalam ada siapa sih? Kenapa lu bawain makanan dan minuman kesana??" tanya Laila.
Rafi pun kebingungan tak tahu harus menjawab apa.
...•••...
__ADS_1
...~Bersambung~...