Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Lampu tidur


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 180


...•...


...•...


Laila pulang ke rumahnya bersama dua sahabat sejatinya yakni Yasmin & Zara yang ingin menemani Laila disana serta bertemu dengan Shella lagi.


Akan tetapi, disaat mereka bertiga masuk ke rumah dan bertanya pada Bu Yuni selaku asisten rumah tangga baru di rumah itu tentang Shella, Bu Yuni memberitahu kalau Shella bersama Devano tengah pergi keluar.


"Bi, bang Vano sama Shella kemana ya? Kok rumah ini kayak sepi banget sih??" tanya Laila yang kini duduk di sofa.


"Ohh tadi tuan sama nyonya pergi keluar non, mereka katanya sih mau ke rumah sakit gitu! Oh ya ini non minumannya sama cemilan, silahkan non! Bibi mau balik ke dapur dulu masih ada yang harus dikerjakan..." ucap Bu Yuni menaruh gelas minuman serta cemilan di atas meja lalu kembali ke dapur.


Sontak wajah Yasmin & Zara langsung cemberut ketika mengetahui Shella tak ada disana, karena tujuan mereka hendak bertemu dengan Shella gagal.


"Yah sia-sia aja dong kita berdua kesini, tau gitu mending gue jalan sama my beloved daripada kesini gak ada Shella..." ujar Zara manyun.


"Kalo gue sih gapapa ya, lagian gue kan gak punya pacar jadi gak tau mau kemana kalo gak kesini hehe...." ujar Yasmin malah nyengir.


"Udah lah guys, mungkin sebentar lagi Shella pulang kok! Tuh minum dulu biar gak haus, makan juga cemilannya gausah malu-malu!" ucap Laila sambil menenggak gelasnya.


"Eh iya La, itu tadi pembantu baru lu ya?" tanya Yasmin penasaran.


"Hooh, bang Vano sengaja sewa bi Yuni sama mbak Intan buat bantu-bantu gue dan Shella beberes rumah... soalnya bang Vano gak mau kejadian kemarin yang Shella jatuh dari tangga itu terulang lagi, jujur gue juga masih sedih banget karena Shella harus keguguran gara-gara gue yang minta tolong sama dia!" jawab Laila menjelaskan semuanya.


"Jangan sedih lagi dong La! Susah-susah kita hibur lu di kampus tadi, masa sekarang jadi sedih lagi sih? Dah ah lagian semuanya kan udah lewat dan itu bukan salah lu juga, mending sekarang kita berdoa buat kebaikan Shella terus semoga dia bisa secepatnya hamil lagi!" ucap Zara menenangkan Laila.

__ADS_1


"Aamiin...." ucap Laila & Yasmin berbarengan mengaminkan ucapan Zara.


Tak lama kemudian, pak Umar masuk ke dalam rumah menemui Laila dan 2 temannya di ruang tamu.


"Permisi non," ucap pak Umar membungkukkan badannya sedikit sambil melipat kedua tangannya di depan.


"Ya ada apa pak?" tanya Laila yang langsung menoleh ke arah pak Umar sambil tersenyum.


"Itu non, di luar ada den Sadam katanya mau ketemu sama non Laila! Udah saya suruh masuk tapi dia maunya non yang keluar," jelas pak Umar.


"Ohh, iya pak makasih ya nanti saya keluar!" ucap Laila sembari tersenyum.


"Baik non, kalo gitu saya permisi kembali ke pos!" ucap pak Umar mendapat anggukan dari Laila, ia pun langsung berbalik badan kembali keluar menuju posnya.


Sementara Laila memandang ke arah teman-temannya yang ada di hadapannya meminta izin pada mereka untuk menemui Sadam sebentar di luar sana.


"Guys, gue ke depan dulu ya temuin Sadam! Kalian tunggu disini aja sambil makan tuh cemilannya jangan dianggurin aja!" ujar Laila.


"Iya santai aja La, udah pasti kita bakal makan tuh cemilan malah sampe habis..." ucap Yasmin sambil nyengir lalu melahap toples kue kering yang ada di meja.


Laila tertawa sambil menggelengkan kepalanya, lalu ia langsung berjalan ke luar untuk menemui kekasihnya yang sudah menunggu disana.




"Nah gimana pak? Laila nya mau kan disuruh keluar temuin saya??" tanya Sadam penasaran.


"Iya tenang aja den, tadi kata non Laila dia sebentar lagi mau kesini temuin aden!" jawab pak Umar.


"Bagus deh, makasih ya pak!" ucap Sadam.


"Sama-sama den, yasudah saya mau ke pos jaga dulu!" ujar pak Umar kemudian lanjut berjalan masuk ke dalam posnya.


Sedangkan Sadam tetap berdiri disana menunggu kedatang Laila, ia berbalik badan membelakangi pintu rumah Laila.

__ADS_1


"Semoga aja Laila suka sama hadiah dari gue! Walau ini bukan barang baru, tapi seenggaknya barang ini belum pernah dipakai siapapun! Karena waktu itu gue gak jadi kasih ini ke Shella, padahal gue udah bayangin kalau Shella bakal seneng banget terima lampu tidur dari gue ini...." gumam Sadam senyum-senyum sambil memegang sebuah kotak hadiah di tangannya.


Tiba-tiba saja, saat ia berbalik badan ada seorang wanita sudah berdiri disana dan membuatnya sedikit terkejut hingga kotak di tangannya nyaris terpental.


Beruntung ia sigap untuk menangkap kotak itu, jadi lampu tidur di dalamnya tidak pecah.


"Huh untung aja ketangkap, kamu tuh kenapa sih ngagetin aku mulu kerjaannya? Gak bisa apa dateng baik-baik gitu...." ujar Sadam mengelus dadanya yang masih panik.


Laila langsung merasa bersalah karena tampaknya Sadam sangat kesal dengannya, ia langsung mendekati Sadam dan memeluknya.


"Aku minta maaf ya beb, aku gak bermaksud bikin kamu kaget kok! Jangan marah-marah lagi ya, aku takut tau kalo ngeliat kamu marah!" ucap Laila.


Akhirnya Sadam luluh dengan perkataan Laila yang membuat hatinya tenang, ia pun tersenyum dan mengelus punggung Laila.


"Maaf Laila, aku cuma gak mau kalau lampu tidur spesial ini pecah dan aku gagal kasih surprise ke kamu...." gumam Sadam.


...•••...


Disisi lain, Shella mengajak ibunya makan sejenak karena sang ibu belum menyentuh makanan sama sekali sejak pagi.


Tentu saja Shella tak mau penyakit maag ibunya kambuh lagi, ia pun menyuruh Devano membelikan makanan untuknya dan juga ibunya.


"Bu, makanannya udah sampe! Kita makan dulu yuk di luar, kan kita gak boleh makan disini! Sheila pasti juga sedih kalau lihat ibu gak mau makan gara-gara dia, yuk bu ibu harus makan!" ucap Shella membujuk ibunya untuk makan.


"Iya sayang, ibu mau makan kok!" ucap Jenar pelan sambil menyeka sisa-sisa air mata yang membasahi pipinya.


Shella pun tersenyum mendengar ibunya mau makan, ia langsung mengajak Jenar keluar dengan menggenggam tangannya.


"Yuk bu!" ucap Shella kemudian menggandeng tangan ibunya menuju keluar, sang ibu ikut saja walau sebenarnya ia tak mau meninggalkan Nadya sendirian disana.


Sesampainya di luar, terlihat Devano telah menyiapkan meja bundar dan makanan-makanan yang ia beli juga sudah disiapkan di atasnya.


"Nah keluar juga akhirnya, ayo bu kita makan sama sama disini! Kebetulan aku udah sewa meja ini khusus untuk kita bertiga makan," ujar Devano menyambut kedua orang itu.


Shella & Jenar terkekeh melihat Devano sampai segitunya agar mereka bisa makan disana, tampak keheranan muncul di wajah Devano saat Shella & Jenar tertawa.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2