Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Capek nunggu


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


"Kita tak pernah mencintai orang yang sama dengan perasaan yang sama, tapi kenapa aku selalu tumbang oleh kenangan saat bersamanya?"


"Mungkin sederhana saja, jika air mata menetes setelah mengingatnya, berarti dia masih segalanya."


...|||...


#CSMC EPISODE 271


...•...


...•...


Untungnya saat Devano sampai disana, pria yang tadi datang menemui Shella dan memberikan bunga untuknya sudah pergi sehingga Devano tak akan salah paham atau memarahinya hanya karena pria aneh tersebut yang tidak jelas identitasnya dan bahkan baru ditemui oleh Shella hari ini saat ini.


Tapi tetap saja Shella tampak risau dengan kemunculan suaminya yang mendadak itu, ya sebelumnya memang Devano tak memberitahu lebih dulu jika ingin menyusul ke rumah sakit karena khawatir dengan kondisi istrinya itu sampai Shella pun panik karena Devano tiba-tiba sudah ada di rumah sakit mendatanginya.


"Hey, honey!" ucap Devano menyapa sang istri yang tengah berdiri cemas memandang ke arahnya, ia tak mengerti mengapa istrinya seperti itu.


"Eh mas Vano...." ucap Shella dengan suara lembutnya sembari celingak-celinguk mungkin mencari pria yang tadi sempat menemuinya.


Cuppp...


Devano memberi kecupan manis pada kening istrinya, Shella pun terkejut karena ia sedang tidak fokus tadi khawatir akan kemunculan pria tadi lagi yang bisa saja merusak hubungannya dengan sang suami saat ini.


"Kamu kenapa sih, honey? Kok daritadi celingak-celinguk terus, cari siapa?" tanya Devano.

__ADS_1


"Ah eee... gak ada kok, mas!" jawab Shella gugup.


"Oh yaudah, terus kondisi Sheila sekarang gimana? Dia baik-baik aja kan, honey?" ucap Devano mengalihkan pembicaraan dengan menanyakan kondisi Nadya alias adik iparnya.


"Iya Alhamdulillah, Sheila baik kok mas! Oh ya, kamu tahu darimana kalau aku ada disini?" ucap Shella.


"Tadi aku ke rumah ibu, tapi kata bik Yani ibu sama kamu lagi ada di rumah sakit karena Sheila harus dirawat lagi disini! Makanya aku langsung cepet-cepet dateng kesini, ya karena aku khawatir juga sih sama kamu abisnya aku telponin gak nyambung terus!" ucap Devano menjelaskan.


"Ohh, iya mas tadi hp nya aku matiin supaya gak ganggu pasien di dalam! Lagian kamu ngapain pake khawatir segala, kan aku udah izin sama kamu mau pergi bareng Laila...??" ucap Shella.


"Ya tetap aja, honey! Seorang suami pasti akan khawatir sama istrinya kalau gak ada kabar dan gak bisa dihubungi kayak tadi, harusnya minimal kamu tuh sms aku gitu jadi kan aku gak khawatir kayak gini sayang!" ucap Devano.


"Iya mas, maaf ya!" ucap Shella.


Mereka saling tersenyum kemudian berpelukan di hadapan Jenar, Laila & Yoga yang tengah duduk memandangi kemesraan sepasang suami-istri itu.


"Ehem... berasa milik berdua kali ya nih tempat, padahal ada kita-kita juga..." sarkas Laila.


Sontak Devano melepas pelukannya lalu melirik ke arah Laila dan tersenyum mengejek, namun pada akhirnya Devano pun duduk bersama yang lainnya disana sekaligus mencium tangan ibu mertuanya sebagai tanda hormat selaku menantu.


"Anda ngapain ada disini...??" tanya Devano memandang wajah Yoga yang kini di sampingnya.


"Mas, kamu bicara apa sih? Yoga itu yang udah nolongin Sheila loh tadi, dia yang pertama kali sadar kalau Sheila itu pingsan di taman! Kamu jangan gitu dong ah, malu-maluin aja deh!" bisik Shella.


"Yeh ya maaf kan aku gak tahu..." ucap Devano.


"Udah, gausah sok jutek gitu sama Yoga! Kamu itu gak pantes mas buat jadi orang jutek, pantesnya kamu tuh ramah, baik, sopan sama pengertian!" ucap Shella menenangkan suaminya.


"Iya iya...."


Tak disangka dari jauh rupanya pria tadi yang menemui Shella masih ada dan tengah mengamati kedekatan Shella dan Devano, ia geram melihat kemesraan sepasang suami-istri itu dan ingin sekali rasanya menghampiri mereka lalu membawa pergi Shella dari hadapan Devano.


"Lihat saja, mungkin kali ini kamu menolak bunga dari saya... tetapi, suatu saat nanti pasti kamu yang akan mengemis kepada saya!" batin Arga sembari meremas bunga di tangannya hingga hancur.

__ADS_1


...•••...


Disisi lain, Viona tampak bosan terus menunggu dan menunggu kehadiran Devano yang hingga kini tak kunjung datang juga padahal sudah sekitar 1 jam ia menunggu di ruangan itu menanti sosok pria yang ditunggunya untuk sekedar bertemu.


Viona bahkan sampai bolak-balik duduk dan berdiri selama beberapa kali, lalu masuk ke toilet dan keluar kembali sangking bosannya walau disana juga ada Novi yang setia menemaninya sesuai perintah dari Devano sampai pria tersebut datang kesana.


Novi nampaknya juga mulai mengantuk karena terus diam disana tanpa melakukan kegiatan apapun, ia menguap sembari melihat jam di dinding yang sudah hampir tengah hari namun bosnya itu belum datang juga kesana padahal sudah berjanji sebelumnya akan datang tak lama setelah mereka telponan.


"Duh, Novi! Bos kamu itu kemana sih? Kenapa sampe jam segini dia belum datang juga? Tadi kamu bilang gak lama, ini udah sejam lebih loh saya nunggu!" ujar Viona kesal.


"Maaf, mbak! Saya juga kurang tahu kenapa pak Vano belum datang, tapi tadi beliau bilang kalau akan datang kok mbak! Mungkin sekarang pak Vano masih di jalan kesini, ditunggu aja ya mbak!" ucap Novi coba menenangkan Viona.


Tidak seperti tadi yang sangat memaksa dan ingin sekali bertemu Devano bahkan rela menunggu, kini Viona tampak sudah lelah karena pria itu tak kunjung datang menemuinya dan waktunya juga sudah terbuang sia-sia hanya untuk menunggu seseorang yang tidak jelas kabarnya.


"Saya gak ada waktu lagi buat nunggu, saya mau pergi aja! Mungkin lain hari saya akan mampir lagi kesini buat ketemu Devano, untuk saat ini sudah cukup saya menunggu!" ucap Viona langsung mengambil tasnya dan bersiap pergi.


"Baik, mbak!" ucap Novi singkat sambil berdiri dari sofa yang ia duduki.


Viona pun berjalan ke arah pintu lalu diikuti oleh Novi yang juga ingin keluar dari ruangan bosnya, kedua wanita itu akhirnya sama-sama keluar setelah satu jam lebih terjebak disana menunggu sesuatu yang tak pasti datangnya.


Mereka berpisah saat keluar lift, Viona langsung berjalan menuju pintu luar untuk pergi mengambil mobilnya sedangkan Novi kembali ke ruangannya lalu mencoba menghubungi Devano untuk mengabari jika tamunya sudah pulang sekarang.


"Aku harus kabarin pak Vano, supaya beliau gak perlu khawatir lagi..." gumam Novi.


Akan tetapi, cukup lama bagi telponnya itu untuk tersambung ke handphone Devano yang memang tengah bersama sang istri di rumah sakit.


📞"Halo pak, syukurlah akhirnya diangkat juga!" ucap Novi senang dan lega karena telponnya tersambung.


📞"Iya halo, ini saya Shella istrinya mas Vano! Kamu mau apa telpon suami saya, Novi?" ucap seseorang di telpon tersebut yang ternyata adalah Shella.


Novi pun gugup karena yang mengangkat telponnya adalah Shella dan bukan Devano, ia sungguh bingung harus mengatakan apa saat ini karena takut membuat Shella curiga jika ia memberitahu kalau tadi ada teman lama Devano yang datang.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2