
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 347
...•...
...•...
Shella langsung menarik tangan ibu serta saudara kembarnya itu ke meja makan dan duduk disana bersamanya dengan kedua mertuanya untuk makan siang bersama-sama.
"Bu, Sheila. Ayo duduk!" ucap Shella tersenyum.
"Iya sayang, pelan-pelan dong gausah lari-lari begitu! Kamu kan lagi hamil loh, nanti kalo kepentok atau kesandung gitu kan bahaya!" ucap Jenar.
"Iya benar, kamu hati-hati dong sayang!" sahut Silvi mengingatkan menantunya.
"Maaf Bu, mah. Aku cuma seneng aja soalnya bisa kumpul sama ibu dan mama disini, kan jarang banget kita punya momen kayak gini. Makanya aku sampe lupa kalo aku juga lagi hamil," ucap Shella.
"Yaudah, gapapa." ucap Silvi.
Jenar dan Nadya pun tampak malu-malu karena baru kali ini mereka berdua makan disana bersama Silvi serta Tama.
"Bu Jenar, Sheila. Apa kabar?" ucap Silvi menyapa keluarga menantunya itu sambil tersenyum.
"Eh Bu Silvi, Alhamdulillah kami baik. Makanya sekarang kamu bisa kesini buat jengukin Shella, sekaligus ucapin selamat atas kehamilannya yang kedua ini!" jawab Jenar sambil tersenyum.
"Maaf ya Bu, kita belum sempat mampir ke rumah ibu. Jadi harus ibu deh yang datang kesini, maaf banget ya Bu!" ucap Silvi.
"Iya Bu Jenar, soalnya kami disini juga sedang sibuk merayakan kehamilan Shella! Terus kemarin Shella kan sempat jatuh sakit dan harus dibawa ke rumah sakit, ya itu karena kelalaian putra kami sih dalam menjaga Shella!" sahut Tama.
"Apa? Jadi kamu sempat masuk rumah sakit, sayang?" tanya Jenar kaget.
"Eee iya, mah. Tapi, aku gapapa kok! Kemarin aku cuma agak sedikit sakit aja, jadinya aku harus dibawa ke rumah sakit sama mas Vano!" jawab Shella sambil sedikit gugup.
"Tenang aja, Bu! Insyaallah kami bisa menjaga Shella disini dan juga kandungannya, jadi ibu tidak perlu khawatir!" ucap Silvi menenangkan Jenar.
__ADS_1
"Iya Bu, saya juga percaya kok! Tadi saya cuma kaget aja karena Shella bisa sampai masuk rumah sakit, soalnya sebelumnya Shella juga belum kasih tau saya soal itu! Ya semoga aja setelah ini kejadian seperti itu gak akan terulang lagi!" ucap Jenar.
"Aamiin, insyaallah itu gak akan terjadi lagi kok, Bu!" ucap Silvi tersenyum.
"Yaudah, ngobrolnya dilanjut nanti lagi aja! Sekarang kita fokus dulu buat makan siang sama-sama, kan jarang-jarang nih kita makan siang bareng seperti ini!" ucap Tama.
"Iya benar, sayangnya gak ada Vano disini. Kalau ada dia, pasti lebih seru dan lengkap juga!" sahut Silvi.
"Ahaha, mungkin lain kali kita bisa begini lagi sama Devano juga dan calon suaminya Sheila supaya lebih lengkap lagi nantinya!" ucap Tama.
Nadya sedikit terkejut mendengar perkataan Tama.
"Oh iya, apa kamu juga sudah punya calon suami Sheila?" tanya Silvi penasaran.
"Eee..." Nadya tampak gugup untuk menjawabnya.
"Alhamdulillah, Sheila baru dapat pacar kemarin dan mereka juga udah semakin dekat, Bu! Doakan saja semoga Sheila bisa secepatnya menyusul kakaknya itu buat menikah!" ucap Jenar mewakili putrinya untuk menjawab pertanyaan Silvi.
"Oh begitu, ya Alhamdulillah deh! Semoga hubungan Sheila dan pacarnya itu bisa langgeng terus sampe ke pelaminan!" ucap Silvi.
"Aamiin...!!" ucap Jenar, Tama dan Shella serentak.
Sedangkan Nadya sendiri justru hanya diam menunduk karena tak bisa menatap wajah mereka disaat malu seperti ini, belum pernah Nadya merasa semalu ini ketika bersama orang-orang.
...•••...
Disisi lain, Devano pergi ke kantin untuk makan siang setelah puas beristirahat sendirian di ruangannya sembari membayangkan tubuh seksi Shella.
Devano menuju meja tempat Novi serta Serena dan beberapa karyawannya disana, ia pun tanpa basa-basi langsung duduk di samping sekretarisnya berhubung kursi disana masih kosong.
Sontak Novi serta yang lainnya pun terkejut.
"Eee pak Vano, kok bapak duduk disini? Memangnya bapak sudah selesai beristirahat di ruangan bapak?" tanya Novi terheran-heran.
"Sudah, makanya saya turun kesini gabung sama kalian! Saya kan juga mau makan siang, udah lapar nih karena sekarang juga sudah masuk waktu buat makan siang!" ucap Devano sambil tersenyum.
"Eee yaudah, pak Vano pesan aja! Kebetulan kita juga udah selesai kok, ini kita mau kembali ke ruang kerja kita!" ucap Novi tampak gugup.
"Iya pak, tenang aja!" sahut Serena.
"Loh loh kok kalian malah pergi? Udah lanjut aja ngemil sama ngobrolnya, tadi saya lihat kalian pada seru banget ngobrol sambil ketawa-ketawa gitu! Ayo dong dilanjut aja, gausah takut sama saya mah!" ucap Devano.
__ADS_1
"Eee enggak, pak. Kita udah selesai kok, gak enak juga kalo kita tetap disini. Nanti yang lain ngiranya kita gak sopan atau gimana," ucap Novi.
"Eh gapapa lah, siapa yang berani kayak gitu emang? Saya ini kan orangnya santai, semua karyawan disini udah saya anggap seperti keluarga saya sendiri! Kamu sama kalian semua ini gausah takut, yuk lanjut aja lagi ngobrolnya! Kapan lagi kan kalian bisa bebas ngobrol kayak gini?" ujar Devano.
"Hehe, iya sih pak. Tapi—"
"Udah lah, Novi! Kamu kalau ngebantah terus lama-lama saya bisa marah loh!" potong Devano dengan cepat sembari menatap sekretarisnya.
Sontak Novi merasa takut dan akhirnya memilih menurut saja dengan perkataan bosnya itu, begitupun dengan yang lain karena mereka tentunya tak mau melihat Devano makin marah.
"Kok malah pada diem ini? Ayo dong lanjut ngobrol lagi!" ucap Devano.
"Eee iya pak, bapak pesan dulu aja makanannya supaya kita bisa ngobrol lebih enak!" ucap Novi.
"Oh iya sih, yaudah sebentar ya!" ucap Devano.
Devano pun memanggil pelayan disana lalu memesan makanan favoritnya yang akan ia makan sebagai santapan makan siang hari ini.
Setelahnya, Devano kembali menatap Novi serta beberapa karyawannya yang ada disini sambil tersenyum lalu meminta mereka lanjut berbicara.
"Nah udah, yuk dilanjut ngobrolnya! Kalian tadi emang ngobrolin soal apa sih?" ucap Devano.
"Eee begini pak, tadi tuh kita cuma bahas tentang film-film baru yang lagi viral itu. Terus rencananya kita juga mau nonton bioskop bareng di hari libur nanti, supaya ada kenangan gitu!" jawab Novi.
"Oalah, pasti yang kalian bahas itu film bucin romantis kan?" ujar Devano menebak.
"Ahaha, enggak kok pak. Justru kita mau nonton film horor loh yang seru itu! Kan hanya tuh yang review dan bilang katanya film itu serem banget, makanya kita jadi penasaran pengen nonton!" ucap Serena.
"Bener pak, rencananya sih Minggu ini kita pada mau nonton kesana bareng-bareng!" sahut Novi.
"Waw, kayaknya seru tuh! Boleh dong saya sama istri saya nanti ikut, biar tambah seru!" ucap Devano.
"Aduh, kalau itu sih terserah bapak aja deh! Saya juga kalo nolak gak enak," ucap Novi gugup.
Akhirnya pesanan Devano datang, ia pun mulai memakan makanannya dengan lahap karena sudah sangat lapar dan membiarkan para karyawannya itu lanjut mengobrol.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1
...Males ah gak diingetin makan sama ayang😒...