Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Gak bisa marah


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 336


...•...


...•...


"Mas, kamu jangan marah ya! Aku gak bermaksud buat sembunyiin kabar bahagia ini dari kamu, tapi aku tuh punya rencana buat kasih kejutan ke kamu di hari ulang tahun kamu ini. Makanya aku sengaja gak kasih tau kamu dulu, tapi semuanya malah berantakan gara-gara aku sakit!" ucap Shella coba menjelaskan pada suaminya.


Devano terdiam sejenak, lalu barulah ia tersenyum tipis sembari mengusap rambut Shella dengan lembut dan mengecup kembali keningnya.


"Jadi kamu tadi paksa aku buat ke kantor karena disana kamu mau kasih kejutan buat aku? Mungkin juga Novi bilang begitu karena sekongkol sama kamu supaya aku datang ke kantor, iya?" tanya Devano menduga-duga.


Shella tersenyum lalu mengangguk tanda iya.


"Tuh kan bener, pantes aja aku curiga karena tiba-tiba Novi telpon aku terus bilang kalo ada masalah di kantor! Ternyata itu semua rencana istri aku yang cantik ini..." ucap Devano tampak gemas sembari mencubit hidung Shella.


"Iya mas, maaf ya? Aku kan cuma pengen kasih kejutan buat kamu!" ucap Shella merasa bersalah.


"Iya gapapa, aku juga gak masalahin itu kok! Cuma yang aku agak kesel itu, kamu kenapa gak langsung bilang sih? Kan aku bakal lebih hati-hati lagi kalo kamu kasih tau ke aku, kamu lagi hamil! Kejadian seperti ini mungkin gak akan terjadi, honey!" ucap Devano menasehati istrinya.


"Maaf mas, aku gak berpikir sampai kesini! Aku juga mikirnya kamu gak akan terlalu kasar gitu sama aku kayak semalam," ucap Shella cemberut.


Devano tersenyum lalu mengecup kening serta pipi istrinya berkali-kali sembari mengusap bibir mungil milik Shella yang sering membuatnya tergoda hingga lupa daratan, tampaknya Devano tidak bisa marah sama sekali pada istrinya karena melihat ekspresi Shella yang benar-benar menggemaskan.


Shella pun mampu bernafas lega setelah melihat suaminya tidak jadi marah padanya, padahal tadinya ia berpikir kalau Devano akan marah habis-habisan kepadanya karena sudah menutupi soal kehamilannya itu dan hampir membuat janin di dalam rahimnya kehilangan nyawa.


Cupp...


Devano bahkan mengecup bibir Shella sekilas lalu tersenyum saat melihat ekspresi terkejut sang istri yang memegangi bibirnya.

__ADS_1


"Kamu lucu deh!" ucap Devano.


"Mas, sekali lagi aku minta maaf ya! Aku janji deh gak bakal begini lagi, jangan marah sama aku ya mas!" ucap Shella dengan wajah memelas.


"Buat apa sih aku marah sama kamu? Mana bisa coba aku marah sama istri aku yang imutnya gak ada lawan ini? Yang ada aku tuh gemes terus sama kamu, soalnya kamu kalo lagi manyun begini tuh makin imut tau gak!" ucap Devano.


"Tapi kan, aku udah bikin kesalahan mas. Kamu pantas kok kalau mau hukum aku!" ucap Shella.


"Hahaha, yakin minta dihukum?" tanya Devano yang kemudian dijawab dengan anggukan oleh Shella.


"Oke, nanti malam aku ikat kamu dan kita main mode yang aku suka!" sambung Devano sambil terkekeh geli saat melihat reaksi istrinya.


"Hah??" Shella terkejut sekali mendengarnya.


"Mas, kamu jangan ngaco deh! Kamu kan tau aku lagi hamil anak kamu, malah mau begituan lagi!" ucap Shella mewanti-wanti suaminya.


"Hahaha, becanda sayang!" ujar Devano.


Akhirnya Devano kembali mengecup bibir istrinya dan perlahan-lahan mulai menyesap bahkan melumattnya hingga terdengar suara decakan dari bibir yang saling beradu.


...•••...


Novi bersama Rafael dan beberapa karyawan Devano disana menanti kabar dari bos mereka mengenai kondisi Shella, ya mereka tidak bisa tenang jika belum mengetahui informasi apa-apa tentang Shella yang tengah berada di rumah sakit.


"Pak, coba deh kamu telfon pak Devano! Aku khawatir banget sama kondisi Bu Shella, aku cemas kalau kandungan Bu Shella terjadi masalah!" ucap Novi panik meminta Rafael menelpon Devano.


"Tenang ya! Aku yakin Bu Shella akan baik-baik aja, kamu jangan mikir yang buruk-buruk dulu! Kita harusnya disini mendoakan kebaikan untuk Bu Shella, bukan sebaliknya!" ucap Rafael menenangkan hati dan pikiran gadis di sampingnya itu.


Namun, Novi tetap saja tidak bisa tenang dan terus mondar-mandir tak karuan sembari menggigit jarinya merasa bersalah juga karena Shella terjatuh sakit.


Rafael yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepala sembari senyum-senyum dengan gigi yang terlihat.


Rafael pun maju kembali mendekati Novi lalu mendekap tubuh gadis itu erat sehingga Novi tidak bisa mondar-mandir lagi, karena menurutnya itu justru membuat Novi semakin khawatir.


"Hey, jangan begitu!" ucap Rafael.


"Maaf pak, tapi tolong lepasin!" ucap Novi berontak.

__ADS_1


"Iya iya, tapi kamu jangan mondar-mandir terus kayak gitu! Bikin aku yang lihatnya jadi pusing tau!" ucap Rafael mengingatkan Novi lalu melepas dekapannya.


"Ya makanya kamu coba hubungin pak Vano! Supaya aku juga gak khawatir begini!" ucap Novi.


"Sabar dong! Aku takut ganggu pak Vano disana, kan kita gak tau Bu Shella udah selesai diperiksa atau belum! Kalau misal aku telpon sekarang, terus nanti pak Vano disana lagi ribet gimana? Yang ada aku cuma ganggu pak Vano aja!" ucap Rafael.


Serena yang juga ada disana coba membantu Rafael untuk menenangkan Novi yang panik itu.


"Nov, benar kata pak Rafael. Kamu harus bisa tenang dong untuk sekarang! Aku yakin Bu Shella pasti baik-baik aja dan gak akan terjadi apa-apa sama kandungannya!" ucap Serena.


"Iya Ser, tapi aku cemas aja!" ucap Novi.


Tak lama kemudian, ponsel milik Novi akhirnya berdering dan ada telpon masuk dari Devano yang membuat Novi tersenyum senang.


"Ini pak Vano telpon, sebentar ya!" ucap Novi.


Rafael dan Serena mengangguk.


Novi pun mengangkat telepon itu dengan membelakangi kedua orang tersebut dan tampak girang sekali karena dapat telpon dari Devano.


📞"Halo, pak!" ucap Novi.


📞"Iya halo, Novi. Gimana keadaan perusahaan? Masalah apa yang tadi kamu maksud ha?" ucap Devano dengan suara tegas.


📞"Eee...." Novi tampak gugup sembari memandang ke arah Rafael serta Serena di belakangnya.


Kedua orang tersebut kompak menaikkan bahu mereka karena tidak mengerti apa maksud dari Novi.


📞"Nov, Novi...!!" ujar Devano dengan suara keras.


📞"Ah iya pak, ma-maaf... saya itu sebenarnya cuma bohong sama bapak tadi, di perusahaan gak ada masalah apa-apa kok, pak!" ucap Novi gemetar.


📞"Kenapa kamu bohongin saya ha? Kamu minta dipecat, iya?" bentak Devano.


Deg...


Seketika jantung Novi seperti berhenti berdetak ketika mendengar suara bosnya yang terdengar sangat marah padanya, ia bingung harus mengatakan apa untuk menjawab pertanyaan Devano barusan.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2