Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Tahan dulu ya!


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 283


...•...


...•...


Hari sudah malam, bapak-bapak yang diundang oleh Silvi & Tama untuk melaksanakan pengajian di rumah mereka pun telah pulang karena acara memang sudah selesai dan pak ustadz selaku pemimpin pengajian juga sudah kembali ke rumahnya bersama kresek makanan serta sejumlah uang di dalam amplop untuknya.


Semua sudah beres dan kini Silvi bersama suaminya tengah duduk di sofa dengan raut kesedihan yang masih tersirat pada pandangan mata mereka, tentu saja karena yang pergi dan kembali ke sisi yang maha kuasa adalah putri mereka satu-satunya dan dalam kondisi mendadak serta cara yang tak biasa.


Shella & Devano juga masih berada disana menemani kedua orang tua mereka sekaligus coba menghibur mereka berdua, terlihat memang bahwa Silvi masih belum bisa melupakan Laila sepenuhnya apalagi ia adalah ibu kandung gadis tersebut yang sudah melahirkan bahkan membesarkannya.


"Mah, mama yang sabar ya! Aku yakin Laila pasti udah bahagia disana, jadi mama jangan sedih-sedih terus kayak gini!" ucap Shella dengan lembut.


Ya Shella yang sebelumnya sangat bersedih kehilangan Laila kini telah mulai belajar tabah setelah Devano sang suami mengajarkan itu padanya, Shella pun berusaha melakukan itu juga kepada Silvi mertuanya tersebut yang hingga kini masih belum bisa melepas kepergian Laila.


"Makasih ya, sayang! Mama pasti akan berusaha tegar demi kamu dan Devano, terimakasih sekali lagi!" ucap Silvi tersenyum sembari memegang wajah menantunya.


"Mama gak perlu makasih sama aku, kan udah tugasku buat hibur dan temenin mama yang lagi sedih!" ucap Shella menatap wajah Silvi dengan senyum tersimpul di bibirnya.


"Iya sayang, mama beruntung punya menantu seperti kamu...!!" ucap Silvi memeluk Shella.


"Aku lebih beruntung, mah! Karena aku bisa diterima di keluarga mama sama papa, padahal aku ini bukan siapa-siapa!" ucap Shella.


"Hus, jangan bilang gitu!" ucap Silvi.


Mereka pun terus berpelukan disana tampak sangat mesra dan hangat, membuat Devano serta Tama yang melihatnya turut merasakan kebahagiaan karena Silvi bisa menjadi lebih tenang saat bersama atau memeluk Shella menantunya.

__ADS_1


"Yasudah, kamu istirahat gih sayang! Kasihan kamu pasti kecapekan seharian ini ngurus kepergian Laila, ya istirahat ya!" ucap Silvi.


"Mama juga istirahat, oke? Mama gak boleh sedih terus, nanti mama malah jatuh sakit dan bikin Laila ikutan sedih disana!" ucap Shella.


"Iya, sayang!" ucap Silvi tersenyum.


Mereka pun melepas pelukannya, namun Silvi masih menggenggam wajah Shella dengan kedua tangannya dan tersenyum sembari memandang wajah wanita yang kini menjadi menantu dalam keluarga Alexander.


"Selamat malam, sayang!" ucap Silvi.


"Malam juga, mah!" ucap Shella.


Setelah itu, Silvi pun bangkit lebih dulu lalu berjalan menuju kamarnya dan diikuti oleh Tama yang juga ingin ke kamar setelah puas berbincang dengan Devano serta Shella di sofa tersebut.


Sementara Devano kini berpindah tempat duduk ke samping istrinya lalu tersenyum bahagia sembari menatap wajah sang istri, Shella tampak bingung tak mengerti mengapa suaminya tiba-tiba bersikap seperti itu padanya.


"Kamu kenapa, mas?" tanya Shella penasaran.


"Gapapa, aku mau ucapin terimakasih aja sama kamu! Karena kamu udah berhasil bikin mama sama papa jadi tenang dan gak sedih lagi, aku bersyukur banget punya istri seperti kamu!" ucap Devano.


"Bisa aja kamu, mas!" ucap Shella tersipu.


Cupp...


"Mas, kalau kamu memang bersyukur punya aku... lantas kenapa kamu malah bilang kalau kamu suka sama Novi?" batin Shella.




Pagi telah tiba, ini hari kedua bagi Devano tanpa ada sosok adik yang disayanginya itu yakni Laila karena gadis tersebut sudah pergi lebih dulu meninggalkannya untuk selamanya dan tak akan mungkin bisa kembali lagi kesana.


Devano masih belum bisa melupakan semua kenangan tentang Laila di rumah itu, apalagi ia cukup sering berduaan dengan Laila disana bahkan tak jarang pula mereka saling bertengkar hanya karena hal sepele dan itu semua membuatnya makin rindu.


"Masss...."

__ADS_1


Tiba-tiba Shella memanggil suaminya lalu melingkarkan kedua tangannya pada pinggang Devano sembari membenamkan wajahnya pada punggung sang suami, Devano terkejut namun bahagia karena istrinya melakukan itu padanya membuat ia merasa lebih tenang saat ini.


"Honey, makasih ya! Kamu selalu bisa bikin aku tenang dan nyaman, aku sayang sekali sama kamu!" ucap Devano.


Devano pun melepaskan tangan Shella dari pinggangnya lalu berbalik dan berganti kini ia yang mendekap tubuh istrinya sembari mencengkeram dagu Shella, mereka kini bertatapan dalam jarak dekat dengan saling melempar senyum ke arah satu sama lain.


"Mata kamu indah sekali, honey! Setiap kali aku melihatnya aku selalu merasa tenang..." ucap Devano sembari membelai dua mata istrinya.


Shella hanya tersenyum diam membiarkan suaminya melakukan tindakan apapun asal dia tak sedih atau mengingat Laila kembali, ya walau ia juga belum bisa memaafkan Devano yang sudah terang-terangan mengatakan kalau suaminya itu menyukai Novi.


Namun, disaat seperti ini ia tak mau membuat suaminya semakin bersedih dan memilih untuk menyenangkan hati Devano lebih dulu setidaknya sampai sang suami bisa benar-benar ikhlas dan tak lagi bersedih atas kepergian Laila.


Seperti biasa, saat berdekatan dengan Shella seperti ini tentu saja juniornya langsung bangkit terbangun dari tidurnya bahkan meronta-ronta ingin keluar atau minta dimasukkan ke milik istrinya tersebut.


Devano tak mampu menahannya lagi, ia pun mendorong tubuh Shella sampai mepet tembok kemudian mengangkat dua tangan Shella ke atas dan mencengkeramnya kuat hingga Shella tak dapat menggerakkan kedua tangannya lagi.


"Mas, kamu yakin?" ujar Shella terkejut karena suaminya tiba-tiba agresif.


"Kamu gak mau aku kepikiran Laila terus kan? Yaudah biarin aku minta jatah dari kamu, mungkin dengan itu aku bisa lebih tenang!" ucap Devano.


"Umm... ta-tapi—"


Cupp...


Devano dengan ganas dan rakus langsung melumatt bibir Shella yang belum sempat menyelesaikan ucapannya, ia sudah sangat bergairah ingin mencicipi tubuh istrinya di pagi hari yang cerah namun sedikit berkabung ini.


Tangan-tangannya bergerak cepat meremass gundukan sang istri yang masih tertutup sembari terus melumatt habis bibir Shella, kini Devano beralih pada area leher jenjang sang istri lalu kembali menyesap, menjilat bahkan menggigit sampai meninggalkan bekas disana.


TOK TOK TOK...


"Permisi, pak Vano sama nyonya Shella sudah ditunggu di bawah oleh tuan dan nyonya besar!"


Suara itu pun membuyarkan aksi yang dilakukan Devano, akhirnya Devano terpaksa menghentikan semuanya walau ia sedang dalam gairah yang sangat tinggi.


"Mas, tahan dulu ya!" ucap Shella gemetar.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2