
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 129
...•...
...•...
Rafi keluar dari selnya diantar oleh seorang polisi menuju ruang pertemuan, ya ada seorang laki-laki yang memakai topi hitam dan juga masker yang menutupi setengah wajahnya tengah duduk disana menunggu kedatangan Rafi.
Sontak Rafi duduk di hadapan laki-laki itu sementara polisi tadi menunggu dari luar ruang itu, tampak Rafi kebingungan karena tidak mengenali siapa laki-laki yang ada di depannya itu.
"Siapa lu?" tanya Rafi singkat sambil terus menatap wajah laki-laki itu dan coba mengenalinya.
Bukannya menjawab pria itu malah membuka topinya dan juga menurunkan masker ke dagu agar Rafi bisa melihat wajahnya, tak lupa juga ia mendongakkan kepalanya menatap ke arah Rafi.
"Riza...???" ujar Rafi terkejut saat melihat pria yang ada di hadapannya itu adalah Riza alias mantan Shella sewaktu di sekolah dan juga tentunya rekan kerjanya di cabang perusahaan Devano.
"Ya pak, ini saya Riza..." ucapnya tersenyum tipis sambil mengangguk-anggukkan kepalanya tanda kalau ia membenarkan perkataan Rafi barusan.
"Mau apa lu kesini? Gimana kalo polisi sadar dan nangkep lu? Harusnya lu tetep di luar dan jalanin semua rencana yang udah kita atur sebelumnya, biar gue aja yang disini supaya lu bisa bebas berkeliaran untuk menghancurkan Devano..." ucap Rafi memperlihatkan senyuman liciknya.
"Justru itu pak, saya sudah melakukan semuanya sesuai perintah anda sebelumnya! Jadi sekarang saya bingung harus melakukan apa lagi, sepertinya juga Devano sudah menyadari gerak-gerik saya di depan kantornya itu pak! Mungkin sebentar lagi dia akan temui saya untuk bertanya soal itu..!!" ucap Riza menjelaskan apa yang terjadi pada Rafi.
"Riza, dari awal lu bilang sama gue kalo lu pengen balas dendam sama Shella karena dia udah nyakitin lu dengan memberikan lu cinta palsu alias pura-pura! So, sekarang kalau lu mau balas dendam sama dia itu caranya cuma satu! Bikin dia pisah sama suaminya itu Devano, dengan begitu Shella pasti akan merasa sangat hancur karena tak ada lagi pelindung bagi dirinya...!!!" ujar Rafi.
"Lalu gimana dengan rencana kita untuk menghancurkan perusahaan Devano pak? Saya juga sudah mengirimkan orang saya untuk berpura-pura menjadi investor disana, tentunya sebentar lagi kita pasti bakal berhasil menghancurkan Devano pak! Jadi sayang kalau sampe rencana ini dihentikan dan kita malah beralih fokus ke rencana untuk membuat mereka cerai..!!" ucap Riza.
"Hadeh Riza Riza... kalau kita bisa melakukan 2 rencana sekaligus, buat apa kita lakuin semuanya satu persatu?? Gue yakin lu pasti bisa atur semua ini walau sendirian, tapi sepertinya lu butuh bantuan seseorang buat jalanin rencana kita ini..!! Untungnya gua tau siapa orang yang tepat buat bantu lu," ucap Rafi senyum-senyum.
__ADS_1
"Siapa itu pak?" tanya Riza sedikit memajukan tubuhnya dan melipat kedua tangannya di atas meja, ia tampak sangat penasaran ingin tau siapa orang yang dimaksud oleh Rafi.
Rafi malah tersenyum smirk lalu menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi kayu itu, ia meregangkan sejenak otot-ototnya yang mulai kaku akibat mendekam di penjara selama beberapa hari ini.
Barulah ia kembali memajukan sedikit tubuhnya dan juga melipat kedua tangannya di atas meja, dengan perlahan ia mulai membuka mulut untuk memberitahu siapa orang yang bisa membantu Riza.
"Vanya...." jawab Rafi sambil tersenyum menaikkan kedua alisnya berkali-kali secara perlahan, sedangkan Riza tetap memasang wajah penasaran karena ia tidak mengenali wanita bernama Vanya itu.
...•••...
Disisi lain, Rafael datang ke tempat yang sudah ditentukan oleh Devano sebelumnya untuk pertemuan mereka kali ini.
Tampak di tempat itu sekarang hanya ada dia seorang karena memang disana sangat sepi hampir jarang orang atau kendaraan yang lewat.
Ia pun turun dari mobilnya sambil membawa sebuah berkas di tangannya sesuai permintaan Devano, ia juga terus melihat ke arloji jam tangannya menantikan kehadiran Devano yang tak kunjung datang.
Tak lama kemudian, sebuah mobil berwarna hitam muncul dan berhenti tepat di samping mobil milik Rafael itu, sudah tentu Rafael mengenali bahwa mobil itu ialah mobil milik bosnya yakni Devano.
Devano pun turun dari mobilnya dan berjalan menghampiri Rafael yang sudah menunggu selama beberapa menit disana.
"Ini pak, semua data-data tentang pria itu ada di dalam sini! Bapak bisa mengeceknya sendiri untuk mengetahui siapa pria yang selalu mengamati perusahaan bapak dari luar..." jawab Rafael sambil menyerahkan berkas itu pada bosnya.
Dengan cepat Devano mengambil berkas itu dari tangan Rafael dan kemudian membukanya karena ia sudah tidak sabar lagi untuk mengetahui siapa pria yang selalu mondar-mandir di depan kantornya.
Devano pun mulai membaca isi dari berkas tersebut, mulai dari biodata si pria itu hingga seluruh informasi tentangnya yang terdapat di berkas itu.
"Kamu yakin ini semua akurat dan tidak ada yang salah satupun??" tanya Devano ingin memastikan kalau isi dari berkas itu benar adanya.
"Iya pak, saya bisa jamin semua info yang ada disitu valid pak! Kalau memang ada yang tidak sesuai maka saya siap dihukum pak!" jawab Rafael dengan tegas yang menandakan kalau ia tak berbohong.
"Oke, terimakasih Fael atas semua informasi ini! Saya harus pergi sekarang, kamu bisa pulang dan besok saya bebaskan kamu dari tugas-tugas!" ucap Devano menepuk pundak Rafael kemudian berjalan menuju mobilnya.
Devano langsung menginjak pedal gas tanpa basa-basi lagi, sementara Rafael juga masuk kembali ke mobilnya dan pergi dari sana dengan perasaan gembira karena mendapat libur dari bosnya.
Di dalam perjalanan, Devano terus melirik ke arah berkas yang ada di kursi sampingnya itu... ia mengusap hidungnya yang gatal sekaligus tanda kalau ia emosi juga pada orang itu.
__ADS_1
"Siapa Riza? Mau apa dia mengawasi perusahaan saya sampai seperti itu??" gumam Devano.
...•••...
TOK TOK TOK...
Riza mendatangi alamat yang diberikan oleh Rafi tadi, ia tak mau terlalu lama menunggu sampai besok seperti perkataan Rafi karena ingin segera melaksanakan rencananya untuk membuat Shella hancur sehancur-hancurnya.
"Bener ini rumahnya, tapi kenapa daritadi gue ketuk pintu kok gak ada yang jawab ya? Apa orangnya udah tidur lagi, ah masa sih jam segini dia udah tidur aja?? Gue coba ketu lagi aja deh..." gumam Riza.
Riza pun mengetuk kembali pintu rumah itu sampai berkali-kali dan juga memencet bel yang ada disampingnya berulang kali.
Hingga akhirnya terdengar suara balasan dari dalam rumah itu yang membuat Riza tersenyum dan berhenti mengetuk pintu serta menekan bel.
"Iya sebentar...." begitulah suatu yang muncul dari dalam rumah diiringi dengan suara langkah kaki menuju pintu dan lalu tentunya pintu itu mulai terbuka.
Terlihat seorang wanita cantik mengenakan piyama pink keluar dari dalam sana, kemunculan wanita itu membuat Riza tertegun karena kecantikannya.
"Siapa ya?" tanya wanita itu dengan wajah terheran-heran karena ia belum pernah bertemu dengan Riza sebelumnya.
Riza yang sedang melamun pun terkejut saat wanita itu melontarkan pertanyaan padanya, akhirnya ia menampar wajahnya sendiri agar bisa fokus.
"Eee boleh saya masuk...???" ucap Riza.
Tentu saja wanita itu kaget karena pria di hadapannya ingin langsung meminta masuk ke rumahnya padahal mereka tak saling kenal.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...HAPPY SUNDAY❤️...
...JANGAN LUPA MAKAN YA GUYS BIAR GAK SAKIT KEK AUTHOR🤧🥺🥺...
__ADS_1