Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Jas nya mana mas?


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 147


...•...


...•...


Setelah selesai mandi, Devano langsung memakai pakaian yang sudah disiapkan Shella sebelumnya di atas kasur.


Sementara Shella masih berada di meja riasnya menyisir rambut yang basah dan juga berkaca untuk memastikan kalau dirinya sudah cantik, Devano yang telah berpakaian pun menghampiri istrinya itu dan melingkarkan tangannya di pinggang Shella.


Devano juga memberikan kecupan pada tengkuk Shella dan menghirup aroma tubuh istrinya yang sangat enak di hidungnya.


"Kamu ngapain sih mas? Emangnya kamu udah selesai siap-siap?" tanya Shella menoleh ke wajah suaminya yang kini menempel di pundaknya.


"Udah kok, kita langsung turun aja yuk! Kasian pasti kamu laper setelah aktivitas berat kita tadi, cupp.." ucap Devano kemudian mengecup sekilas bibir Shella lalu tersenyum dan dibalas oleh istrinya itu.


"Iya," ucap Shella mengangguk lalu meletakkan sisir yang tadi ia pegang di atas meja riasnya, setelahnya ia pun bangkit dibantu oleh Devano.


"Pelan-pelan ya jalannya, supaya anak kita gak kenapa-kenapa nanti..!!" ucap Devano yang sangat perhatian dan khawatir pada kandungan Shella.


Shella tersenyum bahagia membuat Devano ikut tersenyum lalu mengecup kembali bibir mungil istrinya itu, mereka pun keluar dari kamar bergandengan lalu berjalan secara perlahan.

__ADS_1


Sesampainya di bawah, Jenar melihat pasangan suami-istri itu tampak romantis ketika jalan bergandengan menuju meja makan.


"Wah romantis sekali sih kalian ini, ibu jadi iri loh lihatnya... ibu doain semoga kalian selalu seperti ini selamanya!" ucap Jenar tersenyum karena turut bahagia melihat anaknya bahagia bersama suaminya.


"Aamiin bu, aku juga berharapnya seperti itu! Tapi gak tau nih mas Vano nya bakal kayak gimana, aku takut lambat laun mas Vano malah berkurang rasa cintanya sama aku terus tinggalin aku!" ucap Shella sambil menoleh ke arah suaminya dengan bibir cemberutnya.


"Hey, harus berapa kali saya janji sama kamu soal itu ha? Aku kan udah bilang sampai kapanpun aku gak akan pernah tinggalin kamu honey, malah kalo bisa ketika di akhirat nanti aku ingin tetap bersama kamu! Karena aku benar-benar tulus sayang sama kamu honey gak bohong...!!!" ujar Devano dengan wajah serius sambil mencolek hidung Shella.


"Iya iya aku percaya, yaudah ayo kita sarapan bareng aja sama ibu sekalian! Pasti ibu belum makan juga kan?" ujar Shella kali ini menatap wajah ibunya.


"Ohh ibu mah udah sarapan tadi Shella, kamu aja gih sama suami kamu! Lagian ibu juga gak mau ganggu momen berduaan kalian, ibu ke depan dulu ya siram tanaman..." ujar Jenar mencari alasan agar bisa membiarkan anaknya itu berdua dengan suaminya.


"Yaudah deh bu," ucap Shella mengiyakan walau wajahnya terlihat kecewa karena ibunya tak mau sarapan bersama dengannya dan Devano.


"Hey cantik, jangan sedih gitu dong! Ibu kamu mungkin udah lapar tadi makanya makan duluan, lagian emangnya kenapa sih kalo kita sarapan berdua aja? Ohh jangan-jangan kamu gak suka ya kalo sarapan cuma berdua sama aku??" ujar Devano.


"Ish apa sih mas? Bukannya kayak gitu, aku tuh cuma pengennya kita sarapan bareng-bareng gitu sama ibu juga! Malah kalo bisa ya sama Sheila juga saudara aku, oh ya kamu tau gak mas? Sheila tuh gak pernah kesini lagi sejak aku selamat dari penculikan itu... kira-kira dia kenapa ya mas?" ujar Shella malah tiba-tiba membahas kembarannya.


"Iya mas iya...." ucap Shella mengangguk.


"Nah gitu dong!" ujar Devano sambil mencolek hidung istrinya itu.


Lalu, mereka pun menuju meja makan untuk sarapan bersama.... tampak disana sudah tersedia makanan bagi mereka berdua serta susu untuk Shella.


...•••...


Disisi lain, Syifa masuk ke ruangan Adrian menyerahkan berkas yang diminta oleh bosnya itu.


"Ini pak semua berkas-berkas milik Nadya, memangnya ada apa ya pak bapak meminta berkas ini??" ujar Syifa memberikan berkas itu lalu melontarkan pertanyaan pada Adrian.

__ADS_1


"Saya baru saja memecat dia, jadi saya mau simpan semua berkas ini sebagai kenang-kenangan.. terimakasih ya Syifa karena sudah membawa berkas ini kesini! Sekarang kamu bisa kembali bekerja, oh ya untuk sementara waktu kamu juga yang handle pekerjaan Nadya selagi menunggu calon asisten saya yang baru..!!" ujar Adrian memberi Syifa tambahan kerjaan.


"Oh baik pak siap, tapi kalau boleh tau kenapa ya pak bapak pecat Nadya? Apa karena dia tidak berhasil membujuk calon investor sebelumnya??" ucap Syifa yang masih penasaran.


"Bukan kok, sudah lah kamu tidak perlu tau soal itu! Sebaiknya kamu keluar sekarang dan kembali bekerja, oh ya saya sedang tidak ingin diganggu oleh siapapun saat ini jadi batalkan semua jadwal meeting saya hari ini tanpa terkecuali..!!!" ujar Adrian.


"Eee iya pak, kalau gitu saya izin permisi..." ucap Syifa menundukkan kepalanya merasa bersalah lalu pergi dari ruangan Adrian membiarkan bosnya itu sendiri disana untuk menenangkan pikirannya.


Adrian langsung mengambil berkas milik Nadya dan membukanya, ia melihat foto Nadya yang terpampang disana dan tersenyum sambil mengelusnya lembut.


"Walaupun kamu bilang tidak ingin bertemu dengan saya lagi, tapi saya tetap akan terus berjuang untuk mendapatkan cinta kamu! Saya sudah kehilangan Shella, mamah dan kemarin papah saya juga ikut pergi! Jadi tidak mungkin saya lepaskan kamu begitu saja Nadya...!!" ucapnya seraya meneteskan air mata.


...•••...


Setelah selesai sarapan, Devano langsung meminta izin pada istrinya untuk pergi menemui calon investor bagi perusahaannya karena jam juga sudah menunjukkan pukul 9 pagi.


"Eee honey, aku harus pergi sekarang gapapa kan? Kamu bolehin aku pergi gak nih honey??" tanya Devano karena tak ingin membuat istrinya marah.


"Iya boleh mas, gak mungkin aku larang kamu! Ya kecuali kalau kamu mau pergi sama cewek lain, baru deh aku langsung larang keras..!!" jawab Shella.


"Ahaha ya gak mungkin juga lah aku pergi sama cewek lain, kalaupun iya ya paling cewek lainnya itu Novi honey sekretaris aku..." ucap Devano menghabiskan air di dalam gelasnya.


"Iya yaudah kamu pergi aja sana, eh ya kamu gak pake jas yang biasa kamu pake?" ujar Shella merasa heran karena suaminya tidak memakai jas kesayangannya.


"Oh iya astaghfirullah kok aku bisa lupa ya? Untung kamu ingetin sayang, itu kan jas keberuntungan aku jadi aku harus pake terus tuh jas biar beruntung! Sebentar ya aku mau ambil dulu ke atas..." ujar Devano meletakkan gelasnya di meja lalu segera berlari menaiki tangga.


Shella hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat suaminya yang terburu-buru itu.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2