Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Cendol manis dingin


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 76


...•...


...•...


Jenar masuk ke ruangan Devano diantar oleh Novi, setelahnya Jenar pun duduk di hadapan Devano sementara Novi kembali ke tempat kerjanya.


"Eee tante, ada apa ya tumben dateng kesini?" tanya Devano.


"Aduh kamu kok masih panggil tante aja sih? Sebentar lagi kan kamu juga jadi anak ibu, panggil ibu aja ya!" ujar Jenar.


"Eee iya tante eh maksudnya ibu.." ucap Devano.


"Nah kalo gitu kan enak, oh iya ini ibu bawain makan siang buat kamu! Kebetulan ibu masak banyak tadi," ujar Jenar sambil memberikan rantang berisi makanan pada Devano.


"Wah ya ampun ibu pake repot-repot segala bawain aku makan, harusnya ibu gak perlu begini bu! Apalagi dari rumah kesini kan jauh, oh ya ibu tadi naik apa kesininya?" ujar Devano.


"Gapapa lah nak Vano itung-itung tanda terimakasih karena kamu udah sering bantu Shella, lagian ibu kesini naik taksi jadi gak panas juga.." jawab Jenar.


"Yaudah makasih ya bu makanannya, ibu ikut makan aja disini sama saya!" ujar Devano.


"Ah gausah kamu aja yang makan nak Vano, ibu mah bisa makan di rumah nanti.." ucap Jenar.


"Eh jangan lah bu! Saya kan gak enak kalo makan sendirian, udah ibu makan juga ya! Sebentar saya panggil ob dulu buat bawain piring sama sendok kesini.." ujar Devano.


Devano pun menghubungi kepala ob disana untuk minta dibawakan peralatan makan.


...•••...


Tok Tok Tok...


"Pasti itu Nadya, saya bukain aja deh pintunya biar bisa langsung berhadap-hadapan.." gumam Adrian.


Adrian bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu, sementara Nadya terus mengetuk pintunya sambil memanggil nama Adrian.


Saat Adrian membuka pintu, sontak Nadya kaget karena Adrian langsung menariknya masuk ke dalam dan menghimpit tubuhnya di dinding ruangan itu.


"Pak, ini apa-apaan sih??!!" ujar Nadya.


Adrian menahan dua tangan Nadya dengan tangannya supaya dia tidak bisa melawan.


"Saya cuma mau bicara sama kamu Nadya," ucap Adrian.


"Kenapa harus kayak gini pak? Kita kan bisa bicara sambil duduk seperti biasa," ujar Nadya.


"Saya lebih suka begini, karena saya jadi bisa mencium aroma tubuh kamu yang wangi ini.." ucap Adrian sambil mengendus leher Nadya.


Nadya merasa geli sekaligus risih karena diperlakukan seperti itu oleh Adrian.


"Pak cukup pak! Saya bisa laporin bapak loh ke pihak berwajib!" ucap Nadya.


Adrian malah tersenyum smirk mendengar ucapan Nadya, dia tampak tidak takut sama sekali dengan ancaman yang dilontarkan Nadya.


"Kamu ngancem saya? Ingat Nadya saya ini Adrian Bagaskara, saya sama sekali tidak takut dengan siapapun termasuk polisi!" ujar Adrian.


"Sebenarnya mau anda apa sih?" tanya Nadya.

__ADS_1


"Temui tante Jenar dan minta maaf karena sudah melukai perasaan dia waktu itu!" jawab Adrian.


"Kenapa bapak masih ikut campur urusan pribadi saya? Saya kan sudah bilang saya tidak mau menemui ibu itu lagi..!!" ujar Nadya.


"Yaudah kalo gitu terima cinta saya aja! Setelah itu saya janji saya gak akan paksa kamu buat temuin tante Jenar lagi!" ucap Adrian.


Nadya pun membulatkan matanya, ia diam tanpa tahu harus berkata apa pada Adrian.


"Kok diem? Kalo diem berarti saya anggap kamu mau terima cinta saya dan mulai sekarang kita jadi sepasang kekasih.." sambung Adrian.


"Maaf pak, saya gak bisa terima cinta anda! Saya sudah dijodohkan oleh orang tua saya," ucap Nadya.


"Apa? Jadi kamu..." ucapan Adrian tidak sempat ia selesaikan, sepertinya dia sangat syok mendengar pernyataan Nadya barusan.


"Iya pak, saya sudah bertunangan dan sebentar lagi saya akan melangsungkan pernikahan dengan calon saya itu! Jadi saya mohon sama bapak untuk tidak lagi bersikap seperti ini pada saya!" ujar Nadya.


Adrian pun melepaskan tangan Nadya dan menjauh darinya, ia bahkan tidak dapat berkata sepatah katapun.


"Kayaknya pak Adrian percaya sama perkataan aku barusan, semoga aja dengan ini dia gak lancang lagi ke aku..!!" gumam Nadya.


...•••...


Jenar sedang makan dengan Devano di ruangannya, namun ia terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Loh ibu kenapa? Ada yang lagi ibu pikirin ya? Cerita aja bu sama saya!" ujar Devano.


"Iya nih nak Vano, ibu kepikiran sama saudara kembar Shella.." jawab Jenar.


Devano langsung terkejut mendengar perkataan Jenar barusan, dia baru tahu jika Shella memiliki kembaran.


"Apa? Jadi Shella punya saudara kembar bu?" tanya Devano.


"Iya nak Vano, sebenarnya ibu melahirkan sepasang bayi kembar waktu itu.. Namun, karena kondisi finansial suami ibu yang lagi kurang kami terpaksa meninggalkan salah satu dari mereka di panti asuhan." jelas Jenar.


"Terus apa Shella tau tentang ini bu?" tanya Devano.


"Kenapa begitu bu? Lalu sekarang apa ibu tau dimana kembaran Shella berada??" tanya Devano.


"Beberapa waktu lalu, nak Adrian datang ke rumah bersama seorang wanita.. Wanita itulah kembaran Shella, ibu juga baru tahu ternyata dia sekarang bekerja sebagai asisten di perusahaan nak Adrian! Tapi, ibu mohon sama kamu jangan cerita soal ini ke Shella ya! Ibu gak mau Shella kecewa dan marah nantinya," ujar Jenar.


"Baik bu, terus setelah ibu ketemu sama dia apa yang mau ibu lakukan sekarang??" tanya Devano.


"Ibu sebenarnya ingin sekali Sheila balik ke pelukan ibu kayak dulu lagi, tapi sepertinya hal itu mustahil karena Sheila sekarang sangat benci pada ibu.." ucap Jenar.


"Sheila itu nama kembaran Shella bu?" tanya Devano.


Jenar mengangguk tanda benar apa yang diucapkan oleh Devano..


"Kalau begitu, saya akan bantu ibu untuk bisa dekat lagi dengan Sheila! Bagaimanapun juga kan dia anak ibu, saya yakin pasti dia juga ingin bersama ibu lagi!" ucap Devano.


"Sebaiknya tidak usah nak Vano, ibu gak mau merepotkan kamu terus! Melihat Sheila baik-baik saja sudah membuat ibu bahagia kok," ucap Jenar.


"Ibu yang sabar ya! Suatu hari nanti pasti ibu bisa bersama lagi dengan Sheila..!!" ujar Devano.


Mereka pun kembali melanjutkan makan..


...•••...


Sementara itu, Shella baru selesai makan siang bersama Lubis & Damar tentunya.


"Kok ibu belum pulang-pulang ya om? Masa anterin makanan aja sampe selama ini sih?" tanya Shella cemas pada kondisi ibunya.


"Sabar aja Shella, mungkin ibu kamu masih di jalan.. atau kalo enggak dia juga ikut makan disana sama Devano," ujar Lubis.


"Semoga aja begitu om jadi aku gak perlu khawatir sama ibu," ucap Shella.

__ADS_1


"Eee kenapa mbak gak telpon aja mas Devano nya, biar mbak gak cemas lagi.." usul Damar.


"Oh iya bener juga kamu, kenapa mbak bisa gak kepikiran ya? Yaudah aku mau ke kamar dulu ambil hp," ujar Shella.


Shella pun pergi ke kamarnya untuk mengambil hp dan langsung menelpon Devano.


...📞...


Shella : Halo mas, kamu lagi sama ibu gak?


Devano : Iya honey aku sama ibu lagi makan siang nih, kamu gimana udah makan belum?


Shella : Alhamdulillah kalo gitu tadi aku cemas karena ibu gak pulang-pulang, aku udah makan kok mas barusan..


Devano : Baguslah kalo udah mah, kamu gak perlu cemas sama ibu nanti setelah makan aku anter ibu pulang kok!


Shella : Iya makasih ya mas.. I LOVE YOU..!!


Devano : Hah? Aku gak salah denger nih kamu bilang apa? Coba lagi dong biar pasti aja gitu!


Shella : Ish kamu malah ketagihan, yaudah nih sekali lagi I LOVE YOU mas..!!!


Devano : Hahaha aku jadi seneng dengernya, yaudah gitu aja ya honey aku mau abisin makan dulu..


Shella : Dih masa yang tadi gak dibales sih?


Devano : Oh iya lupa untung kamu ingetin, i love you too honey mmmuuuaacchhh..!!


Shella : Ih emang kamu gak malu apa mas bukannya disana ada ibu?


Devano : Ya enggak dong kenapa harus malu? Udah dulu ya sayang sampe ketemu nanti, eh iya kamu mau dibawain apa?


Shella : Hmm.. Aku kepengen es cendol boleh gak mas?


Devano : Boleh aja, tapi bentar aku tanya ke ibu dulu!


Shella : Iya mas...


Devano bertanya dulu pada Jenar mengenai itu, ya tentu dia tidak mau terjadi hal yang tidak diinginkan pada Shella dan kandungannya.


Setelah mendapat jawaban dari Jenar, Devano pun kembali berbicara pada Shella lewat telpon.


...📞...


Devano : Kata ibu boleh asal gak banyak-banyak es nya, yaudah nanti aku beliin buat kamu ya honey!


Shella : Makasih ya mas aku jadi gak sabat deh..


Devano : Sabar dong honey, udah ya aku tutup dulu bye honey!


Shella : Iya bye mas!


Tut Tut Tut...


Shella mematikan teleponnya lalu keluar dari kamarnya dan kembali ke ruang tamu.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


...•...



...Oh ya guys ini ada bonus foto Nadya😍...

__ADS_1


...Gimana? Cocok gak guys?...


...Maafin ya kalo gak sesuai ekspektasi kalian🙏...


__ADS_2