Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Nikahin Sepupu Boleh gak sih?


__ADS_3

Shella sampai kembali di Jakarta bersama ibunya..


"Alhamdulillah kita udah sampe Bu," ucap Shella.


"Iya, tapi sekarang kita mau kemana ini? Gak mungkin kan kamu balik ke rumah.." ujar Jenar.


"Ibu tenang aja, tadi Om Lubis kasih izin buat aku tinggal dirumahnya.." ucap Shella.


"Oh bagus kalo gitu, yaudah ayo kita kesana!" ujar Jenar.


"Bentar Bu, aku haus kita cari minum dulu yuk!" ucap Shella.


"Boleh boleh kebetulan ibu juga haus nih.." ujar Jenar.


Mereka pun menemukan warung disekitar terminal itu, lalu mereka membeli air mineral dan meminumnya disana.


"Ah lega.." ujar Jenar.


"Iya Bu, yaudah sekarang kita lanjut jalan!" ucap Shella.


"Naik apa nih?" tanya Jenar.


"Naik Transjakarta Bu.." jawab Shella.


"Oh boleh lah kalo itu mah, soalnya ada AC nya!" ujar Jenar.


Shella & Jenar pun menaiki Transjakarta untuk menuju rumah Lubis.


Namun, ketika hendak naik tasnya dijambret oleh seseorang..


"EH JAMBRET JAMBRET..!!" teriak Shella.


Orang-orang yang ada disana pun langsung mengejar jambret itu, Shella sangat panik karena semua barang dan uangnya ada di tas itu.


Jambret itu terus berlari walau banyak orang meneriakinya..


"WOI BERHENTI JAMBRET..!!!"


Karena berlari sambil melihat kebelakang, jambret itu tersandung oleh kaki seorang pemuda.


Ia pun tersungkur di aspal dan pemuda tersebut mengambil tas Shella darinya..


Orang-orang yang mengejarnya sampai lalu menangkap jambret itu dan hendak memukulinya, namun pemuda itu mencegah niat mereka.


"Jangan pak, lebih baik bawa dia ke kantor polisi!" ujar pemuda itu.


Akhirnya mereka menurut dan membawa jambret itu ke kantor polisi..


Shella & Jenar sampai disana.


"Mana jambretnya??" tanya Shella terengah-engah.


"Eh itu jambretnya udah dibawa sama warga.." jawab pemuda itu.


"Itu tas saya.." ucap Shella.


"Oh jadi kamu yang dijambret, lain kali hati-hati ya! Maklum ditempat seperti ini banyak jambret berkeliaran.." ujar pemuda itu.


Ia pun menyerahkan tas itu pada Shella.


"Nih tas kamu," ucapnya.


"Alhamdulillah tas aku selamat Bu, makasih ya mas.." ucap Shella.


"Iya sama-sama kalo gitu saya duluan ya.." ucapnya.

__ADS_1


"Iya sekali lagi makasih," ucap Shella.


Pemuda itu berjalan kaki meninggalkan Shella.


"Untung aja bisa ketangkep tuh jambretnya, kalo gak bisa gawat mau makan apa kita nanti??" ujar Jenar.


"Iya Bu Alhamdulillah, berarti ini masih rezeki kita.." ucap Shella.


"Iya tapi kamu harus hati-hati! Jangan sampe kejadian tadi terulang lagi..!!" ujar Jenar.


"Iya Bu,"


"Yaudah ayo kita ke halte lagi!" ucap Jenar.


Shella & Jenar pun kembali ke tempat bus Transjakarta tadi dan langsung masuk kedalam busnya.


...•••...


Adrian & Tuan Frederick sampai di rumah sakit untuk menjenguk Bimo.


"Bimo, gimana kondisi kamu?" tanya Frederick.


"Kakek? Kakek kapan datangnya??" ucap Bimo.


"Semalam, terus kakek langsung kesini begitu tau kamu masuk rumah sakit.." jawab Frederick.


"Alhamdulillah kek aku udah mendingan kok, aku juga udah gak betah disini kek!" ujar Bimo.


"Ya kamu tenang aja, kalau memang kondisi kamu sudah membaik pasti dokter akan mengizinkan kamu pulang ke rumah kok.." ucap Frederick.


"Aku udah baik kek, liat aja nih aku udah sehat kok! Ayolah kek, bang, aku boleh keluar ya dari sini!" ujar Bimo.


"Mo, nanti biar gua tanyain ke dokter dulu lu udah boleh pulang apa belum.." ucap Adrian.


"Ah ngapain sih pake ditanya segala, udah langsung aja bawa gua pulang! Gua udah gak betah disini bang!" ujar Bimo.


"Tapi kek, aku udah muak banget disini! Mana makanannya gak enak," ujar Bimo.


"Sabar ya, kamu istirahat dulu yang cukup supaya cepat sembuh.." ucap Frederick.


"Kakek kayaknya peduli banget sama Bimo, beda jauh pas gua sakit dulu boro-boro dielus begitu ditengok aja kagak.." gumam Adrian.


Lalu, suster masuk ke ruangan itu untuk menyuntikkan vitamin ke bumi.


"Permisi pak, saya mau memberikan suntikan vitamin buat pasien.." ucap suster itu.


"Oh iya silahkan sus!" ujar Frederick.


"Sus, abis disuntik saya boleh pulang kan?" tanya Bimo.


"Kalau itu tergantung dokter mas," jawab suster itu.


Lalu suster menyuntik lengan Bimo.


Sementara itu, handphone Adrian berbunyi ada pesan masuk dari Marissa..


Pak, ada pak Devano di kantor katanya mau ketemu sama bapak.


"Eee kek, aku pamit ke kantor dulu ya! Ada klien yang mau ketemu soalnya," ucap Adrian.


"Oh yasudah biar kakek yang temenin Bimo disini.." ujar Frederick.


Adrian pun keluar dari ruangan Bimo dan pergi menuju kantornya.


...•••...

__ADS_1


"Mana jambretnya??" tanya Shella terengah-engah.


"Eh itu jambretnya udah dibawa sama warga.." jawab pemuda itu.


"Itu tas saya.." ucap Shella.


"Oh jadi kamu yang dijambret, lain kali hati-hati ya! Maklum ditempat seperti ini banyak jambret berkeliaran.." ujar pemuda itu.


Shella tersenyum membayangkan wajah pemuda yang tadi menolongnya di terminal.. Melihat anaknya senyum-senyum sendiri, Jenar pun coba menyadarkan nya.


"Hei hei ngapain senyum-senyum gitu?" ujar Jenar.


"Ih ibu ngagetin aja, lagian siapa yang senyum-senyum coba??" ucap Shella.


"Lah ini nih yang mengherankan, jelas-jelas tadi kamu senyum gitu.." ujar Jenar.


"Hehe, eh Bu kita udah sampe mana ini?" tanya Shella.


"Lah mana ibu tau, ibu kan gak ngerti jalanan disini.." jawab Jenar.


Shella melihat sekeliling dan akhirnya menyadari kalau mereka sudah melewatkan jalan ke rumah Lubis.


"Aduh Bu kita kelewatan!" ujar Shella.


"Lah kamu gimana sih? Makanya jangan kebanyakan ngelamun kalo di bis!" ucap Jenar.


"Iya iya Bu maaf yaudah kita turun di halte selanjutnya aja.." ujar Shella.


"Dasar kamu!"


"Aduh jadi kelewatan kan gara-gara gue bayangin cowok tadi.. Tapi dia siapa ya? Mukanya gak ngebosenin, jadi pengen mikirin dia terus bawaannya.. Sayang banget tadi gue gak sempet kenalan sama dia," batin Shella.


"Hayo hayo mulai senyum-senyum lagi, nanti kelewatan lagi makin gawat loh!" ujar Jenar.


"Eh iya Bu enggak senyum lagi kok," ucap Shella.


Akhirnya Shella tidak membayangkan wajah pemuda tadi lagi.


...•••...


Sementara itu di Surabaya, Damar menghampiri bapaknya yang sedang memandikan burung kesayangannya di depan rumah sambil bersiul.


"Pak!" ucap Damar.


"Iya kenapa?" tanya Lubis.


"Nikah sama sepupu itu boleh gak sih?" ucap Damar


"Loh memangnya kamu mau nikah sama sepupumu yang mana toh?" tanya Lubis.


"Enggak pak, ini aku nanya doang kok," jawab Damar.


"Oh gitu, ya kalo menurut agama sih boleh-boleh aja kan sepupu bukan mahram kita!" ujar Lubis.


"Oh begitu ya pak bagus deh," ucap Damar.


"Lah kenapa bagus?"


"Eh enggak kok pak hehe.." ujar Damar.


"Yowes pak aku main keluar dulu," sambung Damar.


"Iya,"


Damar pun pergi berjalan kaki menuju rumah temannya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


__ADS_2