
"Kamu yang tadi nolongin aku kan di terminal?" ujar Shella.
Pria itu terdiam sejenak, sepertinya sedang mengingat wajah Shella.
"Ohh kamu yang tadi kejambretan kan.." ujarnya.
"Nah iya, eh kok kamu bisa disini? Emangnya mau kemana??" tanya Shella.
"Iya aku lagi cari alamat sepupu aku, udah muter-muter daritadi gak ketemu-ketemu.." jawabnya.
"Lah emang gak ada alamatnya?" tanya Shella.
"Tadinya ada, tapi gara-gara tas aku ketuker sama punya orang lain di bis jadi aja ilang tuh alamat.. Bukan cuma alamat yang ilang, semua barang-barang aku yang ada di tas itu juga lenyap entah kemana!" jawabnya.
"Ya ampun kasian banget, eh kamu gak coba balik lagi ke terminal? Siapa tau orangnya balik kesana buat balikin tas kamu," ucap Shella.
"Tadi udah aku tungguin disana sekitar sejaman, eh gak muncul-muncul juga.." ujarnya.
"Coba aja kesana lagi, barangkali dia ada disana sekarang.." ujar Shella.
"Iya sih, tapi aku lupa kalo ke terminal naik apa dari sini.. Soalnya aku kan bukan orang sini dan ini pertama kalinya aku ke Jakarta! Jadi agak keder sama jalan nya.." ucapnya.
"Ohh kamu dari kampung?" tanya Shella.
"Iya bener, niatnya ke Jakarta mau kerja di tempat sepupu eh malah kayak gini.. Emang sial bener nasibku," jawabnya.
"Yang sabar ya, kalo gitu aku anterin aja ke terminal.." ujar Shella.
"Eh gak ngerepotin emang?" tanyanya.
"Enggak kok, sekalian aku cari lowongan kerja siapa tau di sekitar terminal ada.." jawab Shella.
"Oh kamu cari kerja juga, yaudah kalo gitu mah ayo kita jalan!" ujarnya.
"Eh sebentar, nama kamu siapa? Biar enak gitu manggilnya.." ucap Shella.
"Oh iya nama aku Rafi, kamu sendiri namanya siapa?" ujar Rafi.
"Aku Shella.."
Shella menjulurkan tangannya lalu bersalaman dengan Rafi..
"Wah ganteng banget sih dia.." gumam Shella.
Shella terus menatap wajah Rafi sambil tersenyum, Rafi juga membalas senyumannya itu.
"Eh udah yuk kita pergi sekarang, kalo salaman terus gak nyampe-nyampe terminal dong!" ujar Rafi.
"Ah iya sorry sorry!" ucap Shella.
Mereka pun berjalan menuju terminal.
...•••...
Laila, Yasmin & Zara sampai di kampus mereka.. Tiba-tiba Sadam datang dan menyapa mereka.
"Hai cewek-cewek!" ujar Sadam.
"Ngapain si lu?" tanya Laila.
"Yaelah galak amat sih, emang lu gak kangen apa sama gua? Kan kita udah gak ketemu beberapa hari.." ujar Sadam.
"Idih najis amat gua kangen sama lu!" ucap Laila.
"Halah di mulut bilang najis, di hati bilang kangen ya kan.." ujar Sadam.
"Dih dih kepedean banget si lu!" ucap Laila.
"Gapapa dong pede daripada gak pede," ujar Sadam.
"Udah La, dia mah gausah diladenin! Mending kita ke kantin aja yuk!" ujar Zara.
"Eh gabisa, gua ada kelas.." ucap Laila.
"Yahh," ucap Zara.
"Udah tenang, kan ada gue Zar.." ujar Yasmin.
__ADS_1
"Iya tuh ada gua juga!" saut Sadam.
"Ih lu ngapain si dam? Gak punya temen emangnya ya? Sampe ganggu kita mulu.." ucap Zara.
"Tau dasar caper!" ujar Laila.
"Ya terserah kalian mau bilang gua apa, eh kalian tau gak kabar Shella sekarang??" ucap Sadam.
"Gak tau! Udah ah gua duluan ya guys!" ujar Laila.
"Ok," ucap Zara & Yasmin.
Laila bergegas menuju kelasnya.
"Nah kalo kalian tau gak kabar Shella??" tanya Sadam.
"Gak tau Sadam! Lagian lu ngapain sih masih nanyain Shella aja?" ujar Zara.
"Ya kan gua masih sayang sama dia, kira-kira dia kemana ya kok gak pernah keliatan ke kampus lagi sih?" ucap Sadam.
"Mana kita tau, dah ah yuk ke kantin Yas!" ujar Zara.
"Ayo!" ucap Yasmin.
Zara & Yasmin bergandengan tangan lalu pergi ke kantin.
"Kebiasaan, gua pasti selalu ditinggal!" ujar Sadam.
...•••...
Adrian menelpon Jenar untuk menanyakan kabar Shella.
...📞...
Adrian : Halo Bu..
Jenar : Iya halo nak Adrian, ada apa toh?
Adrian : Eee maaf tan ganggu, saya mau tanya soal Shella tante..
Jenar : Ohh Shella lagi keluar cari kerja katanya, emang kenapa kamu nanyain dia?
Jenar : Ya enggak lah, kan Shella sama Tante udah di Jakarta lagi..
Adrian : Hah di Jakarta? Tante sama Shella balik kesini?
Jenar : Iya, katanya Shella mau tanya langsung ke si Devano itu..
Adrian : Eee terus Tante sama Shella tinggal dimana sekarang?
Jenar : Ini loh di rumah Om nya Shella..
Adrian : Oh gitu yaudah makasih ya Tante..
Jenar : Iya sama-sama.
Adrian mematikan teleponnya..
"Gua harus ketemu Shella sekarang, dan gua ajak dia buat ketemu Devano.. Semoga aja masalah ini cepet kelar!" batin Adrian.
Adrian bangkit dari duduknya lalu keluar ruangan.
...•••...
Shella & Rafi telah sampai di terminal..
"Nah kita udah sampe di terminal yang tadi.." ucap Shella.
"Iya, makasih ya kamu udah antar aku.." ujar Rafi.
"Sama-sama, coba sekarang kamu ke pusat informasi terus tanya ada gak yang lapor tas ketuker!" ucap Shella.
"Oh iya iya yaudah aku kesana, kamu sendiri mau langsung pulang atau kemana?" ujar Rafi.
"Mau cari-cari lowongan disini siapa tau ada yang butuh," jawab Shella.
"Oh gitu yaudah aku duluan ya," ucap Rafi.
__ADS_1
"Iya semoga tas kamu balik ya!" ujar Shella.
"Aamiin,"
Lalu, Rafi berjalan ke pusat informasi.
"Ih dari belakang aja aura gantengnya keliatan banget.. Idaman banget sih dia!" gumam Shella.
Shella terus memandangi Rafi dari belakang, tiba-tiba Rafi berbalik badan dan melambai ke arah Shella..
Shella pun juga melambaikan tangannya untuk menutupi rasa malunya.
Lalu, Rafi kembali berjalan dan tak terlihat lagi oleh Shella..
"Emm, gue kemana ya sekarang? Mana ada kerjaan coba di terminal kayak gini.." batin Shella.
"Yaudah deh gue balik aja ke rumah,"
Akhirnya Shella memutuskan pulang..
...•••...
Adrian mengendarai mobil nya untuk mencari keberadaan Shella..
Namun, handphone nya berdering.. Ia pun harus menepi sejenak untuk mengangkat telpon itu.
"Hah kakek nelpon? Ada apa ya?" gumam Adrian.
...📞...
Adrian : Halo kek, ada apa?
Frederick : Urusan kamu sudah selesai?
Adrian : Eee udah kok kek, kenapa ya?
Frederick : Yaudah kamu kesini sekarang! Bimo udah boleh pulang..
Adrian : Oh Alhamdulillah, iya kek aku kesana sekarang!
Frederick : Cepat ya jangan lama-lama!
Adrian : Iya kek iya..
Adrian mematikan teleponnya dan terlihat sedikit kesal.
"Ah elah ngapa nyuruh gua sih? Kan kakek bisa telpon supirnya buat jemput Bimo, gua jadi gak bisa cari Shella dah!" gumam Adrian.
Adrian pun terpaksa memutar balik dan pergi ke rumah sakit..
Sesampainya di rumah sakit, Adrian sudah ditunggu oleh Frederick & Bimo.
"Kakek kok nunggu di luar sih? Kenapa gak di dalam aja?" tanya Adrian.
"Udah gapapa biar cepet, soalnya Bimo udah gak betah disana.." jawab Frederick.
"Oh gitu yaudah ayo masuk!" ujar Adrian.
"Ya kamu bantu lah adek kamu! Dia kan belum pulih benar!" ucap Frederick.
"Iya iya kek," ucap Adrian.
Adrian membantu Bimo berdiri dari kursi roda dan membawanya masuk ke dalam mobil.
"Makasih bang," ucap Bimo.
"Sama-sama," ucap Adrian.
Adrian pun masuk ke mobil setelah Bimo & Frederick ada di dalam..
"Huh sampe kapan ya kakek di Jakarta?" batin Adrian.
"Hei Rian, kenapa gak jalan?" ujar Frederick.
"Eh iya kek ini mau jalan kok," ucap Adrian.
Adrian pun menjalankan mobilnya dan pergi dari rumah sakit.
__ADS_1
...~Bersambung~...