Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Pengkhianatan


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 72


...•...


...•...


Seorang wanita menemui Rafi di atas jembatan jalan raya, ya mereka memang sudah janjian sebelumnya untuk bertemu disana.


Rafi mendekati wanita itu sambil tersenyum smirk, sementara si wanita malah terlihat seperti orang yang sedang ketakutan alias panik.


"Gimana? Berhasil?" tanya Rafi.


"Iya pak, tapi bagaimana nasib saya sekarang pak? Pasti pak Devano sudah mengetahui semuanya saat ini..!! Saya bisa tertangkap karena sudah membawa kabur uang perusahaan!" ujarnya.


"Kamu gak perlu ketakutan gitu, bukannya kamu udah mentransfer semua uang perusahaan Devano ke PT. Kilau Bagaskara..??" ujar Rafi.


"Iya sudah pak, tapi saya takut pak Devano nantinya tidak mempercayai perkataan saya.." ucapnya.


"Yasudah kamu gak perlu bicara apa-apa sama Devano! Ini ada tiket pesawat buat kamu, silahkan pergi dari kota ini supaya kamu aman!" ujar Rafi sambil memberikan tiket pesawat pada wanita itu.


"Terimakasih pak, tapi kalau boleh tahu kenapa bapak melakukan ini semua ke pak Devano? Bukannya bapak itu sepupu pak Devano?" tanyanya.


"Itu bukan urusan kamu! Kamu gak perlu tahu kenapa saya melakukan ini..!!" ucap Rafi.


"Oh baik pak, kalo gitu saya permisi sekarang.." ucapnya.


"Oke Lina, hati-hati di jalan! Ingat jangan sampai ada yang mengetahui tentang kerjasama kita..!!" ujar Rafi.


"Siap pak!" ucap Lina.


Lalu, Lina pun pergi menggunakan taksi..


"Maaf Vano, saya terpaksa melakukan ini karena saya tidak menyetujui pernikahan kamu dengan Shella.. Jika saya tidak bisa memiliki Shella, maka kamu juga tidak bisa memilikinya..!!" gumam Rafi.


...•••...


Devano mengantar Shella pulang ke rumahnya, ia menggendong tubuh Shella turun dari mobil sampai ke depan rumahnya.


"Mas, harusnya kamu gak perlu gendong aku kayak gini.. Aku bisa jalan sendiri tau!" ucap Shella.


"Gapapa honey, aku gak mau kamu sakit lagi!" ujar Devano.


Tok tok tok..


Devano mengetuk pintu sambil masih menggendong Shella, ya memang dia kesulitan tentunya.


"Mas, udah turunin aku! Malu tahu kalo ibu nanti ngeliat kamu gendong aku!" ujar Shella.


"Gausah malu honey, ini kan demi kebaikan kamu dan calon anak kita..!!" ujar Devano.


Tak lama kemudian, Jenar membuka pintu dan sedikit terkejut melihat Devano sedang menggendong tubuh Shella.


"Loh kalian kok udah pulang? Terus kenapa Shella digendong begini? Apa dia sakit??" tanya Jenar cemas.

__ADS_1


"Tenang tante, Shella gapapa kok! Saya cuma gak mau dia kenapa-napa aja makanya saya gendong dia kayak gini.." jelas Devano.


"Oalah kamu perhatian sekali sama Shella, beruntung banget Shella punya calon suami seperti kamu nak Vano!" puji Jenar.


"Ahaha tante bisa aja, ini kan emang udah tugas saya tan untuk menjaga Shella dan calon anaknya.." ucap Devano.


"Yaudah bu ngobrolnya ditahan dulu dong! Kasian tau mas Vano kalo harus gendong aku kayak gini, pasti dia keberatan.." ujar Shella.


"Oh iya ya ampun maaf maaf nak Vano, ayo sini masuk masuk..!!" ucap Jenar mempersilahkan masuk.


"Iya makasih tante.." ucap Devano.


Devano pun masuk tentunya sambil membawa Shella di depannya, ia lalu menidurkan Shella di sofa.


"Makasih ya mas!" ucap Shella tersenyum.


"Sama-sama honey," ucap Devano mengusap wajah Shella.


"Nah nak Vano, kamu mau minum apa? Biar tante buatin.." ujar Jenar.


"Eee gausah tante saya mau langsung balik ke kantor, soalnya masih ada yang harus saya urus!" ujar Devano.


"Ohh yasudah kalo gitu hati-hati ya nak Vano! Makasih loh udah anterin Shella pulang.." ucap Jenar.


"Iya tante sama-sama, saya pamit ya tan!" ucap Devano sambil mencium tangan Jenar.


Devano juga pamit pada Shella tentunya..


"Honey, aku pergi dulu ya.. Nanti sore aku mampir lagi kok kesini buat nengok kamu!" ucap Devano.


"Iya mas, hati-hati ya di jalan..!!" ucap Shella.


Ya setelah itu Devano pun keluar dari rumah Shella dan menuju ke mobilnya, sesampainya di dalam mobil handphone Devano berbunyi.


"Novi telpon? Apa dia dapet kabar baru soal keuangan perusahaan?" gumam Devano.


Devano mengangkat telepon itu di dalam mobilnya..


...📞...


Devano : Halo Nov, apa ada kabar baru?


Novi : Iya pak, saya baru cek ternyata semua keuangan perusahaan kita sudah dikirimkan ke rekening pt kilau Bagaskara pak..


Devano : Apa? Maksud kamu Lina sudah mentransfer semua uang perusahaan ke pt kilau Bagaskara?


Novi : Iya pak benar..


Devano : Kalau gitu biar saya yang urus semua ini, saya akan temui pak Adrian selaku ceo pt kilau Bagaskara.. Terimakasih Novi atas infonya!


Novi : Iya sama-sama pak..


Tut Tut Tut...


Devano mematikan teleponnya dan langsung menjalankan mobilnya menuju kantor Adrian.


...•••...


Adrian sedang asyik memandangi wajah Nadya yang saat ini berada di hadapannya...


Ia terlihat sangat tertarik pada Nadya, sementara Nadya sedari tadi hanya bisa menundukkan kepalanya tak berani menatap mata atasannya itu.

__ADS_1


"Nadya, kenapa sih kamu cantik sekali? Saya sampe gak bisa berpaling loh dari wajah kamu yang cantik itu.." ucap Adrian.


"Eee maaf pak, sampai kapan saya harus disini? Bagaimana dengan pekerjaan saya??" tanya Nadya.


"Sampai saya merasa bosan memandangi kamu, ya tapi kayaknya itu gak bakal terjadi sih karena saya gak mungkin bosan memandangi wajah kamu yang cantik jelita itu.." ujar Adrian sambil tersenyum menggoda Nadya.


Nadya sudah sangat risih berada di ruangan Adrian, ia benar-benar ingin keluar dari sana.


Tak lama kemudian, seseorang mengetuk pintu ruangan Adrian..


Tok Tok Tok...


"Ya masuk!" ujar Adrian.


Orang itu pun masuk menemui Adrian, yap dia adalah Syifa sekretaris Adrian.


"Ada apa Syifa?" tanya Adrian.


"Begini pak, saya baru mendapat laporan bahwa ada dana yang masuk dari pt Devano sukses makmur.. Jumlahnya sangat besar pak!" ucap Syifa.


"Apa? Kenapa mereka mentransfer uang ke perusahaan kita? Saya kan tidak meminta itu," ujar Adrian terheran-heran.


"Saya juga tidak tahu pak, ini berkas laporannya.." ucap Syifa menyerahkan sebuah berkas pada Adrian.


"Ya ya ya terimakasih Syifa.." ucap Adrian.


"Sama-sama pak, kalo gitu saya permisi.." ucap Syifa.


Syifa pun pergi keluar dari ruangan Adrian, sedangkan Adrian membuka dan membaca isi berkas laporan tersebut.


"Apa maksud Devano melakukan ini?" batin Adrian.


...•••...


Jenar membawakan makan siang untuk Shella ke kamarnya, ya memang Jenar meminta Shella untuk istirahat di kamar setelah mengetahui kejadian tadi pagi yang menimpa Shella.


"Ini sayang makan siangnya, yuk makan dulu!" ucap Jenar.


Shella pun bangun dari tidurnya..


"Bu, kenapa harus dibawa kesini sih? Aku kan bisa makan di luar bareng sama ibu.." ucap Shella.


"Kamu jangan banyak gerak dulu sayang! Katanya kan kamu abis jatuh tadi pagi, jadi kamu harus banyak-banyak istirahat..!! Udah nih dimakan ya apa mau ibu suapin?" ujar Jenar.


"Ih gausah bu, aku bisa makan sendiri kok! Oh ya ibu sendiri udah makan belum? Inget loh ibu gak boleh telat makan!" ucap Shella.


"Iya sayang ini ibu juga mau makan kok.." ucap Jenar.


"Yaudah ibu makan gih! Aku bisa sendiri kok makannya.." ucap Shella.


"Iya sayang, kalo gitu ibu keluar ya.. Kamu makan yang banyak dihabisin tuh nasinya!" ujar Jenar.


"Iya ibu...."


Setelah itu, Jenar keluar dari kamar Shella dan menutup pintunya.. Sementara Shella mulai memakan makanan itu.


"Aku jadi gak tega mau bilang soal penundaan itu ke mas Vano, kelihatannya dia sangat peduli sama aku dan calon bayi ini.. Seharusnya aku emang gak dengerin perkataan Adrian!" gumam Shella.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2