Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Keromantisan Devano


__ADS_3

Tok tok tok...


"Masuk!"


Shella pun masuk ke ruangan Devano setelah dia mengizinkan nya.


"Permisi pak," ucap Shella.


"Eh kamu Shella, ada apa?" tanya Devano.


"Saya mau bicara sama bapak," jawab Shella.


"Silahkan duduk!" ucap Devano.


Shella pun duduk di kursi depan Devano.


"Apa yang mau kamu bicarakan Shella?" tanya Devano.


"Saya sudah mendapat jawaban dari pertanyaan bapak kemarin," ucap Shella.


"Apa jawabannya?" tanya Devano.


"Saya bersedia menikah dengan bapak.." jawab Shella.


Devano membulatkan matanya karena kaget mendengar jawaban dari Shella.


Devano sempat tidak percaya dengan ucapan Shella itu..


"Kamu beneran mau nikah sama saya??" tanya Devano.


"Iya pak, saya sudah memikirkan ini dan saya bersedia menikah dengan anda!" ucap Shella.


Devano pun sangat senang mendengar itu, dia langsung bersujud syukur di lantai.


"Alhamdulillah ya Allah akhirnya saya bisa nikah juga.." ujar Devano.


Melihat reaksi Devano yang begitu gembira, Shella pun semakin yakin jika Devano benar-benar mencintainya.. Dia juga yakin keputusan nya untuk menerima Devano adalah benar.


"Pak Devano seneng banget kelihatannya.. Semoga aja keputusan gue ini gak salah!" batin Shella.


Lalu, Devano kembali duduk di kursinya dan langsung menggenggam tangan Shella.


"Saya akan segera melamar kamu secara resmi!" ucap Devano.


Shella tersenyum sambil menundukkan kepalanya..


"Kalau gitu saya izin permisi pak, saya harus melanjutkan pekerjaan saya.." ucap Shella.


"Oh iya iya silahkan!" ujar Devano.


Shella pun keluar dari ruangan Devano.


Sedangkan Devano langsung jingkrak-jingkrak kesenengan karena Shella telah menerimanya.


...•••...


Sementara itu, Rafi tak sengaja menabrak Laila saat dia ingin ke kamar mandi.


"Aduh, gimana sih kak! Sakit tau!" ujar Laila.


"Eh sorry sorry! Gua gak lihat tadi, lagian lu kecil banget sih kayak kecoa!" ujar Rafi.


"Ish sembarangan gue disamain sama kecoa!" ucap Laila.


"Ahaha ya emang mirip, udah ah gua kebelet!" ujar Rafi.


Rafi langsung melangkah ke kamar mandi dan meninggalkan Laila..


Tak lama kemudian, handphone Laila berbunyi terlihat ada telepon masuk dari abangnya yaitu Devano.


"Ngapain sih bang Vano nelpon gue?" batin Laila.


Laila pun mengangkat telepon nya..


...📞...

__ADS_1


Laila : Halo bang, kenapa?


Devano : Gua mau kasih tau kabar gembira ke lu!


Laila : Kabar apa sih?


Devano : Shella mau nikah sama gue La!


Laila : Hah serius?


Devano : Iyalah tadi dia bilang sendiri ke gua!


Laila : Wih selamat ya bang, terus terus lu mau lamar dia kapan?


Devano : Ya seperti rencana awal minggu besok gue lamar dia! Lu temenin gua ya!


Laila : Oh iya siap bang, tapi jangan lupa komisi buat gue ya..!!


Devano : Ah gampang itu mah!


Laila : Asikkk


Devano : Yaudah gua mau lanjut kerja, eh lu gak perlu kesini lagi ya biar selanjutnya gua handle sendiri!


Laila : Ok bang!


Devano langsung memutus telponnya..


Rupanya daritadi Rafi menguping pembicaraan Laila dan Devano di telpon.


"Ada apa ya? Kok Laila kelihatan seneng gitu?" batin Rafi.


...•••...


Saat istirahat makan siang, Devano menghampiri Shella di ruangan kerjanya.


"Hai honey!" ucap Devano manis.


Shella kaget ketika Devano memanggil nya dengan sebutan 'honey' apalagi orang-orang disana juga ikut memperhatikan nya.


"Eee bapak apaan sih? Kok panggil saya begitu?" tanya Shella.


Devano sengaja mengeraskan suaranya agar seluruh orang disana mendengar nya..


"Wah jadi pak Devano sebentar lagi mau menikah.."


"Selamat ya pak jangan lupa undang kita!"


Ya begitulah kira-kira ucapan karyawan disana.


"Kalian semua tenang aja, pasti saya akan undang kalian ke pesta pernikahan saya dengan my honey Shella..!!" ucap Devano.


Wajah Shella memerah karena tak dapat lagi menahan rasa malu dalam dirinya..


"Aduh ngapain sih pak Dev bilang ke semua orang kalo kita mau nikah??" gumam Shella.


Lalu, Devano mendekatkan wajahnya pada Shella dan membisikkan kata-kata di telinga nya.


"Honey, kamu cantik sekali..." bisik Devano.


Shella merasa geli karena nafas Devano berhembus di lehernya, dia langsung menatap wajah Devano.


"Pak, jangan kayak gini dong! Ini kan di kantor.." ujar Shella.


"Kenapa si honey? Aku lagi bahagia banget loh kamu mau nikah sama aku.." ucap Devano.


Kemudian Devano mengambil dua tangan Shella dan mencium nya lembut.


Cup.


"Biarkan aku memperlakukan kamu seperti seorang ratu ok..!!" ucap Devano.


Devano meminta Shella berdiri di hadapannya.


"Kita makan siang bareng yuk!" ucap Devano.

__ADS_1


Devano merangkul pinggul Shella dan mendorong tubuh Shella sehingga kini jarak mereka hanya 1 senti saja.. perumpamaan ya ges*


Wajah Shella kembali memerah saat ditatap sedekat itu dengan Devano.


"I Love you so much honey!" ucap Devano.


Shella hanya tersenyum, itu membuat Devano agak kesal.


"Kok cuma senyum sih?" tanya Devano.


"Terus aku harus apa?" ujar Shella.


"Ya bilang i love you too dong honey!" ucap Devano.


"Iya, i love you too.." ucap Shella.


"Nah gitu dong, yaudah ayo kita makan!" ujar Devano.


Devano menggandeng tangan Shella dan mereka berdua pun keluar dari ruangan itu.


...•••...


Adrian mencari Bimo yang pergi dari rumah setelah mengetahui rencananya dengan Frederick untuk menghabisi David.


Bimo tak mau Adrian dan Frederick ikut campur dalam urusan pribadinya, maka dari itu Bimo pun marah dan pergi dari rumah.


Adrian terus mencari Bimo kesana-kemari dengan mobilnya..


"Aduh Bimo Bimo.. Lu kemana sih? Kenapa lu pake kabur segala coba? Harusnya lu seneng gua sama kakek mau bantuin lu!" gumam Adrian.


Lalu, handphone Adrian berdering karena ada telepon masuk dari asistennya yaitu Marissa.


Adrian pun langsung mengambil earphone nya dan mengangkat telepon itu.


...📞...


Adrian : Halo Risa, gimana?


Risa : Saya berhasil menemukan lokasi tempat tinggal pak Devano, sekarang saya juga sudah berada tepat di depan rumah beliau pak!


Adrian : Bagus, saya suka cara kerja kamu yang cepat! Yasudah sekarang kamu coba masuk ke dalam, cari tau ada siapa saja disana!


Risa : Baik pak saya segera masuk ke dalam..


Adrian : Ya jangan lupa kabarin saya lagi!


Risa : Siap pak!


Adrian mematikan teleponnya dan kembali fokus mencari Bimo.


"Untung aja gua punya Marissa, jadi gua masih tetap bisa jalanin rencana untuk gagalin pernikahan Shella dan Devano!" batin Adrian.


...•••...


Sementara itu, Risa dikagetkan dengan klakson mobil yang ingin keluar dari rumah itu.


"Woi lu ngapain disitu? Misi gue mau keluar!" teriak Laila.


Ya mobil yang ingin keluar itu adalah mobilnya Laila yang ingin pergi ke kampus.


Risa langsung menyingkir agar tidak tertabrak mobil Laila.


Setelah mobil Laila pergi, Risa kembali ke depan pagar rumah Devano dan menemui satpam disana.


"Misi pak, saya boleh tanya gak? Yang tadi itu siapanya pemilik rumah ini ya?" ucap Risa.


"Ohh itu mah non Laila neng, dia adik nya pak Devano!" jawab satpam itu.


"Makasih ya pak," ucap Risa.


"Sama-sama neng.."


Risa langsung pergi dari rumah Devano dan menuju mobilnya yang terparkir tidak jauh dari sana.


Risa hendak mengambil hp nya dan memberi kabar pada Adrian melalui sms, namun tiba-tiba ada seseorang yang memukul pundaknya hingga pingsan.

__ADS_1


Orang itu langsung membawa Risa ke dalam rumah Devano.


...~Bersambung~...


__ADS_2