Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Orang Korea


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 241


...•...


...•...


Ceklek...


Dua gadis cantik yang tengah berbincang sembari makan siang itu sontak menoleh saat mereka menyadari ada yang datang, mata Nadya terbuka lebar begitu melihat sosok pria tampan memasuki ruang tersebut dan mendekatinya.


"Tampan sekali, siapa dia??" batin Nadya tanpa sadar terukir senyum di wajahnya sembari terus menatap wajah Devano dari posisi terbaring.


Devano mendekati istrinya disana sambil mengukir senyum di wajahnya, sedangkan Shella tampak malas melihat wajah suaminya lalu memilih membuang muka dan kembali menyuapi adiknya.


Untungnya Nadya saat ini sudah tidak tersenyum lagi, ya walau ia masih terus memandangi wajah pria yang baru datang itu. Rupanya Nadya benar-benar terpikat akan pesona suami saudara kembarnya itu, mungkin karena ketampanan Devano serta bentuk tubuhnya yang sangat diidamkan kaum hawa.


"Sheila, nih makan lagi ya..." ucap Shella memasukkan sesendok nasi berisi sayur sop ke mulut Nadya yang sudah terbuka lebar.


Devano hanya menyaksikan momen indah antara istrinya dengan adik iparnya itu, ia tidak berani berbicara apapun pada Shella karena khawatir akan mendapat semprotan dari istrinya itu. Namun, mata Devano menelisik ketika menyadari Nadya sedari tadi memandangi dirinya.


"Sheila kenapa ngeliatin gue terus ya? Ah mungkin karena gue ganteng kali, wajar aja sih Shella aja sampai tervano-vano..." gumam Devano di dalam hatinya sembari menahan senyum.


Karena tak ingin hanya menjadi patung disana, akhirnya Devano mencoba mendekati Shella lalu memegang pundak istrinya tersebut dari belakang.


"Honey..." ucap Devano pelan.


Shella kaget karena ia sedang fokus menyuapi adiknya, ia pun menoleh secara terpaksa dengan wajah kesal dan malas.

__ADS_1


"Kenapa?" ujar Shella jutek.


"Jangan jutek gitu dong, honey! Kamu tuh malah bikin aku gemes tau gak? Eh ya Sheila, kakak kamu ini lucu kan ya kalau lagi marah begini?" ujar Devano mengajak bicara Nadya.


"Umm, iya bener..." ucap Nadya singkat sembari mengalihkan pandangan ke arah lain, entah mengapa ia merasa kecewa begitu mendengar Devano memanggil Shella dengan sebutan honey.


"Apa jangan-jangan pria ini kekasihnya mbak Shella?" batin Nadya dan raut wajahnya kini berubah sedih.


Sementara Devano terus saja menggoda sang istri dengan mencolek dagu serta pipi Shella, namun tetap tak ada respon dari Shella karena ia tampak kesal sekali pada suaminya.


Merasa penasaran serta kasihan juga pada pria yang terus berusaha mencari perhatian pada kakaknya, Nadya pun kini melirik dan menatap wajah Shella.


"Mbak, kok dicuekin?" tanya Nadya.


"Eee gapapa biarin aja, udah kamu gausah pedulikan dia ya! Mending kamu abisin dulu makanan kamu, biar cepet sehat juga!" ucap Shella tersenyum lalu kembali menyuapi adiknya.


Nadya hanya manggut-manggut pelan sembari membuka mulutnya lebar menyambut sesendok nasi yang dilayangkan kakaknya, ia mengunyah makanan itu sembari sesekali melirik ke arah Devano yang tampak pasrah karena Shella tidak mau berbicara dengannya atau bahkan sekedar menatapnya.


Shella sendiri tetap fokus menyuapi adiknya tanpa perduli ada suaminya di belakang, ia benar-benar merasa malu karena aibnya dibuka oleh suaminya sendiri apalagi disana cukup banyak orang yang kemungkinan mendengar celotehan Devano.


"Makasih!" ucap Nadya membalas senyuman Devano alias kakak iparnya itu.


Sementara Shella hanya diam tanpa berkata apapun, Devano pun kecewa lalu berbalik badan dan keluar dari ruang tersebut karena merasa tak dianggap oleh istrinya disana.


"Mbak, dia itu siapa?" tanya Nadya penasaran.


"Suami aku," jawab Shella singkat dengan wajah yang masih mengkerut kesal.


"Ohh, jadi mbak udah punya suami? Terus kenapa suaminya didiemin begitu? Kan kasihan tau dia, apa mbak lagi ada masalah sama dia??" tanya Nadya menatap wajah Shella penuh penasaran.


"Gak perlu dibahas, Sheila! Kamu kan masih belum sembuh benar, jadi sebaiknya jangan bahas yang berat-berat dulu ya! Nanti yang ada kepala kamu sakit lagi loh dan makin lama kamu bisa pulang ke rumah bareng-bareng sama aku dan ibu!" ucap Shella mengalihkan pembicaraan karena ia tak mau membahas suaminya saat ini.


"Iya deh, tapi ngomong-ngomong suami mbak ganteng banget ya? Aku lihat dia tuh bentuk wajahnya kayak orang Korea gitu, terus stylenya juga keren dan gagah banget! Aku pengen juga deh punya suami yang kayak gitu..." ucap Nadya memuji Devano di depan Shella sembari senyum-senyum genit.


Entah mengapa Shella merasa cemburu saat adiknya memuji Devano sambil seperti itu, namun ia tetap bersikap tenang tak mau mempermasalahkannya.

__ADS_1


"Bisa aja kamu, emang kamu pernah lihat orang Korea kayak gimana? Kamu aja lupa sama aku dan ibu, masa giliran sama orang Korea bisa ingat?" ucap Shella sembari tertawa kecil.


"Ya gak pernah lihat sih, mbak! Tapi, menurut aku orang Korea itu ya wajahnya mirip-mirip sama kayak muka suami mbak itu! Oh ya, dia namanya siapa mbak?" ucap Nadya.


"Devano, aku panggilnya mas Vano!" jawab Shella.


"Ohh, dari namanya juga udah kelihatan keren ya? Beruntung deh mbak bisa punya suami kayak gitu, cariin aku juga dong mbak yang modelan begitu!" ucap Nadya sambil nyengir.


"Iya iya, udah kamu jangan mikirin suami terus! Sekarang aja kamu belum sembuh, masa udah mikirin mau punya suami? Mending nih kamu abisin dulu makan siangnya, terus nanti aku bantu kupasin buah mangga kesukaan kamu ya?" ucap Shella mengambil sesuap nasi terakhir di piringnya lalu mengarahkan itu ke mulut Nadya.




Devano keluar dari ruang ICU dengan wajah masam serta kecewa, ia mengusap wajahnya kasar penuh penyesalan karena selalu saja tidak bisa menjaga mulutnya dengan benar. Padahal ia sudah berusaha keras untuk menutupi aibnya itu, tapi entah kenapa malah mulutnya sendiri yang selalu membongkar setiap aib atau perbuatan buruk yang ia lakukan.


"Duh kenapa sih gue selalu kayak gini? Emang mulut gak bener lu!!" gumam Devano seraya menabok mulutnya sendiri.


Hal itu disaksikan oleh Jenar yang sedang duduk di kursi tunggu, ia terkekeh geli melihat Devano menabok mulutnya sendiri dan terlihat sedang kesal. Ia pun berdiri lalu menghampiri menantunya itu karena merasa penasaran mengapa Devano sampai harus melakukan itu.


"Nak Vano..." sapa Jenar sambil tersenyum.


Devano menoleh sembari menurunkan tangannya dari mulut, ia merubah wajahnya menjadi senyum agar mertuanya tak curiga.


"Iya, kenapa Bu?" tanya Devano pura-pura tenang.


"Kamu ini sebenarnya ada masalah apa sih sama Shella, kenapa kelihatannya kamu seperti kesal sekali setelah keluar dari dalam?" ujar Jenar curiga.


"Eee...."


"Kalo gue cerita ke ibu, apa ibu juga bakal ikutan omelin gue sama kayak Shella?" batin Devano.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2