Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Tanggal pernikahan Shella Devano


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 79


...•...


...•...


Shella, Jenar, Lubis & Damar sampai di restoran Pasola tempat mereka akan makan malam bersama dengan Devano & Laila.


Lalu, seorang waiters datang menghampiri mereka dan menunjukkan tempat yang sudah dipesan oleh Devano untuk makan malam itu.


"Mbak Shella ya?" tanya pelayan.


"Iya benar saya sendiri," jawab Shella.


"Mari mbak, kalian sudah ditunggu disana.." ucap si pelayan.


Ya pelayan itu pun mengantarkan Shella dan keluarganya ke tempat Devano, tampak disana memang sudah ada Devano serta Laila.


Melihat kedatangan Shella, Devano & Laila langsung berdiri untuk menyambut mereka..


"Selamat datang honey dan semuanya!" ucap Devano.


Setelah itu, si pelayan pergi dan Devano mempersilahkan mereka untuk duduk...


"Ayo ayo duduk semuanya!" ucap Devano.


"Mas, kamu yang siapin semua ini?" tanya Shella.


"Enggak bukan, petugas restorannya yang siapin aku mah tinggal terima jadi aja.." jawab Devano.


"Ish ya maksud aku kamu yang nyuruh mereka siapin ini gitu?" ujar Shella.


"Ohh iya kalo itu mah," ucap Devano.


"Wah Shella, malam ini lu cantik banget! Gak salah emang abang gue pilih lu!" ujar Laila.


"Ahaha bisa aja, lu juga cantik kok La!" ucap Shella.


"Eh eh eh kamu kan temen kampusnya Shella? Siapa itu namanya tante lupa??" ujar Jenar.


"Iya saya Laila tante, temen kampus Shella sekaligus adik kak Devano.." ucap Laila.


"Oalah jadi kamu adik Devano, dunia sempit sekali ya!" ujar Jenar.


"Ya begitulah tante aku juga kaget pas tahu calon kak Vano ini ternyata Shella temen aku.." ucap Laila.


"Yaudah gimana kalo sekarang kita langsung pesen makanan aja? Kayaknya Shella udah mulai lapar tuh," ujar Lubis sambil tertawa.


"Apaan sih om? Enggak kok!" bantah Shella.


Semua disana tertawa kecuali Damar yang hanya tersenyum tipis, ia sepertinya tidak senang berada disana.


Setelah memesan makanan dan semua makanannya sudah datang, mereka pun lanjut berbincang mengenai pernikahan Shella & Devano.


"Oh iya Devano, kapan tanggal pastinya kamu mau melangsungkan pernikahan sama Shella? Kan kata kamu sebulan dari hari lamaran, ini udah hampir setengah bulan loh!" ucap Lubis.


"Ah iya om itu dia aku masih belum bisa putusin harinya kapan, makanya aku juga mau minta saran sama om, ibu atau Shella nya langsung juga boleh!" ujar Devano.


"Aku sih terserah kamu aja mas, kalo misal semuanya udah pada setuju ya aku ngikut aja.." ucap Shella.


"Ohh berarti kalo aku minta kita nikah besok, kamu siap ya?" ujar Devano.

__ADS_1


"Ya gak besok juga dong mas," ujar Shella.


"Ahaha gapapa justru bagus kalian jadi bisa cepet nikah kan," saut Lubis.


"Ya tapi kalo besok mah gak bisa dong om, kan belum ada persiapan.." ucap Shella.


"Iya honey aku becanda kok, jangan serius-serius dong!" ujar Devano.


Lalu, Laila kebelet buang air kecil dan ia pun meminta izin pada semuanya untuk pergi ke toilet.


"Eee semua, aku izin ke toilet dulu ya!" ucap Laila.


"Iya," ucap mereka.


Laila pun pergi ke toilet, rupanya Damar juga ikut ke toilet setelah melihat Laila pergi..


"Yah, semuanya aku juga mau ke toilet.." ucap Damar.


"Yowes jangan lama-lama!" ujar Lubis.


Damar pun bergegas ke toilet...


"Nah jadi keputusannya gimana nak Vano?" tanya Jenar.


"Eee ibu ada saran gak? Tanggal yang bagus buat nikah itu tanggal berapa??" ujar Devano.


"Waduh ibu juga kurang tahu kalo soal itu, nah coba deh Lubis barangkali tau!" ujar Jenar.


"Mbak aja gak tahu apalagi saya, udah begini aja kenapa gak disamakan dengan tanggal waktu lamaran kemarin? Jadi biar gausah pusing-pusing cari tanggal," usul Lubis.


"Nah iya bener tuh, kemarin lamaran kalian tanggal berapa dah? Ibu jadi lupa gara-gara makanannya enak banget.." ucap Jenar.


"Ahaha ibu bisa aja, lamaran waktu itu kalo gak salah tanggal 20 sih Bu.." ucap Devano.


"Oh iya bener tanggal 20, nah yaudah pernikahan kalian juga tanggal 20 Oktober aja! Udah paling pas itu mah jadi sama kayak tanggal lamaran..!!" ujar Jenar.


"Iya sih keren honey, angka depannya mengingatkan aku pada aksi ormas-ormas itu.." ucap Devano.


"Ahahaha.." Lubis tertawa keras.


Sontak yang lain ikut tertawa saat orang-orang disana menoleh ke arah Lubis akibat suara tawanya yang kencang.


...•••...


Sementara itu, Damar menyusul Laila ke toilet wanita dia menarik tangan Laila agar tidak masuk dulu.


"Tunggu!" ucap Damar.


Laila pun menoleh karena Damar menarik tangannya...


"Eh kamu sepupunya Shella kan? Ada apa ya?" tanya Laila.


"Aku boleh kenalan sama kamu gak?" ujar Damar.


"Ohh boleh kok, nama aku Laila.." ucap Laila sambil menjulurkan tangannya.


"Nama yang bagus, kalo aku Damar.." ucap Damar lalu menggapai tangan Laila.


Ya mereka pun bersalaman untuk waktu yang lumayan lama, Laila merasa tidak tahan lagi akhirnya ia melepaskan tangannya dari Damar.


"Aduh maaf ya, aku udah kebelet banget nih! Ngobrolnya dilanjut nanti aja ya," ucap Laila sambil memegangi roknya.


"Oh iya, yaudah kamu masuk gih takut nanti keluar disini loh..!!" ucap Damar.


Laila pun masuk ke toilet, sementara Damar menunggu Laila di luar karena masih ingin mengobrol dengannya.


"Gapapa deh gua gak bisa dapetin mbak Shella, temennya yang ini juga gak kalah menarik kok!" gumam Damar sambil senyum-senyum.


...•••...

__ADS_1


Disisi lain, Adrian masih dalam perjalanan menuju restoran Pasola bersama dengan Nadya.. Ia terjebak macet parah sehingga butuh waktu lama untuk sampai disana.


"Pak, kenapa kita harus ke Pasola? Di deket-deket sini kan juga ada restoran.." tanya Nadya.


"Nadya sayang, ada alasannya kenapa aku pilih Pasola! Tapi kamu gak perlu tahu, nanti juga kamu tahu sendiri kok kalo udah sampe!" ucap Adrian.


"Pak, terus kenapa anda tadi bilang ke mamah saya kalau anda itu pacar saya? Apa anda sudah gila? Saya kan udah bilang, saya gak bisa terima cinta bapak!" ujar Nadya.


"Gapapa dong Nadya, lagian kita sama-sama single kan? Harusnya gak ada masalah dong kalo kita menjalin hubungan yang lebih serius, ya saya gak mau kalo kita cuma sebatas atasan dan bawahan!" ucap Adrian sambil tersenyum.


"Tapi pak, saya gak cinta sama bapak! Selama ini saya cuma menganggap bapak itu sebagai atasan saya di kantor gak lebih!" ujar Nadya.


Lalu, Adrian mencolek pipi Nadya dengan jarinya..


"Kalo gitu mulai sekarang kamu harus belajar mencintai saya Nadya, oh ya kamu juga harus bisa terima saya sebagai pacar kamu! Dan mulai sekarang jangan panggil saya pak ketika di luar kantor! Kamu bisa panggil saya mas atau sayang juga boleh.." ucap Adrian.


Nadya sudah tampak kesal sekali dengan bosnya itu, tapi ia hanya bisa bergumam dalam hatinya dan mencurahkan emosinya disana.


...•••...


Devano, Lubis & Jenar akhirnya menyetujui jika pernikahan Shella & Devano akan dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober tahun ini.


Yup berarti tinggal beberapa hari lagi menuju halalnya Devano & Shella...


"Semoga pernikahan kalian lancar ya! Oh ya berarti sebentar lagi juga kalian harus dipingit dan gak boleh ketemu selama seminggu!" ucap Jenar.


"Yah aku bakalan kangen dong sama mas Vano," ucap Shella seraya melirik Devano.


"Kan emang harus begitu sayang, tapi nanti setelah kalian nikah kan kalian bisa puas tuh berduaan terus setiap hari.." ujar Jenar.


"Ahaha awas loh jangan ada yang diem-diem telpon atau malah ketemuan di belakang kita!" ujar Lubis.


"Iya enggak kok om, saya mah nurut aja sama aturan yang penting saya bisa nikah sama Shella.." ucap Devano sambil tersenyum.


Kemudian, Damar & Laila kembali ke meja makan dan duduk disana...


"Ini kenapa pada ketawa?" tanya Laila bingung.


"Itu loh abang kamu sebentar lagi mau dipingit jadi gak boleh ketemuan sama Shella," jawab Jenar.


"Ohh hahaha rasain gak bisa ketemu Shella! Tante tenang aja, nanti aku yang bakal jaga kak Vano supaya gak bandel!" ujar Laila.


"Haha bagus tuh," ucap Lubis.


"Yeh semangat banget lu kayaknya kalo liat gua menderita," ujar Devano.


"Ahahaha.."


Mereka lagi-lagi tertawa bersamaan, hanya Damar lah yang tersenyum kecil.


Tiba-tiba seseorang berteriak memanggil nama Shella, sontak mereka semua menoleh ke asal suara tersebut.


"SHELLA..!!"


Dari kejauhan tampak seorang pria bergandengan dengan wanita, yup dialah yang berteriak barusan.


Devano langsung berdiri begitu mengetahui pria itu adalah Adrian, dia tampak kesal bahkan mengepalkan tangannya tanda emosi.


Adrian berjalan mendekati mereka sambil bertepuk tangan diikuti Nadya disampingnya...


"Sheila?" ucap Jenar.


Sontak Shella menoleh saat mendengar Jenar menyebut nama 'Sheila'.


"Maksud ibu apa ya? Siapa Sheila?" gumam Shella kebingungan.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2