Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Hilang ingatan


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 227


...•...


...•...


"Kenapa, sayang?" tanya Lestari heran.


"Maaf, anda siapa ya...??" ucap Nadya pelan.


Lestari langsung menganga dan menutupi mulutnya dengan telapak tangan begitu mendengar ucapan dari mulut Nadya.


"Apa maksud kamu, Nadya? Kenapa kamu bertanya seperti itu ke mama, sayang? Memangnya kamu gak ingat sama mama, ini mama Nadya!" ujar Lestari tampak histeris karena putrinya tidak mengenali siapa dirinya, tentu ia sangat sakit sekali.


Nadya hanya menggelengkan kepalanya sambil terus menatap heran ke wajah Lestari, rupanya gadis itu tengah berusaha mengingat siapa wanita yang ia lihat saat ini. Tetapi, saking kerasnya usaha ia untuk mengingat kepalanya jadi terasa sakit.


"Awh! Sa-saya gak ingat siapa anda, dan saya juga tidak kenal siapa itu Nadya!" ucap Nadya memegangi kepalanya yang terasa sakit akibat terlalu keras berusaha mengingat wajah wanita di hadapannya.


"Nadya, kamu kenapa sayang? Dok, dokter!!!" ujar Lestari cemas lalu berteriak memanggil dokter yang kebetulan juga masih berada di dalam sana bersama seorang suster mengontrol kondisi Nadya.


"Iya, Bu! Ada apa?" tanya dokter itu heran.

__ADS_1


"Ini dok, putri saya tidak bisa mengingat siapa saya! Sekarang kepalanya malah sakit, kenapa ini semua bisa terjadi dok? Memangnya putri saya kenapa?" jelas Lestari secara histeris sambil terisak.


"Ibu tenang dulu ya, biar saya periksa kondisi pasien!" ucap dokter menenangkan Lestari lalu mendekati Nadya bersama seorang suster di belakangnya.


Dokter itu memeriksa kondisi Nadya serta memberinya obat pereda rasa sakit, sementara Lestari masih tak percaya kalau putrinya melupakan dirinya. Padahal cukup lama ia menunggu momen ini saat Nadya sadar dari komanya, namun yang ia dapat malah pertanyaan aneh dari putrinya itu.


Lestari menangis histeris menutupi mulutnya masih tak percaya kalau Nadya akan mengatakan itu padanya, bertahun-tahun ia merawat gadis tersebut dan saat ini ia malah dilupakan olehnya begitu saja.


"Maaf, Bu! Sepertinya pasien mengalami gejala lupa ingatan sementara, mungkin ini akibat kecelakaan yang menimpanya beberapa waktu lalu! Tapi, ibu tenang saja karena ini hanya sementara! Lambat laun pasien pasti akan mengingat semuanya tergantung situasi dan kondisinya, hanya saja mungkin butuh waktu yang tidak sebentar!" jelas dokter itu setelah memeriksa kondisi Nadya.


"Apa? Hilang ingatan sementara, dok? Ja-jadi putri saya ini tidak bisa mengingat apapun dan siapapun yang ia temui sebelumnya? Ta-tapi kenapa dok, bukannya putri saya hanya mengalami kecelakaan tenggelam tidak ada benturan kan dok di kepalanya? Kenapa putri saya bisa mengalami gejala lupa ingatan sementara seperti ini??" tanya Lestari.


"Mungkin ini efek yang dialami pasien saat tenggelam dalam waktu cukup lama, bagian kepala pasien sepertinya ada yang bermasalah akibat tekanan air yang kuat! Namun, pasien masih beruntung karena diberikan kesempatan kedua untuk bertahan hidup tanpa mengalami gejala-gejala yang mengerikan lainnya..." jelas dokter.


Lestari semakin histeris dibuatnya, ia memandangi tubuh putrinya yang kini tengah tertidur akibat suntikan yang diberikan suster padanya untuk meredakan rasa sakit di kepalanya.


"Baiklah Bu, untuk sementara saya mohon ibu jangan terlalu menekan Nadya untuk mengingat semuanya! Karena kondisinya masih sangat lemah, biarkan pasien beristirahat terlebih dahulu dan memulihkan kondisinya! Barulah setelah itu, ibu bisa perlahan-lahan menunjukkan sesuatu seperti barang atau kenangan lainnya yang dapat membantu mengembalikan ingatan pasien!" ucap dokter.


"Sama-sama, Bu! Yasudah saya mohon izin permisi, masih ada pasien yang harus saya tangani!" ucap dokter itu tersenyum.


"Baik, dok!"


Dokter itu pun pergi keluar dari ruang ICU untuk menangani pasien lainnya disana, sementara Lestari mendekati putrinya sembari menangis terisak lalu mengusap-usap rambut Nadya.


"Nadya, sayang! Mama sungguh menderita melihat kamu seperti ini, apalagi sekarang kamu sama sekali tidak bisa mengingat mama! Tapi, mama tetap bersyukur karena kamu masih hidup dan sudah sadar dari koma!" batin Lestari meneteskan air mata yang tanpa sadar terjatuh membasahi wajah Nadya.



__ADS_1


Sementara itu, dokter yang baru keluar langsung dihampiri oleh Shella & Devano. Mereka berdua penasaran apa yang terjadi sebenarnya di dalam pada Nadya, karena mereka sempat mendengar teriakan Lestari dan melihat Lestari menangis melalui kaca dari luar.


"Dok, ada apa? Apa yang terjadi pada Nadya?" tanya Shella sangat mencemaskan kembarannya.


"Tidak ada apa-apa kok, pasien baru saja sadar sehingga kondisinya belum stabil sepenuhnya! Jadi, kami memutuskan untuk membiusnya dan membiarkan pasien beristirahat terlebih dahulu! Oh ya, kabar buruknya saat ini pasien mengalami gejala hilang ingatan sementara akibat kerusakan pada bagian otaknya yang menghapus seluruh memori tentang dirinya serta orang-orang terdekatnya!" jawab dokter itu menjelaskan semuanya.


Mendengar jawaban dari sang dokter, Shella dan suami serta ibunya sontak menganga lebar. Mereka terkejut lalu reflek menutupi mulut masing-masing, terutama Jenar yang sedang terduduk langsung berdiri karena mendengar itu semua.


"Apa? Putri saya hilang ingatan, dok?" ujar Jenar syok berat mendengarnya, baru saja ia berbahagia karena Sheila putrinya sudah sadar tapi sekarang ia malah mendapat kabar kurang mengenakkan kembali.


Shella langsung menghampiri ibunya karena tidak tega pada sang ibu yang menangis, ia merangkul dan memeluk Jenar dengan hangat serta menenangkan ibunya itu sembari mengusap-usap lengannya dan membenamkan wajahnya di pundak sang ibu.


Sementara Devano mendekati dokter itu dengan wajah penasarannya, ia ikut syok tentu mendengar penjelasan sang dokter. Selain itu, ia merasa kasihan pada Jenar maupun istrinya yang menangis histeris akibat mengetahui berita tersebut.


"Dok, tapi ini semua hanya sementara kan? Maksud saya, ingatan Nadya bisa kembali kan dok?" tanya Devano penuh penasaran.


"Iya, pak! Semua yang anda katakan betul, pasien hanya mengalami gejala lupa ingatan sementara! Jika beliau selalu menjalani aktivitas yang dulu biasa ia lakukan atau menunjukkan beberapa foto kenangan saat kalian bersama, mungkin pasien bisa cepat ingat kembali pada kalian! Tapi, sebaiknya untuk sekarang hal itu jangan terlalu dipaksakan ya pada pasien! Karena sekarang pasien masih belum pulih sepenuhnya, dia masih harus menjalani perawatan lebih lanjut!" jawab dokter itu.


"Baik, dok!" ucap Devano mengerti.


"Yasudah, saya permisi ya pak!" ucap dokter itu melempar senyum pada Devano.


"Silahkan, dok!" ucap Devano mempersilahkan dokter itu untuk pergi.


Setelahnya, Devano menghampiri istri dan mertuanya yang masih menangis sambil berpelukan di dekat sana. Ia merasa sedih kembali melihat mereka meneteskan air mata, padahal tadi ia sangat senang ketika melihat istri dan mertuanya itu bahagia sekali mendapati Nadya telah sadar.


"Kenapa ini harus terjadi lagi, ya Tuhan? Baru saja kami berbahagia, namun engkau kembali memberikan kesedihan untuk kami..." batin Devano.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2