Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Permintaan maaf


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 312


...•...


...•...


Devano masih berada di kantornya mengerjakan yang seharusnya ia kerjakan disana, namun rupanya ia belum bisa melupakan kejadian kemarin saat istrinya hendak diculik oleh dua orang pria asing yang belum pernah ia temui.


Devano juga heran apa sebenarnya motif mereka ingin menculik Shella, sedari tadi ia sulit fokus pada kerjaannya karena masih kepikiran pada si penculik itu yang salah satunya dikenali oleh Viona, ia pun mempunyai pikiran apa mungkin Viona tau tentang si penculik itu dan apa motifnya sebenarnya.


Bahkan bukan hanya kejadian penculikan istrinya yang menjadi bahan pikiran Devano, ia juga masih mencari tahu siapakah yang mengirim foto-foto dirinya bersama Novi ke rumah sehingga ia dan juga Shella sempat terlibat perkelahian walau sebentar.


"Kenapa sih semua ini harus muncul lagi? Tadinya saya kira dengan ditangkapnya Adrian itu akan membuat kehidupan saya bahagia, tapi sekarang malah muncul orang lain yang ingin mengusik kebahagiaan keluarga saya!" batinnya.


Akhirnya Devano memutuskan untuk menghubungi Rafael salah satu anak buahnya yang paling ia andalkan untuk mengurus sesuatu, ia berharap kali ini Rafael juga bisa diandalkan untuk mencari tahu tentang semua ini.


📞"Halo pak, ada apa?" tanya Rafael.


📞"Saya perlu bantuan kamu untuk menemukan seseorang, apa kamu bisa?" ucap Devano.


📞"Tenang aja, pak! Saya selalu bersedia 24 jam setiap kali bapak butuh bantuan saya, karena saya sudah berkomitmen untuk bekerja dengan bapak! Lalu, apa yang bisa saya bantu kali ini?" ucap Rafael.


📞"Baguslah, saya ingin kamu cari tahu siapa yang sudah mengirim paket berisi foto-foto saya ke rumah saya tempo hari! Karena paket itu sudah membuat hubungan saya dengan Shella hampir retak, saya ingin memberi pelajaran pada si pengirim itu!" ucap Devano menjelaskan.


📞"Baik pak, tapi apa paket itu masih ada sama bapak?" tanya Rafael.


📞"Ada, tapi di rumah saya! Kamu bisa datang kesana sekarang dan minta paket itu ke pembantu saya disana, pasti mereka tahu kok!" jawab Devano.


📞"Siap, kalau begitu saya meluncur sekarang!" ucap Rafael.


📞"Oke, terimakasih Fael! Saya harap secepatnya kamu bisa menemukan orang itu!" ucap Devano.


📞"Baik, pak!" ucap Rafael.

__ADS_1


Tuuutttt....


Setelah selesai berbicara dengan Rafael, Devano langsung mematikan teleponnya dan kembali coba fokus pada kerjaannya yang masih belum selesai itu karena sedari tadi ia hanya melamun memikirkan apa niat orang-orang itu hendak menculik Shella.


TOK TOK TOK....


"Permisi pak,"


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangannya dari luar membuat Devano berhenti sejenak untuk mempersilahkan orang itu masuk, walau ia juga tengah sibuk mengurus semua berkas di mejanya.


"Ya, masuk!" ucap Devano.


Ceklek...


Pintu pun terbuka dan seorang wanita yang tak lain adalah Novi masuk ke dalam sana menghampiri Devano dengan membawa beberapa berkas di tangannya yang perlu ditandatangani juga oleh Devano disana.


"Maaf pak, ini berkas-berkas lainnya!" ucap Novi.


"Terimakasih,"


Setelah menaruh semua berkas itu di atas meja, Novi langsung hendak pamit keluar untuk membiarkan bosnya menyelesaikan itu semua dengan tenang dan tidak merasa terganggu dengan kehadirannya disana.


"Kalau begitu saya permisi, pak!" ucap Novi.


"Iya pak, ada apa?" tanya Novi penasaran.


"Duduk!"


Tanpa basa-basi, Novi pun duduk di hadapan Devano sesuai kemauan bosnya itu. Ia sebenarnya cukup canggung jika harus berduaan dengan Devano disana, apalagi sebelum ini Shella sempat cemburu pada kedekatan Novi dan Devano.


"Ada apa ya, pak?" tanya Novi.


"Saya cuma ingin tanya sama kamu, apa sih yang istri saya bicarakan sama kamu kemarin?" ucap Devano bertanya pada sekretarisnya.


...•••...


Disisi lain, Nadya sangat yakin kalau pria yang ia lihat saat ini benar memang pria yang juga datang dikala ia sedang koma dan suaranya selalu terngiang dalam pikirannya membuat ia sulit tidur, namun entah mengapa rasanya ia cukup kecewa karena tahu kalau Adrian ternyata adalah narapidana.


"Nadya, aku seneng banget akhirnya kamu udah sadar dan sehat! Aku juga bahagia bisa lihat kamu lagi sekarang, makasih ya udah mau datang jenguk aku!" ucap Adrian sangat gembira.


"Eee nak Rian, sebaiknya kita bicara sambil duduk supaya lebih enak!" ucap Jenar.

__ADS_1


"Iya tante,"


Adrian duduk di hadapan Jenar serta Nadya sambil terus tersenyum menatap ke arah Nadya yang tengah terdiam melamun, ia tak menyangka kalau hari ini ia akan melihat sosok wanita yang telah mulai menggugah hatinya itu.


"Nadya, kamu—"


"Nama aku Sheila, bukan Nadya!" potong gadis itu dengan cepat dan tegas.


"Oh ya, maaf! Maksud aku Sheila, kamu semakin cantik aja Sheila!" ucap Adrian tersenyum.


Terlihat jelas kalau Nadya itu tidak suka bertemu dengan Adrian disana, padahal sebelumnya ia sangat berharap untuk bisa bertemu dengan sosok pria yang selalu terbayang di benaknya, namun saat ini momen yang seharusnya menyenangkan itu berubah menjadi mengecewakan.


"Jadi kamu yang waktu itu datang ke rumah sakit sebelum aku sadar dari koma?" tanya Nadya.


"Iya, itu aku Sheila! Aku memang selalu hadir jenguk kamu disana selama kamu koma, karena aku sayang sama kamu!" jawab Adrian.


"Lalu, kenapa kamu mendekam disini?" tanya Nadya.


Adrian menunduk dengan bibir mengatup, senyum di wajahnya seketika hilang mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Nadya, ia tak sanggup menjawab atau sekedar menatap ke arah Nadya karena ia sangat-sangat malu.


"Kok diem? Kamu ngelakuin kejahatan apa sampai bisa ditahan di tempat ini?" tanya Nadya lagi.


"Sayang, kamu jangan tekan nak Rian gitu dong!" ucap Jenar menenangkan putrinya.


"Aku gak tekan dia kok, Bu! Aku kan cuma nanya biasa aja, mungkin dia yang tertekan sendiri karena ngerasa jadi orang yang jahat!" ucap Nadya.


"Hus! Gak boleh bicara begitu!" ujar Jenar.


"Gapapa tante, bener kok yang dibilang sama Sheila barusan! Saya ini orang jahat, makanya saya bisa sampe mendekam disini! Oh ya, mumpung tante ada disini saya sekalian mau minta maaf sama tante karena selama ini saya selalu bikin Shella menderita!" ucap Adrian.


"Kamu gak perlu minta maaf, saya udah maafin kamu kok!" ucap Jenar tersenyum.


"Apa? Jadi kamu ditangkap polisi karena jahatin Shella saudara aku?" ujar Nadya terkejut sekaligus emosi pada Adrian.


"Tenang sayang, itu kan dulu!" ucap Jenar.


"Iya Sheila, aku juga mau minta maaf ya sama kamu karena aku dulu selalu jadiin kamu alat buat aku dekat dengan Shella! Aku nyesel udah lakuin itu semua ke kamu, harusnya aku bersyukur karena bisa punya wanita sebaik kamu!" ucap Adrian.


"Memangnya dulu kita sedekat apa?" tanya Nadya.


Adrian pun terheran-heran mendengar pertanyaan Nadya yang seolah-olah tak tahu apa-apa, ia melirik ke arah Jenar penasaran seakan bertanya apa yang terjadi sebenarnya pada Nadya.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2