Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Harapan sirna


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 216


...•...


...•...


Berita tentang kecelakaan Rafi & Femila tidak hanya sampai di telinga Devano ataupun Adrian, ya tentu saja karena berita itu sudah banyak beredar di dunia maya sehingga banyak yang telah mengetahuinya termasuk juga Yoga. Pria itu nampak sangat syok dan bersedih begitu mengetahui berita tersebut, masalahnya baru beberapa hari yang lalu ia bertemu dengan Femila dalam keadaan baik-baik saja. Namun, sekarang justru ia mendapat kabar kalau Femila malah kecelakaan mobil bersama seorang pria di sebuah jalan menuju Bandung.


Yoga seakan tak percaya dengan berita tersebut, ia masih belum bisa percaya begitu saja karena bagaimanapun Femila sudah pernah menipunya dulu dengan membuat berita palsu mengenai kematiannya saat bunuh diri. Yoga pun menghapus air matanya dan malah tersenyum-senyum, ia yakin sekali berita tersebut sudah dibuat oleh Femila sendiri agar seluruh orang mengetahui jika gadis itu telah meninggal dunia.


"Ya, gak mungkin ini nyata! Femila pasti masih hidup di luar sana, dia belum meninggal! Berita ini dibuat oleh Femila sendiri, pastinya dia masih hidup karena baru beberapa hari kemarin gue ketemu langsung sama dia! Hahaha, kali ini kamu gak bisa tipu aku lagi Femila sayang! Aku gak akan percaya gitu aja sama berita sampah ini, dimana pun kamu sekarang berada semoga kamu bisa sehat-sehat selalu ya!" gumam Yoga tertawa kecil lalu menutup portal berita yang sedang ia baca melalui ponsel tadi.


Yoga yang tadinya merasa sedih kini kembali seperti biasa karena ia yakin tidak mungkin Femila meninggal dalam kecelakaan mobil, namun hatinya masih agak bimbang apalagi di berita tertulis kalau Femila mengalami kecelakaan bersama seorang pria dan mobil yang mereka tumpangi itu masuk ke dalam jurang. Itulah yang membuat Yoga sedikit ragu untuk tidak mempercayai berita tersebut, pria itu bingung harus bagaimana sekarang.


"Tapi, kalau berita ini bohong dan dibuat sendiri oleh Femila... kenapa dia mesti bawa-bawa nama lelaki lain di berita ini? Namanya Rafiansyah, dia siapa ya dan apa hubungannya sama Femila sampai Femila cantumin nama dia di berita ini?" gumam Yoga kebingungan bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


Saking bingungnya Yoga, pria itu sampai mengacak-acak rambutnya sendiri lalu mengusap wajahnya kasar. Ia sangat dibuat bimbang dengan berita tersebut, ingin sekali ia tidak percaya pada berita yang ia baca itu karena ia sudah pernah dibohongi oleh Femila dengan cara yang sama. Namun, banyak kejanggalan yang membuat Yoga jadi bingung karena ada foto mobil ringsek serta kantong jenazah berisi mayat korban.


"Niat banget Femila bikin berita sampai sedetail ini, apa tujuan kamu sih sebenarnya sayang? Kamu pergi tinggalin aku, terus sekarang tiba-tiba kamu bikin berita kayak gini lagi! Kamu mau bikin aku tambah sakit atau gak lagi berharap sama kamu?" gumam Yoga senyum-senyum sendiri mengepalkan tangannya, terlihat rahangnya gemetar.

__ADS_1


...•••...


Sementara itu, Devano bersama Shella & Laila sampai di rumah sakit untuk mengurus jenazah Rafi yang sudah dibawa kesana. Mereka langsung menuju kamar jenazah dan terlihat ada beberapa polisi disana yang mungkin hendak menelusuri penyebab kecelakaan kali ini.


"Selamat siang, pak!" ucap Devano menyapa polisi yang ada disana.


"Siang, ada apa ya?" tanya polisi itu.


"Saya Devano, sepupu korban kecelakaan ini! Saya datang kesini untuk mengurus jenazah sepupu saya, apa saya bisa melihatnya pak?" jelas Devano.


Tampak polisi itu saling memandang satu sama lain seperti kebingungan, Devano serta Shella & Laila pun jadi terheran-heran melihat para polisi yang bersikap seperti itu. Mereka merasa cemas kalau ada sesuatu yang hendak disampaikan polisi-polisi itu.


"Kenapa, pak?" tanya Devano penasaran.


"Eee begini, pak! Jasad korban dua-duanya sulit untuk dikenali karena kondisi tubuhnya yang hangus terbakar, untungnya kami bisa menemukan kartu identitas mereka yang masih utuh dan dapat dibaca dengan jelas walau ada beberapa informasi yang sulit kami ketahui..." jelas polisi itu.


Sontak Devano, Shella & Laila kompak terkejut syok menutupi mulutnya. Mereka langsung tidak bisa berkata apa-apa lagi mendengar perkataan polisi, terlebih lagi Laila yang menangis kejer disana. Devano dengan sigap memeluk dan menenangkan adiknya itu agar tidak terus menangis, sementara Shella juga kesulitan menahan kesedihannya.


"Aku gak nyangka kamu akan mengalami kematian yang tragis seperti ini, Rafi! Semoga Tuhan memaafkan semua kesalahan kamu di dunia dan kamu bisa mendapat tempat disisinya!" batin Shella menatap langit-langit dengan mata berkaca-kaca.


Setelah agak tenang, Devano coba berbicara kembali pada para polisi disana tanpa melepas pelukannya dari Laila karena adiknya itu masih saja menangis belum bisa menerima kenyataan ini.


"Pak, tapi benar kan yang kecelakaan itu sepupu saya? Pramudya Rafiansyah?" tanya Devano berusaha memastikan, ia masih berharap polisi tersebut salah mengidentifikasi korban.


"Benar, pak! Ini dia kartu identitas, beserta dompet korban yang kami temukan di lokasi!" ucap polisi itu menyerahkan barang-barang milik Rafi pada Devano.


Ketika melihat kartu identitas tersebut, Devano kini tidak bisa berharap apa-apa lagi karena itu memang milik Rafi dan tertera jelas nama sepupunya itu disana. Ia juga tahu betul ciri dompet milik Rafi dan yang ada di tangannya sekarang itu memang benar dompet sepupunya tersebut.

__ADS_1


"Harapan gue sirna sekarang, Fi! Semoga lu tenang disana, gue udah maafin semua kesalahan-kesalahan lu kok sama gue!" batin Devano mengusap-usap lengan adiknya.


...•••...


Disisi lain, Ilham sang pengacara yang ditugaskan Devano berhasil menemukan orang-orang misterius yang waktu itu menculik saksi-saksi milik Devano. Memang selama ini ia terus menyelidiki tentang penculikan tersebut dan kini telah berhasil sampai di tempat para orang itu berkumpul, tentu saja Ilham tidak sendiri karena ia bersama beberapa anak buahnya yang kini tengah mengintai dari jauh.


"Benar itu mereka, mobil yang terparkir disana juga sama dengan mobil yang digunakan untuk membawa para saksi itu kemarin..." gumam Ilham.


Ilham pun menghubungi salah satu anak buahnya yang masih mengintai dari arah lain, ia hendak maju untuk menggerebek orang-orang tersebut dan menyelamatkan saksi miliknya.


📞"Halo, kalian maju sekarang dan serang mereka dari depan! Biarkan saya yang masuk ke dalam mencari dimana mereka menyembunyikan saksi-saksi itu, ayo cepat!" ucap Ilham.


📞"Baik, bos!"


Ilham pun menutup telponnya lalu mulai bergerak diikuti oleh para anak buahnya dari sisi yang lain, mereka maju secara bersamaan menyerbu orang-orang yang tengah berjaga disana.


"Hey, siapa kalian?" tanya salah satu orang itu.


Bukannya menjawab, mereka malah langsung menyerang orang-orang itu dengan membabi buta sampai semuanya tergeletak pingsan dan terluka. Ilham pun langsung masuk ke dalam tempat itu mencari keberadaan saksi-saksinya yang disekap disana, sementara anak buahnya tetap di depan untuk melontarkan pertanyaan pada orang disana.


"Cepat jawab! Siapa yang suruh kalian?" bentak anak buah Ilham itu.


"Eee ki-kita disuruh sama, Adrian..." jawab orang yang sudah tidak berdaya itu karena lehernya terus dicekik dan tangannya dipelintir.


Setelah mendapat jawaban dari orang itu, mereka pun langsung melepaskan orang-orang disana dan menyusul Ilham masuk ke dalam untuk memberitahu tentang jawaban yang mereka dapat.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2