Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Mulai terungkap


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 110


...•...


...•...


Devano heran mengapa Rafael tak kunjung mengirimkan nomor telepon orang itu padanya, akhirnya ia kembali menghubungi Rafael.


Namun, ponsel Rafael tak bisa dihubungi membuat Devano merasa cemas..


"Kenapa Dev?" tanya Rafi yang masih ada disampingnya dengan wajah keheranan melihat sepupunya itu uring-uringan.


"Ini nomor anak buah gue jadi gak aktif, padahal tadi dia bilang mau kirim nomor si penculik itu eh malah sampe sekarang belum dikirim juga sama dia!" jawab Devano menjelaskan alasan dia panik.


"Sabar aja Dev, mungkin disana lagi gak ada sinyal jadi dia gak bisa kirim foto itu sama terima telpon lu!" ucap Rafi.


"Iya juga ya, yaudah deh gue tungguin aja kabar selanjutnya dari dia! Makasih ya Fi sekali lagi udah mau bantu gue buat jeblosin Adrian ke penjara! Kalo lu mau balik sekarang gapapa kok.." ujar Devano.


"Yaudah ya gue izin pamit dulu, semoga Shella cepet ditemukan dan lu bisa bersama-sama sama dia lagi! Jangan pernah putus asa Dev..!!" ucap Rafi menepuk-nepuk pundak Devano.


"Thanks Fi, hati-hati lu di jalan!" ucap Devano.


Devano & Rafi pun berpisah arah menuju mobil masing-masing, tiba-tiba saja seorang wanita mencegat Rafi yang hendak masuk ke dalam mobil.


"Pak, ingat ya kesaksian saya tadi itu bisa menjadi bumerang bagi saya! Jadi jangan sampai anda lupa membayar uang yang anda janjikan itu!" ucap wanita itu yang ternyata adalah Lina.


Rafi langsung menarik tubuh Lina menjauh dari sana agar tidak ketahuan Devano...

__ADS_1


"Heh, kenapa lu temuin gue disini ha? Lu mau Devano denger terus semua rencana kita diketahui sama dia? Lu gausah takut gua pasti bayar semua uang yang gua janjiin! Udah mending sekarang lu pergi dan jangan pernah lagi lu temuin gua!" ujar Devano.


"Iya maaf pak, saya tadi tidak melihat kalau ada pak Devano disana.. Baiklah pak, saya janji tidak akan menemui bapak lagi! Tapi tolong berikan saya jaminan kalau saya tidak akan ditahan oleh polisi karena pengakuan saya tadi!" ucap Lina.


"Tenang saja, selagi Devano tidak menuntut maka lu pasti aman dari kejaran polisi! Tapi ingat jangan pernah lu buka mulut dan bilang yang sebenarnya pada Devano! Kalo lu lakuin itu, gua jamin lu bukan hanya mendekam di penjara tapi juga bakal kehilangan seluruh keluarga lu..!!" ucap Rafi.


"Iya pak iya, saya janji akan merahasiakan semuanya! Saya izin permisi pak.." ucap Lina gemetar saat mendengar ancaman dari Rafi tadi.


Rafi pun menjauhkan tubuhnya dari Lina sehingga Lina bisa pergi dari sana, setelah Lina pergi tentu saja Rafi kembali menuju mobilnya dengan santai.


Namun, rupanya Satria mendengar semua percakapan Rafi dengan Lina barusan bahkan ia juga merekam semuanya lewat ponsel miliknya.


"Berani sekali kamu bermain-main dengan anak saya, lihat saja sebentar lagi kamu yang akan mendekam di balik sel penjara!" gumam Satria tersenyum sinis.


...•••...


📞"Halo pak, ini saya Rafael! Saya pinjam ponsel milik anak buah saya pak.. Maaf sebelumnya, saya gagal menyelamatkan hp saya pak!" ucap Rafael terengah-engah saat menelpon Devano.


📞"Maksud kamu apa? Memangnya kenapa dengan hp kamu??" tanya Devano terheran-heran tak mengerti dengan yang diucapkan anak buahnya itu.


📞"Iya pak maaf, tadi saya dijambret saat hendak mengirimkan nomor itu ke bapak! Jambret itu mengambil ponsel saya dengan cepat, saya sudah berusaha mengejarnya tapi gagal pak karena dia naik motor! Saya juga sudah kembali ke tempat bapak itu, tapi sayang sepertinya orang suruhan penculik itu telah lebih dahulu menghabisi bapak itu dan merampas ponsel miliknya pak.." jelas Rafael.


📞"Saya tidak mau tahu, pokoknya kamu harus terus cari keberadaan istri saya! Kalau kamu belum berhasil menemukan dia, jangan harap saya akan membayar kalian..!!" ujar Devano geram mematikan teleponnya dan melempar ponselnya itu ke dashboard mobilnya.


Tok Tok Tok...


Seseorang mengetuk kaca mobil Devano, sontak ia pun membuka kaca mobilnya untuk melihat siapakah yang ada di luar itu.


"Ada apa?" tanya Devano pada wanita di luar yang ternyata Novi sekretarisnya.


"Maaf pak, apa saya boleh menumpang di mobil bapak? Kebetulan mobil saya pecah ban dan saya tidak membawa ban serep pak, tapi kalau bapak sedang ada urusan saya bisa pesan ojek online kok!" ucap Novi meminta tumpangan.


"Boleh kok masuk aja," ucap Devano tersenyum tipis lalu membukakan pintu mobilnya.


"Terimakasih pak," ucap Novi membalas senyuman Devano kemudian masuk ke dalam mobilnya.

__ADS_1


"Eee Nov, boleh saya minta tolong sama kamu?" tanya Devano.


"Minta tolong apa ya pak?" ujar Novi.


"Saya sedang mencari istri saya yang diculik, tolong dong kamu sebarkan informasi mengenai hilangnya istri saya itu di media sosial! Yang saya tahu kamu kan punya banyak followers, mungkin dengan itu bisa membantu saya cepat menemukan Shella!" ucap Devano yang terlihat lemas.


"Baik pak, saya akan sebarkan info itu segera di media sosial saya! Semoga istri bapak bisa cepat ditemukan ya!" ucap Novi turut prihatin dengan bosnya itu.


Lalu, Devano pun melajukan mobilnya pergi mengantar Novi pulang ke rumahnya.


...•••...


Satria menemui Adrian di dalam sel, tampak Adrian tengah murung disana seperti tidak punya semangat hidup lagi.


"Ada apa pah?" tanya Adrian lemas.


"Papah punya kabar gembira buat kamu, sebentar lagi kamu pasti akan dibebaskan dari sini!" ujar Satria bersemangat.


"Hah serius pah? Emangnya hakim udah ngubah keputusannya pah??" tanya Adrian mulai sedikit bertenaga.


'Ya belum sih, tapi gak lama lagi juga keputusan hakim bakal berubah! Karena papah berhasil mendapatkan bukti yang sangat penting!" jawab Satria.


"Bukti? Bukti apa memangnya pah yang bisa membebaskan aku dari tempat busuk ini??" tanya Adrian.


"Tada!" ujar Satria menunjukkan ponselnya pada Adrian, membuat anaknya itu kebingungan tak mengerti apa maksud papahnya itu.


"Maksudnya apa sih pah? Kok malah handphone papah yang ditunjukin ke aku?" tanya Adrian keheranan.


"Di dalam ponsel ini ada sebuah bukti yang sangat penting, begitu papah memberikan bukti ini pada hakim pasti kamu langsung dibebaskan! Karena isinya itu sangat menentukan nasib kamu..!!" jelas Satria.


"Serius pah? Memangnya bukti apa sih yang ada di hp papah itu??" tanya Adrian dengan senyum sumringah di wajahnya.


"Tadi papah memergoki Rafi berbicara dengan salah satu saksi di persidangan tadi, mereka membicarakan tentang kejadian yang sebenarnya kalau Rafi lah yang sudah menggelapkan dana perusahaan Devano!" jawab Satria.


"Apa? Hahaha benar-benar di luar dugaan, jadi Rafi sendiri lah yang sudah melakukan itu! Emang kurang ajar Rafi itu, berani sekali dia memfitnah aku pah! Tapi aku jadi penasaran gimana reaksi Devano nanti kalau tau ternyata sepupunya sendiri yang sudah mengkhianati dia.." ujar Adrian tersenyum smirk.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2