Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Memandang dari jauh


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 125


...•...


...•...


Bi Yani pulang sambil membawa risol isi sosis pesanan Jenar untuk diberikan pada Shella, memang cukup lama Yani pergi karena yang jual itu jarang di daerah sana jadi Yani harus mencari cukup jauh.


"Permisi Bu, ini risol nya sudah saya belikan! Tapi maaf ya Bu uang kembaliannya tadi saya belikan air minum, soalnya di luar panas banget jadi saya haus Bu!" ucap Yani sambil memberikan kotak berisi risol pada Jenar.


"Iya gapapa bi, saya berterimakasih sekali loh sama bibi karena udah mau jalan jauh-jauh demi membelikan risol ini... yasudah bibi istirahat gih sana di kamar biar gak capek!" ucap Jenar.


"Iya Bu makasih," ucap Yani sedikit membungkukkan badannya lalu berjalan menuju kamarnya.


Sementara Jenar membuka kotak itu dan melihat isinya, terlihat ada 6 buah risol di dalam sana dengan saus plastik serta cabai hijau untuk menambah selera.


"Wah pasti Shella suka banget ini, yaudah aku taruh di piring aja deh supaya Shella lebih gampang makannya nanti..!!" gumam Jenar.


Jenar pun berjalan menuju dapur mengambil sebuah piring, lalu meletakkan risol risol itu di atas piring tanpa terkecuali.


Setelahnya, Jenar langsung membawa piring berisi risol itu ke kamar Shella... sambil memanggil nama anaknya itu, Jenar juga mengetuk-ngetuk pintu supaya Shella bisa lebih mendengarnya.


TOK TOK TOK...


"Shella, buka pintunya sayang! Ini ibu udah bawain risol isi sosis sesuai yang kamu mau tadi, yuk keluar dulu sayang kamu makan risol nya mumpung masih hangat..!!" ucap Jenar mengeraskan suaranya.


"Iya Bu sebentar..." teriak Shella dari dalam kamarnya yang langsung bangkit dari tidurnya untuk membuka pintu kamarnya agar bisa menemui ibunya di luar.


Krriieeekkk...


"Mana Bu risol nya?" tanya Shella dengan wajah senang seperti tidak sabar untuk memakan risol yang ia inginkan daritadi itu.

__ADS_1


"Nah ini dia sayang risol nya, yuk kita makan sama sama di meja makan! Kalau makan itu gak boleh di kamar, nanti setelah makan baru deh kamu balik lagi ke kamar gapapa..." ucap Jenar menunjukkan piring berisi risol yang tadi ia sembunyikan di belakang tubuhnya.


"Wah banyak banget Bu risol nya, yaudah yuk kita makan bareng-bareng Bu aku juga gak bakal habis kalau makan sendirian!" ucap Shella tampak antusias untuk segera memakan risol yang menggugah seleranya itu apalagi calon anaknya juga sudah tidak sabar untuk bisa merasakan nikmatnya risol itu.


"Iya iya sabar dong sayang, pelan pelan aja jalannya gausah lari lari! Nanti kalo kamu jatuh kan malah jadi bahaya, terus kamu juga gak bisa makan risol yang enak ini..!!" ucap Jenar mengingatkan Shella untuk tidak lari-larian.


"Jya Bu maaf, abisnya aku udah gak sabar banget mau makan risol itu! Soalnya daritadi aku udah ngebayangin gimana rasanya makan risol apalagi ditambah saus sama cabe rawit, pasti enak banget!" ujar Shella.


"Hus kamu lagi hamil gak boleh makan yang pedas-pedas, apalagi makan cabe rawit! Udah kamu mah cukup makan risol nya aja ya, biar saus sama cabe nya ibu aja yang makanin..." ujar Jenar.


"Yah kurang enak dong kalo gitu, emangnya gak boleh apa Bu? Kan sedikit aja kok gak banyak banyak janji deh!" ujar Shella dengan wajah memelas pada ibunya agar dibolehkan makan risol dengan cabai.


"Yaudah iya boleh tapi satu biji aja! Yuk daritadi kita gak jalan jalan malah ngobrol terus..!!" ucap Jenar tersenyum lalu menuntun Shella berjalan menuju meja makan.


...•••...


Adrian serta Frederick sampai di rumah sakit balarasa tempat Satria sedang diobati, tampak kedua pria itu sangat mencemaskan kondisi Satria yang habis mengalami kecelakaan.


Sesampainya di depan ruang UGD, terlihat ada sepasang suami-istri tengah berdiri disana sambil berpelukan dan juga menangis.


Tentu saja Adrian yang heran langsung menghampiri pasangan suami-istri itu untuk bertanya mengenai kondisi papahnya.


Mereka saling bertatapan sebelum akhirnya sang suami mulai membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan dari Adrian barusan.


"Iya benar, papah kamu sedang diobati di dalam! Tapi kamu tenang saja, pasti papah kamu bakal selamat kok!" jawab pria itu yang juga terlihat memiliki luka di kening serta bagian lengannya.


"Maaf sebelumnya, tapi kalian ini siapa ya? Apa kalian yang sudah membawa putra saya kesini?" tanya Frederick yang sedari tadi penasaran.


"Eee iya benar pak, saya dan istri saya yang membawa korban kesini... karena di lokasi kejadian tadi hanya kami yang memiliki mobil, jadi supaya lebih cepat maka kami memutuskan untuk membawa pak Satria kemari dengan mobil kami!" jelasnya dengan sedikit gugup dan menundukkan kepala seperti ada yang ia tutupi.


"Terimakasih pak, ternyata masih ada orang baik di negara ini seperti kalian! Semoga Tuhan membalas perbuatan kalian ini dengan hal yang lebih dari ini!" ucap Frederick sambil tersenyum ke arah pria dan wanita itu.


Mereka berdua membalas senyuman Frederick namun sambil terus menunduk dan melirik satu sama lain.


"Aneh banget tingkah mereka, kalau benar mereka yang udah tolong papah harusnya mereka gausah ketakutan kayak gitu dong! Apa jangan-jangan..." gumam Adrian menaruh curiga pada pasangan suami-istri itu.


"Maaf pak, apa..." ucapan Adrian terhenti karena melihat pintu UGD itu terbuka dan ada dokter keluar dari dalam sana.


Sontak Adrian & Frederick langsung menghampiri dokter itu untuk menanyakan kondisi Satria.

__ADS_1


"Gimana kondisi papah saya dok?" tanya Adrian yang sangat cemas itu.


"Iya dok, bagaimana keadaan putra saya itu dok?" saut Frederick yang juga tak kalah panik.


"Pasien mengalami pendarahan pada bagian otaknya cukup parah akibat benturan yang ia alami dalam kecelakaan itu, kami akan berusaha keras untuk membantu penyembuhan pasien!" jelas sang dokter.


Sontak Adrian & Frederick terkejut mendengar penjelasan dari dokter itu, termasuk juga pasangan suami-istri di belakang mereka yang menutup mulutnya.


...•••...


Devano memberhentikan mobilnya di depan gang menuju rumah Shella, dia melihat ke arah rumah Shella yang memang tak jauh dari gang itu.


"Rasanya saya ingin sekali kesana melihat kondisi Shella dan calon anak saya, tapi entah kenapa seperti ada yang menahan saya untuk melakukan itu! Maafkan saya honey, mungkin ini belum saatnya bagi saya untuk menemui kamu..." gumam Devano.


Terlihat seseorang keluar dari rumah itu, ya rupanya Shella yang berjalan keluar membuang sampah mungkin bekas risol tadi.


Momen itu cukup untuk membuat Devano merasa tenang, akhirnya ia bisa memastikan kalau kondisi istrinya baik-baik saja pasca diculik tempo hari.


"Syukurlah kamu baik-baik saja honey, saya jadi lebih lega sekarang karena sudah melihat kamu walau cuma dari jauh seperti ini..." gumam Devano sambil tersenyum memandangi Shella dari kejauhan.


Namun, tak berselang lama Shella kembali masuk ke dalam rumahnya setelah membuang sampah.. tentu saja Devano merasa kecewa karena ia belum puas melihat istrinya itu.




Sementara itu, Laila bersama teman-temannya juga sampai di dekat gang rumah Shella... namun Laila merasa bingung karena ada sebuah mobil yang berhenti di depan gang itu.


"Ish mobil siapa si itu? Ngalangin jalan kita aja, lagian dia ngapain coba berhenti aja disitu?" ujar Yasmin kesal.


"Gak tau tuh, emang dia pikir ini jalanan punya nenek moyang dia apa? Klaksonin aja La biar dia minggir terus kasih jalan buat kita..!!" saut Zara.


Namun, Laila justru diam saja memperhatikan mobil itu karena ia sepertinya mengenali mobil yang sedang berhenti di depan gang itu.


"Kok itu kayak mobilnya bang Vano ya? Bagus deh kalo bang Vano udah mau temuin Shella, tapi kenapa mobilnya masih nyala ya??" gumam Laila.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2