
...HAY GUYS!...
...WELCOME TO MY STORY!...
..."CINTA SATU MALAM CEO"...
...-------------------------------------------------------...
#CSMC EPISODE 130
...•...
...•...
"Eee boleh saya masuk...???" ucap Riza.
Tentu saja wanita itu kaget karena pria di hadapannya ingin langsung meminta masuk ke rumahnya padahal mereka tak saling kenal.
"Jangan macem-macem ya! Saya bisa loh teriak terus laporin kamu ke satpam di komplek ini, sebaiknya kamu pergi dari sini kalau gak ada keperluan yang penting..!!" ucap wanita itu merasa emosi karena tiba-tiba pria di depannya ingin masuk begitu saja ke rumahnya.
"Santai gak perlu marah-marah seperti itu, buat apa saya datang kesini malam-malam begini kalau gak ada keperluan yang penting sama kamu! Izinkan saya masuk Vanya maka saya akan jelaskan keperluan saya pada kamu disana..." ucap Riza memanggil nama wanita itu membuat dia langsung terkejut membulatkan matanya merasa aneh karena Riza bisa mengetahui namanya.
"Darimana kamu tau nama saya? Kamu ini sebenarnya siapa sih? Jangan-jangan kamu orang aneh yang suka stalking saya ya??!!" ujar Vanya malah menaruh curiga pada pria di hadapannya.
"Makanya kalau mau tau ya izinin saya masuk, kita gak bisa bicara disini karena ini adalah urusan penting! Saya gak mau ada orang lain yang dengar walau sekarang emang sepi dan semuanya udah pada di dalam rumah, tapi tetap aja saya harus terus waspada sama yang namanya penguping!" ucap Riza coba meyakinkan Vanya kalau dirinya tak ada niat jahat pada wanita itu.
Akhirnya karena rasa penasaran yang tinggi, Vanya pun mengizinkan Riza masuk ke dalam rumahnya.
"Yaudah ayo masuk! Tapi awas ya kalo kamu ternyata orang jahat, aku gak akan segan-segan buat laporin kamu ke satpam komplek..!!" ancam Vanya dengan mengacungkan telunjuknya di depan wajah Riza.
"Tenang aja, saya ini bukan laki-laki seperti itu kok!" ucap Riza santai sambil tersenyum lalu membantu Vanya menurunkan jari telunjuknya kembali.
Vanya pun melebarkan pintunya agar Riza dapat masuk ke dalam rumahnya, tentu saja dengan cepat Riza langsung melangkahkan kakinya masuk kesana disusul oleh Vanya yang menutup pintunya lebih dulu.
"Mau minum apa kamu?" tanya Vanya.
__ADS_1
"Apa aja boleh kok, saya kan kesini mau bicara sama kamu bukan numpang minum..." jawab Riza sambil tersenyum dan kembali melihat ke sekeliling rumah itu karena ingin mengamati apa yang bisa ia pakai untuk meyakinkan Vanya agar mau membantunya.
"Yaudah sebentar ya aku buatin dulu, kamu tunggu aja duduk disitu gak lama kok!" ucap Vanya menunjuk ke arah sofa miliknya sebagai tanda meminta Riza duduk menunggu disana selagi ia membuatkan minuman untuknya.
"Oke," ucap Riza yang langsung melangkah menuju sofa dengan perlahan dan satu tangannya ia masukkan ke dalam saku celananya.
Vanya pun pergi ke dapurnya membuatkan minuman untuk tamu malam harinya itu, sementara Riza sudah duduk di sofa menyandarkan tubuhnya juga merentangkan kedua tangannya di atas sandaran sofa tersebut dan menaruh kaki kanannya di atas kaki yang satunya sambil sedikit menggoyang-goyangkan kakinya itu.
"Nyaman juga sofanya, oh iya tadi kata Rafi pas di penjara gue harus pura-pura kenal sama Kevin alias kakaknya si Vanya ini... tapi yang mana ya foto Kevin?" gumam Riza sambil terus melihat kesana-kemari mencari yang mana foto kakak Vanya.
Akhirnya pandangan Riza tertuju pada sebuah foto yang terpajang di atas meja di dekatnya itu, sontak Riza langsung mendekati foto tersebut untuk melihatnya lebih jelas.
"Ini pasti foto keluarga Vanya, gue yakin yang ini nih Kevin alias kakaknya dia..." gumam Riza memegang bingkai foto itu di tangannya dan menunjuk ke foto seorang pria yang berdiri merangkul Vanya.
"Kamu lagi apa?" tanya Vanya yang secara tiba-tiba muncul membuat Riza terkejut dan langsung menaruh kembali bingkai foto itu di atas meja.
Vanya pun menghampiri Riza dengan membawa sebuah nampan berisi 2 gelas teh hangat di tangannya, ia curiga pada tingkah Riza yang seperti gugup itu.
"Itu foto keluarga aku, mau apa kamu lihatin foto itu?" tanya Vanya lagi sambil memandang wajah Riza dengan tatapan kecurigaan.
"Saya kaget aja waktu lihat foto kakak kamu disini, soalnya saya masih syok banget waktu dengar kabar kalau dia sudah gak ada karena kecelakaan!" sambung Riza kali ini ia berbicara jelas sekaligus pura-pura sedih dengan mengucek matanya.
"Kamu kenal sama kak Kevin?" tanya Vanya yang sangat penasaran itu.
Riza tersenyum kemudian memegang lengan wanita itu menyuruhnya duduk di sofa....
"Duduk yuk, biar saya jelasin secara rinci!" ucap Riza tersenyum kemudian mereka pun duduk berdampingan di sofa itu.
Setelah duduk dan juga meletakkan gelas berisi teh hangat di atas meja, Vanya pun kembali melirik ke arah Riza seraya melontarkan pertanyaan yang sama.
"Sekarang jelasin, apa kamu kenal sama kak Kevin?" ucap Vanya mengulang kembali perkataannya tadi.
"Iya, jadi gini Vanya... saya sama Kevin itu dulu pernah bekerja di sebuah perusahaan yang sama, tepatnya di PT. Devano sukses makmur! Nah sejak saat itu saya bersahabat dengan kakak kamu, tapi sayangnya saya harus dipindahkan ke cabang perusahaan bos saya di Tegal dan harus terpisah dari kakak kamu itu!" jelas Riza.
Vanya tampak mengeluarkan air mata saat mendengar penjelasan dari Riza, akhirnya ia mulai mempercayai kalau laki-laki itu memang teman kakaknya karena dia bisa tau dimana Kevin bekerja.
__ADS_1
"Hahaha, kayaknya Vanya udah mulai percaya sama gue! Untung aja Rafi sempat jelasin semua tentang si Kevin Kevin ini, jadi gue bisa bikin cewek ini percaya!" gumam Riza sambil tersenyum-senyum.
#Flashback#
"Vanya...." jawab Rafi sambil tersenyum menaikkan kedua alisnya berkali-kali secara perlahan, sedangkan Riza tetap memasang wajah penasaran karena ia tidak mengenali wanita bernama Vanya itu.
"Siapa Vanya pak?" tanya Riza penasaran pada nama yang disebutkan oleh Rafi.
"Vanya itu adik dari almarhum asistennya Devano yang sekarang jadi tanggung jawabnya Devano, dia bisa bantu lu buat bikin hubungan rumah tangga Shella dan Devano hancur karena Vanya itu mantannya Devano..." jawab Rafi memberi penjelasan tentang Vanya pada Riza.
Riza serius mendengarkan penjelasan dari Rafi itu, ia tak ingin melewatkan sedikitpun informasi tentang Vanya sehingga nantinya ia bisa tenang saat berhadapan dengan wanita bernama Vanya itu.
"Tapi kalo dia gak mau bantu saya gimana pak? Kan anda bilang Vanya itu cuma mantan Devano, bisa aja kalau dia sudah moveon kan??" tanya Riza.
"Hahaha, lu bisa hasut dia dengan mengatakan kalau Devano itu penyebab kakaknya meninggal! Lu cari apa kek alasan yang pas buat ngeyakinin Vanya, gue yakin gak akan susah kok bikin si Vanya percaya sama lu! Oh ya jangan lupa bilang ke dia kalo lu itu sahabatnya Kevin supaya dia makin percaya!" jawab Rafi.
"Kalo dia nanya saya kenal dimana sama Kevin gimana pak? Saya kan belum pernah ketemu sebelumnya sama si Kevin Kevin itu..." tanya Riza lagi.
"Gampang Riza, bilang aja kalian kerja di kantor yang sama tapi akhirnya kalian terpisah karena lu dipindah ke kantor cabang! Sisanya lu tambah-tambahin aja sendiri pasti bisa kok..!!" jawab Rafi.
"Baik pak! Kalo gitu saya langsung kesana aja sekarang, oh iya bapak belum kasih tau saya dimana alamat wanita itu..." ucap Riza yang tadinya hendak berdiri tapi gak jadi.
"Vanya tinggal di komplek Candra Asih Ciledug rumahnya nomor 13C, tapi sebaiknya lu jangan kesana sekarang takutnya Vanya udah tidur dan nanti lu malah ganggu dia!" ucap Rafi.
"Ohh oke pak, saya akan temui dia besok! Yasudah pak saya izin permisi dulu, sekian saja laporan saya kali ini pak!" ucap Riza bersalaman dengan Rafi dan kemudian beranjak dari duduknya.
"Ya hati-hati Riza...!!!" ucap Rafi.
Riza mengangguk lalu pergi dari sana, sedangkan Rafi diantar kembali ke dalam sel oleh polisi disana.
#Flashback end#
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1