Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Minta izin


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 201


...•...


...•...


Setelah selesai berbicara dengan pengacaranya yang ia panggil ke kantor yakni pak Ilham alias pengacara langganan keluarganya dari jaman dahulu, Devano pun kini berangkat menuju Mathilda Cafe untuk menemui Adrian sesuai janjinya tadi.


Tak lupa juga Devano mengabari Adrian kembali melalui sms, ia mengingatkan Adrian untuk datang sekaligus mengatakan kalau saat ini ia sudah berangkat menuju kesana.


Devano langsung menyimpan ponselnya di dashboard mobilnya, ia pun mulai menancap gas melajukan mobilnya menuju Mathilda Cafe dengan kecepatan sedang.


Di dalam perjalanan, Devano kembali kepikiran dengan sekretarisnya yang sampai saat ini belum juga memberi kabar apapun padanya.


"Kira-kira Novi kemana ya? Gak biasanya loh dia hilang kabar kayak gini, gue jadi cemas takut ada sesuatu yang buruk menimpa dia! Tapi semoga aja itu cuma pikiran gue doang, aduh Novi kenapa kamu kamu malah menghilang sih disaat seperti ini??" ujar Devano memikirkan Novi sambil menggigit jarinya sendiri dan fokus menatap jalanan.


Tak lama kemudian, ponselnya berdering membuat Devano harus bersiap memakai earphone miliknya lalu mengangkat telepon yang rupanya dari sang istri tercinta itu.


📞"Halo honey, kenapa sayang?" tanya Devano dengan wajah sumringah menyambut telepon dari istrinya tersebut.


📞"Iya halo mas, ini loh aku mau minta izin sama kamu buat pergi ke rumah sakit! Laila katanya mau jengukin Sheila juga mas, boleh apa enggak aku kesana sama Laila?" ucap Shella mengatakan maksudnya.


📞"Ohh kamu telpon aku buat minta izin doang, kirain kamu kangen gitu sama aku! Yaudah iya aku kasih izin kok cantik, gimanapun juga kan Sheila itu adik ipar aku honey... masa iya aku gak izinin kamu sama Laila buat jenguk dia di rumah sakit?" ucap Devano tersenyum.

__ADS_1


📞"Oke mas, makasih! Oh ya jangan lupa nanti siang aku datang ke kantor kamu mas buat antar makan siang, jadi kamu harus ada di kantor loh jangan kemana-mana!" ucap Shella mengingatkan suaminya.


📞"Iya iya honey, ini aku mau ketemu klien dulu di luar! Tapi paling cuma sebentar, setelah itu aku gak ada jadwal lagi sih kosong! Kamu datang aja biar kita bisa mengulang kejadian kemarin yang mengasyikkan itu..." ujar Devano.


📞"Ish apa sih mas? Udah ah aku mau siap-siap berangkat ke rumah sakit, sampe ketemu nanti mas!" ucap Shella.


📞"Iya honey, kamu hati-hati ya! Jangan lupa salam buat ibu, bye sayang!" ucap Devano.


📞"Iya mas, bye juga mmuuaachh..." ucap Shella memberi kecupan lewat telpon.


Istrinya itu seperti malu telah mengecup suaminya melalui telpon, terbukti ia langsung mematikan teleponnya setelah memberi kecupan untuk suaminya padahal Devano masih ingin membalas kecupan dari Shella itu.


"Aduh, emang paling bisa nih istri gue!" ujar Devano senyum-senyum sendiri memandang layar ponselnya mengingat saat Shella memberi kecupan padanya tadi.


Setelahnya, ia kembali fokus menyetir mobil dan sudah tidak sabar lagi untuk bertemu dengan Adrian di cafe itu lalu menyampaikan semua keluh kesahnya pada pria tersebut.




Shella terkekeh saat memergoki Laila sedang ketawa-ketawa sendiri di depan tv, ia lebih terkekeh geli ketika tau Laila tengah menonton acara kartun anak kecil.


"Hahaha, Laila? Gue gak nyangka loh kalo lu masih suka nonton beginian, gue pikir seorang Laila itu cuma suka nonton film dewasa!" ujar Shella tertawa kecil sambil duduk di samping gadis itu.


Tentu saja Laila merasa malu karena dipergoki oleh kakak iparnya sendiri, ia langsung mengganti channel tv ke acara lain dan beralasan kalau tadi hanya tak sengaja menonton kartu karena acara yang ditontonnya sedang iklan.


"Ih enggak lah Shella, gue tuh lagi nonton acara ini nih cuma tadi iklan makanya gue ganti dulu ke yang lain! Bukannya gue sengaja nonton kartun Sel, lagian masa iya seorang Laila yang udah gede ini masih nonton kartun??" ujar Laila mengelak dari dugaan Shella.


"Ahaha, ya kalo masih suka nonton kartun juga gapapa kali Laila gausah malu gitu! Gue kan tadi cuma agak syok aja ngeliatnya, udah ganti lagi itu kartunnya nanti nyesel loh kalo udah abis dan lu ketinggalan!" ujar Shella.


"Ish lama-lama lu jadi ngeselin juga ya kayak bang Vano! Pantes sih kan kalian suami-istri jadi ketularan sikap masing-masing, eh ya ada apaan lu nyamperin gue?" ucap Laila.

__ADS_1


"Ini gue mau kasih tau kalau mas Vano udah ngebolehin kita buat pergi ke rumah sakit jenguk adik kembar gue, yuk langsung aja kita siap-siap sekarang!" ujar Shella.


"Ohh bagus deh, yaudah gue mau siap-siap di kamar!" ucap Laila tersenyum kemudian bangkit dari duduknya.


"Iya gue juga," ucap Shella singkat juga bangkit lalu mematikan tv yang ditinggal menyala begitu saja oleh Laila.


Setelah mematikan tv, Shella pun langsung pergi menuju kamarnya untuk bersiap-siap mengganti pakaian yang lebih pas untuk menjenguk kembarannya di rumah sakit.


Begitupun dengan Laila yang sudah lebih dulu ngibrit ke kamarnya meninggalkan Shella.


...•••...


Disisi lain, Frederick menjenguk cucunya di penjara yakni Bimo... tampak Bimo keluar dari selnya ditemani oleh seorang polisi menuju tempat Frederick berada sekarang.


Frederick pun tersenyum bahagia melihat Bimo mendatanginya, ia langsung berdiri lalu mendekat ke arah cucunya tersebut.


"Bimo!" ucap Frederick maju memeluk tubuh Bimo dengan erat sambil mengusap-usap punggung cucunya itu.


"Kakek, aku kangen banget sama kakek!" ucap Bimo membalas pelukan kakeknya.


Setelah puas berpelukan, mereka pun duduk disana berhadap-hadapan untuk lanjut berbicara. Frederick tampak heran melihat wajah cucunya yang seperti bersedih itu.


"Bimo, kamu kenapa?" tanya Frederick penasaran menatap cucunya.


"Eee aku cuma lagi kesel aja kek sama Adrian, dia sekarang udah lupain aku! Dia gak anggap aku lagi sebagai adiknya, emang sih aku sama dia ini beda ibu tapi kan tetep aja kita adik-kakak seharusnya Adrian gak kayak gini kek jengukin aku aja jarang..." jawab Bimo.


"Mungkin abang kamu itu sibuk dan banyak urusan Mo, sudah lah tidak perlu kamu mengharapkan dia datang kesini buat jenguk kamu! Kan ada kakek yang selalu setia mengecek kondisi kamu disini!" ucap Frederick menenangkan cucunya itu.


"Tapi masalahnya kek, Adrian itu bener-bener udah kelewatan! Bisa-bisanya dia malah tebus tahanan lain dan ngebiarin aku mendekam disini, dia emang pengen main-main sama aku kek! Lihat aja aku bakal bikin dia ngerasain rasanya mendekam di penjara!" ujar Bimo tampak sangat emosi sampai urat di tangannya keluar semua.


Frederick yang mendengar dan mengetahui cucunya tengah emosi pada Adrian hanya bisa diam saja, ia juga syok karena Adrian malah menembus tahanan lain bukannya Bimo.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2