Cinta Satu Malam Ceo

Cinta Satu Malam Ceo
Dinner romantis atau...??


__ADS_3

...HAY GUYS!...


...WELCOME TO MY STORY!...


..."CINTA SATU MALAM CEO"...


...-------------------------------------------------------...


#CSMC EPISODE 319


...•...


...•...


Malam harinya, Devano masuk ke kamar setelah urusannya di bawah sudah selesai dan bersiap untuk tidur karena waktu juga mulai larut. Ia membuka pintu lalu terkejut saat melihat istrinya tengah duduk bersandar di ranjang sembari memegang ponsel.


Devano tersenyum lebar dan langsung menutup pintu serta menguncinya dari dalam, ia pun bergerak menghampiri Shella lalu duduk di sampingnya sembari merangkul pundak sang istri dari samping dan mencium pipi Shella yang membuatnya gemas.


"Mas, kamu tuh bikin aku kaget aja deh!" ucap Shella mengelus dada karena ulah suaminya.


"Abis kamu serius amat lihatin hp nya, emang lagi ngapain sih, honey?" ucap Devano tersenyum.


"Gak kok, aku cuma chattingan sama Yasmin! Barusan dia kirim pesan ke aku nanya kabar, makanya aku bales deh! Eh malah jadi keterusan gara-gara asyik...." jawab Shella.


"Ohh, emang dasar cewek!" ujar Devano.


"Kamu udah mau tidur, mas?" tanya Shella.


"Iya dong, ngantuk nih!" jawab Devano.


"Jangan mas! Kamu sikat gigi dulu sana, sekalian cuci muka juga supaya wajah kamu lebih cerah gak jerawatan kayak sekarang!" ucap Shella.


"Hey, emang aku yang sekarang gak cerah gitu?" ujar Devano menatap wajah istrinya dari dekat.


"Gak gitu, kan aku bilang supaya lebih cerah! Lagian itu juga bagus kamu lakuin setiap malam sebelum tidur, udah sana ke kamar mandi cepet!" ucap Shella.


"Temenin dong!" ucap Devano.


"Hah? Gak mau ah, mas! Nanti kamu macem-macem lagi disana, aku lagi mau libur dulu mas begituan nya capek tau!" ucap Shella cemberut.


"Hahaha, takut banget kayaknya kamu aku minta jatah malam ini! Tenang aja, aku lagi gak kepengen juga kok honey! Udah yuk temenin aku, biar aku gak gabut di kamar mandi!" ucap Devano.


"Umm, yaudah iya deh...."

__ADS_1


Shella akhirnya terpaksa menuruti kemauan suaminya untuk menemani sang suami pergi ke kamar mandi, Devano pun langsung menarik tangan Shella lalu membawanya masuk ke dalam kamar mandi sembari tersenyum renyah.


Di dalam sana Devano langsung mengambil sikat gigi miliknya serta mengoleskan pasta gigi di atasnya sembari menatap Shella, semua aktivitas disana pokoknya Devano selalu memandangi wajah cantik sang istri yang membuatnya tergoda.


"Mas, kalo sikat gigi yang bener! Lihat tuh ke arah cermin, jangan ke aku!" ucap Shella.


"Apa bedanya kamu sama cermin, honey? Kan sama-sama bening, jadi aku bisa sekalian ngaca di muka kamu itu!" ucap Devano nyengir.


"Hadeh kena lagi aku..."


Devano memuntahkan semua pasta gigi yang telah berbusa dari dalam mulutnya itu ke wastafel, barulah ia berkumur dengan air keran untuk membersihkan sisa-sisa busa di dalamnya, lalu ia pun kembali memandangi wajah sang istri sambil tersenyum.


"Kenapa sih, mas?" tanya Shella heran.


"Gapapa, terpesona aja aku sama kamu!" ucap Devano sambil nyengir.


Shella pun menggelengkan kepalanya mendengar jawaban dari suaminya, sedangkan Devano kini mengambil sabun cuci muka miliknya dan mulai mengolesi wajahnya dengan itu, Shella yang melihatnya tampak tersenyum manis.


Setelah melakukan semuanya di dalam kamar mandi dan wajahnya juga telah terlihat lebih segar dari sebelumnya, kini Devano kembali menghampiri istrinya sambil tersenyum lalu mendorong tubuh Shella hingga terhimpit oleh dinding toilet.


"Mas, mau ngapain?" tanya Shella cemas.


Devano mencengkeram dua tangan Shella hanya dengan satu tangan miliknya, lalu tangannya yang lain digunakan untuk memegang dagu sang istri. Shella pun tau jika pasti suaminya akan kembali meminta jatah darinya dan ia harus melayani Devano dengan suka hati malam ini.


"Mass...."


...•••...


Disisi lain, Arga mengajak Viona dinner berdua di sebuah tempat yang sepi dan hanya ada mereka disana ditemani lilin-lilin menyala menghiasi satu ruangan tersebut.


"Ayo duduk!" ucap Arga sambil tersenyum.


Viona mengangguk sembari membalas senyum dari Arga di wajahnya, ia pun duduk pada kursi yang sudah disediakan oleh Arga dan memandangi semua hidangan yang ada disana, ia sangat terpukau karena semua makanannya mewah-mewah.


"Arga, kamu yang siapin ini semua?" tanya Viona.


"Iya dong, ini spesial buat kamu! Yuk kita mulai makan dan cobain satu persatu, aku yakin kamu pasti suka sama masakannya!" ucap Arga.


"Oke,"


Viona pun mulai mengambil beberapa makanan yang ada disana cukup banyak, nampaknya Viona sudah sangat lapar dan tidak sabar untuk segera memakan makanan itu, memang semua makanan disana sangat menggugah selera.


Sementara Arga juga sudah mengambil makanan untuknya di piring sembari terus menatap wajah Viona di depannya sambil tersenyum, Arga pun memakan makanan di piringnya dengan lahap tanpa beralih dari wajah Viona.

__ADS_1


"Enak gak?" tanya Arga pada Viona.


"Ini bener-bener enak banget, kamu gak salah pilih masakan buatku! Makasih banyak ya Arga, hari ini kamu benar-benar manjain aku!" ucap Viona tersenyum bahagia.


"Iya sama-sama, aku kan lagi coba buat buka hati untuk kamu! Jadi aku pikir dengan semua ini, mungkin akan lebih mudah..." ucap Arga.


"Aku harap kamu bisa segera balas cinta aku, Arga! Karena sampai sekarang aku juga masih sangat mencintai kamu, dan aku pengen banget kalau kita bisa jadi sepasang kekasih!" ucap Viona tersenyum.


"Kamu jangan khawatir! Udah, sekarang makan aja dulu sampai habis!" ucap Arga.


"Iya, kamu juga!" ucap Viona.


Mereka pun lanjut memakan makanan masing-masing hingga habis tak bersisa, Viona tampak cukup menikmati momen ini apalagi makanannya sangat enak dan bikin nagih sampai ia kekenyangan seperti ini.


"Kenyang?" tanya Arga tersenyum.


"Iya nih, makanannya enak banget sih! Jadinya aku kepengen nambah terus, makasih banyak ya Arga!" jawab Viona tersenyum.


"Iya Viona, oh ya aku masih ada makanan penutup buat kita malam ini..." ucap Arga.


"Waw kamu beneran udah siapin semuanya dengan matang, ya? Boleh deh penutupnya, supaya lebih enak dan nikmati!" ucap Viona.


"Sebentar ya,"


Arga bangkit dari duduknya lalu berjalan pergi meninggalkan Viona sendiri di ruangan itu, Arga hendak mengambil dua buah kue dari kulkas serta minuman spesial untuk Viona, ia tersenyum licik saat menuangkan sesuatu ke dalam minuman tersebut.


"Dengan ini kamu bisa lebih mudah aku gauli!" gumam Arga di dalam hatinya.


Setelah selesai dengan itu, Arga pun kembali menemui Viona sembari membawa kue serta minuman spesial tersebut dan menaruhnya di atas meja lalu menawarkan pada Viona.


"Ayo dicobain! Kue sama minumannya enak loh!" ucap Arga tersenyum.


"Makasih,"


Viona tersenyum kemudian meminum minuman itu lebih dulu cukup banyak, barulah ia menikmati kue pemberian Arga bersamaan dengan pria tersebut.


Arga mengunyah kue sembari senyum-senyum licik menantikan reaksi dari obat yang ia berikan pada minuman tersebut, tentunya ia tak sabar menunggu bagaimana reaksi Viona setelah menghabiskan minuman di gelasnya.


"Kok tiba-tiba panas banget ya?" batin Viona.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2